Actions

Work Header

Library, Afternoon

Summary:

Hanya Cyrene yang diminta menyiram bunga di perpustakaan sekolah pada sore hari dengan Anaxa yang masih terduduk di perpustakaan sampai sore.

Notes:

Ini rarepair beneran hampir ngga ada sampai aku sendiri yang harus tulis... Aku harap aku bisa tulis ini dalam bahasa Inggris juga, tapi kayaknya sulit

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Aroma buku tua, cahaya sore yang menguning menembus jendela dan menyinari lembaran kertas yang Anaxa baca. Anaxa duduk di salah satu pojokan perpustakaan, dekat dengan jendela yang menyapa rambut hijau kelabunya dengan angin lembut.

Keheningan dalam perpustakaan sekolah yang sudah sepi membuat pikirannya dapat mengalir lebih jernih dalam mempelajari buku yang ia pilih untuk baca. Matanya tertuju pada tiap kata dan kalimat yang tertulis dalam kertas putih.

Telinganya yang masih tajam lansung menangkap suara pintu perpustakaan yang terbuka. Anaxa menengok ke arah belakang. Perempuan dengan rambut panjang berwarna merah muda dengan kulit putih.

Kalau Anaxa tidak salah, seharusnya perempuan itu bernama Cyrene, teman dekat Phainon.

"Ah, masih ada orang di perpustakaan?"

Suara Cyrene menyapa indra pendengaran Anaxa. Suara Cyrene itu pelan dan melankolis. Paling tidak, itu yang gendang telinga Anaxa rasakan.

"Ah, iya. Aku masih akan menyelesaikan satu buku lagi."

Kepala Cyrene mengangguk pelan mendengarnya. Anaxa menatap ke arah Cyrene, perempuan itu membawa sebuah gembor berwarna merah. Tebakan Anaxa, untuk menyiram tanaman di sekitar ruangan ini.

Netra Anaxa kembali difokuskannya pada buku yang lembaran demi lembaran dibuka oleh jarinya. Matanya dan otaknya cepat menangkap, ia tak perlu berlama-lama tinggal dalam satu halaman.

"Ana...xagoras. Boleh agak menggeser? Aku ingin menyiram bunga yang ada di depanmu."

Anaxa lansung berdiri dan bergeser, membiarkan Cyrene meraih bunga yang ada di depan mejanya.

"Anaxa saja tidak apa."

Anaxa sedikit mencoba membalas keramahan Cyrene. Senyuman kecil terukir di bibir Cyrene.

Penglihatan Anaxa tidak bisa diam saja. Ia yang tengah menunggu Cyrene selesai menyiram akhirnya memperhatikan suasana sekitar perpustakaan. Fokus Anaxa awalnya tertuju pada mata Cyrene. Magnetis. Warna seperti galaksi disertai dengan bulu mata panjang. Selanjutnya, ia tertuju pada bunga yang Cyrene siram, warna bunganya yang paling berbeda.

"Yang merah muda namanya bunga Hyacinth. Yang merah muda punya makna kebahagiaan, kelembutan, kasih sayang." Cyrene menjelaskan sambil menyiram bunga tersebut dengan jari lentiknya, seolah ia baru saja membaca pikiran Anaxa.

Merah muda, lembut. Pikiran Anaxa lansung tertuju pada sosok perempuan di depannya. 

"Mirip kamu." Kalimat itu terucap dari mulut Anaxa. 

"Ha... haha!" Cyrene terkekeh mendengarnya. Ucapan Anaxa dibalas dengan tawa kecil Cyrene. 

"Sudah, kamu bisa kembali duduk, Anaxa."

Anaxa menarik kembali kursinya dan duduk. 

"Mari kita berbicara kembali lain waktu, Anaxa."

Sinar sore hari itu menerangi kulit putih Cyrene. Mata galaksinya semakin bersinar, rambutnya mencerlang. Secara sederhana—Cyrene terlihat lebih bersinar seperti bintang dengan semilir angin yang membelai rambut merah muda Cyrene. 

"Selamat tinggal."

Itu kata-kata terakhir yang Cyrene ungkap sebelum siluetnya benar-benar menghilang total dari pandangan Anaxa. Anaxa hanya terdiam. Suasana hangat di sore hari membuat pertemuan singkat tersebut terasa lebih meresap, ditambah dengan dan suasana penuh ketenangan di antara mereka.

Tepat saat Anaxa ingin lanjut belajar, suara langkah kaki kembali terdengar.

"Yo, kak Anaxa!" sapa Phainon dengan santai.

"Anaxagoras, bodoh."

Tanpa melihat, Anaxa sudah dapat merasakan ekspresi Phainon yang jadi agak lesu, ditambah dengan helaan napas yang terdengar.

"Kak, pulang. Sekolah sudah mau tutup."

Anaxa bangkit dari kursinya, menutup buku dan berjalan mengembalikannya ke rak.

Aroma buku di sekitar sedikit tercampur dengan aroma manis floral yang segar.

Ah, Cyrene memang orang yang memorable.

"Kak, jangan bengong. Ayo, kecuali kalau kakak mau nginep di sekolah..."

"..."

"Kak Anaxagoras."

Anaxa akhirnya menengok ke arah Phainon.

"Huh? Oke, oke. Ayo kita pulang."

Notes:

Hope it's enjoyable, anyway is Cyrenaxa shipper exist here?