Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 3 of syongnit pacayan (ril)
Stats:
Published:
2026-06-19
Words:
984
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
3
Hits:
68

loving you through screen

Summary:

saat itu, shinyu belum debut. he could only see his crush through his trainee tablet dan mungkin ia tidak pantas untuk lelaki yang disukai semua orang itu.
or, this was long before their relationship began.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Shinyu sering diam-diam memakai tablet yang digunakan untuk menonton video latihan untuk mencari tahu tentang crush-nya yang sudah menjadi idola dari sebelum ia mulai fokus pelatihan. Ia tidak boleh menggunakan sosial media di ruang latihan, dia bisa membukanya di sekolah, tetapi 80% harinya diisi dengan peregangan, berdansa, dan bernyanyi di ruang latihan. Biasanya Shinyu—atau saat itu panggilannya masih Junghwan—akan membuka internet dan menyalakan mode penyamaran agar pencariannya tidak dapat dideteksi.

Orang yang Shinyu sukai, Sungchan, mengajaknya berkencan di hari terakhirnya menjadi peserta pelatihan di agensi tempat mereka bertemu pertama kali. Setelah kencan itu, Sungchan jarang menghubunginya, lebih tepatnya Shinyu lah yang menolak untuk dihubungi. Sungchan memberinya pesan sekali sehari dan Shinyu membalasnya setiap dua hari. Shinyu hanya berpikir akan sia-sia bila mereka memaksa untuk melanjutkan, ia hanya peserta pelatihan dan Sungchan sudah menjadi idola. Akan tetapi, efek sampingnya adalah Shinyu yang tidak dapat mengabaikan segala kabar Sungchan dari sosial media.

Apa yang akan terjadi jika Shinyu tidak menolak keberadaan Sungchan?

Shinyu menggigit bibirnya dengan tidak tenang saat melihat video Sungchan tengah memeluk salah satu anggota di grupnya. That person is so pretty, mungkin Sungchan sudah cepat melupakan Shinyu karena keberadaan lelaki itu. Imagine falling in love with your own member, pasti jauh lebih menyenangkan dari apa yang Shinyu rasakan sekarang.

Malam itu, hati Shinyu terlalu berantakan untuk langsung pulang ke tempat tinggalnya bersama peserta pelatihan lain. Beruntung manajer pelatihan dapat diajak bekerja sama atau mungkin kasihan dengan kekacauan Shinyu sehingga ia diperbolehkan untuk pergi ke Sungai Han dengan batas waktu hanya satu jam.

Sebotol susu menjadi teman Shinyu untuk melamun dengan pemandangan malam hari. Efek penenang pada susu membuat Shinyu sedikit rileks. Maniknya terpejam ketika merasakan angin yang menerpa wajahnya.

Tanpa terasa, sudah lewat 45 menit dan Shinyu sudah harus kembali. Ia melangkah pada jalanan familier yang tak membuatnya takut. Namun ia salah, sebab ia mendengar suara percakapan yang pemiliknya tidak asing. Jalanan familier itu kini membuatnya takut—takut disadari oleh pemilik suara yang sekaligus menjadi penyebab utama dirinya berada di Sungai Han sendirian.

Shinyu tahu pemilik kedua suara pada percakapan itu, Sungchan dan anggota grup yang Shinyu rasa cocok dengan Sungchan. Asal suaranya dari kanan dan Shinyu dapat lihat bahwa di sebelah kanan ada dua orang yang cukup tertutup kecuali pada wajah karena sedang menyantap ramen, tetapi masker mereka menggantung di telinga, mungkin sudah sedikit kotor terkena cipratan kuah ramen. Mereka makan di depan minimarket yang sepi—hanya ada mereka di sana.

Shinyu berusaha berjalan lebih cepat, ingin segera mencapai persimpangan dan berbelok di sana agar ia tak lagi merasakan presensi dua orang itu.

"Junghwan?" Demi Tuhan, sudah sisa beberapa langkah lagi menuju persimpangan. Shinyu memutuskan untuk tidak mengindahkan panggilan tersebut dan terus melangkah.

Dapat ia dengar percakapan yang lama-lama mengecil di belakang, "He doesn't want to see you, can't you see? Gak usah dikejar!" yang kemudian dibalas dengan, "Emangnya salah aku apa? It's been a year dan aku masih gak tau kenapa Junghwan menjauh kayak gitu."

Shinyu benci jalanan yang kosong karena suara dua orang itu bergema di telinganya.

"He's a trainee, Sungchan. Kamu kok gak paham-paham?"


Tahun 2024, Shinyu sudah secara resmi menjadi idola—selangkah lebih dekat dengan Sungchan, satu orang yang sungguh ia hindari. Debutnya sudah terlewat beberapa bulan dan kini grupnya telah merilis lagu baru. Shinyu sangat fokus ke grupnya, jangan percaya jika ada orang yang bilang Shinyu berkali-kali memeriksa tanggal grup Sungchan merilis lagu baru kemudian hampir menangis di pojok ruang latihan tatkala sadar kalau jadwal promosinya bersinggungan dengan Sungchan.

"Shinyu dan Kyungmin, kalian challenge dengan Sungchan ya. Be prepared."

Shinyu tidak pernah menjadi sangat pendiam sepanjang perjalanan menuju acara musik. Lelaki yang biasanya sibuk berlatih tarian dari grup lain untuk sebuah konten kini hanya termangu menatap guide video yang diberikan staf. Ia tak berhenti membayangkan sosok yang berada di tengah sebagai Sungchan dan ia serta Kyungmin di kiri dan kanan. Shinyu tidak tahu harus bersikap seperti apa, bahkan mungkin untuk menyapa saja ia sudah gelagapan.

Tanpa sadar, sudah waktunya ia merekam konten video pendek bersama dengan Kyungmin dan Sungchan. Shinyu menghela napas berat sebelum melangkah ke luar dari ruang tunggunya menuju tempat mereka akan mengambil video.

Shinyu terlalu gugup sampai ia harus menghitung setiap kali ia melangkahkan kakinya. Totalnya 237 langkah dari ruang tunggu menuju lorong luas yang menjadi langganan artis untuk mengambil video. Lelaki itu kini menelan ludahnya ketika melihat di seberang ada sungguhan ada Sungchan yang keringatnya tengah diseka oleh staf.

Menyadari keberadaan beberapa orang yang datang, Sungchan menoleh dengan tatapan manisnya, manik bulatnya seakan menyuruh Shinyu untuk berputar-putar di dalamnya. Spinning in the same orbit as a few years ago. Tidak ada yang berubah dari cara Sungchan menatap Shinyu, bahkan setelah tak saling sapa selama beberapa tahun.

Tak ingin terlihat sombong, Shinyu cepat-cepat menyadarkan diri kemudian membungkuk untuk beri sapa, diikuti oleh Kyungmin di belakangnya.

Shinyu memang selalu pemalu, tanyakan saja pada beberapa grup lain yang melakukan konten bersamanya, pasti ia tidak akan mengatakan apapun selain yang terkait dengan konten. Akan tetapi, kali ini bukan rasa malu yang buatnya diam dan banyak menunduk, perasaannya terlalu campur aduk sampai untuk bergerak saja tubuhnya jadi kaku.

"Nanti aku mau ajak kalian makan-makan." Perkataan itu membuat Shinyu kesulitan menyembunyikan keterkejutannya. Mungkin Sungchan mengatakan kalian, tetapi rasanya tatapan itu memberikan arti lain.

Tidak butuh waktu lama sampai rekaman mereka menyentuh kata sempurna sehingga sudah waktunya merampungkan pertemuan kemudian berpisah. Shinyu tak pernah merasa selega ini sebelumnya, ia sampai membantu beberapa stafnya membawa beberapa barang agar dirinya dapat cepat pergi dari sana.

Namun, saat Shinyu sudah melangkah pergi setelah memberi bungkukan terakhir, "Shin Junghwan," namanya dipanggil dengan nada rendah yang membuatnya mau tak mau membalikkan badan.

"Baca pesan aku habis ini, ya."


Jung Sungchan: Pas jam makan siang, makan bareng aku ya. I have a place around here.

Shinyu: Aku belum dapet izin manajer

Jung Sungchan: You have me. Nanti aku yang jemput kamu ke ruangan dan izin ke manajer.

Mana bisa Shinyu tidak jatuh cinta.

Notes:

maaf kalau kyk nyawit (aku lg uas)

Series this work belongs to: