Work Text:
"Jihoon!"
Jihoon yang sedang duduk di sofa ruang tengah seraya memainkan ponselnya itu, menoleh. Matanya menatap lembut tatapan seseorang yang tengah berseru riang memanggilnya.
"Ya kak Youngjae? Ada apa?"
Youngjae yang baru saja keluar dari dapur melangkah cepat menghampiri Jihoon lalu duduk di atas pangkuan yang lebih muda. "Cobain coklat buatanku dong, Ji!"
Jihoon tersenyum. Ia letakkan ponselnya di sebelah, menggenggam pinggang Youngjae, menahannya agar tidak terjatuh lalu melahap suapan coklat dari Youngjae.
"Gimana? Manis ga?"
Jihoon mengangguk. "Iya manis. Enak."
Youngjae tersenyum senang.
"Ji, cobain coklat punyaku juga!"
Jihoon dan Youngjae menoleh dan mendapati Dohoon tengah menatap kedua orang di hadapannya dengan bibir yang mengerucut. Jihoon mendengus sambil tersenyum lalu mengeluarkan tawa kecil.
"Iya kak Dohoon, sini aku cobain juga."
Dohoon mendekat. Jihoon pun telah membuka mulutnya, menyiapkan diri menerima coklat dari Dohoon. Namun berbeda dengan Youngjae, Dohoon malah memasukkan coklat tersebut ke mulutnya sendiri membuat Jihoon terheran sebentar sebelum akhirnya Dohoon tarik kepala Jihoon, menempelkan mulutnya dengan mulut Jihoon kemudian mengoper coklat tersebut dengan mulutnya. Jihoon cicipi coklat buatan Dohoon itu sambil ikut melumat pelan bibir Dohoon.
Youngjae yang masih setia duduk di pangkuan Jihoon, mengerang kesal melihat keduanya bercumbu mesra di hadapannya. Youngjae berusaha menarik Dohoon menjauh walaupun usahanya tak membuat Dohoon bergerak sesenti pun dari tempatnya. Dohoon tersenyum dan hanya melirik Youngjae dengan tatapan mengejek, membuat Youngjae semakin mengerutkan alisnya kesal hingga akhirnya ia memilih untuk memeluk tubuh Jihoon dan menenggelamkan kepalanya dalam ceruk leher Jihoon.
"Ekhem!" Teguran dari arah pintu dapur menghentikan kegiatan ketiga orang tersebut. Jihoon, Dohoon, dan Youngjae mengangkat kepala masing-masing untuk menoleh dan mendapati Shinyu sedang menatap tajam ke arah mereka. "Apa yang kalian lakukan? Kalau Kyungmin lihat gimana?"
Ketiga orang itu terkekeh malu. Youngjae bangkit dari pangku Jihoon kemudian duduk di sebelahnya sedangkan dohoon duduk di bawah sofa di samping kaki Jihoon. Keduanya menyenderkan diri ke tubuh Jihoon.
"Jihoon, sekarang cobain coklat punya kakak ya?"
Jihoon tersenyum kemudian mengangguk. "Boleh kak, sini."
"Eh bentaar," potong Dohoon, membuat gerakan tangan Shinyu yang ingin menyuapi Jihoon terhenti di udara. "Coklat buatanku rasanya gimana? Enak gak ji?"
"Iya kak Do, enak banget."
"Enakan mana sama coklatku Ji?" Youngjae ikut bertanya, tak mau kalah, membuat Jihoon tertawa kecil.
"Enak semuaa. Buatan kalian berdua enak."
"Udah ya sesi tanya jawabnya, sekarang giliran kakak." Ucap Shinyu cepat, mencegah agar perhatian Jihoon tidak tersita lagi. "Jihoon aaa"
Jihoon membuka mulutnya dan menyantap coklat buatan Shinyu. Melihat sisa coklat yang tertinggal di sudut bibirnya, Shinyu mendekat lalu menjilat pelan sudut bibir Jihoon. Yang bereaksi lebih dahulu bukan Jihoon, tapi kedua orang di sebelahnya.
"KAK! KAMU JUGA SAMA AJA!"
"KAK SHINYU BRENGSEK!"
Youngjae dan Dohoon serempak melempar bantal sofa ke arah Shinyu dan menggebuknya. Shinyu yang digebukki hanya tertawa seraya melindungi diri dengan kedua tangannya menutupi tubuh.
"Ssstts, Jihoon." Jihoon kembali menoleh ke arah pintu dapur dan mendapati Hanjin yang berbisik ke arahnya. "Sini."
Jihoon mengangguk lalu beranjak pergi ke arah Hanjin, meninggalkan ketiga kakaknya yang sedang bergelut.
"Kenapa? Mau minta cicipin coklat juga?" Tanya Jihoon masih dengan senyum teduhnya. Hanjin tersenyum malu lalu mengangguk.
"Boleh sini,"
Hanjin mengangkat coklat yang ia buat lalu menyuapkan coklat tersebut ke mulut Jihoon. Sebelum Hanjin menurunkan tangannya, Jihoon tahan tangan Hanjin lalu menjilat jari Hanjin, membersihkannya dari noda coklat yang tertinggal. Melihat itu, wajah Hanjin seketika memerah lalu dengan spontan ia pukul pelan tubuh Jihoon seraya menggerutu, salting. Jihoon tertawa.
Tawanya terhenti ketika sudut matanya menangkap adik satu-satunya itu sedang fokus menuang coklat ke cetakan. Jihoon izin pamit ke Hanjin untuk mendatangi Kyungmin. Hanjin mengangguk mengizinkan dan memilih pergi ke ruang tengah untuk meredakan debar jantungnya.
"Belum selesai?" Kyungmin tersentak kaget. Ia hampir saja menumpahkan panci isi coklat ke lantai kalau saja Jihoon tidak dengan sigap membantunya menahan panci tersebut.
"Kak Jihoon bikin kaget aja!"
"Maaf, gak nyangka kamu bakal kaget gini."
"Ya kagetlah, kan akunya lagi fokus!"
"Hehe iya maaf ya. Kok kamu belum selesai?"
Kyungmin menghela napas dengan bibir yang mengerucut. "Tadi coklat punyaku sempet gagal, makanya ini aku buat lagi yang baru."
"Gagal gimana?"
"Ya gagal kak, masa coklat pertama yang aku buat rasanya pedas?? Curiga tadi kak Dohoon ke panci aku buat masukin cabe. Pantesan dia ketawa-ketawa. Ngeselin ih."
Jihoon tak dapat menahan tawanya ketika mendengar alasan gerutuan Kyungmin itu.
"Ah kak Dohoon kebiasaan isengnya."
"Ya kan kak?!!" Kyungmin mendengus kesal. "Udahlah yang penting coklat yang ini gak diapa-apain kak Dohoon. Btw, kak Jihoon mau nyobain coklatku juga gaa kalau udah jadi nanti?"
Jihoon mengangguk. "Mau."
"Duh maaf ya kak nunggu agak lama."
"Hm? Aku bisa nyicipin sekarang kok kalau kamu mau."
"Eh gimana caranya?"
Jihoon ambil sendok kecil di rak sendok lalu pergi menuju panci coklat Kyungmin. Ia serok sisa coklat leleh yang ada di panci tersebut lalu menyeruputnya pelan.
"Udah enak kok. Gak pedes."
"Beneran enak kak?" Tanya Kyungmin dengan mata berbinar.
"Iyaa, nih mau coba nyicipin?" Jihoon kembali menyerok sisa coklat di panci Kyungmin lalu menyuapkannya ke mulut Kyungmin. Kyungmin terima suapan tersebut lalu berseru senang.
"Enak!"
Jihoon meraih puncak kepala Kyungmin lalu mengacak-acak rambutnya gemas. "Good job dek!"
"Hehe, makasih kak!" Ucap Kyungmin sambil tersenyum lebar.
