Actions

Work Header

Teach me how to confess, really!

Summary:

"Claude, gua suka sama lu!"

Bagaimana perasaanmu saat teman terdekatmu tiba tiba mengakui perasaannya terhadapmu?
"Gimana, udah cocok belum, buat confess ke orang?"

... Parahnya lagi, ternyata cuma dijadiin bahan latihan doang!

"PAYAH!"

Kisah seorang Claude Sanjaya, yang tiba tiba diminta tutor cara mengakui cinta dengan benar oleh sahabat baiknya, Ilan Lidston.
Ah, emang baik, ya?

Notes:

MY FIRST POST ON AO3!! Let see how im gonna do my own series.

Chapter 1: Ajarin dong, Claude!

Chapter Text

Hanya sore hari yang biasa.
Perpulangan yang biasa.
Claude berkumpul dengan teman-temannya seperti biasa.
Mereka berkumpul di lapangan belakang sekolah, mengobrol dan berdiskusi sebelum pulang, seperti biasa juga.

Lalu apa yang membuatnya berbeda dari hari hari biasa Claude yang tenang, dan biasa?

DUK! DUK!
Suara hentakan kaki yang keras terdengar berlari mendekati segerombolan anak anak itu. Atau lebih tepatnya, Claude.
"Lho, Ilan kenapa dah?" Salah satu sahabatnya, Arielle, bertanya heran. Mengerutkan kening pada sosok yang perlahan mendekati Claude dari belakang.
Saat Claude berbalik untuk mengikuti arah matanya, bahunya sudah lebih dulu dipegang dengan erat oleh sosok itu, Ilan, dan memaksanya untuk menghadapnya.

"Claude, gua suka sama lu!"

"Hah?"

Sebelum Claude dapat memproses lebih jauh kejadian yang baru saja terjadi, teman-teman seperkumpulannya sudah lebih dulu heboh.
"EH BUSET? TIBA TIBA BANGET WOI?"
"OMG REAL YAOII!!"
"DIEM LU YEL, LU NGAPAIN LAN???"
"Astaga, gak nyangka temen gue.."
Dan banyak kata kata terkejut lainnya. Arielle dan Nessie sibuk merekam. Claudia, Kevan dan Rangga termenung. Bahkan Aris sampai membuka lebar mulutnya, terkejut. Tapi Claude hanya bergeming, tetap menatap kearah Ilan, bingung. Sementara si penyebab kerusuhan itu hanya menyengir jail kearahnya.

"Gimana, udah cocok belum, buat confess ke orang?"

KAMPRET!

Kepalang kesal, Claude nyembur, "PAYAH!"

Melihat Ilan disembur seperti itu, refleks kawanan itu menertawainya.

"HAHAHAHA! Kalo sama Claude langsung ditolak begitu, apalagi sama yang asli, Lan!" Kevan menyikut perut samping Ilan. Ilan hanya nyengir jail, masih menatap Claude.

"Bakal gagal, ya?"

Ini orang kenapa sih? Suasana yang sempat intens tadi kembali muncul diantara mereka, tetapi Claude dengan cepat mengubah suasana.
"Ya gagal, dong. Bener-bener payah. Masa' lu confess sama banyak orang gini? Cewek lu pasti malu digituin. 100% bakal ditolak," ujar Claude ketus. Tanpa sadar pegangannya di tas semakin mengerat.

"Gua setuju sama Claude, gak banget sih, Lan. Cuma sukses bikin kami kaget aja," Claudia menyetujui.
"Oh iya ya? Yaudah deh, berarti gagal total ya," Ilan menghela napas main main, lalu bertingkah

Series this work belongs to: