Actions

Work Header

serana

Summary:

“Janji jangan pergi dulu ya, Kak?”
“Tetap di sini sama aku, sampai besok dan seterusnya.”

Notes:

hai! terima kasih sudah membaca! cerita ini pernah aku publish di twitter! kritik dan saran dibutuhkan ^_^
( day 1 membangun bangsa doshin agar menjadi bangsa fenomenal, ikon ibu kota dan bangsa yang besar )

Chapter 1: Kembalilah ke tempatku menanti, Sebelum waktu menuntut mati

Chapter Text

Debur ombak memecah keheningan malam, bergema di bawah langit tempat bulan bersinar terang. Dunia tampak begitu tenang dan berbanding terbalik dengan kekosongan yang Junghwan bawa di dalam raganya.

Sesekali, dingin air laut menyapu ujung sepatunya. Sensasi basah itu terasa seolah ombak sedang mengulurkan tangan, mengajaknya bermain, menariknya perlahan, dan memanggilnya.

Jam di ponselnya menunjukkan pukul dua belas tepat, layar nya berulangkali menyala, chat dari teman-temannya masuk. Tetapi Junghwan tetap fokus dengan langit malamnya. Lagi, layar itu kembali menyala, ada panggilan masuk. Tampak kontak bernama Jihoon dengan emoji ubur-ubur terlihat jelas disana. Sudah lama ya aku disini?, pikirnya. Junghwan tersenyum tipis. Ia meraih ponselnya, lalu menggeser tombol hijau. 

“Kak, pulang …” itu suara Jihoon, adiknya. Suaranya bergetar, terdengar jelas di telinga Junghwan. Anak itu menangis. Alih-alih bertanya mengapa Jihoon menangis, Junghwan malah tertawa, mengejek.

“Tidur, cil. udah malem ini. mau jadi apa kamu kalau suka begadang?” itu hal favorit Junghwan, mengejek Jihoon.

“….” Tidak ada jawaban, hanya terdengar isakan diujung sana. “Kak, ayo pulang …” Jihoon kembali berkata. “Kak, besok Jihoon ada lomba dance. Kakak gak mau dateng?”

“Kakak mau, tapi kakak sendiri gak yakin bisa dateng tepat waktu .. ” “Kakak harus dateng! aku gak masalah kakak mau dateng waktu final atau waktu aku terima piala! kak ayo pulang! Jihoon kangen ...” tangisan itu terdengar kencang.

“Jihoon sama Youngjae dulu ya? sama yang lain juga. kakak masih lama disini …” Junghwan menghela nafas, tanpa menunggu jawaban Jihoon ia sudah menekan tombol merah. Mematikan panggilan secara sepihak. Junghwan yakin, teman-temannya menjadikan Jihoon sebagai senjata akhir untuk membujuknya pulang, tapi;

 

 

Hanya Dohoon yang dapat membuat Junghwan pulang, Dohoon langit malamnya.