Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-01-14
Words:
392
Chapters:
1/1
Kudos:
12
Bookmarks:
1
Hits:
214

I Like It

Summary:

Ahn Keonho menanyakan hubungan mereka, dan inilah jawaban Eom Seonghyeon untuknya.

Notes:

Heavy inspired by I Like It by Stray Kids.

Work Text:

“Jadi, mau ngomong apa, Keonho?” Ia rela meninggalkan makan siang dengan nasi bakar kesukaan demi pemuda di depan sana—yang menunduk seolah tengah menyiapkan pertanyaan atau mungkin keberanian. Sang Tuan mendengus pelan karena tak kunjung dapatkan jawaban, jari-jari kaki nan dilapisi sneakers putih itu terus mengetuk lantai tempatnya berpijak, menunggu si Aquarius layangkan sepatah kata dengan sabar.

Ah, Seonghyeon tidak ingat kalau ia pernah sesabar ini menghadapi orang selain Ayah serta Ibunya.

Ketika dirinya hendak layangkan tanya sekali lagi, kendati ia tak suka mengulang dua kali, sang Lawan Bicara tiba-tiba bercicit. “What are we, Seonghyeon?”

Si Capricorn terkesiap. Tidak menyangka pertanyaan itu akan datang lebih cepat daripada perkiraan. Ia tentu saja tak miliki satu pun jawaban sebab sejatinya Eom Seonghyeon tak pernah siap untuk kembali rasakan jatuh cinta.

Jangan tanyakan itu. Mungkin Seonghyeon terdengar begitu jahat jika mengatakan isi kepalanya tersebut. Si sulung keluarga Eom lemparkan pandang ke arah manapun asal tak menatap pemuda kelahiran Februari itu. “We …. We are just ….” Otaknya berputar mencari rangkaian kalimat yang tepat tanpa menyakiti perasaan Keonho. “We are just ‘You and Me’ .... right?”

“Hah?” si Ahn mendelik. “Maksudnya?”

It’s better this way, Keonho.” Seonghyeon bersama segenap keberanian yang digenggam, bersitatap dengan pemuda serupa anjing kecil di depannya, kemudian menghembuskan napas pelan sebelum berujar; “Let’s not go official.”

Yang mendengar hal itu jelas tertegun, paru-paru Keonho seketika enggan menerima oksigen masuk. “Seong—”

I don’t wanna end this. Aku nggak mau dengan kita pacaran lalu putus, setelahnya kamu ninggalin aku.” Ia bisa lihat air wajah Keonho berubah; bercampur antara bingung, marah, pun kecewa. Seonghyeon harap dirinya tidak salah langkah. Ia hanya tak ingin ditinggalkan lagi, sendirian di antara kegelapan yang begitu dingin. Ia tidak ingin kembali jatuh ke dalam lubang itu dan mati.

“How selfish.” Seonghyeon bisa dengar Keonho bergumam sarkas. “Kalau aku maunya kita pacaran supaya status kita berdua jelas, gimana?”

“Let’s keep it this way.” Sekali lagi, pemuda kelahiran Januari itu bisa melihat yang lebih muda melongo karena jawaban yang diberi. Namun, bukan salah Eom Seonghyeon bila ia tumbuh dengan sifat egois ajaran sang bibi.

Si cantik berdiri, jam makan siang hampir habis. Selepas ini, pemuda tersebut ada janji temu dengan teman lamanya di dekat Toko Roti. Sebelum melenggang pergi, Seonghyeon tanpa belas kasih lontarkan kalimat yang sudah pasti membuat Ahn Keonho sakit hati. “If you want to cross the line, go ahead, but I won’t.