Work Text:
Gemuruh langit terdengar kencang dari luar, bulir-bulir air hujan menerpa kaca ruang kelas tanpa henti. Matahari cerah tak terlihat sama sekali di jam yang seharusnya ia merajai dunia. AC kelas memberikan angin sepoi-sepoi disetiap hembusannya, membuat kelas yang hening terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Di hari-hari kelas 12 yang sibuk ini, waktu luang sesedikit apapun harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para murid. Maka saat Bu Nanik— guru PPKN— menyampaikan pesan ke ketua kelas bahwa ia berhalangan hadir hari ini, beberapa anak langsung mengeluarkan kumpulan soal UTBK dari tas dan beberapa yang lain langsung menenggelamkan kepala mereka ke meja, mengambil waktu ini sebagai istirahat tambahan membayar sesi belajar dini hari mereka.
Arjuna dan Yudistira adalah salah dua dari kategori pertama. Duduk bahu membahu di meja Arjuna setelah Yudistira mengusir Nakula (teman sebangku Arjuna) dengan sogokan KSK FamilyMart sebelah sekolah, Yudistira sedang berusaha keras fokus membaca teks LBI1 ke-40nya dalam tiga hari. Arjuna di sebelahnya masih sibuk dengan sub materi peluang di bukunya. Dengan kacamata yang merosot ke ujung hidung, kantung mata tebal, dan alis mengerut tanda usaha— di mata Yudistira, Arjuna lah yang paling menawan. Mata laki-laki berambut hitam itu mengerjap. Sekali, dua kali. Lalu ia menggelengkan kepalanya keras, berusaha mengusir kantuk yang sepertinya melanda seluruh kelas. Yudistira tertawa geli. Juna itu gemes banget.
Beberapa menit berlalu, Yudistira masih mencoba fokus menjawab soal di depannya.
Dalam peristiwa kebocoran soda api, sebagian NaOH bereaksi dengan karbon dioksida di udara menghasilkan senyawa padat putih— ah, Juna lagi benerin kacamata, lucu banget— ok fokus. Sering ditemukan sebagai produk reaksi basa kuat dengan CO2. Persen massa— Juna bersin lagi. Alergi dinginnya pasti kumat. Kasian banget gantengnya gue— Yudis, fokus. Persen massa unsur natrium dalam senyawa tersebut adalah?
A. Juna lucu.
B. Juna cantik.
C. Juna ganteng.
D. Juna pacar Yudis paling mantep.
E. Semua pilihan jawaban benar.
Yudis sepertinya sudah gila. Semua tulisan di buku latihan soalnya seakan berubah menjadi junajunajunajunaARJUNAPALINGCAKEP. Yudis beneran sudah gila dan tidak akan bisa mencapai target skor 700 karena terlalu terpikat oleh pacarnya. (Is it bad that he doesn't mind?)
Sebelum Yudis kembali mencoba fokus ke teks di depannya, ia dikagetkan oleh suara kencang dari sebelah kanannya. BRUK!—
Juna… Juna ketiduran?
Kepalanya yang tadi masih tegak dengan mata memicing fokus sekarang sudah menempel ke buku soal yang tengah dikerjakan. Tangannya masih menggenggam pensil mekanik merah kesayangannya, hanya sedikit lebih longgar tanda bahwa ia benar-benar sedang tidak sadar. Yudistira segera merapalkan syukur karena Juna tertidur menghadap dirinya— sebab ia bisa melihat bibirnya yang cemberut lucu, bulu matanya yang lentik, dan pipi tembamnya yang semakin gembul tertekan buku di bawahnya. Pacarnya Yudis lucu banget.
Sebenarnya, Yudis agak merasa bersalah menggila soal Juna yang ketiduran ini. Ia tahu, jika kekasihnya sampai ketiduran seperti ini, lelah yang dirasa sudah tidak tertahankan. Yudistira tau Arjuna hanya tidur beberapa jam tadi malam karena timer aplikasi Yeolpumta 2-nya yang masih menyala di jam 2 pagi saat Yudis bangun untuk ke kamar kecil. Yudistira juga tahu kalau sebelum itu, Juna baru pulang les jam 9 malam. Namun melihat pacarnya yang cantik ini menggigil kecil di tidurnya sambil hidungnya mengerut geli, Yudistira tidak bisa menahan cintanya. Benar-benar segemas itu.
Maka Yudis melepas jaket hijau kesayangannya dan menyelimutinya ke tubuh kesayangannya yang lain, memastikan lengan Arjuna yang terekspos kembali hangat. Ia pun merebahkan diri di meja, mengambil tangan yang tergeletak lemas di sebelahnya, lalu menatap kesayangannya yang sudah jauh di alam mimpi. Pasti Arjuna kesal tidak dibangunkan karena ketiduran di waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar. Mungkin ikut tidur adalah rencana yang baik. Arjuna tidak akan marah pada kekasihnya yang sedang terlelap, bukan?
Bergandengan tangan di kelas yang dingin dengan hujan yang terus turun di latar belakang, Yudistira diam-diam tidak setuju dengan opini orang-orang kalau masa kelas 12 adalah masa paling menderita. Iya, ia sudah muak dengan 500 paket soal yang harus ia pelajari, tapi pacarnya sangat lucu dan masih mencintai dirinya. What more could he ask for?
(Mungkin, lolos UTBK bersama sang terkasih. Amin!)
