Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 1 of Catatan Marshmallow
Stats:
Published:
2026-03-06
Completed:
2026-03-25
Words:
2,370
Chapters:
2/2
Comments:
60
Kudos:
166
Bookmarks:
5
Hits:
1,031

Catatan Marshmallow

Summary:

Namaku Kyungmin, umur delapan tahun, dan aku adalah seorang ahli observasi. Tugasku sederhana: duduk di teras, makan marshmallow, dan mencatat semua yang terjadi di depan rumah. Tapi belakangan ini, buku kecilku jadi penuh dengan catatan tentang dua orang: Kakak Youngjae dan Kakak Gondrong bermotor besar.

Chapter 1

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

Namaku Kyungmin. Umurku delapan tahun. Hobiku duduk di teras memperhatikan sekitar sambil menulis di buku kecil pemberian Kak Youngjae, kata mama hobiku ini namanya observasi.

Kak Youngjae adalah tetanggaku. Rumah kami cuma dibatasi pagar tembok putih setinggi bahu papa. Aku suka Kak Youngjae. Kakak itu kalau bicara suaranya lembut sekali, tidak pernah berteriak seperti pak satpam di depan komplek.

Setiap pagi kalau mau berangkat sekolah, yang kata mama namanya kuliah, Kak Youngjae selalu melihat ke arah terasku. Kalau dia lihat aku, dia pasti melambaikan tangan tinggi-tinggi sambil tersenyum sampai matanya membentuk lengkung seperti bulan sabit.

Kak Youngjae juga sering mampir ke rumahku. Kadang bawa piring berisi kue buatan bundanya untuk dikasih ke mama, atau kadang cuma mau mengobrol sebentar sama papa di teras.

Tapi yang paling aku tunggu adalah kalau Kak Youngjae bawa hadiah, dia akan berjongkok di depanku supaya tinggi kami setara, lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
"Tadi Kakak lihat ini terus ingat kamu," katanya sambil memberikan stiker atau cokelat.
Aku selalu simpan pemberian Kak Youngjae di kotak harta karunku.

Tapi, ada yang berubah pada Kak Youngjae sejak aku melihat motor besar asing itu sering muncul.

Ini catatan observasiku: 

2 Februari
Sore tadi, aku sedang duduk di teras sambil gigit marshmallow yang belum dipanggang —Mama belum mau menyalakan kompor— waktu aku dengar suara motor berhenti di depan pagar. Aku kira itu Abang Dohoon, soalnya dia suka kasih tebengan ke Kak Youngjae karena rumahnya dekat banget, cuma empat puluh dua langkah dari sini. Aku sudah pernah hitung sendiri.

Tapi, yang datang bukan Abang Dohoon.

Kak Youngjae turun dari motor besar yang suaranya juga besar. Kakak yang bawa motor pakai helm, tapi Kak Youngjae tidak. Padahal kata bu guru, kalau naik motor harus pakai helm supaya kepala kita aman.

Aku dengar Kak Youngjae mengucapkan terima kasih sebelum dia melihat ke arahku,
"Kyungmin haiii!!"
Kak Youngjae melambaikan tangan seperti biasa. Senyumnya manis sekali, lebih manis dari marshmallowku.

"Kok Kak Youngjae tidak pakai helm? Itu melanggar peraturan lalu lintas.” tanyaku sambil ikut melambaikan tangan. 

Kak Youngjae tertawa kecil,
"Iya, maaf ya, tadi mendadak. Jangan ditiru ya, Kyungmin."

Kakak yang bawa motor itu diam saja. Dia cuma melihatku sebentar, lalu pergi.

11 Februari
Kakak motor itu datang lagi mengantar Kak Youngjae. Ketika motornya berhenti dan dia membuka helm, aku perhatikan rambutnya yang panjang sampai melewati telinga. Kata Papa, itu namanya gondrong dan kalau masih sekolah tidak boleh gondrong.

Aku jadi bingung, kok dia boleh gondrong? Apa tidak takut dihukum guru di sekolahnya? Atau jangan-jangan dia cuma tugas mengantar Kak Youngjae saja dan tidak sekolah? seperti Pak No yang suka antar Mbak Tuti ke pasar?

19 Februari

Hari ini aku berpapasan sama Kak Youngjae di depan gerbang. Kak Youngjae diantar lagi sama Kakak Gondrong dengan motor besarnya.

Oh! Sebelum lupa aku buru-buru bertanya,
"Kak Youngjae, itu abang ojeknya kenapa rambutnya tidak dipotong? Kan tidak rapi kalau gondrong begitu."

Kak Youngjae cuma tertawa canggung sambil mengelus lehernya yang memerah, "Dia bukan abang ojek, Kyungmin. Dia... temannya Kakak."

1 Maret
Aku sudah hafal suara mesin motornya sekarang. Kalau ada suara ngeng-ngeng yang berat, itu pasti Kakak Gondrong.

Sore ini, sebelum dia memutar motornya, Kak Gondrong sempat berhenti. Dia melihat ke arahku yang langsung cepat-cepat memalingkan muka pura-pura tidak lihat. Dia tidak tersenyum lebar seperti Kak Youngjae, tapi dia menarik sudut bibirnya sedikit sekali. Sedikit saja, tapi aku tahu itu senyum.

12 Maret
Sudah lama sejak Kak Youngjae tidak berangkat dan pulang bersama Abang Dohoon atau naik bus. Dulu Kak Youngjae suka naik bus, katanya untuk bantu mengurangi emisi karbon (aku masih belum paham, tapi kata Papa itu bagus untuk bumi).

Hari ini aku memberanikan diri mendekat ke pintu pagar.
"Kak Youngjae, kok sekarang tidak naik bus lagi?"

Kak Youngjae tersenyum sambil mengusap kepalaku.
"Sekarang Kakak bareng sama Kak Shinyu dulu, Kyungmin. Supaya lebih cepat."

Oh, namanya Kak Shinyu. Namanya bagus, tapi rambutnya tetap harus dipotong sedikit menurutku supaya rapi seperti rambutku.

1 April
Hari ini Kak Shinyu tersenyum lebar sekali. Giginya yang putih sampai kelihatan jelas. Padahal biasanya dia cuma menarik sudut bibirnya sedikit saja. Tapi, senyum itu bukan buat aku. Dia senyumnya ke Kak Youngjae terus, tidak berhenti-berhenti.

Mereka berdua asyik mengobrol lama sekali di depan pagar, sampai-sampai mereka tidak lihat kalau ada aku di sini.

12 April
Biasanya Kak Shinyu hanya akan berhenti di depan pagar, tapi hari ini dia malah mematikan mesin motornya, lalu berjalan masuk mengikuti Kak Youngjae sampai ke halaman rumah.

Pas sekali bunda Kak Youngjae lagi menyiram bunga di depan. Dia membungkuk sedikit lalu salim mencium tangan bunda. Ternyata Kak Shinyu itu orangnya sopan ya. 

20 April
Hari ini adalah hari yang paling aneh.

Seperti biasa, Kak Shinyu antar Kak Youngjae pulang. Tapi pas Kak Youngjae mau masuk ke halaman rumah, Kak Shinyu menahan lengannya sebentar. Aku langsung sembunyi di balik pot bunga besar mama supaya tidak ketahuan sedang memperhatikan, bahkan napas saja aku pelan-pelan supaya tidak kedengaran.

Tiba-tiba... hap! Kak Shinyu memeluk Kak Youngjae. Pelukannya tidak lama, cuma sebentar saja, tapi aku kaget sampai menjatuhkan marshmallow yang tersisa setengah.

Kak Youngjae sepertinya kaget juga, soalnya dia langsung menunduk lama sekali. Selanjutnya, Kak Shinyu malah mengusap rambut atas Kak Youngjae sambil tertawa sedikit, baru dia pergi naik motornya.

Suara motor Kak Shinyu belum hilang, Kak Youngjae sudah lari masuk ke rumah cepat-cepat. Mukanya merah seperti tomat di dapur Mama. Dia sampai lupa lihat ke arah rumahku, padahal aku sudah menunggu mau melambai.


21 April
Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali. Aku langsung lari ke tembok putih samping rumah untuk melihat apakah Kak Shinyu datang lagi. Di tanganku sudah ada dua marshmallow besar yang sudah aku panggang sedikit. Satu untukku, satu lagi mau aku kasih ke Kak Shinyu.

Tapi sebelum aku kasih, aku mau bilang dulu,
"Kak, kalau antar Kak Youngjae harus bawa helm dua ya! Terus jangan peluk-peluk di depan tembok, nanti marshmallow aku jatuh lagi."

Notes:

This is my first time writing on here. I'm still getting used to it, so please bear with me :(