Actions

Work Header

Yuuji dan Gatot Sukuntul

Summary:

Okkotsu Iori yang naksir berat (berat banget asli, Dilan aja sampe ngaku gak kuat) sama Om Yuuji—temen bapaknya.

Notes:

Isinya bokep jelek yg ditulid pas lagi ngantuk abis balik kerja + kekenyangan karena makan seblak pake nasi (ingyeahh, aku tim makan seblak pake nasi)

YALLL aku NAKSIR BERAT sama Ioriita ever since panel manga yg menyatakan klo iori obsessed sama kekuatan idk just YKNOOWWW aku SUKAAA banget masang masangin chara abcdxyz. I mean, i have free will so yeaahhh hahay deuuu enjoy ygy

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Om Yuuji, begitu Iori biasa memanggil teman ibu dan bapaknya itu (in public). Sosok pria matang berbadan besar aduhai slebew yang mencuri hati Iori bahkan ketika ia belum pubertas. Semua dimulai ketika Om Yuuji berkunjung bersama Om Megumi (keponakan ibunya) dan Tante Nobara ke rumah bapak—mau reuni, ceunah.

Iori yang saat itu masih berusia 10 tahun lebih 2 bulan 4 hari dan belum mimpi basah, terpanah kala Om Yuuji lewat di depannya. Iori bisa melihat bunga-bunga berguguran di belakang Om Yuuji, persis scene romansa di TV yang sering mbak ART tonton. Kini sudah sepuluh tahun terlewati dan Om Yuuji tetaplah orang nomor satu di hati Iori.

Kalau ditanya apa yang membuat Iori naksir berat dengan Om Yuuji, ia bisa membuat berlembar-lembar essay akan hal itu. Iori akan menjawab bertele-tele, berbelit-belit, berulang-ulang, karena yahh, cinta Iori tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Iori lebih memilih menunjukkan cintanya lewat aksi. And for him, every actions he does is the answer of everything.

Seperti hari ini. Iori memasak makan siang lengkap pakai cinta untuk Om Yuuji. Ia mengirimkan makanan tersebut lewat go-send ke tempat om tercintanya bekerja. Ia juga sudah berpesan kepada driver go-send untuk berteriak "MAKAN SIANG DARI IORI BERONDONG GANTENGNYA OM YUUJI" saat mengantar makanan ke lobby kantor. Tak lupa Iori beri uang tip untuk pak driver yang menahan malu berlapis-lapis akibat request-nya itu.

Lalu empat menit setelah driver go-send mengabari kalau makanannya sudah diantar, Om Yuuji menelpon Iori. Pria matang mempesona itu memarahi (menegur) Iori namun yang ia tidak membalas apapun selain tersenyum mesum—senyum yang tidak bisa dilihat Om Yuuji, tapi pria itu jelas tahu karena bulu kuduknya tiba-tiba merinding disko—sambil melakukan hal mesum pangkat dua. Selesai Om Yuuji menegur Iori, ia pun selesai juga dengan aktivitas mesum pangkat duanya.

Ada gila gilanya ya lu Iori buset dah yg bener aje si mpruy.

Tak sampai di sana kegilaan Iori berakhir. Iori memutuskan bahwa mengirimkan foto tangannya yang berlumuran air mani ke WhatsApp Om Yuuji adalah tindakan yang terpuji dan sangat membanggakan. Foto sekali lihat itu dibalas dengan acungan 10 jari tengah (stiker) oleh ybs.

Dan apakah Iori kapok? Jelas tidak. Sorenya, ketika Om Yuuji baru pulang kerja, Iori sudah duduk di atas sofa dalam keadaan telanjang bulat. Tangannya mengocok alat kelaminnya sendiri sambil bibirnya melantunkan nama Itadori Yuuji. Om Yuuji yang melihat pemandangan tidak senonoh itu seketika mematung, terlebih ketika mata Iori yang penuh kegilaan menatap tepat ke arahnya.

Iori tersenyum. "Eh, Om Yuuji udah pulang. Mau aku ewe gak, Om? Mumpung aku udah ngaceng banget."

Yuuji is 404 not found. Error. Malfunction.

Sialan, pikir Yuuji. Anak satu-satunya dari pasangan Yuuta dan Maki itu memang sialan banget. Asli. Real. No fake. Paling jago membuat Yuuji hilang akal.

Yuuji bahkan tidak ingat apa yang terjadi setelah Iori berujar kurang ajar seperti itu. Yang Yuuji tau, kini ia tengah disodok dalam-dalam oleh anak bau kencur itu. Kejantanan Iori menumbuk prostat Yuuji dengan brutal, tak memberinya waktu untuk sekadar bernapas secara normal. Yuuji jadi gila dibuatnya.

Iori, si pelaku penyodokan (dengan konsen, ofc), menyeringai lebar. Ia terlihat puas maksimal apalagi ketika Om Yuuji mendesah tidak karuan di bawah kungkungannya. Melihat Om Yuuji yang keenakan sampai ndangak-ndangak seperti itu membuat Iori tidak tahan untuk berceletuk, "Kicau mania."

Di sela-sela usahanya untuk bernapas, Om Yuuji mengumpat, "Anjing!"

Iori tertawa lepas. Gerakannya terhenti sejenak dan Yuuji bernapas lega. "Kok marah? Kan bener kicau mania. Abisnya Om Yuuji digaspol total pake kontol sampe ndangak-ndangak begitu. Aduh, sange berat. Aku ewe sampe pagi boleh yah, Om?"

"Mikir, goblok," kata Om Yuuji setengah sadar, setengah keenakan, "besok om kerja. Otaknya dipake dikit, Iori, jangan mikirin pantat om terus."

"Waduh." Iori mesem-mesem. Ia menunduk dan mengecup bibir Om Yuuji yang bengkak. "Meski aku mikirin pantat semok Om Yuuji terus, aku juga mikirin yang lain. Aku jago multitasking, santuy."

Yuuji bernapas dalam-dalam, sedikit parno—ngeri digaspol sampe ndangak-ndangak lagi. Ia menjambak rambut Iori dan berujar, "Bocah kuliah yang bener. Duit orang tua lu jangan sampe sia-sia. Kuliah lu mahal, Io."

Iori memanfaatkan tarikan di rambutnya untuk mendusel-dusel di leher Om Yuuji. Ia menggigiti leher Om Yuuji, berniat menambah tanda cinta di sana. Tangannya pun tidak tinggal diam. Ia memilin puting kanan Om Yuuji sambil tangannya yang lain kembali mengarahkan Gatot Sukuntul—nama burungnya, yang berarti Gagah Berotot Super Kuat nan Mantap Betul—untuk memasuki lubang anal Om Yuuji.

Aduh, nikmat banget. Iori ngaceng total. Rasanya ia akan muncrat detik itu juga, tapi ia tahan karena kepuasan Om Yuuji adalah yang nomor satu untuknya.

"Kuliah yang bener, Iori," kata Yuuji lagi. Jambakannya di rambut yang lebih muda terlepas, diganti dengan elusan penuh kasih sayang. "Katanya mau ngajak om ke Jerman trus nikah? Om gak mau sama orang yang gak mapan."

Iori menampar paha Om Yuuji dengan keras lalu meremasnya. Sambil terus gaspol uhuy, ia menjawab, "Tenang aja, Om Yuuji. Beres kuliah, aku bakal cari kerja jadi kita bisa pindah ke Jerman. I already know what to do. Everything's set on the stone since the very first day aku naksir sama om. Ah, gila, enak banget om."

Yuuji tertawa. Tawanya putus-putus karena napasnya juga putus-putus. Ia mengecup bibir Iori dan tersenyum. "Bocah baru masuk kuliah omongannya manis bener."

"Buat om seorang," balas Iori.

Dan Itadori Yuuji menyatakan bahwa ia tidak ingat apa yang terjadi semalaman itu. Ingatannya hanya sampai Iori yang berkata "Buat om seorang". Yang Yuuji yakin, ia pasti digaspol total sampe pingsan—beneran? Yuuji tidak ingat, tapi ia YAKIN—oleh Iori dari ia pulang kerja sampai tengah malam.

 

Anak muda jaman sekarang emang sukanya NGENcan TOTal. Ck, ck, ck.

(Tapi jujur, Yuuji nagih banget digaspol sampe ndangak-ndangak sama Iori. Gatot Sukuntul really lives up to his name, damn.)

Notes:

Iya jadi begitulah kira kira pemirsaaahhh. See you next time di kebulolan okkotsu iori yang bikin geleng geleng kepala. Ciao~