Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-03-24
Completed:
2026-03-24
Words:
1,730
Chapters:
5/5
Comments:
1
Kudos:
21
Hits:
155

Heartbreak Girl

Summary:

Setelah Yudis tahu Aya telah berpisah dengan kekasihnya, ia pikir kini dirinya memiliki kesempatan untuk mendekati pujaan hatinya.

Notes:

All character here might be OOC.

Chapter 1: Chapter 1

Chapter Text

Setiap kali Yudis menyempatkan diri bermain di rumah Arjuna, matanya diam-diam selalu melirik ke arah pintu yang ia ketahui merupakan pintu kamar Aya. Sudah bertahun-tahun Yudis mengenali Arjuna sehingga dirinya sudah familiar dengan rumah ini, termasuk dengan orang-orang di dalamnya.

Sudah lama pula Yudis menyimpan rasa terhadap teman adiknya, Aya. Yudis tahu benar apabila Arjuna mengetahui fakta ini, temannya akan memberinya berbagai alasan untuk tidak mendekati adiknya. Oleh karena itu, tujuh tahun lamanya Yudis menyimpan rasa yang ia miliki untuk Aya.

Baginya melihat perempuan yang setahun di bawahnya, meski hanya sebentar saja, ketika dirinya mampir ke Arjuna sudah lebih dari cukup. Ia menikmati memandangi dan berinteraksi dengan Aya dengan santai sebagai teman kakak laki-lakinya.

“Nggak ada Aya, Jun?” 

Siang kali ini, entah mengapa rumah Arjuna lebih sepi dari biasanya. Tak ada perdebatan antara Arjuna dan Aya yang biasa Yudis dapati ketika ia bermain di rumah kedua bersaudara tersebut. Mengingat pertemanan Yudis dan Arjuna sudah berjalan lama, Aya tidak segan berinteraksi dengan bebas ketika Yudis datang ke rumahnya.

“Ada, tapi nggak tahu, tuh. Dari kemarin mendem di kamarnya terus, kayaknya habis putus sama pacarnya.” Kini Yudis tidak dapat fokus dengan perbincangannya dengan Arjuna setelahnya. Otaknya sudah terfokus dengan fakta bahwa Aya telah putus dengan pacar yang kini menjadi mantannya. Jujur saja, sudut bibirnya menahan senyuman mendengar fakta menggembirakan tersebut. Meskipun bagi Aya mungkin itu adalah yang terburuk sehingga perempuan itu memilih diam di kamarnya sejak kemarin.

Selama tujuh tahun, Yudis tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendekati Aya. Selalu saja ada hambatan untuk mendekati perempuan itu, entah dari kakaknya yang posesif atau laki-laki lain yang turut mengejar cinta Aya.  

Demi menata kembali pikirannya yang kini terfokus kepada Aya, Yudis memilih melipir sejenak ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Ia sudah tidak fokus mengikuti permainan dengan Arjuna karena memikirkan seribu satu cara untuk mendekati Aya.

Perjalanannya menuju ke kamar mandi mengantarkannya bertemu Aya secara tidak sengaja. Perempuan itu sudah siap memegang knop pintu kamar mandi dengan tangan kecilnya.

“Kak Yudis mau duluan?” Yudis menyilakan Aya untuk masuk ke kamar mandi terlebih dahulu. Matanya terfokus memandangi wajah Aya yang menggambarkan betapa sakit hatinya perempuan itu setelah putus dengan mantannya. Mata sembab dan senyuman tipis yang tidak biasanya perempuan itu berikan di hadapan Yudis.

Suara pintu kamar mandi yang terbuka memecahkan lamunan Yudis, “Kak Yudis?”

“Ah, iya. Udahan cuci mukanya?”

“Mukaku jelek banget, ya?” Yudis tersenyum tipis melihat raut wajah Aya yang tersinggung mendengar ucapannya yang menyinggung tentang wajah perempuan itu yang sembab. Tangannya terulur menepuk pucuk kepala Aya, “Nggak, kok. Lucu.”

Aya menggembungkan pipi sembari menyingkirkan tangan Yudis dari kepalanya, “Apasih. Udah, sana!” 

Melihat respons Aya yang menurutnya menggemaskan, Yudis terkekeh sembari terus memandangi perempuan itu yang kini sudah berjalan pergi.