Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-03-07
Words:
754
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
8
Hits:
98

bandung ke jakarta

Summary:

mereka janjian ketemu di stasiun jakarta setelah beberapa tahun ldr karena urusan pekerjaan akane di bandung.

Notes:

nulis lagi di tahun ini setelah sekian lama hiatus jadi maaf kalo ada kesalahan kata dan sebagainya ;_; oh ya doain aku bisa ke jakarta yaa :D anyway hope you enjoy this <3

Work Text:

19 februari.

malam itu seperti malam yang biasanya. mereka melakukan video call karena kangen satu sama lain, terutama kana.

ada kalanya mereka jarang melakukan video call karena salah satu dari mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing, tapi bagi mereka tidak apa. mereka saling mengerti akan kesibukan pekerjaan masing masing, apalagi mereka artis yang sedang naik daun bukan?

"akane," celetuk kana ke akane yang sibuk mewarnai kuku nya dengan kutek, akane hanya menoleh menjawab celetukan kana.

"kalau jadwal kamu lagi ga sibuk sibuknya, kita bisa ketemu nggak?" nada kana sedikit ragu, akane yang mendengar itu hanya tersenyum kecil melihat kana di layar handphone nya "bisa dong. kayaknya bulan depan bisa deh,"

kana yang mendengar hal itu merasa senang sekali, senang sekali karena bisa bertemu pacarnya lagi setelah beberapa tahun ldr meskipun mereka satu pulau tapi karena tuntutan pekerjaann masing masing yang melarang mereka bertemu.

5 maret.

stasiun kereta pagi itu ramai, banyak orang berlalu lalang dengan koper dan tas nya. pengumuman kereta saling bersahut sahutan dari pengeras suara. di antara keramaian itu, kana berdiri dengan kedua tangan di saku jaketnya.

kana datang terlalu cepat, bahkan terlalu cepat. jadwal kereta akane akan tiba dalam 15 menit lagi tapi kana sudah menunggu hampir setengah jam lebih, hanya untuk menunggu akane.

beberapa tahun, kedengarannya tidak terlalu lama di dengar tapi bagi kana menjalani hubungan jarak jauh benar benar terasa lama sekali apalagi tuntutan kerja masing masing.

kana tetap bekerja di jakarta, kota kelahirannya. kota kelahirannya sudah tidak asing sama sekali bagi kana. semua asam manis pahitnya kehidupan sudah kana rasakan dan terbiasa dari kecil.

sementara akane,

akane memilih kembali dan menetap ke kota kelahirannya, bandung. banyak proyeknya datang dari studio studio kreatif di kota kelahirannya dan perlahan karirnya berkembang.

awalnya mereka berpikir jakarta-bandung tidak akan terasa jauh melalui kereta toh paling sejam an, tapi kenyataannya tidak sama sekali.

memikirkan itu saja kana sedikit kesal. kana menendang kecil lantai dengan ujung sepatunya dan tidak selang lama suara pengeras berbunyi.

kereta dari bandung akan segera tiba.

dadanya terasa aneh, sedikit sesak dan sedikit gugup.

kana merapikan rambutnya sebentar, memastikan penampilannya tidak berantakan di depan pacarnya sendiri.

akane yang ada di dalam kereta sudah memperhatikan kana dari jauh, meskipun siluet samar samar tapi akane dengan mudah mengenali pacarnya.

suara kereta terdengar,
roda besi bergesekan dengan rel, semakin lama semakin dekat. kereta akhirnya melambat saat memasuki stasiun, lalu berhenti dengan desisan panjang.

pintu pintu kereta terbuka, semua orang perlahan lahan keluar dan disaat itu lah kana mencari wajah pacarnya di antara kerumunan orang orang yang keluar. beberapa detik, sepuluh detik berlalu kana akhirnya menemukan wajah pacarnya.

akane turun dari gerbong dengan menyeret koper kecil dan membawa tas selempang hitam di bahunya. rambut panjangnya sedikit berantakan karena perjalanan, tapi bagi kana tidak mempermasalahkan sama sekali.

ketika mata mereka benar benar bertemu, akane langsung tersenyum, kana membeku selama satu detik.
aneh, padahal mereka sering video call dan familiar dengan wajah satu sama lain di layar. melihat akane secara langsung benar benar terasa berbeda.

akane berjalan mendekat ke kana "udah lama nunggu?" tanyanya begitu berada di depan kana. kana langsung memalingkan wajahnya, "nggak juga." padahal kana sudah menunggu hampir sejam lebih.

akane tertawa kecil, jelas tidak percaya. "kamu pasti datang lebih cepat." "jelas lah. ya kali nunggu lama lama." kana mendengus pelan.

akane memperhatikan wajah kana sebentar, "kamu nggak berubah ya." kana mengerutkan kening "apaan sih." "maksudku..." akane tersenyum lagi "kamu masih sama seperti waktu sma."

kana menatapnya, justru menurutnya akane sedikit berubah. bukan fisik tapi lebih ke aura, mungkin karena pengaruh hidup di bandung. pikirnya.

beberapa orang di sekitar mereka masih lalu lalang, tapi entah kenapa ruang di antara mereka terasa seperti sedikit terpisah dari keramaian itu.

akane akhirnya menarik koper kecilnya sedikit ke samping.
"kamu lapar nggak?" kana berkedip. "kenapa?"
"aku belum sarapan." kana menghela napas. "yaudah. kita cari makan." kana berbalik lebih dulu dan mulai berjalan keluar dari peron.

akane mengikuti di belakangnya. beberapa langkah kemudian akane tiba tiba meraih tangan kana.

kana langsung berhenti, kana menoleh dengan ekspresi kaget. "... apa sih?" akane tidak melepaskan tangannya. justru menggenggamnya lebih erat.
"udah lama nggak pegangan tangan sama kamu."

kana merasa wajahnya semakin panas. "kita lagi di stasiun loh." "terus?" akane bertanya dengan polos "banyak orang." balas kana dengan sedikit kesal.

akane tertawa kecil, "aku kangen kamu." kalimat itu keluar begitu saja. sederhana. tapi cukup untuk membuat Kana terdiam.

beberapa detik kemudian kana mendengus pelan. "... aku juga." suaranya kecil. hampir tidak terdengar. tapi akane mendengarnya.

dan untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun menjalani hubungan jarak jauh, mereka berjalan keluar dari stasiun dengan berpegangan tangan.