Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-06-01
Words:
843
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
6
Hits:
192

lantang lirih cintamu.

Summary:

beruntungnya, isa akan menjadi isa untuk sarah. isa menerima semua lantang dan lirih cinta sarah, isa akan menggenggam semua takut sarah.

Notes:

leehan as isabelle
sungho as sarah

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

telapak kakinya tak henti berjalan hari ini, napasnya tersengal-sengal. mungkin semua orang telah duduk di sofa rumah dengan segelas kopi atau teh hangat di depan televisi bersama keluarganya. namun, tidak dengan ia yang masih berada di gedung pencakar langit dengan setelan kantornya yang sedikit kacau. kacau, telat banget, batinnya.

sesampainya ia di lobby, ia berlari kecil keluar gedung. sarah, bukan arwah, tapi budak korporat yang setara dengan penunggu kantor karena ia jarang bertegur sapa dengan matahari. senyumnya mekar melihat pujaan hati menunggu di trotoar dengan motor matic kesayangannya. tidak ada alis berkerut, tidak ada lirikan tajam, kekasihnya tersenyum lebar sambil melambaikan tangan. lelahnya hilang.

“maaf ya, lama nunggu, capek ya, isa?” tanyanya lirih sambil menunduk. bibirnya mencurut seperti boneka bebek di kamar mandi. lawan bicaranya — isa — hanya menggeleng dan tertawa kecil, tangannya bergerak memakaikan helm ke kepala mungil sarah.

“kok belum ganti baju? enggak sempat ya?” tanya isa mengusap pipi kekasih mungilnya itu. setelah mengunci tali helm sarah, ia memberikan sandal jepit yang selalu berada di jok motor. sarah selalu menggunakan heels, isa selalu siap dengan sandal jepit supaya kaki sarah tidak sakit. ia simpan sepatu heels sarah, tangannya mengulurkan botol air mineral dingin yang sudah dibuka. sarah mengangguk, “pak cipto tuh kasih aku kerjaan terus!” keluhnya setelah meneguk air dingin dari isa. “kamu lama nggak nungguin aku?”

“enggak kok. yuk? kita makan. mau makan apa?” tanya isa. sarah duduk di jok belakang dengan memeluk pinggang kekasihnya. botolnya sudah ia simpan di tasnya. ia mengecup kecil pundak kekasihnya untuk melepas lelah, yang dikecup hanya diam, isa juga senang. “boleh nggak kita makan soto betawi?”

“boleh, pegangan yang erat, cantik.” punggung isa digigit kecil oleh sarah sebagai teguran. isa hanya meringis. selama perjalanan, isa hanya mendengarkan celoteh sarah tentang harinya, pekerjaannya, dan pak cipto. isa sudah cukup mengenal pak cipto karena dahulu isa pernah magang di kantor sarah.

awal mula dan kesan pertama isa saat bertemu sarah itu cantik, tapi seperti mengintimidasi. sarah selalu berpakaian rapi dengan struktur wajah yang tegas, mata kucing cukup tajam, ia sungkan untuk bertegur sapa dengan sarah. sarah juga selalu berbicara dengan nada tegas dan to the point. meskipun begitu, menurut isa, sarah sangat karismatik, ia lebih paham jika sarah yang menjelaskan daripada mentornya sendiri. isa suka orang pintar. menurutnya, sarah bukan hanya pintar, tetapi juga cerdas. isa membutuhkan waktu lama untuk berani bicara dengan sarah.

saat itu, sarah hanya berdua dengan isa di pantry. beberapa anak magang lain sudah pulang tenggo. seharusnya isa juga sudah pulang, tapi ia memilih melanjutkan obrolan dengan sarah di pantry. kapan lagi? pikirnya. sarah tidak seseram yang ia bayangkan, sarah juga tidak segalak yang ia bayangkan. sarah seperti kucing kecil yang perlu pendekatan khusus. sejak itu sarah semakin dekat dengan isa. umur mereka pun tidak terpaut jauh. isa suka mengirim reels kafe lucu ke sarah mengingat sarah sangat suka kudapan manis.

isa memarkirkan motornya di depan tenda warung soto betawi. ia merangkul pinggang sarah saat berjalan ke meja kasir. “bang, dua makan sini ya!” pesan isa ke abangnya. saat isa membayar, sarah pergi terlebih dahulu mencari meja. ia memilih makan di meja luar yang cukup ramai.

ini kali kedua mereka mengunjungi warung soto betawi ini. pertama kalinya mereka ke warung itu, saat masa pendekatan dengan sarah. awalnya isa ragu mengajak sarah ke warung pinggir jalan, meskipun sarah bilang, dia suka makanan lokal dan berempah, dia pun tidak masalah dengan makan di mana pun. isa dahulu takut sarah tidak bisa makan pinggir jalan, khawatir perutnya tidak tahan. ia dahulu melihat sarah selalu makan makanan sehat, berpergian kemana pun mengendarai mobil, makan di restoran mahal. sampai akhirnya, sarahlah yang pertama mengajak untuk makan di warung soto betawi langganannya.

isa menyusul sarah duduk di depan sarah. tidak lama pun pesanan mereka tiba. isa memeraskan jeruk ke mangkuk sarah. ia juga menuangkan air ke gelas yang berisi es untuk sarah. tak lupa juga kerupuk yang sudah ia buka untuk sarah. isa menyiapkan semua untuk sarah. “hehe, terima kasih, sayang.” bisik sarah sedikit memajukan wajahnya.

“sama-sama, cantik. selamat makan!” timpal isa. “pdkt lagi ya kita?” sarah hanya terkikik dengan seruputan kuah kental soto betawi di hadapannya. mereka berbincang dan saling bertukar cerita mengenai hari yang telah terlewati. usapan dan genggaman kecil di tangan kiri satu sama lain.

selesai makan, sarah masih berbicara. isa hanya menatap lekat sarah. isa senang mendengarkan sarah. isa senang melakukan semua untuk sarah. diam-diam ia menyelipkan cincin perak di jari sarah. isa kecup kecil punggung tangan sarah. hal sekecil apapun akan isa lakukan untuk sarah.

“bimsalabim!”

“isa! cincin dari mana?!”

“sulap! ini aku simulasi melamar kecil-kecilan dulu. nanti kalau aku sudah punya uang banyak, aku lamar pakai cincin emas, terus kita menikah! mau enggak kalau menikah sama aku?” tanya isa menampakkan giginya lucu. sarah mencebikkan bibirnya. “mau! terima kasih, sayang. aku suka.”

namun, terkadang sarah masih takut dengan pandangan orang mengenai mereka. bukan sarah tidak mencintai atau takut mencintai isa, tapi sarah takut sebab dunia susah untuk menerima cinta mereka satu sama lain. beruntungnya, isa akan menjadi isa untuk sarah. isa menerima semua lantang dan lirih cinta sarah, isa akan menggenggam semua takut sarah.

Notes:

hii, ini tulisan pertamaku di sini, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca. happy pride month, and long live with love, teman-teman. :3