Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Collections:
woogyuweek
Stats:
Published:
2026-03-09
Completed:
2026-04-19
Words:
3,483
Chapters:
2/2
Comments:
2
Kudos:
4
Hits:
254

Possessed

Summary:

Bagaimana jika Kim Sunggyu dirasuki oleh roh yang berniat membantunya, namun justru membuat kehidupan Sunggyu berubah drastis.

Chapter 1: Awal Mula

Chapter Text

Sore itu, Sunggyu baru pulang dari sekolah, anak laki-laki itu tidak segera menuju ke rumah, melainkan melipir terlebih dahulu ke taman yang tak terlalu jauh dari sekolah. 

 

Sunggyu mengeluarkan Pocket Camera dari saku blazernya, untuk memotret beberapa burung yang ia lihat hinggap di dahan-dahan pohon taman tersebut, meskipun Sunggyu tidak terlalu berkecimpung di dunia fotografi, hasil jepretannya sama sekali tidak buruk. 

 

Lagipula, ia mendapatkan kamera itu dari adik laki-lakinya, Kim Myungsoo, anak laki-laki itu memberikannya karena Myungsoo bilang ia tidak ingin membuang kamera tersebut, meskipun kini dirinya memiliki kamera yang baru, maka dari itu Myungsoo memberikannya pada sang kakak. 

 

Ketika sedang fokus memeriksa hasil jepretannya, Sunggyu merasakan dorongan di punggungnya, membuat anak laki-laki itu berbalik, namun tidak menemukan siapapun atau apapun di belakangnya, malah taman itu kini terasa sepi, semilir angin yang berhembus membuat bulu kuduknya merinding. 

 

‘Apakah hanya perasaan ku saja?’

 

Sunggyu memandang sekelilingnya, hanya ada 1 atau 2 orang di sana, taman itu benar-benar sepi, membuatnya tanpa sadar merapatkan dirinya sendiri. 

 

Karena merasa perlu untuk segera pulang, Sunggyu melangkah pergi setelah menyimpan kembali kamera miliknya, ia tiba-tiba merasa lelah. 

 

—

 

Suara burung-burung berkicau terdengar di pagi hari yang cerah itu, Sunggyu terbangun seketika saat sinar matahari menyorot wajah cantiknya, anak laki-laki itu masih seperti biasanya, namun ada kilauan lain di kedua mata coklat itu. 

 

Beberapa menit kemudian, pemuda itu keluar kamar mandi dengan rambut hitamnya yang masih sedikit basah, dan seragam yang sudah terpasang, ia menuju cermin mengambil pengering rambut dan mulai memakainya. 

 

Setelah sedikit kering, Sunggyu mengacak rambutnya, memandang pantulannya sendiri di cermin. 

 

“Kau benar-benar tampan.” ucapnya seraya menyisir rambut hitamnya ke belakang menggunakan tangan. 

 

“Cermin itu akan pecah jika kau terus memandangnya.” 

 

Sunggyu berbalik, dan menemukan Myungsoo berada di ambang pintu kamar, ia tersenyum, yang malah membuat Myungsoo mengerutkan keningnya. 

 

“Selamat pagi, Myungsoo.” 

 

Oke, ini lebih mengejutkan lagi, Sunggyu menyapanya dengan senyuman! Bukan cemberut menyebalkan seperti biasanya. 

 

“Kau baik-baik saja, Hyung?” 

 

“Aku? Ya! aku baik-baik saja, kenapa tidak?” Sunggyu bertanya dengan wajah polosnya.

 

‘Apa seseorang bisa berubah dalam sehari?’ 

 

Myungsoo memandang sang kakak dengan ekspresi rumit, tidak, pemuda di depannya itu bukan kakaknya, pasti ada sesuatu yang terjadi! 

 

“Siapa kau?” 

 

“Tentu saja Kim Sunggyu! Kau tidak mengenali Hyung mu sendiri?” 

 

Jawabannya justru membuat Myungsoo memundurkan langkahnya, dengan kepala menggeleng dramatis, anak laki-laki itu memandang Sunggyu dengan ketakutan. 

 

“EOMMMAAAA SUNGGYU HYUNG BERPERILAKU ANEH”

 

Sunggyu hanya menyaksikan Myungsoo yang berlari menjauh dari kamar, dan pemuda itu masih berada di tempatnya, tanpa sedikit pun bergerak. 

 

“Bagaimana dia bisa menyadarinya?” gumam pemuda sipit itu. 

 

Sedikit ku cerita kan siapa yang berada di raga Sunggyu saat ini. 

 

Dirinya adalah roh tersesat, roh itu sudah mengawasi Sunggyu sejak lama, ia tidak pernah bermaksud ingin membahayakan pemuda itu, justru roh tersebut selalu membantu Sunggyu jika pemuda itu dalam bahaya. 

 

Dan sekarang, lebih tepatnya kemarin, roh itu ingin membantu Sunggyu untuk melakukan sesuatu, dengan cara merasuki raga Sunggyu, kemarin dirinya berhasil masuk karena saat itu pemuda tersebut sedang kelelahan, membuatnya dengan mudah memasuki raga Sunggyu ketika dia tidur di malam harinya. 

 

Sunggyu kembali berbalik menghadap cermin, “kau tidak masalah kan, Sunggyu? aku yakin setelah ini kau akan berterima kasih padaku.” 

 

Kini, Sunggyu berada di dalam mobil, dengan Myungsoo yang menjaga jarak, anak laki-laki itu duduk sedikit berjauhan di samping kirinya, ia memandang pemuda tampan itu dengan senyuman miring.  

 

‘Dia benar-benar takut padaku.’ 

 

Tidak butuh waktu lama untuk sampai di sekolah menengah terbaik di kota mereka itu, Sunggyu segera turun, dan menghirup udara segar seolah ia belum pernah melakukannya. 

 

Myungsoo pun melakukan hal yang sama beberapa detik kemudian, dan pemuda itu segera berlari kecil memasuki gerbang, meninggalkan Sunggyu yang masih menatapnya dengan pandangan geli. 

 

“Saatnya menemui seseorang!” ujarnya dengan riang melangkah masuk, mengikuti sang adik yang sudah tak terlihat. 

 

Di sepanjang koridor, Sunggyu menyapa siapapun yang ia lihat ataupun ia temui, beberapa ada yang membalasnya dengan ramah, namun ada juga yang membalasnya dengan ragu-ragu. 

 

Sebenarnya, pemuda itu cukup populer di kalangan teman seangkatan atau juniornya, Sunggyu dikenal sebagai siswa yang pendiam dan pintar, banyak siswa berkata ia sulit didekati, namun sesungguhnya pemuda manis itu memiliki kepribadian yang ramah dan sedikit pemarah jika kau sudah cukup mengenalnya. 

 

Dan pemandangan Sunggyu yang menyapa para siswa, adalah pemandangan yang sangat jarang terjadi, TERLEBIH senyuman yang terukir di bibir tipisnya, itu tidak pernah muncul dengan mudah! 

 

Sunggyu menaiki tangga menuju lantai 3, dimana kelasnya berada, dengan riang.

 

“Jang Dongwoo!” 

 

Serunya dengan lantang saat berada di koridor kelas 3, ia melihat seorang pemuda keluar dari salah satu ruang kelas, pemuda mirip dino itu menoleh dengan cepat, dan meringis melihat senyum cerah milik Sunggyu. 

 

‘Apa aku melakukan kesalahan?’

 

Sunggyu sudah di hadapannya sekarang, dengan senyum manis hingga membentuk bulan sabit di kedua matanya, jika tidak tahu bagaimana Sunggyu yang sebenarnya, mungkin Dongwoo akan terpesona sekarang. 

 

“A-ada apa Gyu?” 

 

“Tidak ada, aku hanya menyapamu, apakah ada yang aneh?” 

 

Dongwoo semakin menatapnya dengan dahi berkerut dalam, “ya! ada yang aneh dengan mu! Dimana wajah cemberut mu itu?” 

 

Sunggyu memutar bola matanya, “aku hanya ingin bersikap ramah, Woo!”

 

“Dan itu bukanlah dirimu! Kembalikan Gyuzizi-ku!” 

 

“Aku- tunggu! Apa!? Gyuzizi-mu!???” 

 

Kini Sunggyu yang menatap Dongwoo dengan ngeri, ‘Dongwoo menyukai Sunggyu?'

 

“Ya, bukankah kita sudah membicarakan ini? Dan kau tidak masalah.” ujar Dongwoo menyilangkan kedua tangannya di dada, memandang aneh sang teman. 

 

‘Holy shit.’ 

 

“Sudahlah, ayo ke kantin, aku lapar. Aku tidak sempat sarapan di rumah, masih ada waktu setengah jam pelajaran pertama dimulai.” ucap Dongwoo kemudian seraya merangkul bahu Sunggyu yang seketika berbinar mendengar kata kantin, karena kemungkinan bisa bertemu dengan ‘dia’ di sana. 

 

Akhirnya, mereka berdua pergi setelah menyimpan tas Sunggyu di tempat duduknya di dalam kelas. 

 

Kantin tidak terlalu ramai ketika di pagi hari, Sunggyu dan Dongwoo memilih membeli roti coklat dan susu strawberry, meskipun Sunggyu sempat sarapan, dirinya tergoda dengan susu strawberry itu dan juga ia kembali lapar saat melihat Dongwoo membeli roti.

 

Kedua pemuda itu duduk di meja dekat jendela yang terbuka, memakan sarapan mereka seraya menikmati angin pagi yang berhembus lembut, Sunggyu memusatkan perhatiannya pada sekumpulan siswa yang baru datang, ia sedikit kecewa karena tidak bertemu dengan 'dia' di sini, sedangkan Dongwoo mengunyah roti dengan memandang lekat sahabatnya. 

 

“Serius Gyu, kau tampak berbeda hari ini, aku yakin terjadi sesuatu padamu, mungkin kepalamu terbentur?”

 

Sunggyu menoleh dengan ekspresi cemberut, "aku bilang aku baik-baik saja, apakah aku tidak boleh dalam suasana hati yang baik?”

 

“Kau tidak pernah berada di suasana hati yang baik, wajahmu selalu berkerut kesal.” gumam Dongwoo nyaris berbisik. 

 

“Apa kau mengatakan sesuatu?” 

 

“Tidak!” 

 


 

Nam Woohyun melangkahkan kakinya dengan santai memasuki area sekolah, ia baru saja datang dengan kedua sahabatnya di sisi kanan dan kiri, para Lee, Lee Sungyeol dan Lee Sungjong. 

 

Mereka bertiga sangat terkenal di kalangan para siswa, Woohyun yang merupakan mantan ketua basket dengan Sungyeol sebagai salah satu anggotanya, dan Sungjong yang terkenal karena wajahnya yang cantik, bahkan sempat disangka perempuan oleh sebagian siswa. 

 

Ketiganya sudah bersahabat sejak sekolah dasar, dan dapat dibilang tidak bisa terpisahkan, mereka bahkan berada di kelas yang sama, 3-C, kelas yang berdampingan dengan kelas Sunggyu dan Dongwoo, yaitu kelas 3-B.

 

Woohyun memasukkan kedua tangannya ke saku celana, dan kemudian menghentikan langkahnya, ia mendongak, menatap langsung ke arah jendela kantin lantai 3 yang terlihat dari tempatnya berdiri, dan menemukan seorang pemuda berparas cantik menatapnya tanpa rasa malu, bahkan ketika mata mereka bertemu pemuda itu melambai semangat padanya dengan senyuman cerah, hal itu membuat Woohyun mengangkat salah satu alisnya. 

 

“Bukankah itu Kim Sunggyu?” suara Sungyeol menginterupsi kegiatannya memandang pemuda cantik di atas sana, ia menoleh dan mendapati Sungyeol juga memandang ke arah yang sama. 

 

“Kim Sunggyu? Kim Sunggyu yang itu? dari kelas 3-B?” ujar Sungjong, tertarik dengan topik pembicaraan kali ini. 

 

Woohyun mendengar itu terdiam, dan saat ia kembali menatap ke arah jendela, pemuda itu sudah tidak terlihat di sana, bahkan tanpa sadar matanya mencari sosok menawan tersebut. 

 

“Kemana dia pergi..” gumam Woohyun yang masih dapat didengar kedua sahabatnya. 

 

“Wow! Seorang Nam Woohyun mencari seseorang?” ucap Sungyeol dengan nada menggoda. 

 

Sungjong pun tak berbeda, ia memandang Woohyun seolah dirinya adalah barang langka. 

 

“Tapi apa Kim Sunggyu akan menyapa kita-maksudku menyapa Woohyun seperti itu? Bukankah dia orang yang dingin?” Sungjong bertanya-tanya, ketiganya sudah melanjutkan perjalanan menuju kelas mereka. 

 

“Dingin? Jika dia memang seperti itu, dia tidak akan berteman dengan Jang Dongwoo."

 

“Jadi, siapa sebenarnya Kim Sunggyu?” Woohyun menyela, kali ini ia benar-benar penasaran, dan dirinya juga merasakan sesuatu, jantungnya berdebar aneh ketika mata kelamnya bertemu dengan mata coklat penuh binar itu. 

 

“Dia sekarang berada di kelas 3-B, Sunggyu itu dikenal pintar, namun dia sangat pendiam bahkan cenderung tertutup, tapi sebenarnya tidak, Sunggyu sebenarnya orang yang ramah jika suasana hatinya sedang baik, dan itu jarang sekali terjadi.” jelas Sungyeol. 

 

"Bagaimana kau tahu semua itu?" tanya Woohyun dengan kening yang berkerut. 

 

"Dia itu ketua gosip." sambung Sungjong mencibir, sedangkan Sungyeol hanya menatapnya tajam. 

 

"Kau jatuh cinta padanya, Hyun?" tanya Sungyeol kemudian, membuat pemuda tampan itu kembali menatapnya. 

 

"Yang benar saja, aku bahkan baru melihatnya hari ini." 

 

"Kita sudah 3 tahun di sini, dan begitu pun dia, kau benar-benar baru melihatnya?" 

 

Woohyun memang baru melihatnya hari ini, tetapi jika mendengar nama Kim Sunggyu, ia sudah sering mendengarnya, karena tidak sedikit yang membicarakan pemuda itu, dan mereka tidak pernah berada di kelas yang sama, bahkan ber pas-pasan tidak pernah, entah berada di mana dia selama ini? 

 

"Woohyun terlalu sibuk dengan perempuan-perempuan itu." celetuk Sungjong, Woohyun dan Sungyeol hanya menghela napas. 

 

Dan memang, sepanjang mereka berjalan di koridor, banyak siswi yang mengerubungi mereka bertiga, berteriak tidak jelas dan sebagainya. 

 

Akhirnya, mereka sampai di wilayah kelas mereka, dan tanpa diduga ketiganya bertemu dengan seseorang yang sempat mereka bicarakan, Kim Sunggyu dan teman setianya Jang Dongwoo, mereka muncul dari arah jalan menuju kantin. 

 

"Oh, hai kalian bertiga." sapa Dongwoo dengan senyum khasnya.

 

"Hai Dongwoo." balas mereka serempak. 

 

Mereka sangat mengenal Dongwoo, karena Dongwoo dan Sungjong berada di club yang sama, yaitu club seni tari modern, Woohyun dan Sungyeol bisa mengenal Dongwoo juga karena mereka selalu memergoki keduanya sedang bersama, entah di kantin atau taman, dan ya mereka akan bergabung untuk mengacaukan apapun yang sedang keduanya lakukan.

 

Woohyun memperhatikan Sunggyu yang mendekat, entah ini perasaannya saja atau memang Sunggyu menatapnya dengan intens sekarang?

 

"Woohyun." 

 

Dan tiba-tiba saja pemuda berparas menawan dengan senyuman manisnya itu, berada di hadapannya sekarang, Woohyun hanya menatapnya, menunggu pemuda itu melanjutkan apapun yang ingin dia katakan. 

 

"Aku mencintaimu."

 

"Apa?" 

 

Bukan hanya Woohyun yang terkejut, orang-orang yang berada di sana pun tak kalah terkejutnya, bahkan Dongwoo hanya mampu terdiam menatap sahabatnya dengan mulut ternganga. 

 

Sungguh, ada apa dengan Kim Sunggyu!?