Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-02-05
Words:
287
Chapters:
1/1
Kudos:
10
Hits:
67

Papa galak!!

Work Text:

"Papi.. boleh gak nanti yang dateng ke acara pentas Papi aja?" cicit anak kecil itu, matanya menatap takut Papanya yang masih fokus dengan makannya sendiri. 

Yamaguchi tersenyum simpul, dia menarik kursi Keichi mendekat, dia mengelus lembut rambut anaknya, "Kenapa sayang? kan Kei sendiri yang minta Papa buat nemenin, jarang-jarang loh Papa bisa dateng ke sekolahnya Kei." 

Kei lantas merengut, "Papa galak Pi, dia gak pernah senyum. Temen-temenku takut.." yang lebih kecil menunduk, "Mereka bilang mentang-mentang Papa atlet terkenal, jadi Papa gak pernah senyum, katanya Papa sombong." 

Hela nafas terdengar, "Keichi.. muka Papa kan emang kaya gini, pas Papa senyum juga malah ada temen kamu yang bilang Papa kaya mau makan dia, iya kan?" 

"Iya sih.. ya Papa mukanya diganti aja." 

Kedua orang dewasa itu tertawa, "Emang Kei mau muka Papa diganti siapa?" 

Anak kecil itu kini memasang pose berpikir, lengkap dengan ibu jari dan tangannya yang menempel di dagunya, "Em.. kaya Om itu aja, Om Sugawaraa, pasti banyak yang suka." 

"Jadi maksud Kei, muka Papa gak ganteng nih? Aduh dada Papa sakit, Kei jahat sama Papa." Dengan lebay Tsukishima memegang dadanya, dia menampilkan ekspresi tersakiti. 

"Tuh kan, Papa tuh dirumah lebay, tapi kenapa kalau diluar rumah kaya pillager?" 

Ikut memanasi, Yamaguchi menangkup wajah Tsukishima, dia terlihat mengamati dengan seksama, "Tapi iya Kei, muka Papa kurang ganteng." 

"Yang ih." protes Tsukishima. 

Keichi terkikik, suka sekali dia melihat Papanya dibully oleh Papi, "Aku mau ganti Papaaaaa." rengeknya. 

"Oh jadi Kei kaya gitu, oke.. awas kamuu." 

Tsukishima mengambil alih Kei ke pangkuannya, dia gelitiki si mungil sampai dia tertawa terpingkal-pingkal, "Papiii tolonginnn, aku diserang monster galakkkkk." 

Sang Papi hanya tertawa melihat tingkah laku ayah dan anak didepannya. Hatinya menghangat mengingat sisi lain Tsukishima seperti ini hanya  dia tunjukkan kepada keluarganya.