Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-01-29
Words:
338
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
4
Hits:
48

Avidius

Summary:

Bisakah manusia lari dari takdir?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Bisakah manusia lari dari takdir?

Avidius, Avidiusku yang malang. Kau adalah ketiadaan yang merangkak semata dengan tekad menjelma nyata. Sebaris huruf yang hidup dan tak hendak menerima takdir begitu saja meski jiwamu rapuh serupa kaca. Avidiusku yang menyedihkan. Tahukah kau dirimu adalah gumpalan duka, keputusasaan serta ketidaksempurnaan?

Mungkin kau mengetahuinya, ya? Itulah kenapa kau mati-matian menggenggam setipis apapun benang asa yang kau jumpa. Kau berlari meski tahu akan lumpuh karenanya. Sebab itu pula hidupmu yang singkat tak pernah gagal membuatku tertawa.

Avidiusku yang malang. Kau hanya wadah untuk aku memanggil arwah seorang 'pahlawan,' yang 'kan kugunakan sebagai ganti dirimu. Sebuah karakter baru dalam dongeng buatanku. Namun kau melawan, tak sudi menerima cerita yang sebegitu.

Oh, Avidiusku! Telah kusaksikan seberapa gigih kau melawan takdirmu. Kau kejar masa depan yang nihil untukmu, tapi tiada kudapati kematian di matamu. Betapa aneh. Padahal kuciptakan kau berdasarkan keputusasaan, tapi kau tak kunjung menemui buntu. Apakah kau mengetahui seberapa dalam kagumku padamu? Coretan pena yang terus dan terus melampaui bayang mindaku.

Dan kau berlari lagi. Tak Serik meski sudah mengintip takdir yang kuberi. Avidiusku yang malang. Dengan tanganmu kau cabik jantung hatimu, semata demi cinta pada kemanusiaan, pada tempat yang bahkan bukan rumahmu. Ah, Avidiusku! Kaulah ketidaksempurnaan yang sempurna, kaulah kemanusiawian meski kau bukan manusia. 

Deritamu indah dan tiada duanya.

Kurengkuh jasadmu dan kau menyerpih jadi potongan kertas. Sungguh engkau telah melampaui batas dongeng dan realitas! Sebaris huruf yang cuma fiksi menjadi pahlawan, bukankah kisahmu begitu menakjubkan? Betapa indah akhirmu yang tak pernah kubayangkan. 

Avidiusku yang malang, andai kau dapat mendengar jerit sang pengembara padaku yang begitu nyalang. Ia marah, jijik, dan murka padaku! Dia berduka atas kematianmu! Ah, betapa cantik kisah yang kau ukir namamu di atasnya, dengan pengorbanan yang mengalirkan air mata.

Avidius, oh, Avidiusku tercinta. Telah kau toreh segala yang kau punya untuk membelokkan arah cerita. Kuakui diri ini kalah dan terpesona.

Avidius, Avidiusku yang malang. Telah berakhir kisahmu dan kuharap kau beristirahat dengan tenang.

Dapatkah manusia berlari dari takdirnya?

Kau mengajari aku jawabannya

Sungguh manusia tak pernah membuatku berhenti terpesona. []

 

 

Notes:

A/N : Saya tergerak menulis ini setelah melihat edit Avidius dengan lagu Drag Path. Saya belum selesai dari 2.7. saya masih menangis dan nyesel karena gak sempet mampirin Avi sebelum bug nya difix. Kuro babi.
Avidius... Avidiusku yang malang....