Chapter Text
Aku akan menceritakan tentang kisah 2 pemuda yang sialnya terjebak diantara sebuah hubungan profesional, seharusnya. Rasa tak bisa ditahan, apalagi jika sudah nyaman. Semua bermula ketika dia mendapatkan 3 buah undangan pernikahan dari 3 teman kuliahnya secara berturut-turut. Pertama di hari Jum'at malam; kedua di hari Sabtu pagi hingga siang dan ketiga di hari Minggu malam.
"Lo liat deh ni undangan! Bikin gue stres aja!" gerutu seorang pemuda manis dengan ekspresi wajah tertekuk seperti kertas. Hari ini adalah hari Senin, jadwalnya pergi ke kampus untuk bekerja. Namanya Renjun Kasyafani, seorang pemuda asal Bogor berusia 23 tahun. Pekerjaannya saat ini adalah asisten dosen 6 mata kuliah di mantan kampusnya yang ada di daerah Bogor.
"Emang undangannya kenapa sih? Mereka ngeledekin lo apa?!" sewot temannya yang lain. Dia adalah teman satu angkatan Renjun, Haechananda Radiman atau biasa dipanggil Haechan. Pemuda dengan kulit sedikit lebih gelap dari Renjun memiliki usia dan pekerjaan yang sama.
"Sumpah ya! Kalau bukan karena YangYang, Kak Taeyong sama Kak Ten yang ngasih undangan dan minta buat datang, gue nggak akan datang ke nikahan mereka!" sungutnya lagi. Renjun menghela napas berat, bukan satu dua kali ia mendapatkan undangan pernikahan dari teman-temannya. Pasalnya, ini sudah hampir 2 tahun setelah lulus dan Renjun masih betah saja sendiri padahal sudah 23 tahun.
"Lo datang aja sendiri?" celetuk Haechan sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Tiga-tiganya minta gue bawa plus one dan kalau nggak bawa, mereka bakalan ngusir gue," balasnya malas.
Haechan terkekeh pelan, "Bisa gitu ya? Lucu juga," gumamnya. "Gue datang sama Jeno sih, lo mau datang sama siapa? Teman angkatan ada yang mau nemenin lo nggak? Pura-pura jadi pacar buat sehari aja gitu," usul Haechan sambil melipat kedua tangannya di atas meja.
Kebetulan saat itu mereka berdua sedang berada di kafetaria kampus yang bersebelahan dengan minimarket. Suasana kantin cukup ramai karena jam sudah menunjukkan pukul 12.30, saatnya semua orang istirahat makan siang.
"Nggak bisa sehari dong, harus 3 hari kan undangannya dari anak satu jurusan semua," rengek Renjun lagi. Ia paling malas jika harus pergi ke pernikahan teman-temannya dan diejek soal pacar yang tak kunjung datang. Memang Renjun ini dikenal sebagai jomblo abadi padahal wajahnya terbilang manis dan tampan di saat yang bersamaan.
Haechan ikut berpikir, "Coba ke Kak Jaehyun deh, dia kan dulu ngejar-ngejar lo tuh."
Usulan Haechan membuat Renjun memelototinya dengan ganas, "Eh! Baru akhir tahun kemarin dia tunangan ya! Lo jangan ngadi-ngadi!"
Haechan tertawa sambil memukul kepalanya pelan. Sungguh ia lupa saking terlalu seringnya Jaehyun hadir di antara ia dan Renjun selama mereka masih kuliah. "Sorry, sorry, gue lupa banget kalau November kemarin dia tunangan."
Renjun mendesis malas kemudian ia meletakkan kepalanya di lipatan tangan. Kepalanya pusing sekali.
"Coba Kak Dejun? Dia kan dulu juga ngedeketin lo, Ren," usul Haechan lagi.
"Kak Dejun udah nikah lama, Haechaaaaaan! Lo nawarin laki orang mulu deh! Cewek dong kali-kali!" balas Renjun dengan rengekan yang membuat Haechan mendengus geli.
"Muka lo terlalu cantik buat bersanding sama cewek dan badan lo terlalu imut buat jadi pacar cewek. Mending lo sama laki aja," cerocos Haechan tanpa filter.
"Eh mulut lo, Haechananda!" seru Renjun sambil menunjuk wajah Haechan dengan pandangan garang. "Apa gue nggak usah datang aja ya? Lagian mepet banget sih, gue besok masih ada jadwal sampai hari Jum'at," Renjun kembali menelungkupkan kepalanya di lipatan tangan.
Haechan menatap miris sahabatnya sejak mahasiswa baru ini. Sejak pertama kali mengenal Renjun, memang anak itu sudah banyak yang melirik tapi Renjun memilih untuk abai dan merespon seadanya. Entah kenapa ia memilih untuk tidak berpacaran saat masa-masa kuliah.
Tiba-tiba Haechan teringat sesuatu, ia punya ide untuk mencarikan sahabatnya plus one datang ke acara pernikahan beberapa teman mereka.
"Gue tau!" seru Haechan yang membuat Renjun mengangkat kepalanya dan menatap Haechan dengan aneh.
"Tau apa lo?"
Haechan tersenyum sumringah, "Gue tau cara buat nyariin plus one lo nih! Lo tinggal tunggu aja, biar gue yang turun tangan!" seru temannya itu dengan semangat.
Renjun menatap Haechan heran kemudian ia hanya mengangguk-angguk saja. Biarkan Haechan melakukan sesuka hatinya. Sekarang yang ada di pikiran Renjun adalah ia ingin sekali pulang dan tidur karena kepalanya begitu berat. Sayangnya hal itu tidak bisa terjadi, karena setelah ini Renjun masih harus mengisi kelas praktikum 1 mata kuliah dan jam 4 sore baru pulang.
***
"Tolong bantuin aku dong!" ujar Haechan tiba-tiba di tengah keheningan di dalam mobil. Jeno, kekasihnya, yang sedang fokus menyetir mobil untuk mengantar Haechan pulang hanya melirik sekilas. "Bantu apa?" balasnya.
"Tolong cariin Renjun plus one buat datang ke kondangan, Jen," jawab Haechan yang membuat Jeno mengerutkan keningnya.
"Loh? Emang Renjun belum punya pacar sampai sekarang? Dan emang harus banget bawa plus one buat kondangan?" tanya Jeno. Jujur ia heran sekali, sejak mereka masih menjadi teman satu kelas sampai sudah menjadi alumni satu almamater, belum pernah ia mendengar Renjun punya gandengan atau minimal cerita soal suka-sukaan dengan anak jurusan sebelah.
"Hahaha Renjun mana mau punya pacar. Tiap ditanya kenapa nggak cari pacar ya jawabannya selalu sama, nggak mau aja. Dan ini nikahannya Kak Ten, Kak Taeyong sama YangYang. Mereka kan termasuk dekat sama Renjun dan mereka minta Renjun bawa plus one kalau nggak bawa bakalan diusir dari venue," jelas Haechan sambil tertawa pelan kemudian menggeleng.
"Yakin mereka bakalan ngusir?" tanya Jeno.
"Yakinlah! Apalagi Kak Ten tuh, dia nggak pernah main-main sama ancamannya kalau Kak Taeyong sama YangYang agak nggak mungkin tapi pasti Renjun bakalan dikerjain abis-abisan atau dijodoh-jodohin sana teman mereka. Renjun paling nggak suka kaya gitu, makanya aku minta bantuan kamu buat cariin boyfriend rent buat Renjun. Itu Kak Lucas bukannya penyedia jasa ya?"
Jeno berdeham kemudian mengangguk, "Iya sih, Renjun nggak suka digituin dan pasti bikin dia bete. Iya, Lucas tuh penyedia bf dan gf rent tapi setau aku talent Lucas tuh nggak banyak dan peminatnya banyak, aku nggak terlalu yakin sih buat bf rent ada yang kosong soalnya emang beneran ganteng-ganteng, yang," jawab Jeno tak yakin.
"Tolong tanyain dulu ya, Jen. Siapa tau ada, soalnya aku nggak begitu kenal sama Kak Lucas," ujar Haechan yang diangguki oleh Jeno.
"Coba chat Lucas sekarang aja, yang. Tanyain katalog online talent dia," titah Jeno pada kekasihnya.
Haechan mengambil ponsel Jeno yang berada di atas dashboard dan segera berselancar di aplikasi WhatsApp kekasihnya. Mencari kontak Lucas untuk menanyakan perihal katalog online talent miliknya.
"Eh bentar, yang! Tadi kamu bilang bf rent kan? Lah Renjun kan cowok? Kok kamu kasih bf rent?" tanya Jeno bingung sambil sesekali melirik Haechan.
Kekasihnya itu hanya tertawa kemudian menjawab, "Renjun nggak cocok ngejagain anak orang, cocoknya dijagain sama orang lain. Kamu liat aja tuh Ryujin sama Yeji, mereka justru lebih kaya preman dan laki dari pada Renjun. Hadeh," balas Haechan sambil nenggelengkan kepalanya.
"Kamu nggak boleh gitu sama Renjun, yang," ujar Jeno tetapi ia tertawa juga.
Haechan tak menjawab Jeno karena ia fokus mengirim pesan pada Lucas dan tak perlu waktu lama, ia sudah mendapatkan link website katalog online talent milik Lucas, castleoflove.carrd.co
"Aku udah dapat website katalognya, aku lihat-lihat dulu ya talentnya Kak Lucas," ujar Haechan dan hanya diangguki oleh Jeno.
Pemuda berpipi gembil itu mulai berselancar di katalog online milik Lucas. Ada talent for boyfriend rent and girlfriend rent, pricelist dan terms and conditions. Haechan membacanya satu per satu, tetapi ia lebih tertarik untuk melihat talent-talent boyfriend rent untuk sahabatnya.
TAY TAWAN
Kelahiran tahun 1991. Memiliki kepribadian yang ramah dan humble. Ia bisa mengajakmu bicara dari A hingga Z tetapi tetap gentle dalam memperlakukanmu. Ia memperhatikan kamu mulai dari hal terkecil dan kamu bisa dibuat menjadi ratu saat bersamanya.
Haechan menggeleng pelan, "Oke sih, tapi kalau digabung sama Renjun kayanya bakalan ngegosip," gumam Haechan.
JOHNNY SUH
Kelahiran tahun 1995. Memiliki tinggi 185 cm, sangat cocok buat kamu yang mau cari pacar lebih tinggi. Kepribadiannya ramah, humble dan mudah tertawa membuatmu mudah dekat dengan seorang Johnny Suh. Ia juga bisa menjadi teman untuk bercerita dan bisa menjadi pendengar yang baik. Terkadang ia juga jahil atau bahkan jadi korban kejahilan. He'll treating you like a princess.
"Cakepnye! Tapi nggak dulu, mari kita skip!" gumam Haechan lagi.
SINGTO PRACHAYA
Kelahiran tahun 1994. Punya senyum yang manis dan bisa membuatmu meleleh hanya dengan melihat senyumannya. Ia ramah dan gentle padamu, sedikit cuek dan tampak tidak peduli, padahal ia adalah orang yang sangat peduli padamu.
"Sial! Cakep amat ya laki orang," gumam Haechan yang ternyata didengar oleh Jeno.
"Haechananda, matanya jangan jelalatan!" peringat Jeno dengan nada bercanda dan Haechan hanya membalasnya dengan kekehan.
MARK LEE
Kelahiran tahu. 1996. Kepribadiannya yang tenang dan ramah dapat membuatmu nyaman setiap berada di dekatnya. Tetapi itu hanya pandangan awalmu saja, karena setelah kamu bersama dengannya, kamu akan diperlakukan dengan sangat baik, ia memiliki selera humor receh dan suara tawanya yang khas akan membuatmu ikut tertawa saat mendengarnya. Ia memiliki senyum yang manis dan lucu, Mark akan memperhatikanmu hingga hal-hal terkecil yang bahkan tidak kamu sadari.
"NAH! AKU DAPAT! INI NIH KAYANYA COCOK BANGET BUAT JINAKIN SI RENJUN!" seru Haechan heboh sampai membuat Jeno terlonjak kaget.
"Sayang, kamu kan nggak perlu teriak-teriak gitu!" protes sang kekasih sambil mengusap-usap dadanya.
"Aku udah nemu yang cocok buat Renjun dan nggak bakalan liat talent lain! Ayo, yang! Langsung hubungi Kak Lucas, kita booking dia buat 3 hari!" seru Haechan sambil menggoyang-goyangkan lengan Jeno.
Jeno memegang tangan kekasihnya tetapi matanya tetap fokus menatap Jalan Raya Bogor yang sedang ramai-ramainya dan sedikit macet karena jam pulang kerja. "Iya, bentar dulu. Kamu milih siapa emang?" tanya Jeno.
"Mark Lee."
Balasan Haechan sukses membuat Jeno menatapnya dengan mata melebar, "Mark Lee?!" ulangnya dengan penuh penekanan.
"Iya, kenapa sih? Kok kamu kayanya kaget banget," tanya Haechan heran.
Jeno menjilat bibirnya kemudian menjawab, "Dia talent favorit di Castle of Love, booking dia harus dari jauh-jauh hari karena dia sibuk banget, Chan. Jadi boyfriend rent itu sampingannya, aslinya dia itu arsitek. Kalaupun dia luang, pasti udah dibooking sama orang lain, track record dia sebagai talent COL juga bagus banget. Semua customernya puas dan biasanya booking dia lagi. Buat acara mepet kaya kondangan kating itu kayanya rada nggak mungkin deh," jelas Jeno panjang lebar. "Coba kamu cari talent yang lain aja," lanjutnya lagi yang membuat bahu Haechan turun.
"Apa nggak bisa ditanya dulu ke Kak Lucas? Siapa tau yang aku pilih ini nggak sibuk dan bisa buat nemenin Renjun," ujarnya dengan nada pelan. "Tolong ya, Jen? Aku yang bayar deh biayanya selama 3 hari," lanjut Haechan lagi.
"Mahal loh, yang. Seharian sama dia itu sekitar 250-an atau 300-an gitu. Aku lupa juga, kalau kamu sewa 3 hari ya artinya siapin sejuta buat sewa Mark doang," jelas Jeno. Ia tetap berusaha membuat kekasihnya untuk memilih talent lain.
"Tolong tanyain dulu, Jen. Kalau emang bener dia nggak bisa, aku pilihin talent yang lain buat Renjun."
Jeno menghela napas, nada Haechan terdengar datar dan tak ingin dibantah. Ya mau tak mau, ia harus menuruti kekasihnya. "Iya, nanti aku tanyain ke Lucas," jawab Jeno final.
"Thank you," Haechan tersenyum lebar dan dibalas senyum tipis milik Jeno.
***
