Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-05-28
Words:
823
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
15
Hits:
302

Where We Got Lost

Summary:

Ketika Ilay dan Taeui berpisah, keduanya bertemu dengan Nathaniel dan Chrissy.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

“Taeui, jangan jauh-jauh.” Pria berambut perak itu mengikuti langkah kekasihnya yang semakin cepat di lautan pengunjung.

Playground terbesar di kota baru saja dibuka dan Taeui memaksa Ilay untuk pergi ke sana. Tapi sekarang, Ilay bahkan hampir kesulitan mencapai sang kekasih karena keramaian yang tak kunjung reda.

“Taeui,” panggilnya lebih kencang.

Pria yang tak luput dari pandangan Ilay itu tidak mendengar, dia berjalan sedikit lebih cepat dengan suasana hati riang. Ilay mempercepat langkahnya, namun ia tak sengaja menabrak salah satu pengunjung.

“Ah, minuman aku ….” Gadis kecil itu berhenti, berjongkok, dan menatap cup minuman yang tumpah karena tertabrak dengan tatapan sendu.

Mata abu kehitaman Ilay bolak-balik antara tempat terakhir Taeui terlihat dan gadis kecil yang malang itu. Sial. Ia kehilangan Taeui.

Ibu dari gadis kecil itu menenangkan si cantik yang hendak menangis, Ilay bingung harus bagaimana. Kakinya melangkah, namun rasa bersalah saling bertumpang tindih dengan rasa khawatir pada Taeui.

“Sialan,” umpat Ilay. Ia berjalan mendekati drink stall, memesan satu cup minuman yang sama persis seperti yang diminum oleh gadis kecil itu.

Ilay langsung membayar dan segera kembali ke tempat gadis itu, ternyata gadis itu sudah menangis. Air matanya membasahi pipi berisinya.

“Ini.” Ilay memberikan minuman tersebut padanya. Wajah gadis itu berseri-seri setelah mendapatkan minuman dari Ilay.

Sebelum sang Ibu memberi ucapan terima kasih, Ilay sudah pergi. Ia harus menemukan kekasihnya. Sulit sekali menerobos jalan. Ia sudah menabrak beberapa orang dan mendapat omelan yang tidak enak didengar di telinga.

“Taeui!”

Ke mana dia? Harusnya dia gak jauh dari sini. Ilay berhenti di dekat tempat perhiasan, tempat dimana barang-barang menggemaskan dijual, keringat membasahi wajahnya.

 

Ada stand photobooth juga di sampingnya. Matanya masih panik menyapu sekelilingnya, walau dirinya tinggi, namun ia tidak menemukan keberadaan sang kekasih. Ia tahu betul ciri-cirinya.

“Nath, coba pakai ini!”

Ilay menoleh saat ada seorang pria mungil mendekatinya dengan bando rubah di tangannya. Saat iris biru pria itu bertemu dengan netra Ilay, keduanya membeku.

“Eh? Ilay?” Pria itu menggerakkan bola matanya ke sekitar. “Taeui-nya ke mana?”

“Chrissy?”

Tiba-tiba Chrissy baru menyadari sesuatu. Matanya membulat dan dengan panik bertanya, “Nathaniel ke mana?!”

***

Di sisi lain, perut Taeui keroncongan. Ia mendekati stand makanan untuk mengganjal perutnya agar tidak berisik. Ia kembali berjalan sambil mengunyah makanannya.

Hm, lupa nawarin Ilay. Taeui mendongak, mengulurkan satu tusuk tteokbokki pada seorang pria berambut platinum. “Ini enak— LOH?”

Tangan Taeui berhenti di udara. Pria di sampingnya mirip dengan Ilay, tapi bukan Ilay. Sebentar, Taeui butuh beberapa detik untuk mengingat namanya. Ia mengenali mata ungu itu.

Oh.

“Nathaniel. Kok lo ada di sini? Ilay gue mana?” 

“Liat Chrissy, gak?”

“Kok malah nanya balik?” Taeui mengerutkan keningnya, sambil berpikir, ia kembali melahap makanannya yang menganggur.

“Gue kepisah sama Chrissy,” jelas Nathaniel singkat. Taeui mengangguk-angguk, mencernanya dengan perlahan.

“Kalau lo kepisah sama Chrissy … berarti gue juga kepisah sama Ilay. Anjir! mati gue kalau Ilay nemuin gue ….”

Kunyahan tersebut melambat. Pikirannya terpikir konsekuensi apa yang akan terjadi jika ia sudah bertemu dengan kekasihnya.

“Gue kira Ilay di belakang gue, ternyata bukan. Sumpah, Nathaniel, ini kalo Ilay marah, lo mending diem aja!”

Taeui panik sendiri, sementara Nathaniel hanya diam, raut wajahnya tampak kelelahan. Entah sudah berapa lama pria itu berjalan.

Mampus lo Taeui, mampus. Taeui merutuki dirinya tanpa henti.

Kemudian, ponsel Nathaniel berdering, atensi keduanya tertuju pada benda persegi panjang mewah itu. Nathaniel menjawab panggilan tersebut.

“Chrissy, kamu di mana? Aku nyari kamu ke mana-mana.”

“Ilay?” Saat Nathaniel menyebutkan nama itu, Taeui langsung mendekatkan diri pada Nathaniel, menyuruhnya untuk loud speaker.

“Aku di deket photobooth. Tadinya mau ngajak kamu foto di sana, malah ketemu Ilay. Ilay juga nyariin Taeui di sini.”

“Chrissy! Ini gue! Taeui!” Taeui langsung menyambar ponsel Nathaniel. “Ilay, Ilay, kamu denger aku, gak?”

“Taeui? Kok bisa ada sama Nathaniel? Bentar— nih, cowok lo.” Chrissy berbicara pada seseorang di seberang sana.

“Jeong Taeui. Ke sini, gak? Sekarang.”

Taeui bergidik. Ya Tuhan, selamatkan hamba. “Iya, aku ke sana. Mau aku beliin sesuatu buat dimakan, gak?” Taeui bertanya agar Ilay tidak marah, namun Ilay tetaplah Ilay.

“Sekarang aku pengen makan kamu.” Nadanya tidak ramah, Taeui hanya tersenyum, tidak heran jika suasana hati Ilay mulai buruk.

***

“CHRISSY!!! LONG TIME NO SEE!! OMG, GUE KANGEEENN!!!”

Taeui berpelukan singkat dengan Chrissy saat ia sampai di dekat photobooth. Nathaniel ada di belakangnya tanpa berekspresi.

Sejujurnya, Taeui dan Chrissy bisa merasakan aura mencekam dari dua orang itu. Taeui dan Chrissy memahami perasaan masing-masing.

“Taeui, kayaknya gue tamat hari ini,” bisik Chrissy. Tangannya menepuk-nepuk punggung Taeui.

“Gak lo doang, gue juga tamat. Kita bisa kabur bareng aja, gak, sih?”

Keduanya saling berbisik, meratapi apa yang akan terjadi selanjutnya. Pelukan pun terlepas. Taeui dan Chrissy dikejutkan oleh sikap Ilay dan Nathaniel yang dengan sinkron berdiri di depan keduanya.

Ilay dan Nathaniel saling memberi tatapan tajam. Sorotnya penuh dengan ancaman, membuat Taeui dan Chrissy meneguk air liurnya.

“Ayo ke photobooth!” ajak Taeui, ia menggandeng lengan Chrissy dan memasuki photobooth tanpa memedulikan dua pria berambut senada itu.

“???”

Ilay dan Nathaniel diam tanpa berbicara satu sama lain, hanya menatap stand photobooth yang sedang dipakai oleh kekasihnya.

Notes:

singkat, padat, dan gak jelas 🙏🏻 terima kasih.