Actions

Work Header

Date Cancelled: Minwon Ver

Summary:

DATE CANCELLED: soalnya gak mungkin gue ditaksir balik sama seorang Raden, meanwhile gue hanya rakyat kecil.

​“Di dunia tempat gue tingal garis keturunan menentukan segalanya, dan gue gak akan lupa kalau gue cuma seorang jelata. Undangan kencan itu sengaja gue abaikan bukan karena gue gak mau, tapi karena gue sadar; seorang Raden gak pernah ditakdirkan bersanding dengan orang biasa kayak gue. Jadi sebelum harapan ini tumbuh terlalu jauh dan menghancurkan gue pelan-pelan, lebih baik gue mundur lebih dulu.” —Mingyu Pradana

Chapter 1: Roomates

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

Udara musim gugur di Berlin mulai menusuk tulang, tapi bagi Wonwoo, ini adalah aroma kebebasan. Tidak ada abdi dalem yang membungkuk saat ia lewat, tidak ada batik motif khusus yang harus ia kenakan, dan yang paling penting: tidak ada yang memanggilnya dengan gelar Raden Mas. Ia baru saja selesai menata koper di kamar asrama yang tergolong sempit untuk ukuran seseorang yang tumbuh di dalam bangunan utama keraton.

Saat itulah, pintu terbuka dan kemudian seorang pemuda jangkung dengan jaket bomber hijau gelap serta tas ransel yang tampak berat masuk dengan napas terengah. Ia melempar kunci ke atas meja, lalu matanya membulat saat melihat Wonwoo. Sekali lihat tahu bahwa ‘teman barunya’ ini sama-sama dari tanah air karena Mingyu melirik sekilas barang-barang yg berserakan di lantai. "Eh, baru sampai, Mas?" sapa pemuda itu. Suaranya berat, tapi ramah.

Wonwoo mengangguk pelan, sedikit canggung. "Iya, baru sejam yang lalu."

Pemuda itu mengulurkan tangan, senyumnya lebar sampai deretan giginya terlihat. "Wah, akhirnya ada temen ngomong Indo! Kenalin, saya Mingyu. Arsitektur, tahun pertama." Wonwoo menyambut jabatan tangan itu. Genggaman Mingyu hangat dan kuat. "Wonwoo. Dari Jogja. Saya ambil Bisnis."

Mingyu melepaskan tasnya, lalu menatap Wonwoo dari atas ke bawah dengan wajah heran tapi jenaka. "Oalah, Masnya orang Jawa juga? Sumpah, Mas, tadi saya kira koko-koko Surabaya yang kuliah di sini. Keren banget penampilannya, rapi bener."

Wonwoo tersenyum tipis, hampir saja ia keceplosan menyebutkan nama lengkap yang mengandung silsilah keluarga besarnya. "Engga, saya cuma... ya, cuma dari Jogja saja."

Mingyu tertawa sambil menyugar rambutnya yang sedikit berantakan. "Saya Mingyu, Mas. Saya mah cuma orang yang kebetulan beruntung bisa dapet beasiswa kuliah di Jerman. Modal nekat sama belajar mati-matian biar gak ngerepotin orang tua di kampung. Salam kenal ya, Mas Wonwoo. Semoga betah jadi roommate saya yang agak berantakan ini."

"Kenapa kok langsung manggil saya ‘Mas’?" tanya Wonwoo penasaran.

"Ya iyalah, Mas kan lebih tua dua tahun dari saya, saya udah liat daftar nama di pintu tadi," jawab Mingyu santai sembari mulai membongkar tasnya yang berisi penggaris siku dan gulungan kertas maket.

"Mas tenang aja, kalau butuh info tempat makan murah atau toko barang bekas di Berlin, tanya saya. Kita kaum pejuang harus saling jaga, kan?"

Wonwoo tertegun sejenak. Kaum pejuang.

Ia melihat Mingyu yang sibuk memindahkan buku-buku tebal arsitekturnya. Pemuda ini menganggapnya setara. Seorang kawan seperjuangan di tanah rantau. Tidak ada sekat kasta, tidak ada rasa sungkan karena darah biru.

"Iya," jawab Wonwoo akhirnya, kali ini dengan senyum yang lebih tulus. "Mohon bantuannya ya, Mingyu."

"Siap, Mas Wonwoo! Nanti malam saya masakin mi instan bawaan dari Indo ya, buat perayaan roommate baru!"

Wonwoo duduk di pinggir kasurnya yang keras, memperhatikan Mingyu yang asyik bercerita tentang betapa sulitnya menggambar struktur bangunan sambil sesekali mengeluh soal harga kopi. Di kamar kecil ini, Wonwoo merasa lebih 'hidup' daripada saat ia berada di bangsal keraton yang luasnya berhektar-hektar.

Dia benar-benar hanya 'Wonwoo dari Jogja' sekarang, dan itu jauh lebih dari cukup.

Notes:

Hallo semuanya! Makasih ya udah mampir, aku nulis karna tema 'date cancelled' ini kayak lagi rame gak sih??? jadinya kepikiran nulis versi Minwon my papa & papi dengan latar Jogja. ONE OF MY FAVORITE CHARACTER tuh ya Mas Wonwoo kayak cocok banget dia jadi Raden huhu trus Mingyu nya orang biasa tapi dia lelaki tangguh juga pemberani gitu lohh wkwkwk.
Maaf juga kalau next chapter ada salah penulisan mohon dimaklumi yaaa karena aku bukan orang Jogja apalagi pernah kuliah di Jerman hehe.
AND!!! This fanfiction belongs to MWNIST ONLY alias yg sayang sama minwon aja!! Enjoy~