Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-06-01
Words:
1,000
Chapters:
1/1
Comments:
3
Kudos:
15
Bookmarks:
2
Hits:
344

Dua Anak Perempuan

Summary:

Hidup sendiri bisa, tapi berdua lebih bahagia

Notes:

Late celebration untuk lima tahun anak cantik Bittersweet. Seandainya manusia kamu sudah bisa masuk TK —dan biasanya, dibilang sudah saatnya punya adik. Semoga segera, ya 💜💚

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Hidup sendiri bisa, tapi berdua lebih bahagia.

 

Mingyu lupa dimana dia membaca kalimat itu. Mungkin saat doomscrolling media sosial, mungkin dari buku, bisa juga sebuah kutipan di film dan series yang dia tonton. Atau, kalimat itu diciptakan sendiri oleh kepalanya. Menyertai lahirnya dua lagu yang dia buat bersama Wonwoo —ada Bumzu dan Woozi dalam prosesnya tapi anggap saja mereka adalah figuran di sini. 

 

Bintang utama dari kalimat tadi, sosok manusia yang membuat kata berdua menjadi nyata, adalah Wonwoo.

 

Sejujurnya, Mingyu sendiri tidak yakin kapan Wonwoo mulai punya porsi lebih dalam hidupnya.

 

Apakah saat mereka pertama kali bertemu? Dimana Mingyu dengan polos berpikir bahwa remaja bermata tajam ini lebih muda darinya dan mulut bangornya enteng berkata, “Kamu mau makan bareng kakak?”. Mingyu masih ingat sepanas apa pipinya saat menyadari bahwa Wonwoo justru sembilan bulan lebih tua darinya. 

 

Mungkin saat penonton variety show predebut mereka mulai memberi label duo meanie? Singkatan dari Mingyu-Beanie karena mereka belum tahu nama Wonwoo dan mengambil dari kebiasaannya memakai beanie. Bermalam-malam Mingyu lewatkan untuk membaca satu demi satu unggahan di Twitter tentang mereka berdua di bawah tagar tersebut. Hangat dan manis sekali.

 

Atau saat masa lalu Wonwoo dikorek dengan keji dan Mingyu harus menyaksikan sosoknya yang hangat itu habis dicaci maki orang asing di internet. Diberi julukan-julukan yang Mingyu berani bersumpah, sangat bertolak belakang dengan pribadinya sekarang. Amarah masih menyeruak di dada Mingyu setiap dia teringat masa itu, dimana Wonwoo dengan wajah pucat meminta maaf kepada semua orang di agensi —bahkan berkata jika memang yang terbaik bagi semua adalah mengeluarkannya, maka dia akan menerima dengan lapang dada.

 

Untung bagi tukang korek itu, Bumzu dan Seungcheol mendudukkan Mingyu selama dua jam dan memberi berderet alasan tentang mengapa idenya untuk memukuli orang tersebut amat sangat buruk —bahwa itu tidak akan membantu Wonwoo sama sekali— karena kalau tidak, Mingyu tahu tangannya lebih dari mampu untuk merontokkan beberapa gigi.

 

Mingyu tahu semua orang berbisik di belakang punggungnya karena sejak saat itu dia menjadi overprotektif pada Wonwoo. Menyambar ponselnya saat dia melihat Wonwoo termenung di depan layar (pasti terbaca komentar jahat), menemani kemanapun saat mereka ada jadwal (termasuk ke toilet tidak peduli jika harus dilakukan di tengah dia sedang didandani), hingga sekali waktu nyaris melempar tangan saat ada staff stasiun penyiaran berani mengungkit masalah ini (meskipun katanya dia hanya ingin bercanda).

 

Entahlah.

 

Mana dari semua itu yang menjadi titik mula Wonwoo punya porsi lebih dalam hidupnya…

 

Mingyu hanya tahu bahwa dia tidak pernah menyesal untuk menjalani semuanya.

 

Memutuskan untuk tinggal berdua dengan Wonwoo adalah bukti yang paling nyata.

 

Banyak yang skeptis saat dia dan Wonwoo mengabarkan bahwa mereka akan keluar dari dorm karena sudah menemukan hunian untuk ditinggali bersama. Beberapa berkata kepribadian dan minat Mingyu sepertinya lebih cocok dengan Minghao sementara yang lain berkata Wonwoo yang cenderung menyukai keheningan akan kewalahan jika serumah dengan Mingyu. Bahkan agensi pun khawatir persahabatan mereka berdua justru bisa retak karena serumah hanya berdua dikhawatirkan menimbulkan konflik tanpa ada yang bisa menengahi —tidak seperti hidup ramai-ramai di dorm

 

Namun semua kekhawatiran itu hanya tinggal kekhawatiran.

 

Perselisihan jelas ada.

Argumen apalagi. Sudah seperti makanan sehari-hari.

Tapi anehnya, tidak pernah terlintas dalam kepala mereka masing-masing untuk hidup memilih hidup sendiri-sendiri. 

 

Karena….

…..hidup sendiri bisa, tapi berdua lebih bahagia.

 

Tidak ada yang lebih enak dari ramyeon jam empat pagi sepulang dari latihan. Terlepas siapa yang memasaknya.

Tidak ada yang lebih tenang dari berdiam di kamar masing-masing –namun tahu bahwa saat mereka butuh teman berdiskusi, jaraknya hanya satu ketukan pintu.

Tidak ada yang lebih memberi adrenalin dari menekuni hobi bersama; menangkap indah dunia dari balik lensa kamera.

Tidak ada yang lebih hangat, dari malam-malam yang dilewatkan dengan saling berbagi mimpi dan renjana. Meski kadang terselip cemas pada masa depan yang terasa penuh bias.

 

Terutama, tidak ada yang lebih membuat Mingyu merasa jumawa, selain dua anak yang mereka lahirkan bersama. Bittersweet, duo-unit song pertama yang Seventeen miliki dan bisa terkorelasi dengan siapa saja. Serta I Can’t Run Away, yang meski dinyanyikan bersama dengan hip-hop unit, namun justru bercerita tentang mereka berdua. 

 

Bumzu bertanya, Woozi mendesak, dan Seungcheol menaikkan alis menggoda saat lagu itu diperdengarkan pada mereka. “Apa maksudnya?”

 

“Apa maksudnya bagaimana?” Mingyu ingat saat ia bertanya kembali.

 

Pencipta Twinkle-Twinkle Little Star tidak mungkin membuat lagu itu karena dia benar-benar mencari di mana letak sang bintang.

Pencipta 곰 세 마리 juga tidak membuat lagi itu karena dia pernah bertetangga dengan para beruang, bukan?

Jadi kenapa I Can’t Run Away diberi interpretasi macam-macam? Kilah Mingyu saat itu.

 

Itulah, anak-anak manusia, yang disebut dengan penyangkalan.

 

Mingyu dan Wonwoo bisa berkilah beribu kalimat. Tetapi semua orang di sekitar mereka saat itu tahu —bahkan mungkin sejak lama, bahwa I Can’t Run Away lahir sebagai cermin atas dinamika di antara keduanya selama ini. Tentang dua jiwa yang meski punya kesempatan untuk lari, tetapi memilih untuk selalu kembali. Karena tidak ada tempat, tidak ada waktu, serta tidak ada memori di sepanjang perjalanan mereka, tanpa yang lain ada di dalamnya.

 

Hidup sendiri bisa, tetapi berdua lebih bahagia. 

 

Lima tahun.

 

Sejak memutuskan tinggal berdua.

Sejak melahirkan dua anak perempuan yang cantik.

Sejak lirik 너 하나와 두 개의 달 di Bittersweet tercipta.

 

Satu kamu dan dua bulan

 

Atau jika sekarang Mingyu boleh melantur kata, mungkin sebetulnya: 너 하나와 두 개의 딸 

 

Satu kamu dan dua anak perempuan

 

Who knows?

 

Semua orang tahu Wonwoo cerdas merangkai kata dan mahir membuat umpama, sehingga 너 하나와 두 개의 달 bisa jadi memang kamuflase cerdas dari 너 하나와 두 개의 딸.

 

Karena di dunia ini, di kehidupan ini, di peradaban ini, tidak akan pernah ada kemungkinan bagi mereka berdua untuk bisa terbuka mengabarkan pada dunia: tentang apa yang menyelusup di dalam hati masing-masing. Yang kemudian diceritakan dengan indah dalam lirik Bittersweet dan I Can’t Run Away. Kedua anak perempuan mereka.

 

Penyangkalan itu sudah tidak lagi di sana. Dalam lingkar yang mampu menjaga, Mingyu dan Wonwoo sekarang bisa lantang berbangga bahwa, ya, kedua lagu itu adalah tentang mereka berdua. Yang tercipta karena alam bawah sadar ingin berbincang tentang apa, siapa, dan bagaimana memaknai mereka berdua. 

 

Tentang dua anak manusia yang hidup sendiri bisa, tetapi berdua lebih bahagia.



Notes:

ps: Who would know it ended up with precisely 1000 words :D Emang udah takdir kali ya because this is what I wrote as end notes bahkan sebelum teks utama selesai:

Mingyu dan Wonwoo, semoga di seribu kemungkinan semesta yang ada, kalian tetap berbahagia bersama dan aku cukup beruntung untuk ikut mengenal, menyaksikan, dan merayakannya.