Work Text:
Dohoon membanggakan diri sebagai sosok yang menggunakan pikiran rasional dalam memandang banyak hal, meskipun beberapa orang mengatakan dirinya terlalu keras dan memiliki sikap arogan yang tidak selayaknya dimiliki oleh Omega. Pada banyak waktu dia memikirkan ini sebagai omong kosong dari seseorang yang tidak mampu menghadapi benar di ucapannya, tapi ada beberapa waktu dia merenung apakah dia memiliki kelayakan sebagai Omega dan mendampingi seorang Alpha di masa depan.
Tentu Dohoon tidak melupakan bahwa Youngjae mengatakan lainnya hanya melihat dirinya dan tak membayangkan sosok lain sekalipun sosok kecilnya berkata dia akan menikahi Omega yang paling cantik, tapi Dohoon masih menemukan dia akan membandingkan diri dengan Omega yang dekat dengan Youngjae. Dia mengetahui Youngjae adalah Alpha yang diidamkan sejauh kiranya lain menjadi Omega yang diidamkan andai lain mendapat status ini, tapi dia yang dibanggakan sebagai calon Alpha tidak menerima apresiasi yang sama saat dirinya menerima status Omega.
Youngjae menerima senyum dari sosok manis yang dia duga sebagai Omega, melakukan perbincangan mengenai entah apa yang tidak dapat dia dengar dengan jarak diantara mereka.
Dan sekalipun Dohoon bangga mengenai diri, saat ini dia mengharapkan dia memiliki tubuh yang lebih kecil atau wajah manis sebagaimana Omega lain. Pun melihat tawa lucu dan kelihatan anggun dari Omega lain, membuat dia mempertanyakan apa Semesta melakukan salah dengan menetapkan dia sebagai Omega.
"DOHOON." Panggilan ini diiringi binar mata yang perlihatkan antusiasme, sepenuhnya tinggalkan lawan bicara.
Ekspresi ini menggelitik sudut bibirnya, menaruh senyap pada bisingnya tanya yang tumpang tindih dalam kepala.
Tapi Youngjae mengubah ekspresi wajah saat Dohoon tidak terburu dalam mengambil langkah dan menjadi dekat dengannya, tak mengambil tindakan melebihi balas untuk senyumannya.
"Aku pergi duluan." Dapat membaca gerak bibir dari Youngjae pada lawan bicara
Kepala dari sosok lain memiliki anggukan lucu saat membalas, "Iya. Hati-hati di jalan."
Dohoon tidak meninggalkan posisi saat Youngjae mengambil langkah pada dirinya, perhatikan sang Omega seperti dia berusaha menemukan sesuatu yang salah.
Ini adalah tindakan biasa pada hari lain, tapi Dohoon sungguh memikirkan ada yang salah dengan dirinya di saat ini. Ambil satu langkah untuk mundur, sementara tangannya menarik bagian bawah dari pakaian seperti dia berusaha menutupi diri.
"Ada yang terjadi?" Tangan Youngjae meraih lengan Dohoon, mencegah lain untuk bangun jarak yang lebih jauh.
Dengarkan nada cemas dengan kesan panik dalam bicara milik lainnya, Dohoon mengambil diam sejenak untuk menata pikirannya menjadi lebih baik.
"Umm. Aku hanya lelah." Ini bukan sepenuhnya bohong.
Dia melakukan presentasi kelompok pada hari ini, namun terdapat anggota yang tidak dapat hadir sehingga dia dan anggota lain perlu melakukan penyesuaian pada menit terakhir.
Tapi pembicaraan sembarang yang dia dengar diantara waktu pergantian kelas juga interaksi Youngjae dengan Omega lain menambah lelahnya.
Berusaha memalingkan pandangan dari tatap mata yang menunjukkan perhatian Youngjae, memiliki cemas andai lainnya dapat membaca apa yang dia pikirkan.
"Pulang denganku?" Tidak lagi memegang lengan Dohoon, Youngjae menawarkan telapak tangan yang terbuka
"Iya." Dohoon tidak menemukan penolakan akan membantu dia maupun Youngjae merasa mudah.
Dapat menemukan lain memiliki ekspresi wajah yang lebih baik usai dia memberi persetujuan.
"Bagaimana presentasi yang kau lakukan hari ini?" Dohoon melempar tanya seraya mengayunkan tungkai
"Tidak buruk" Youngjae maupun dirinya tahu bahwa mereka memiliki standar yang tinggi terhadap diri, menghitung jari untuk mengungkap 'baik' tentang apa yang dilakukan
"Melegakan untuk mendengarnya" Sematkan garis lengkung yang tipis saat berikan balas ini
"Aku beruntung karena aku memiliki teman yang dapat diandalkan sebagai rekan" Tambah Youngjae bukan sesuatu yang memudahkan perasaan Dohoon
"Orang yang berbicara denganmu sebelum aku datang?" Lamban, tapi Dohoon melempar tanya ini pada akhirnya
"Um." Kepala diangguk selagi lain mendengungkan jawab atas pertanyaan Dohoon
"Dia merupakan Omega, benar?" Pertanyaan lain dilemparkan
"Benar," Balas Youngjae sebelum lain mengerut dahi, "kau sedang cemburu?"
Dohoon selalu percaya bahwa dirinya adalah sosok rasional yang dapat menaruh batas antara personal dan profesional, terlepas dari kesan terus terangnya dalam melakukan bicara pada banyak waktu.
"tidak," Tapi dia tidak dapat mengatakan ini dengan sikap yakin sebagaimana dia lakukan dalam kepala.
Pun dia menyadari ledakan feromon yang tersebar dengan banyak kepala yang berpaling dan berusaha dapati sumber dari feromon manis, sekalipun dia yakin bahwa terdapat kesan tak menyenangkan dari feromonnya saat ini.
"Kita bicarakan ini di tempat yang lebih sepi." Tangan Youngjae merapatkan raihnya pada tangan Dohoon, memimpin jalan.
Feromon Omega beritahukan sedih namun banyak orang yang mengetahui reputasi baik milik Youngjae, hanya memperhatikan dari jauh dengan menukar bisik yang tidak dipedulikan oleh Dohoon maupun Youngjae.
"Dohoon. Ada yang terjadi." Youngjae tidak bertanya, dia mengetahui lain memiliki kendala namun dia tak tahu apa yang terjadi.
Pada sisi lorong yang tidak ramai, Youngjae hadapkan wajahnya pada Dohoon yang enggan membalas tatap mata.
"Aku tidak memiliki pemikiran yang benar" Dohoon membuang napas dengan perasaan yang berat
"Dan aku akan mendengarnya. Tidakkah aku telah mendengarmu dengan baik selama ini?" Youngjae bertanya
"Iya. Kau melakukannya dengan baik" Terima jawab ini dari Dohoon yang perlahan temukan pandangan dengannya
"Maka beritahu aku" Youngjae menunjukkan tenang, tidak perlihatkan pengaruh dari ledakan feromon milik Dohoon.
Sejenak Dohoon pertanyakan apa Youngjae tak memiliki ketertarikan pada feromonnya, apa pujian yang diberikan oleh anggota keluarga dan Jihoon hanyalah penghiburan kosong untuknya.
Enggan menenggelamkan diri dalam pikiran yang lebih jauh dan mulai bicara, "Kau merupakan Alpha yang diinginkan,"
Youngjae mengetahui Dohoon memulai bicara dan tidak mengatakan apapun sekalipun dia sadari bahwa dirinya tak menyenangi arah pembicaraan.
"dan aku terlalu besar untuk menjadi Omega," Tunjuk Dohoon seakan diri merupakan kesalahan, membuat Youngjae memahami mengapa lain berusaha menarik diri dan menunjukkan laku seperti ingin mengerdilkan diri di hadapannya
"aku terlalu arogan sebagai Omega," Bahu ditinggikan seperti dia telah menerima situasi ini, sejujurnya tak memiliki masalah mengenai sisi 'arogan' yang dia miliki
"aku tidak memiliki kelayakan sebagai Omega," Berat dalam mengatakan ini dapat didengar melalui getar di katanya
"Berhenti," Youngjae bukan memberi perintah dengan suara yang mengharuskan Omega menuruti ucapannya, ini merupakan permohonan yang halus.
Mata Dohoon memperlihatkan lainnya merasa cemas andai Youngjae merasa terganggu, seakan kata ini mungkin membuat sang Alpha tidak senang.
Tentu Youngjae tidak senang dengan kata ini, namun dia mengetahui tak senangnya berbeda dengan apa yang ada dalam anggapan Dohoon.
"Aku pikir aku perlu meminta maaf padamu" Buka Youngjae, harus memastikan Omega-nya paham bahwa kesalahan tak terletak pada diri
"Kau tidak melakukan kesalahan" Wajah Dohoon menunjukkan dia tidak memahami permintaan maaf sang Alpha
"Jelas aku melakukan salah dengan berkata bahwa aku tidak peduli pada status yang kau dapatkan," Youngjae berkeras dengan anggapannya
"dan tidak pernah mengatakan bagaimana aku mengagumimu sebagai Omega." Tutup Youngjae.
Dia mengetahui bagaimana lingkungan memandang Omega, namun dia tidak pernah melakukan bicara yang serius dan memastikan Dohoon menerima status Omega-nya.
Orang-orang menyukai Alpha yang tenang sebanyak mereka menyukai Alpha yang mampu mendominasi dengan tenaga ataupun suara keras, tapi kesukaan pada Omega begitu sempit bagi beberapa orang. Dominasinya adalah generasi lama, namun golongan dari generasi baru pun kerap melakukan bicara dan menetapkan standar Omega sebagaimana apa yang dilakukan pada masa lalu.
"Kau mengagumkan, Dohoon, terutama sebagai Omega." Tangan Youngjae meraih bahu Dohoon.
Dekatkan lain pada titik utama dari feromon yang ada di tengkuknya, meski dia masih mengenakan pelindung feromon karena mereka ada di lingkungan kampus.
Omega-nya tidak memberi penolakan, mengambil posisi yang dekat seperti lain dapat menemukan tenang dengan posisi ini. Pun feromon yang perlahan menjadi tenang beritahukan ini.
Youngjae mengetahui terdapat jalan yang panjang untuk mempertahankan Dohoon di sisinya dalam waktu yang panjang, tapi dia pun telah melewati banyak bagian dalam hidupnya dengan kehadiran Dohoon dan memiliki kepercayaan pada diri bahwa mereka mampu melewati situasi menyulitkan. Dia masih mengusahakan diri sebagai Alpha yang baik untuk Dohoon, seperti dia dapat melihat Dohoon tengah menyesuaikan diri dengan status Omega yang terlambat didapatkannya.
. . .
Dohoon merupakan sosok yang vokal dalam bicara mengenai sempitnya pandangan dari orang-orang terhadap Omega sebelum dia mendapat statusnya, tidak menyenangi bagaimana seseorang dipermasalahkan hanya karena feromon yang dia dapatkan dan bahkan tidak akan mengganggu di banyak waktu. Pun dia tidak menghentikan ini saat dia mendapati seseorang mengusik Omega lain, menemukan seseorang yang merasa dirinya lebih tinggi dari pemilik feromon manis, tak melembutkan sikap untuk menghadapi tinggi hatinya seseorang hanya karena status yang dimiliki.
Rusak atau cacat menjadi kata yang familiar saat dirinya mendapatkan status Omega pada waktu yang begitu lambat, pun bagaimana feromonnya akan meledak dan tidak mudah dihilangkan oleh pelindung feromon menjadi pembenaran bagi lemparan kata ini. Beberapa tenaga medis berkata bahwa ini bukan pertama kali, tapi dia mendengar angka perbandingan yang begitu kecil dan sungguh berpikir dirinya adalah kecatatan sebagai Omega, terus menjauhkan diri dari pemikiran untuk miliki pasangan sekalipun tenaga medis dan tetua berkata ini merupakan jalan untuk mengendalikan feromon yang tidak terkendali di beberapa waktu.
Indera penciuman mengenali feromon Youngjae dan menyadari lainnya menarik dia menjadi dekat, telah menjadi rutinitas selama beberapa waktu terakhir.
"Apakah feromonku kembali mengalami ledakan?" Dohoon bertanya.
Suara tidak lantang sebagaimana dia mendebat dua Alpha yang berusaha mengusik Omega di lorong dekat kelas pertamanya pada beberapa jam lalu, saat ini suaranya tidak lebih keras untuk didengar seseorang selain Youngjae.
"Tidak." Youngjae memberi jawaban dengan mudah, tak berusaha menambahkan penjelasan.
Sikap ini membuat situasi mereka merupakan hal yang biasa, bukan sesuatu yang memerlukan alasan.
Dohoon menempatkan sisi wajahnya pada bahu Youngjae yang hanya membiarkan, mengetahui sang Omega menemukan tenang dengan feromon Alpha yang samar pada posisi ini.
"Kau masih berpikir kau ingin menikah denganku?" Dohoon tak mengeraskan suara dalam tanya
"Orang bodoh yang tidak menginginkan Omega indah dan mengagumkan sepertimu" Pun Youngjae memiliki tenang dalam jawab.
Sejenak Dohoon tergelak ringan dengan balas yang dia terima, tak menyangka dia akan mendapati jawab ini dari Youngjae yang biasa melakukan bicara dan gunakan kata dengan sikap lembut.
Memori dari perdebatan dia dengan Alpha di beberapa jam lalu kembali, melintaskan satu kata yang terputar, "Rusak,"
Terdapat perubahan tak menyenangkan dari feromon Youngjae yang tidak mungkin dilewatkan dengan jarak dekat, membuat Dohoon jauhkan posisi wajah untuk menatap sang Alpha dengan jelas.
"Ada yang mengatakan ini di depan wajahmu?" Mata Youngjae berfokus padanya
"Ini tidak penting." Berikan geleng yang menerima ekspresi tak senang dari lain
"Siapa yang mengatakannya?" Tanya ini dilempar, bersama dengan feromon Alpha yang tercium
"Aku tidak dapat diintimidasi dengan feromon Alpha, Youngjae." Sadar Dohoon dengan situasi yang terjadi.
Tapi dia mengalami kondisi dimana dia tidak mudah untuk terpengaruh dengan feromon Alpha sekalipun dia menyadari Alpha berusaha menekannya melalui nada suara maupun feromonnya, mempertegas bahwa dia merupakan Omega yang rusak.
"Aku tidak berusaha mengintimidasimu" Youngjae melakukan kerjap berulang kali, tak sadar bahwa dia melepas feromon yang dapat memberi intimidasi
"Youngjae, kau tidak memikirkan bahwa aku rusak?" Pertanyaan Dohoon membuat Youngjae mengerut dahi
"Tidak. Kau tidak pernah merupakan kerusakan atau kecatatan." Youngjae memiliki yakin dalam jawabnya
"Aku baik sebagai Omega?" Dohoon tak memalingkan pandangan dari Youngjae
"Kau mengagumkan sebagai Omega" Pun Youngjae hanya menatap Dohoon.
Youngjae memperhatikan bibir Dohoon membentuk garis lengkung sebelum dia turut membiarkan ulasan senyum pada wajahnya, menemukan kesan lega dari lainnya untuk momen ini.
Dan pada momen ini Dohoon merasa dirinya adalah Omega yang baik, layak menerima garis senyum dari Alpha yang didambakan oleh banyak orang namun hanya memberi perhatian pada dirinya. Biarkan tawa ringan melewati bibirnya dan menerima tatap mata perlihatkan tak paham dari sang Alpha, namun dia berikan geleng dan Alpha-nya tidak melemparkan tanya yang lebih jauh seperti ekspresi bahagia dari Omega telah cukup dalam pandangannya.
. . .
Youngjae mengetahui Dohoon tidak akan berkata dengan terus terang bahwa dia mengalami situasi yang menyulitkan, mengetahui lainnya memiliki ego dan kepercayaan diri dalam menghadapi apapun yang dilemparkan oleh kehidupan pada wajahnya. Sehingga dia membiarkan Dohoon membagi cerita atau menyimpan cerita sebanyak apa yang diingin oleh si Kim, tentu dia menyadari dirinya tak pahami sejumlah momen dimana Dohoon menukar gestur dengan Jihoon seperti mereka memiliki kode yang hanya dipahami oleh dua pemilik feromon berbeda namun Youngjae tidak melakukan apapun.
Terkadang dia memikirkan Dohoon menemukan rasa nyaman dengan Jihoon melebihi si kelahiran Januari mendapati kenyamanan dengan dirinya, pikir bahwa lain memberi penolakan pada lamarannya di waktu lalu karena lainnya tengah menunggu Jihoon menyatakan perasaan atau semacamnya. Tapi dia menyadari Dohoon merasa salah paham dengan percakapan penuh imaji yang mereka lakukan di masa lalu, dan masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap status Omega yang dia miliki sehingga dia tak berusaha mendorong bicara mengenai pernikahan atau menjadi pasangan.
Tapi Youngjae menyadari dia melupakan satu hal saat Dohoon mendekati dia, mengambil jarak yang begitu dekat dengan wajahnya.
Mata Youngjae memperhatikan titik utama dari feromon yang mengalami bengkak sebelum dia pindahkan fokusnya pada mata sayu milik Dohoon.
"Alpha," Dohoon memberi panggilan dengan napas yang berat pada bagian akhirnya.
Samar, tapi Youngjae mendapati aroma manis melebihi feromon Kim di waktu lain.
"Kau mengalami heat?" Youngjae menyadari ini sebagai tanya yang bodoh.
Dapat melihat Dohoon yang melihat tengkuknya, membuka mulut seperti lainnya ingin daratkan gigit dan menandai dirinya.
"Alpha," Dohoon hanya mengulang panggilan, memiliki sorot mata perlihatkan tak puas saat Youngjae menahan bahu
"Kau tidak memiliki kesadaran secara penuh pada saat ini" Youngjae mengeraskan hati untuk tidak serahkan diri pada ingin dari sosok indah di depannya.
Tentu dia menginginkan sosok di depannya, ingin menenggelamkan diri pada aroma manis milik lain sebesar dia ingin sosok ini hanya memiliki feromon miliknya dan tidak ada yang akan memimpikan untuk menyentuh ujung kuku dari miliknya.
Tapi dia tidak menemukan kesadaran Dohoon yang benar pada saat ini.
"Sadar" Rajuk Dohoon yang menggigit bibir dengan tidak senang
"Dohoon." Youngjae mengetahui Dohoon tidak dapat dipengaruhi dengan nada perintah atau feromon Alpha di banyak waktu.
Dan curang untuk menguji apakah Dohoon pada masa heat memiliki ketahanan ini, tapi dia tidak melintaskan pikir lain untuk tenangkan lain di masa ini.
Bibir Dohoon menunjukkan tak puas selagi memberi ralat, "Omega,"
Iya. Baik.
Dohoon pada masa heat masih memiliki ketahanan ini dengan sikap tidak tahu malu yang menghilang dari kamus harian, tak berusaha menahan diri pada Youngjae yang menjadi familiar baginya.
"Dohoon." Youngjae mengulang panggilan dengan fokus mata pada lainnya
"Aku menginginkanmu, Youngjae." Kesadaran melintas pada bening mata yang dipandang oleh Choi, tapi dia tidak dapat memastikan berapa lama ini akan bertahan.
Youngjae tidak mengetahui apakah feromon manis yang mempengaruhinya atau suasana diantara dia dan Omega-nya, tapi Youngjae tahu dirinya tidak bersenang hati dengan bibir mengerut tak puas milik Dohoon.
Turuti dorongan impulsif untuk menghapus kerucut ini dari pandangannya, merasakan manis dari perona bibir yang dia tahu dikenakan oleh lainnya sebelum dia menarik diri.
"Youngjae," Saat ini Dohoon memiliki keluhan pada matanya, sekalipun bibir tunjukkan geli untuk bentuk senyuman
"Kita akan melakukannya dengan benar saat kau siap untuk membicarakan perihal pasangan," Ujar Youngjae
Tapi dia mengerutkan dahi saat memikirkan bahwa ini mungkin memerlukan waktu yang panjang, "Tidak. Kita lakukan saat heat-mu telah selesai."
Kerjapan mata yang dilakukan oleh Dohoon beritahu bahwa lainnya tak menyadari dia telah memasuki masa heat dan merasa malu mengenai ini, tapi Choi tidak mengharapkan lainnya membebankan kepala dengan banyak pikiran di masa ini.
Biarkan tangannya menyentuh pucuk kepala dari lain seraya tawarkan lainnya pulang, tidak meyakini waktu yang dia miliki sebelum gelombang heat kembali menghantam Dohoon. Kim perlihatkan salah tingkah dengan tepuk ringan di kepala dan bentuk senyuman yang indah, menuruti langkah Youngjae tanpa menggunakan banyak kata.
Youngjae menyadari orang lain melihat dia sebagai sosok dengan kendali diri yang baik, tapi dia tidak henti menghitung hari dan mengunjungi kediaman milik keluarga Kim dengan beragam alasan yang dapat disampaikan. Terus bergerak dengan memegang ucapan bahwa mereka dapat melakukan hal dengan benar saat masa heat telah selesai.
Dohoon menghampiri dia yang melepaskan sepatu pada kunjungan di hari kelima, tidak lagi memiliki bengkak di titik utama dari feromonnya sejauh apa yang dapat dilihat oleh Youngjae. Tak menunda waktu saat lainnya miringkan kepala dan buat dia mengambil arah lainnya, pertemukan dua belahan yang lapar dengan satu sama lain seperti mereka hanya memerlukan lainnya pada hari ini juga hari lainnya. Tempatkan tangannya pada pinggang kecil yang dimiliki oleh Omega-nya, tak berusaha berikan jarak di antara mereka seandainya dia tak mengingat posisi mereka pada ruang tamu dari kediaman Kim.
Dirinya dan Dohoon masih menemukan cara yang benar untuk melakukan komunikasi dengan baik, memantaskan diri menjadi Alpha yang baik ataupun Omega yang baik untuk satu sama lain. Tak peduli berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk membicarakan ini dengan benar, Youngjae tahu bahwa dirinya maupun Dohoon tidak melintaskan pikir mengenai sosok lain pada sisi. Apakah orang lain memandang Youngjae sebagai Alpha yang terlalu lembut dan tidak dapat memimpin orang lain ataukah menjatuhkan komentar bahwa Dohoon tidak layak menjadi Omega, mereka hanya memiliki fokus pandangan untuk satu sama lain.
