Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2016-09-16
Words:
240
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
15
Bookmarks:
1
Hits:
319

4 + 5 (+1)

Summary:

Akashi, Mayuzumi, dan sepuluh kondisi.

Notes:

alooooo! iya, ini celenj udah tua huhu tapiiii ma gahd kurindu myak. btw, bc saya payah buat judul, jadi pake nomor punggungnya mayuaka tambah satu biar jadi sepuluh ehehe /iyain well, sori banyak flaws. hv a nice day!!

 

kuroko's basketball © fujimaki tadatoshi

Work Text:

 

Angst

Mayuzumi Chihiro

Read, 9:54 PM Hai
Read, 9:54 PM Apa kabar?
Read, 9:55 PM Mungkin ini mendadak
Read, 9:55 PM Tapi aku ingin bertemu denganmu
Read, 9:55 PM Bisa, kan?
Read, 9:56 PM Sebelum aku benar-benar jadi milik orang lain
Read, 9:57 PM Oh hei
Read, 9:57 PM Light novelmu masih ada padaku
Read, 9:59 PM Mayuzumi-san?

 

Akashi Seijuurou terus menunuggu balasan, tapi sampai kapanpun Mayuzumi tidak akan pernah membalas.

 

 

Au

Jantung Mayuzumi langsung berdebar keras dan pipinya merona ketika seekor kucing bermata heterokrom berdiri di depan pintu flatnya.

 

 

Crack

“Akashi?”

“Hn?”

“Kalau dipikir-pikir, kau lumayan manis.”

Tersedak. “Sori?”

 

 

Crossover/The Princess Diaries

Why me?”

“Because you saw me when I was invisible.”

 


First time

Air mata itu turun. Satu tetes. Dua tetes. Akashi mencoba menahannya, tapi dia tidak bisa. Ah, ternyata begini sakitnya jadi pecundang.

Mayuzumi yang duduk di sebelah Akashi, menepuk punggungnya.

 

 

Fluff

Roses are red, Violets are blue.”

“Akashi is absolute, Chihiro loves you. Begitu, eh?”

Mayuzumi mengacungkan kedua jari tengahnya, menyeringai. “You little shit, fuck you.”

 

 

Humour

“Chihi—gyahahahah!”

“...”

“Serius, Chihiro, seragam siswi SMA itu cocok denganmu! Reo bilang ini harus difoto!”

“Mampus sana!”

 

 

Hurt/Comfort

Mereka sama-sama sendirian. Mereka sama-sama merasa kesepian. Jadi, tidak ada salahnya ‘kan mereka diam-diam berpegangan tangan?

 

 

Smut

"Nnghh—ah—Chihiro!"

Lidah Mayuzumi bertaut dengannya, menelan suara Akashi, menciumnya dalam.

 


Ust

Tulang selangka Akashi yang terbuka itu sungguh menggoda iman. Sungguh.