Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-06-20
Words:
834
Chapters:
1/1
Comments:
5
Kudos:
61
Bookmarks:
2
Hits:
499

ttc (teman tapi cuddle)

Summary:

Ohyul nggak bisa tidur, lalu sebuah ide muncul di kepalanya.

Notes:

pas nonton 4shoboshow eps 7 kepikiran gimana kalo ohyul dan ryul cuddle? berusaha nyari di sini tp gak ada yang sepemikiran jadi dibuat saja lah…

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Waktu telah menunjukkan pukul dua pagi ketika Ohyul melangkah keluar dari kamar mandi. Handuk kecil yang melingkar di bahu Ohyul digunakan untuk mengusap wajahnya yang basah, matanya menatap lorong tempat mereka menginap yang telah gelap gulita. Kamera telah dimatikan tepat jam 12 malam tadi, mereka pun hanya bernyanyi dan berbincang sebentar sampai pukul satu pagi. Kini, tempat penginapan sudah hening, menyisakan suara beberapa staf yang masih merokok dan perbincangan diluar yang teredam oleh dinding.

Ketika Ohyul masuk ke dalam kamar tidurnya, lampu sudah mati, menandakan Woojin telah tertidur. Bisa dilihat dari bentuk selimut di kasur atas yang bergelembung dan dengkuran halus yang memenuhi ruangan. Setelah menggantung handuk di gantungan pintu, Ohyul terduduk di ujung kasur. Dia gunakan waktu menunggu kantuk menjemput dengan menggulir ponsel. Telah menjadi kebiasaan kecil yang ia lakukan setiap malamnya untuk sejenak berjumpa dengan dunia sosial media, dan membaca berita-berita tentang grupnya. Sebagai leader, Ohyul merasa ia punya tanggung jawab untuk menjaga nama group mereka, apalagi mereka baru saja debut belum genap enam bulan.

Melihat baterai ponsel yang sudah hampir menyentuh angka dua puluh, Ohyul memutuskan untuk menyudahi kegiatannya, ia pun menidurkan tubuhnya dan memejamkan mata. Namun entah berapa kali tubuhnya ia gulingkan kesana kemari, kantuk tetap enggan datang. Padahal tubuhnya sudah lelah akibat perjalanan panjang dan matanya pun sudah berat, tapi ia masih tidak bisa tertidur.

Setelah tiga puluh menit tanpa hasil, Ohyul terduduk di kasurnya, merasa sedikit frustasi. Besok—atau, pagi ini—mereka harus bangun pagi untuk kembali memulai rekaman, dan jika ia tidak tidur sekarang, bisa dipastikan besok Ohyul akan kelelahan mampus. Ohyul tidak mau itu, ia benci tidak bisa memberikan yang terbaik untuk para penggemar apalagi karena keteledorannya sendiri. Jadilah ia berpikir keras bagaimana cara untuk tertidur cepat. Dan sebuah ide muncul di kepalanya, sebuah ide yang seharusnya muncul pertama kali hingga ia merasa bodoh karena tidak terpikirkan sejak awal. Mungkin penyebabnya karena mereka tidak pernah melakukan hal ini diluar dorm dimana terdapat banyak orang yang kini berada dalam atap yang sama, Ohyul pun menjadi sedikit ragu. Namun ia berakhir tetap keluar dari kamar dan berjalan mengendap-endap menuju satu-satunya kamar tanpa pintu geser, kamar milik Ryul.

Satu ketukan, dua ketukan. Ohyul diam untuk mendengar sahutan, tetapi nihil. Ohyul termenung, memikirkan apakah ia harus tetap masuk atau berbalik kembali ke kamarnya. Belum sempat keputusannya bulat, pintu terbuka, menampilkan Ryul dengan baju putih longgarnya dan celana kain. Di kegelapan, wajahnya masih terlihat segar dengan gurat lelah di sisi-sisinya. Bisa Ohyul simpulkan bahwa Ryul pun tidak bisa tidur. Apakah karena kebiasaan yang telah mereka lakukan itu telah mengakar pada diri Ryul seperti bagaimana itu mengakar pada dirinya?

Tanpa banyak kata, mereka melangkah masuk ke dalam kamar. Ryul adalah orang pertama yang naik ke ranjang, sedangkan Ohyul hanya berdiri disamping—menunggu. Dan ketika Ryul sudah berbaring nyaman dan membuka tangannya, itu lah yang menjadi tanda untuk Ohyul untuk juga berbaring disamping Ryul.

Seketika hangat dapat Ohyul rasakan begitu tubuhnya telah menempel dengan tubuh kokoh Ryul—terasa nyaman, terlalu nyaman sampai Ohyul mengeluarkan hembusan nafas lega. Kepala Ohyul terkulai pada bahu depan Ryul, kedua tangannya secara otomatis bergerak melingkar lemah pada pinggang lelaki itu. Satu kakinya juga ia letakan diatas kaki Ryul, berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyisakan jarak sedikitpun. Sedangkan Ryul pun juga melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Ohyul—satu pada bahu, satu lagi berada pada pinggang Ohyul.

Mereka diam di dalam posisi itu selama beberapa saat, sesekali dapat Ohyul rasakan tepukan pada bahunya, membuat matanya tak kuat untuk terbuka. Tidur yang beberapa menit lalu terasa mustahil kini tampak begitu dekat, hanya dengan tepukan pada bahu dari Ryul dan kantuk seakan berlomba-lomba masuk ke dalam sistemnya, sunggu aneh.

Getar tubuh Ohyul mengundang Ryul untuk membuka matanya. Ia menoleh ke arah bawah dimana kepala Ohyul berada. “Kenapa?”

Dapat Ryul rasakan gelengan kepala Ohyul. “Nggak kenapa-napa. Ngerasa lucu aja gue bisa segampang ini ngantuk kalau tidur sama lo. Badan lo tuh, enak banget Ryul buat dipake guling,” jawabnya dengan nada yang semakin pelan menuju ujung kalimat. Tepat sebelum kehilangan kesadaran, Ohyul sempat berucap, “Makasih Ryul, lo emang temen terbaik gue.”

Kemudian hening. Ryul bisa merasakan dada yang menempel pada tubuhnya telah bergerak lambat. Ohyul tertidur, menyisakan Ryul dengan gumulan pikiran.

Tangan yang masih bertengger di bahu perlahan bergerak menuju rambut. Ryul mengelus rambut Ohyul perlahan, membuat tubuh yang berada dalam rengkuhannya semakin mendekatkan tubuh mereka. Dari rambut, tangannya bergerak turun ke pipi. Ia menggerak tangannya dengan sangat hati-hati, merasakan lembut kulit pipi Ohyul tanpa ingin membangunkan.

Teman? Tidak ada teman yang akan melakukan hal seperti ini untuk satu sama lain. Tidak ada teman yang mengetahui rasanya tidur berpelukan bersama. Tidak ada teman yang akan merasa nyaman dan langsung tertidur hanya dengan presensi teman lainnya. Namun mereka tidak akan menyentuh daerah itu untuk sekarang.

Ryul menghela nafas dan memejamkan mata. Masih ada jadwal yang harus dilakukan pagi nanti, pikiran-pikiran tentang ini ia sisihkan untuk malam-malam lain. Yang penting, masalah masalah kantuk tak kunjung datang yang mengganggu sejak pukul 1 tadi telah bertemu dengan solusinya.

Solusi yang dimaksud; Ohyul yang kini tertidur pulas dalam rengkuhannya.

Notes:

maaf kalo gak banyak interaksi yang gimana gimana, pure karena kepikiran rulnyul CUDDLEEEEE AAA GEMES BGT COK