Actions

Work Header

Breastfeeding training (a.k.a belajar cara memberikan nen)

Summary:

CANDLECHICKKK hidup mamah dan bunda

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Dua hari terakhir terasa berbeda dibanding hari lainnya. Pasalnya, saat ini warga Jagat Maya bertambah jumlahnya, dan ia adalah buah hati pertama Naia dengan istrinya. Cukup lama dari pertama kali mereka memadu cinta, kini hadir juga insan kecil di antara mereka. 

"Naia..." 

Nah, itu dia istri tercintanya. Naia langsung menoleh, mendekati Aya yang saat ini sedang bersandar pada kasur rumah sakit dengan putra kecil mereka dalam dekapan. 

"Kenapaa ayaa?~" tanya Naia sambil mengusap helai rambut tipis buah hati mereka dan memberikan kecupan-kecupan ringan pada pipi gembil kekasihnya. Kecintaan berat.

"Ihhh Naiaaa" Aya melempar gerutuan sebal, sesaat sebelum meringis kecil dan sedikit merunduk, menyentuh payudaranya tepat di sisi dimana putranya tiba-tiba berhenti menyusu. 

Ringis kecil dari istrinya membuat dahi Naia berkerut khawatir. "Apa yang sakit aya?" 

Yang ditanya menoleh, matanya berkaca dengan bulir air mata sudah memenuhi sudut matanya. Hati kecil Naia mulai menjerit panik, tetap tidak terbiasa dengan perubahan mendadak mood Aya walau sudah berjalan beberapa bulan terakhir ini. 

"Sakit Naia... baby bolak-balik lepas nete...." Aya merengek, tetes air mata mulai menuruni pipinya. Naia buru-buru menekan tombol bel untuk memanggil nurse yang sedang berjaga, dan mendekap Aya yang semakin deras tangisnya. 

"Bentar ya sayangg, coba kita tanya baby kenapa yaa.... Cup cup"

Tidak menunggu lama, sesosok perempuan dengan seragam warna hijau mengetuk pintu dan berjalan masuk ke ruang rawat Aya saat ini. "Ada yang bisa saya bantu?" Ujarnya lembut 

"Ini sus... katanya kalo lagi netein baby dadanya sakit, ada obatnya ngga ya?" Naia menjawab, mewakili Aya yang masih terisak kecil. 

"Sakit aja? ASI-nya keluar ngga bu?" 

Naia menoleh, mengamati Aya. Aya mengangguk sehingga Naia langsung menjawab "iya" 

"Ada keluhan lain?" 

"Oh ini! Sakitnya karena baby bolak-balik lepas pas nyusu, iya kan?" Naia kembali memastikan, Aya memberikan anggukan lain.


Nurse tersebut berpikir sejenak, kemudian kembali bertanya, "Maaf bu, boleh ditunjukkin gimana megang baby selama menyusui?" 

Naia bergeser dari posisinya guna memberikan ruang kepada nurse tersebut untuk dapat melihat lebih baik, tangannya masih pada pundak Aya, memberikan support sementara Aya kembali menggeser buah hatinya, memeragakan bagaimana ia menyusui bayi tersebut.

Belum lama Aya meletakkan putingnya ke dalam mulut bayinya, kenyotannya kembali terlepas. Aya meringis, sementara Naia berusaha untuk tidak terlihat terlalu panik. 

"Ohh..." 

"Gimana ya sus? Kasian istri saya ini" 

"Maaf bu, megang baby-nya saya bantu benerin ya. Mungkin si adek kurang nyaman posisinya makanya gamau nyusu lama-lama" Nurse tersebut berjalan ke sudut ruangan, mencuci tangan, kemudian kembali ke kasur tempat Aya bersandar.

"Izin ya bu, bayinya boleh dipegang seperti ini ya, telinga, bahu, dan kepada bayi dalam satu garis lurus. Seluruh badan bayinya ditopang ya bu, kepalanya dipegang pake lengan bawah ibu yaa kayak gini" Nurse  tersebut mengambil satu bantal, meletakkannya di bawah lengan kiri Aya yang memegang kepala bayi sebagai ganjalan, Dan bantal kecil lainnya di bawah lengan kanan Aya agar tangannya dapat memegang bayi dalam posisi horizontal. 

"Boleh dideketin ya bu, ini perut adeknya sama perut ibu ditempelin aja" tambahnya, sembari menggeser wajah bayi tersebut menghadap payudara, dan sedikit mengangkat kepala ringkih tersebut agar hidungnya berhadapan dengan puting

"Ikutin ya bu, coba jarinya bentuk huruf C gini" Aya mengikuti, dilanjut nurse yang kembali memberi arahan sambil memeragakan. "Jari-jari bu taro di dinding dada di bawah payudara kayak gini, terus jari telunjuk menyangga payudara, ibu jari di atas payudara. Nah, kebentuk kan huruf C kayak tadi bu? Jangan terlalu deket tapi posisi jari-jari ibu ke puting, biar si adek bisa nempel" 

"Nah, coba diangkat kepala baby-nya bu, sampe bibir baby nyentuh puting" Naia ikut manggut-manggut, sementara Aya hanya mengikuti. Bayi kecil tersebut membuka mulutnya lebar. Nurse langsung membantu mengangkat kepala bayi, menggerakkan dengan cepat bayi ke payudara ibunya, dengan sedikit reposisi agar bibir bawah bayi berada di bawah puting. 

"Kalo mulutnya udah kebuka kayak tadi langsung dimasukin aja ya bu. Tapi bibir bawahnya harus di bawah puting biar putingnya bisa nempel ke langit-langit mulut adeknya, jadi adeknya pas nyedot bisa nyusu banyak" tambahnya. 

"Ohh..." 

"Sekarang udah kerasa mendingan belum bu? Posisi perlekatan baby-nya yang baik begini ya bu. Masih tampak lebih banyak areola di atas bibir, mulut bayi terbuka lebar, bibir bawahnya terbuka ke luar, dagu bayi menempel pada payudara

"Ini juga keliatan baby-nya menghisap lebih baik ya. Isapannya lambat, dalam, ada istirahat" ujarnya, menunjuk pada leher bayi kecil pada dekapan Aya yang bergerak perlahan. "Pipinya juga tampak membulat ya waktu menghisap, ibu sekarang ngerasa lebih rileks ngga?" 

Aya mengangguk, jujur saja dia merasa nyaman dan sedikit mengantuk. Naia menghela nafas lega, akhirnya Aya tidak terlihat kesakitan lagi. 

"Syukurlah, berarti sudah kerasa ya refleks oksitosinnya, ibu juga keliatan udah lebih nyaman. Nanti kalo udah selesai nyusunya bayinya bakal ngelepas sendiri koknurse tersebut terseyum, mengevaluasi respon Aya dari pengamatannya. 

"Makasih ya sus" Aya menggumam pelan, suaranya melembut dan matanya mulai tertutup. Naia terkekeh kecil, membelai rambut coklat Aya dan ikut mengucapkan terima kasih. 

"Terima kasih kembali, senang bisa membantu. Semoga selanjutnya bisa lebih nyaman ya bu, saya izin keluar dulu" Jawabnya, sebelum meninggalkan ruangan.

Naia menoleh, memperhatikan teduh wajah Aya yang terlihat lebih tenang, sudah tertidur malahan. Diambilnya selimut yang terburai di tengah kasur, menyelimuti tubuh Aya, memberikan kecupan gemas. 

"Selamat tidur, ibunda" 

Notes:

maaf aku ga behave kalo liat bunda (dan nennya) tuing-tuing. Kepikiran stelah nonton ini: https://youtu.be/EfWY55ypX_Q?si=oeEFGDAYkNDU8fQY