Actions

Work Header

RPD: Random Play Date

Summary:

Agenda pacaran AlexMin hari ini: RPD (Random Play Dance) di publik.

Notes:

Ib ThailandSongkranFestival2026xDICE (300326) pada fancam AlexMin yang ini dan ini. Sama ib dari tiktoknya AlexMin yang pake lagu Guilty Pleasure. :3

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Alex suka dance, dia juga bisa dance. Tapi, dance di publik? Bukan passionnya.

Berbeda dengan pacarnya, Min, yang bisa unjuk kemampuan dancenya di mana saja, di hadapan publik sekalipun. Min sering ikut kegiatan RPD dan ia sudah hafal setiap gerakkan dance dari beragam lagu karena begitu lagu diputar, Min langsung maju—mengambil posisi paling depan layaknya center—di hadapan publik.

Min tidak masalah dan Alex juga selalu mendukung Min dengan rasa percaya dirinya. Bahkan Alex juga sering ikut Min jika ada acara RPD walau ia lebih memilih duduk di pinggir dan melihat pacar kecilnya yang tampil dance.

Suatu hari, pendirian Alex untuk tidak merasa adanya passion pada dance di hadapan publik runtuh.

Semua bermula ketika Min mengajaknya menghadiri acara RPD untuk menyambut Songkran di Central World.

Tidak ada yang salah karena selama mereka pacaran ini, Min selalu mengajak atau lebih tepatnya meminta Alex untuk mengantarkannya setiap ada acara RPD. Namun, yang berbeda di hari itu adalah Min tiba-tiba memintanya untuk ikut maju bersama dirinya ketika sesi RPD nanti.

“Eeh, aku.. aku maju?”

“Iyaa, nanti ikut dance yaa.”

“Aduh, kamu tau sendiri aku gak kebiasa dance di publik gituu. Malu…”

“Ada aku? Kan sama aku nanti.”

“Iya tapi tuh..”

Min menggandeng Alex dan mengusap buku jarinya. “Ada aku. Percaya sama aku, oke?”

Alex mengernyitkan dahinya, ia masih memproses keinginan pacarnya yang tiba-tiba ini, tetapi ia juga tidak ada pilihan lain selain mengangguk dan menyanggupinya. “I.. Iya deh.. Oke, aku maju. Tapi bareng kamu kan?”

Min tersenyum lebar dan mengusap kepala Alex walau harus jinjit kecil karena badannya yang lebih pendek dari Alex. “Yeay! Makasih udah mau aku ajak RPD. Nanti sama aku, oke? Bareng aku.”

Alex masih bingung dengan permintaan pacarnya yang secara tiba-tiba, padahal sebelumnya Min jarang meminta—lebih tepatnya memaksa sedikit—pada dirinya untuk ikut maju dalam RPD. Tapi, siapa lah Alex bisa menolak permintaan pacar kecilnya? Toh, dirinya akan maju bersama Min. Ia bersama pacarnya, tidak sendiri; dan pernyataan ini yang membuat dirinya sedikit tenang.

Ketika sampai di tempat kumpul acara RPD tersebut, seperti biasa Alex memilih untuk duduk di pinggir bersama kerumunan lainnya. Sedangkan pacarnya, Min, ia mengambil posisi yang dekat dengan tempat dancenya.

MC mulai hadir dan membuka acara. Alex dapat melihat Min sangat bersemangat, ia bahkan berlompat kecil sembari berbicara dengan beberapa orang yang berada di kerumunan dekatnya. Lucu, Min-nya selalu lucu.

Kalau boleh jujur, Alex lebih menyukai pemandangan pacarnya melakukan hal-hal yang disukai. Alex senang melakukan banyak hal dengan Min, hanya saja melihat pacarnya senang dengan apa yang ia lakukan—terlepas bersama dengan Alex atau tidak—adalah pemandangan paling manis yang Alex liat. Alex lebih suka mengamati dan melihat dibanding ikut langsung. Maka dari itu, melihat pacar kecilnya senang dan selalu ekspresif akan kesenangannya, adalah suatu kesenangan bagi Alex sendiri.

Lagu pertama diputar dan benar saja, Min langsung ambil aksi maju ke depan. Para pengunjung yang hadir pada acara RPD itu langsung menyorakkinya, Alex pun ikut. Ia bahkan berdiri mendekat ke arah kerumunan dan merekam pacar kecilnya. Alex juga sesekali meneriaki nama “Min!” diikuti dengan pujian “PACARKU KEREN!”.

Hal ini berlangsung selama 4 lagu selanjutnya. Min masih bersemangat, begitu juga dengan Alex. Ia masih semangat untuk melihat pacarnya ikut RPD.

Di lagu ke-5 Min mundur dari area RPD, ia mendekat ke Alex yang berada di belakang kerumunan. “Ngapain di sini? Ikut akuu. Kita ke depan.” Seakan tidak diberi kesempatan bicara, Min langsung menarik Alex untuk mengikutinya ke barisan depan.

Di barisan depan Alex melihat Jay dan Apo, teman satu klub dance yang juga sama-sama berpacaran—seperti dirinya dan Min. Jay dan Apo tidak absen untuk maju pada setiap lagu yang diputar. Bahkan pada beberapa lagu, mereka maju dan menampilkan dance dengan versi koreo yang memang berpasangan—dan hal ini mengundang sorakkan heboh dari para pengunjung.

Alex mengerjap, ia ada sedikit prediksi mengenai alasan Min mengajaknya untuk ikut serta maju dalam RPD bersamanya.

Min masih maju di beberapa lagu dan Alex masih tetap berdiri di pinggir walau posisinya kali ini lebih dekat dengan arena. Ia juga masih merekam dan menyorakki Min dengan meneriaki namanya atau mengapresiasi setiap Min maju untuk dance.

Setelah beberapa lagu diputar, MC masuk ke area dan mengumumkan adanya waktu istirahat untuk RPD sesi pertama. Para pengunjung mulai menjauh dari area RPD, termasuk Alex dan Min. Mereka memilih untuk duduk di kursi depan kios baju yang masih dekat dengan area RPD sambil mengisi tenaga untuk RPD sesi kedua.

“Ikut maju yaa yang sesi kedua nanti.”

“Aku malu deh, takut lupa koreo atau gak sesuai tempo.”

“Gak ada yang peduli kok. Lagian tujuannya RPD kan emang dance rame-rame, seru-seruan bareng semua orang. Gak bakal ada yang notis kamu hafal dancenya atau enggak, atau bahkan kamu sesuai temponya atau enggak. Ini bukan di tempat latihan kok.”

“Iyaa, tau kok. Tapi, sayang, aku gak biasa diliat orang banyak. Biasanya kan cuma orang klub atau ya kamu aja.”

“Ya udah, anggap aja kamu dancenya di klub. Atau anggap aja kamu cuma berdua sama aku, kaya biasanya kita take video. Oke?”

Alex memainkan jari Min yang ia genggam, ia masih ragu.

Min menyandarkan kepalanya di bahu Alex dan mendongakkan wajahnya untuk menatap Alex. “Kan ada aku. Kan sama aku juga. Nanti di deket aku aja ya majunya, kita di pinggir aja, oke?”

Alex tersenyum, pacarnya selalu tau bagaimana cara menenangkan dirinya. “Sama kamu ya?”

“Sama aku, Alex.”

Sesi kedua dimulai. Alex dan Min kembali mendekat ke area RPD. Lagu pertama kembali diputar, keduanya memilih diam di pinggir karena tidak tau lagunya. Lagu kedua diputar, Min maju. Ia unjuk kemampuan dancenya dengan percaya diri. Lagu ketiga dan keempat diputar, dan lagi-lagi Min kembali maju.

Min kembali ke kerumunan dan melihat Alex masih ragu, ia langsung menggenggam tangan Alex. “Lagu selanjutnya kita maju oke? Kamu pasti tau.”

Lagu kelima diputar, Min menarik tangan Alex untuk maju bersama dengan dirinya ke area RPD. Min reflek dance dan Alex mengikutinya. Di sela-sela dance itu Min menoleh ke Alex, memastikan ia mengikutinya dan memastikan Alex ada disebelahnya. “Alex, liat aku.”

Min selalu menggenggam tangan Alex, baik ketika ia mengajaknya maju maupun ketika lagu sudah selesai dan ia kembali mengajak Alex kembali ke kerumunan. Dan Min selalu memastikan Alex ada di dekatnya. Dan setiap mereka kembali ke kerumunan, Min selalu memuji Alex, “Hebat sayangg!”

Perlakuan dan dukungan dari Min membuat rasa ragu Alex perlahan hilang. Ia mulai menikmati keseruan RPD di hadapan publik ini, dan rasa percaya dirinya tumbuh. Di beberapa lagu ia sudah tidak melihat Min, dan dancenya tidak lagi terlihat kaku — ia dance seperti biasa.

Di beberapa lagu selanjutnya yang bahkan Min tidak maju, Alex tetap maju. Alex maju di setiap lagu yang ia tau. Hal ini mengundang lebih ramai lagi sorakkan, terutama dari Min sendiri untuk Alex. Sama seperti Alex mendokumentasikannya, Min pun melakukan hal yang sama. Ia mendokumentasi Alex dan mengapresiasinya ketika kembali ke kerumunan.

Beberapa lagu lainnya mereka memilih untuk tetap dalam kerumunan dan melihat penampilan pengunjung lain. Min bersandar pada dada Alex dan Alex memeluk bahu Min seraya meletakkan kepalanya pada kepala Min. Keduanya masih mengatur nafas setelah beberapa kali maju untuk tampil dance.

Dari belakang area RPD, MC mengumumkan waktu RPD untuk sesi kedua tinggal 10 menit lagi. Min membalikkan badannya dan berjinjit mendekat ke telinga Alex. Alex yang menyadari langsung merendahkan tubuhnya agar pacar kecilnya bisa berbisik.

“Mau maju di lagu terakhir gak?”

“Boleh. Kalau aku tau lagunya yaa.”

Min tersenyum dan mengangguk. Ia kembali menggenggam tangan Alex sambil bersiap lagu yang akan diputar untuk sesi kedua RPD ini.

Beberapa lagu diputar dan keduanya masih berada pada kerumunan karena tidak tau lagunya. Setelahnya, satu lagu lagi diputar dan Min menarik Alex untuk maju ke area.

Alex masih memproses lagunya, tetapi ketika ia melihat Min dengan dancenya ia reflek mengikuti dan menyadari lagu yang diputar. Selanjutnya Alex menunjukkann gerakan dance dari lagu tersebut seperti biasa ketika ia dance. Bahkan gerakannya serasi dengan Min.

Di sisi sebelahnya, ada Jay dan Apo yang menunjukkan versi koreo couplenya. Posisi kedua pasangan ini—Alex dan Min dengan gerakkannya yang serasi, serta Jay dan Apo dengan gerakkan versi koreo couple—mengundang sorakkan heboh dari pengunjung. Ditambah posisi mereka berempat berada di sisi depan area RPD, mereka terlihat seperti center.

Lagu selesai dan MC memberi waktu istirahat sebelum lanjut ke RPD sesi terakhir. Alex menggandeng tangan Min dan mengikutinya keluar dari kerumunan.

“Alex, aku mau ke kamar mandi buat benerin baju. Temenin yaa.”

Lagi-lagi, siapa lah Alex jika ia menolak permintaan pacar kecilnya? Tidak ada jawaban lain selain dirinya mengikuti Min untuk ke kamar mandi.

Di dalam kamar mandi ia memerhatikan pacarnya yang membenarkan baju sambil sedikit touch up, memoles bibirnya dengan liptint yang sedikit memudar serta mengelap wajahnya dengan tisu.

Alex mendekat dan mengambil tisu dari tangan Min. Min menoleh ke Alex, ia mengernyitkan dahi tanda heran. Tanpa bicara, Alex langsung merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan Min. Ia mulai mengelap keringat dan minyak dari wajah Min.

“Senang gak hari ini?” tanya Alex sambil mengusap wajah Min dengan tisu.

Min tersenyum sampai giginya terlihat, “SENANG BANGET. Aku emang senang kan kalau ada RPD, tapi lebih senang lagi kamu mau ikut. Aku juga senang liat kamu akhirnya berani tampil sendiri di beberapa lagu tadi. Makasih ya.”

Alex membalasnya dengan senyum, selanjutnya ia membenarkan baju Min yang terlihat kusut dan seakan longgar karena tingkahnya dalam dance pada RPD tadi. “Aku harusnya yang bilang makasih. Makasih udah diajak ikut RPD, udah didukung juga biar aku lebih berani tampil. Ternyata enggak se-mengkhawatirkan itu kok tampil RPD di publik. Aku juga makasih daritadi kamu gandeng aku terus, beneran sama kamu.”

Min tersenyum, “Kamu enjoy gak tapi?”

“Enjoy banget. Gak ada masalah dan aku mau coba lagi, asal sama kamu. Aku udah tau juga kenapa kamu tiba-tiba ngajak aku ikut RPD-nya.”

“Gara-gara ketemu Jay sama Apo tadi ya? Maaf ya, aku bingung mau ngajak gimana. Waktu janjian sama Jay sama Apo tuh, kan aku bilang kalau kamu enggak into RPD di publik gituu. Tapi mereka tuh suruh aku paksa kamu, biar bisa ikutan maju RPD bareng aku, gak cuma duduk di pinggir. Makanya aku bilangnya pas di tempat dan langsung narik kamu maju.”

“Lho, kok minta maaf? Gakpapa lho, kan aku enjoy. Aku paham kok dan wajar juga kamu ngerasa pengen juga ngajak aku ikut maju RPD kaya Jay sama Apo, RPD date sounds fun kok, aku setuju. Aku yang minta maaf harusnya buat belum se-berani kaya Jay sama Apo yang pakai koreo couple tadi. Mmm… Masih ada takut kurang-kurang segala macem dan gak pede buat tampil di publik.”

Min mengusap kepala Alex, ia mengangguk paham. “Aku paham kok. Gak usah dipaksain kalau kamu belum nyaman. Aku juga gak maksa kok kita harus kaya Jay sama Apo yang emang udah sering dance in publik. Tapi aku tetap senang kamu udah mau keluar dari zona nyaman secara perlahan. Makasih ya, Alex?”

Alex membalas penuturan Min dengan menangkup dagu dan mengecup bibirnya. Min terbelalak, ia kaget. “ALEX IH!”

Alex tertawa, “Kamu lucu banget. Maaf, aku daritadi pengen cium kamu, abisnya kamu keliatan kecil dan lucu sumpah. Makasih kembali ya kecil. Aku janji buat terus berusaha keluar dari zona nyaman. Asal kamu siap nemenin kan?”

Min terkekeh, “Siap. Aku selalu siap. Kita keluar dari zona nyaman bareng, oke?”

Alex mengangguk, ia setuju. “Boleh aku cium lagi gak? Hadiah buat aku udah berani ikut RPD di publik hari ini.”

“NANTI! Balik ke apartemen dulu oke? Nanti aku cium yang banyak.”

“Janji gak?” Alex tersenyum jahil.

“Janjiiiii. Mana pernah sih aku ingkar janji?”

“Iyaa iyaaa. Emang gak pernah kok.” Alex mengusap kepala Min dan langsung dihadiahi oleh pukulan pada bahunya, Alex dianggap mengacak rambutnya.

“Sayang, kalau aku ganti sekarang mau gak?”

“Apanya yang diganti sekarang?”

“Yang kaya Jay sama Apo tadi.”

“Hah?”

“Yang koreo di lagu terakhir tadi, mau gak aku ganti jadi tampil sekarang buat dance yang koreonya versi couple? Kaya Jay sama Apo tadi, lho.”

“Oh.. OH.. Ya boleh sih. Mau sekarang? Apa gimana?”

“Sekarang gakpapa, di sini. Kita rekam di tiktok, challenge dance pake lagu ituu.”

“OHHH. Alex mau?”

“Kamu mau gaak?”

“Aku mau kok. Alex enggak malu kan?”

“Ngapain malu? Kan partner koreo couplenya kamu sendiri, pacarku. Yang liat langsung sekarang juga cuma kamu sama aku.” Alex menekankan kata “pacarku” yang membuat Min memalingkah wajahnya karena malu.

“KAN, MULAI. Yaudah anu tiktok, pake tiktok aku aja.”

“Anu apanyaa, sayang?” Alex mendekatkan wajahnya ke Min yang masih salting.

“CHALLENGENYA. ALEX UDAH NGELEDEKNYA.”

“HAHAHAHA iyaaaa iya deh. Padahal aku enggak ngeledek lho? Kan kamu yang salting.”

“ALEX!”

Kini, dance di hadapan publik sudah menjadi passion bagi Alex. Selain dance, ada satu hal lagi yang juga sama passion-nya dan akan selalu menjadi passion bagi Alex: melakukan segala kegiatan bersama pacar kecilnya, Min.

Notes:

Anyway, be friend with me guys! I write TPOP ships.

Kalau mau kirim-kirim (saran, request, dll) boleh ke sini.