Work Text:
Sera membuka pintu apartemennya setelah mendengar suara ketukan pelan dari arah pintu sana. Sera tersenyum, melihat atensi Leo yang cukup sedikit berantakan, rambutnya berantakan terkena angin malam karena mengendarai motor, dengan satu paperbag ditangannya.
“Ayo masuk.”
“Enggak bisa langsung peluk ya, Kak?” tanya Leo.
“Malu dong, masa di depan pintu gini?”
Sera menuntun Leo untuk masuk ke apartemennya, memang tak jarang Leo mampir ke sana, atau bahkan bisa dibilang hampir setiap hari. Alasannya—karena Leo kangen, Leo ingin bertemu, Leo ingin dengan Kak Sera-nya.
“Leo bawa apa?”
“Oh! Bawa salad sama o-wings buat Kak Sera. Leo takut Kakak belum makan..”
“Ayo kita makan bareng.”
Leo menganggukan kepalanya menurut, ia pergi mengintili Sera ke dapur. Sudah seperti anjing dan majikan saja.
:p
“Kakak..” Sera yang tengah anteng menonton TV di depannya, menoleh ke arah Leo dengan ekspresi bingung. “Kenapa?”
“Mau peluk..” rengek Leo.
Sera terkekeh geli. “Sini, Aku lupa kalau Leo lagi manja.” Sera merentangkan tangannya seolah menyuruh Leo masuk ke pelukannya. Yang tentu diterima baik oleh Leo.
Leo menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Sera, tangannya memeluk pinggang ramping kencang milik Sera, ia mengendus leher Sera yang begitu wangi. “Kakak mandi ya tadi?”
Sera yang tengah mengelus surai lembut Leo, mengangguk. “Iya, waktu Leo kesini, Aku mandi dulu. Wangi ya?”
Leo mengangguk setuju. “Wangi banget.. Suka..” lirih Leo.
Sera mendengus geli, ia tetap fokus pada tontonannya dan atensi besar Leo yang terus menjahilinya. Tak urung ia tetap mengelus surai halus Leo pelan.
Leo seolah candu, ia fokus menghirup rakus ceruk leher milik Sera. Sesekali mengecupinya, menjilat, bahkan menggigit kecil. “Udah mulus lagi lehernya, Leo taruh yang baru lagi nggakpapa ya?"
Sera mendengus namun ia tetap mengangguk. “Enggakpapa, kan besok di rumah.”
Leo yang mendapat lampu hijau, langsung menjalankan aksinya. Ia mengecup, dan menggigit hingga menaruh jejak merah keunguan di sana. Lenguhan yang diberikan Sera, ah.. Leo benar-benar menyukainya.
“Leo nggak gerah pakai hoodie terus?”
Leo menggeleng, ia masih ingin bermanja pada Sera. “Leo cuman pakai hoodie, nggak pakai baju dalaman lagi, Kakak emang tahan?” ejeknya.
“Apaan?”
Leo dengan perlahan bangkit dari pelukan Sera, ia sejenak menatap tanda yang ia berikan pada Sera dengan tatapan bangga. Leo dengan perlahan membuka hoodie nya perlahan.
Sera kembali menarik hoodie Leo dengan muka yang agak memerah. “Kok nggak pake baju sih?!”
Leo terkekeh, ia kembali masuk kedalam pelukan Sera. “Kakak dibilangin enggak percaya..”
“Yakan.. Pakai baju aku deh yaa?”
“Baju Kak Sera kecil ah, nanti sobek gimana?”
“Ihh, ambil yang oversize, kan aku adaa.. Mau?”
“Nanti.. Leo masih kangen..”
