Actions

Work Header

A Quiet Morning (It Was a Lie)

Summary:

Sky and Nani join a family reality show with their 5 year old twins named Neona and Smyle, where 48 hours of filming turns into nonstop chaos, pranks, and unexpected emotional moments.

Notes:

First of all...

I'm a team #JieNina (sorry Nani & Neona tho)

Chapter 1: Inside Our Home

Chapter Text

Kamera baru saja menyala ketika rumah itu sudah lebih dulu hidup oleh suara langkah kaki kecil, sementara matahari yang baru naik setengah menembus jendela ruang keluarga dan memantul di lantai kayu yang dipenuhi mainan berserakan seperti balok warna-warni, ada boneka dinosaurus dengan kepala terlepas, puzzle setengah jadi, satu kaus kaki kecil merah muda, dan buku gambar dengan coretan abstrak yang entah bagaimana diklaim sebagai “gambar gunung dan sawah paling bagus sedunia”.

Hari itu bukan jadwal syuting pertama mereka di acara keluarga “The Return of Superman” karena mereka sudah beberapa kali tampil sampai kru produksi mulai hafal bagaimana rumah itu bekerja, atau lebih tepatnya bagaimana rumah itu tidak pernah benar-benar bekerja dengan normal, bahkan para kameramen sudah punya aturan tak tertulis bahwa kalau Neona tiba-tiba diam terlalu lama maka itu berarti sesuatu sedang direncanakan, dan kalau Sky ikut diam di dekat Neona maka itu artinya keadaan sudah terlambat untuk diselamatkan.

Di dapur Nani sedang menyiapkan sarapan sambil sesekali menoleh ke ruang keluarga, di mana Smyle duduk manis di meja kecil sambil menggambar dengan ekspresi yang terlalu tenang untuk seorang anak lima tahun, terlalu damai untuk rumah yang sejak pagi sudah seperti medan eksperimen.

Sementara Sky dan Neona duduk berdempetan di ujung sofa, sangat dekat, terlalu dekat, saling berbisik dengan wajah yang perlahan berubah menjadi ekspresi kompak sebelum keduanya menatap Smyle lalu tersenyum dengan senyum yang persis sama membuat kru langsung tahu bahwa ini bukan pertanda baik.

Benar saja, Neona menahan tawa sementara Sky mengangguk kecil seolah mereka sedang menyusun misi rahasia, yaitu menjahili Smyle karena menurut Neona adiknya terlalu mudah percaya dan menurut Sky itu lucu.

Saat sarapan ketika Smyle datang membawa gambar buatannya yang memperlihatkan pegunungan, sawah, dan matahari besar dengan wajah tersenyum di tengahnya, lalu Sky tiba-tiba mengambil gambar itu dengan ekspresi serius berlebihan, menunjuk bagian matahari seolah itu sesuatu yang penting, membuat Smyle menatap bingung sebelum Sky mengangguk pelan seperti sedang memberi penjelasan ilmiah, Neona ikut masuk dengan wajah sok serius meski bahunya bergetar menahan tawa.

Dalam hitungan detik Smyle mulai sedih, matanya membesar, menoleh ke jendela, kembali ke gambar, lalu ke Sky lagi, sampai akhirnya ia turun dari kursi dan berlari kecil ke dapur, memeluk kaki Nani lalu terisak kecil.

Nani yang sedang menuang susu hanya bisa menatap bingung, Smyle mendongak hampir menangis. Di belakangnya Neona sudah menahan tawa dan Sky pura-pura minum untuk menutupi ekspresinya, bahkan kru produksi ikut menunduk menahan tawa. Akhirnya Nani menatap satu per satu dari mereka dengan tatapan yang sudah sangat dikenal di rumah itu, tatapan yang berarti “aku tahu siapa pelakunya”, dan dalam sepersekian detik Sky dan Neona kabur ke ruangan lain. 

Sepuluh menit kemudian hukuman dijatuhkan berupa kewajiban membereskan kekacauan mainan di ruang keluarga, membuat Sky dan Neona duduk berhadapan sambil cemberut dengan pose yang sama persis. Smyle duduk di samping Nani sambil makan buah mangga dengan ekspresi puas seperti seseorang yang baru memenangkan perang kecil di pagi hari.

Namun Sky dan Neona bukan tipe yang menyerah, mereka justru menganggap itu awal perang baru, sehingga siang harinya mereka meluncurkan “operasi kedua” berupa misteri hantu boneka, di mana Sky menyembunyikan speaker kecil di balik rak foto keluarga sementara Neona menaruh boneka dinosaurus Smyle di dekat tirai dengan posisi mencurigakan, lalu mereka menunggu dengan sabar sampai Smyle masuk membawa biskuit.

Ia duduk dengan tenang, menggigit pelan, dan tiba-tiba suara aneh mulai terdengar dari speaker, membuat Smyle berhenti mengunyah, menoleh pelan, lalu suara itu muncul lagi lebih dekat hingga matanya mulai berkaca-kaca, dan di saat itu Neona yang tadi menahan tawa justru mulai panik, begitu juga Sky karena mereka tahu Smyle bukan tipe anak yang marah, Smyle adalah tipe yang diam.

Smyle berdiri perlahan, berjalan cepat menuju Nani yang sedang menonton TV, lalu langsung memeluk pinggangnya dan menyembunyikan wajahnya, membuat Sky menutup wajah sementara Neona terdiam. Misi pun gagal total, sementara Nani hanya mengusap kepala Smyle dengan lembut sebelum menatap Sky dan Neona dengan tatapan kedua yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya.

Malam itu setelah makan, Smyle masih sedikit kesal meski tetap manja dan tetap menempel pada Nani. Bahkan ketika Sky membuka tangan untuk memeluknya Smyle justru berpindah ke Nani, dan saat Neona duduk dekat pun ia berpindah lagi, membuat Sky dan Neona mulai cemas karena mereka baru sadar bahwa Smyle punya kemampuan khusus untuk membuat orang merasa bersalah hanya dengan diamnya saja dan mata berkaca-kacanya.

Saat malam semakin larut dan Smyle masih belum banyak bicara, ia tetap menempel pada Nani sementara Sky mulai benar-benar merasa bersalah dan Neona duduk di depan kamar adiknya sambil memeluk boneka Princess Aurora dengan wajah murung karena meskipun ia jahil ia paling tidak tahan melihat Smyle sedih. Hingga akhirnya Sky duduk di sebelahnya dan mereka berdua diam cukup lama sebelum saling menoleh dan tampaknya mendapat ide yang sama tanpa perlu kata-kata.

Keesokan paginya syuting dibagi menjadi dua dengan tema hari spesial bersama pasangan pilihan, Sky bersama Neona dan Nani bersama Smyle, yang langsung membuat Neona kembali bersemangat sementara Smyle terlihat sedikit lebih ceria meski masih sesekali melirik Sky dengan ekspresi pura-pura kesal.

Hari itu Sky dan Neona pergi ke taman bermain di dekat rumah, dan dalam waktu kurang dari dua puluh menit kekacauan sudah kembali muncul karena ketika dua orang dengan energi yang sama disatukan, dunia tidak benar-benar siap, mereka berlomba lari, menebak hewan, hingga makan es krim Turki di depan penjual yang terkenal jahil sambil ditonton warga sekitar, sampai akhirnya Neona duduk di bangku taman sambil tertawa keras sementara Sky menatapnya dengan senyum kecil karena Neona benar-benar mirip dirinya. 

Neona tiba-tiba diam, memainkan ujung bajunya, lalu menunduk dan berkata pelan bahwa Smyle mungkin marah, membuat Sky menatapnya dengan lembut karena untuk pertama kalinya hari itu Neona terlihat benar-benar sedih meskipun ia biasanya penuh kejahilan, tetapi di balik semuanya ia menyayangi adiknya lebih dari apa pun, sehingga Sky mengusap kepalanya pelan dan Neona bersandar sebentar dalam keheningan yang tidak canggung.

Di tempat lain Nani dan Smyle berada di sebuah workshop kecil membuat kue, di mana Smyle terlihat lebih tenang dengan tangan penuh tepung dan pipi sedikit terkena krim, tersenyum malu saat menghias kue sebelum tiba-tiba berhenti menatap hasilnya sendiri yang memperlihatkan empat bentuk sederhana, dua besar dan dua kecil sebagai simbol keluarga.

Smyle berkata pelan bahwa ia sebenarnya tidak marah, hanya sedih karena merasa tertinggal ketika Sky dan Neona selalu bersama, dan kadang ia takut tidak bisa ikut, membuat Nani langsung memeluknya karena Smyle memang seperti itu, tidak banyak bicara tetapi hatinya selalu penuh dan terlalu dalam untuk anak sekecil itu.

Sore harinya mereka kembali ke rumah dan Sky serta Neona sudah menunggu, hingga Neona langsung berdiri membawa sesuatu di belakang punggungnya sementara Smyle menatap bingung, lalu Neona mengeluarkan boneka dinosaurus kecil dengan tulisan “Maaf dari Kakak Nina dan Papa Kay”, diikuti Sky yang mengeluarkan boneka matahari kecil sebagai bentuk permintaan maaf.

Anak bungsu itu terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menatap mereka satu per satu, bibir kecilnya bergetar bukan karena marah tetapi karena menahan senyum yang perlahan muncul, hingga akhirnya ia langsung memeluk Neona terlebih dahulu lalu Sky, dan pada saat itu kekacauan kecil di rumah itu kembali berubah menjadi kehangatan yang biasa mereka miliki.

Malamnya mereka tidur bersama di kamar Sky dan Nani dengan posisi yang sudah menjadi kebiasaan, Neona memeluk Smyle, Smyle memeluk Nani, dan Sky berusaha memeluk semuanya dari belakang Nani dalam ruangan yang gelap dan tenang untuk pertama kalinya hari itu, sementara kamera terakhir menangkap Sky yang tersenyum kecil melihat keluarganya.