Actions

Work Header

Liburan Musim Panas

Summary:

Setelah menyelesaikan rangkaian world tour yang panjang dan melelahkan, para member Enhypen akhirnya mendapat jatah waktu liburan selama sebulan. Semua member sudah merencanakan liburan mereka masing-masing, termasuk Sunghoon dan Sunoo yang berniat untuk pergi berduaan.

Notes:

Seluruh cerita, plot, dan interaksi di dalamnya adalah fiksi dan tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata para idola asli.

Work Text:

Enhypen mengadakan world tour dari Q3 2025 sampai Q2 2026. Sekarang, mereka akhirnya dapat waktu beristirahat selama sebulan sebelum harus kembali berlatih dan menyiapkan lagu baru di Q4. Semua member sudah merencanakan liburan mereka masing-masing, termasuk Sunghoon dan Sunoo yang berniat untuk pergi berduaan.

Rencana ini sempat memicu keributan di antara member. Mereka kurang setuju bila Sunghoon dan Sunoo liburan berdua karena itu sama saja tidak memberikan waktu istirahat untuk manager. Kalau member lain liburan sendiri-sendiri, mereka tidak memerlukan pengawasan khusus karena bisa menjaga diri. Namun, situasinya berbeda untuk Sunghoon dan Sunoo. Fans sudah mulai menaruh curiga pada kedekatan mereka, sehingga akan sangat beresiko jika hubungan mereka akan terungkap sekarang. Member lain sempat memberikan opsi kalau memang tidak mau bersama manager, ada member yang rela berkorban jadi nyamuk selama sehari dua hari. Tapi sunghoon tetap kukuh. Ia ingin menghabiskan waktu berduaan saja dengan Sunoo dan berjanji akan ekstra hati-hati. Sunoo sendiri sebenarnya sudah sangat pusing menghadapi perdebatan ini dan sempat berniat untuk liburan sendiri saja. Namun, ia tahu Sunghoon pasti akan sangat ribut dan mengeluarkan drama tidak penting jadi Sunoo pasrah saja.

Setelah perdebatan panjang, keputusan akhir berpihak kepada mereka, Sunghoon dan Sunoo diizinkan liburan berdua. Sunghoon tentu saja sangat senang. Biarpun seminggu sebelum keberangkatan, mereka terus-menerus direcoki dan diingatkan hampir tiap hari, Sunghoon rela menahan menghadapi itu semua untuk bisa mewujudkan keinginannya.

Walaupun member sangat merecoki mereka, sebenarnya sangat peduli pada hubungan Sunghoon dan Sunoo. Mereka bahkan berencana pergi ke bandara dan memilih tanggal liburan yang sama demi mengecoh fans ataupun penguntit. Sunghoon dan Sunoo juga sengaja memilih rute penerbangan yang berbeda sebelum bertemu di tujuan akhir yang sama. Mereka memilih negara China sebagai destinasi liburan. Mereka berencana mengunjugi kota Chengdu dan Jiuzhaigou. Sunghoon memilih rute penerbangan Seoul-HongKong-Chengdu, sedangkan Sunoo memilih rute penerbangan Seoul-Shanghai-Chengdu. Semua ini sudah direncanakan dengan sangat matang.

Hari keberangkatan pun tiba. Seluruh member tiba di Bandara Incheon dengan kendaraan masing-masing. Manager mereka tetap ikut untuk mengantar, tapi hanya sampai lounge bandara untuk memastikan situasi aman dari fans ataupun penguntit. Karena jadwal penerbangan berbeda-beda, satu persatu dari mereka mulai terbang ke tujuan masing-masing.

Sunghoon yang sudah duduk di kursinya mengabari Sunoo begitu pesawatnya bersiap untuk lepas landas.

[hoon] ay, pesawatku udh mau boarding.
[noo] safe flight ya, bubub🤍
[hoon] udh aku blg ke pak pilotnya bawa pesawatnya hati2, soalnya aku msh mau cium my ayang sampe puas🥰 kamu jg safe flight ya, ay.. ntar kita ketemu lg, duh bs ngebut nggak ya pesawatnya, nggak sabar ketemu my ayang😔
[noo] gausa alay deh, udah duduk tenang di pesawat, bsk udah ketemu.. makasih bub, babayy.. udah gausah dibales lg, kamu simpen hpnya

Sunghoon menuruti perintah Sunoo. Ia tidak mau kekasihnya merajuk saat mereka bertemu nanti. Meskipun tangannya gatal ingin membalas seperti biasanya, dengan rentetan emoji hati atau reaksi stiker. Tidak lama setelah itu, giliran pesawat Sunoo yang terbang menuju Shanghai sesuai jadwal.

Lompat ke hari H penerbangan mereka menuju Chengdu. Keduanya terbang pada jam yang berbeda dari kota asal masing-masing. Pesawat Sunghoon tiba di Chengdu lebih awal, sehingga ia menunggu di salah satu gerai minuman di bandara. Pesawat Sunoo akan tiba menjelang sore.

Setengah jam telah berlalu sejak pesawat Sunoo mendarat. Sunoo masih harus mengurus bagasi terlebih dahulu. Sunghoon sendiri sudah menunggu di area kedatangan sambil memantau posisi pesawat di aplikasi radar. Sebagai catatan, Sunghoon dan Sunoo sejak menuju bandara untuk terbang ke Chengdu sudah memakai penyamaran rapat agar aman dari sorotan fans. Begitu Sunghoon melihat sosok Sunoo yang mendekat ke arah pintu kedatangan, seketika senyumnya merekah lebar. Ia benar-benar merindukan kekasihnya. Sunghoon menyambut Sunoo dengan pelukan hangat yang langsung dibalas Sunoo sama hangatnya.

Setelahnya mereka keluar dari area bandara dan memesan taxi online menuju hotel. Mereka akan check in dan menaruh koper mereka terlebih dahulu sebelum pergi keluar lagi untuk mencari makan malam. Setelah makan mereka kembali ke hotel untuk beristirahat untuk mempersiapkan tenaga mereka liburan di Chengdu.

Hari ini agenda mereka adalah pergi ke kebun binatang. Sunoo sangat ingin melihat panda tetapi juga ingin melihat satwa lainnya jadi mereka memilih kebun binatang biasa ketimbang pusat penangkaran panda. Untuk menuju ke sana, mereka naik subway. Sepanjang perjalanan di subway, Sunghoon tidak berhenti menggoda Sunoo. Sunghoon menoel pipi sunoo, mendekat untuk berusaha mencium pipi Sunoo di balik masker, memegang tangan Sunoo dan mengecup punggung tangan Sunoo. Semua itu dia lakukan berulang kali. Sunoo sampai harus memperingatkan mereka bahwa mereka sedang berada di tempat umum. Kali ini mereka keluar hanya memakai masker dan memakai outfit santai yang tidak terlalu mencolok agar tidak memancing perhatian. Walaupun di China, di hampir semua tempat ramai dan tingkat kepedulian terhadap orang asing cenderung cuek, tapi mereka tetap harus waspada.

Setibanya di kebun binatang mereka masuk setelah melewati gerbang pemeriksaan tiket dan kartu identitas. Sepanjang hari di sana, Sunoo tidak bisa menyembunyikan binar kagum melihat berbagai satwa. Semua hewan berada di dalam kandang yang aman jadi mereka bisa santai untuk berkeliling.

“Ay, mau beli cemilan nggak?” tanya Sunghoon.
“Nggak. Kita beli makanan yang berat aja nanti sekalian makan siang, lagian udah deket jam makan siang juga.” sahut Sunoo.
“Yauda yuk, mau langsung pulang aja?”
“Boleh, udah puas juga aku lihat-lihatnya.”

Mereka akhirnya meninggalkan kebun binatang dan mencari tempat makan siang sekitar area tersebut. Menu makan siang hari ini ayam kuah mala yang disajikan dalam pot besar. Sunoo yang pencinta makanan pedas tentu saja sangat bersemangat berbeda dengan Sunghoon yang tidak terlalu suka pedas. Sepanjang makan, Sunghoon tidak berhenti menyedot ingusnya dan mengibas-ngibas lidahnya kepedasan.

“Ay, kok kuat banget makan sepedes ini? Aku udahan ya makannya, mau abisin aja nasinya.”
“Masih banyak ini ayamnya, bantuin aku, nggak bakalan abis sendirian.”
“Nggak kuat aku, ay. Pedes banget.”

Melihat kondisi Sunghoon, Sunoo jadi tidak tega. Ia lalu mengeluarkan ponselnya untuk memesan minuman di gerai minuman yang berada di sebelah restoran. “Aku pesenin milk tea buat kamu, tapi kamu harus bantuin aku habisin ya, nggak apa pelan-pelan aja makannya.”  
“Yauda, mana sini HP kamu? Biar aku yang ambil pesenannya ke sebelah. Tungguin aku.”

Tidak lama kemudian Sunghoon ke meja mereka membawa segelas minuman.

“Ay, kok cuma satu pesennya? Punya kamu mana?” tanya Sunghoon heran.
“Buat kamu aja, ayo makan lagi.” ucap Sunoo sambil tersenyum manis.

Sunghon menarik napas dalam-dalam untuk mempersiapkan diri menghabiskan makanan mereka. Setelah beberapa saat, makanan mereka habis tak bersisa. Sunghoon benar-benar menghabiskan lebih dari setengah porsinya dan untungnya milk tea yang Sunoo pesan sangat membantu meredakan rasa terbakar di lidahnya.

“Habis ini ke tempat milk tea viral itu, ya? Kan aku belum minum yang manis-manis hari ini.” ucap Sunoo memelas.  
“Emang harusnya aku udah curiga pas kamu cuma pesan satu gelas tadi.” Sunoo hanya menyengir mendengar sindiran halus Sunghoon.

Begitu tiba di gerai milk tea viral yang dimaksud Sunoo, ternyata antreannya cukup panjang. Di depan mereka berdiri sekitar dua puluh orang lagi sebelum mereka bisa mencapai counter kasir. Gerai tersebut tidak menyediakan opsi pesan online dari aplikasi maupun pemindaian kode barcode. Karena tempat itu tiap hari ramai, lebih baik menerapkan sistem antrean manual umtuk menerima pesanan demi mencegah pesanan membludak. 

Cuaca hari ini terasa sangat terik. Namun, sepanjang mereka antre, Sunghoon sama sekali tidak berniat melepaskan pelukannya dari belakang tubuh Sunoo. Sunoo mulai merasa kegerahan, bukan hanya karena cuaca melainkan juga karena tubuh Sunghoon yang terus menempel.

“Hoon, bisa longgarin dikit nggak pelukannya, aku tuh kegerahan. Emang kamu nggak ngerasa panas apa?” keluh Sunoo.
“Nggak kok, aku deket kamu adem-adem aja.” cengir Sunghoon.
Sunoo pun tidak habis pikir mendengar gombalan konyol Sunghoon.

Meski suka menggoda, Sunghoon tetap tahu situasi. Ia berinisiatif mengambil kipas portable di tas selempang kecilnya lalu mengarahkan kipasnya ke Sunoo. 

Setelah menunggu sekian lama, tiba juga giliran mereka. Sunoo memesan menu milk tea rekomendasi dari orang-orang di Instagram. Setelah staf selesai meracik pesanan, Sunoo menerima dengan mata berbinar, ia langsung mencobanya di tempat. 

“Wahh, enak banget. Pantes viral. Ih tapi aku nyesel cuma pesen satu, harusnya sekalian dua yang ukuran besar.”
“Cukup, ay. Jangan banyak-banyak. Aku tahu kamu suka tapi kita nanti coba tempat milk tea yg lain lagi.”
“Oh, iya. Kan misi kita ke China emang mau cobain semua milk tea di sini.”

Sunghoon meringis ngeri mendengar penuturan semangat Sunoo, membayangkan kadar gula yang akan mereka konsumsi, tapi ia bisa buat apa selain mengiyakan semua permintaan Sunoo. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan Sunoo. Sisa hari itu mereka habiskan dengan berjalan-jalan di pusat kota yang bisa dijangkau dengan subway atau jalan kaki sebelum akhirnya mereka kembali ke hotel.

“Ay, kamu mau mandi dulu apa beres-beres barang dulu?” tanya Sunghoon begitu tiba di kamar.
“Mandi dulu. Aku duluan ya. Kamu sambil nunggu aku mandi, bisa mulai beres-beres barang. Besok kita check out terus harus ke Jiuzhaigou naik kereta pagi-pagi.”
“Iya, ay. Yauda kamu mandi sana.”

Setelah keduanya selesai mandi bergantian, mereka mulai mengemas barang-barang ke dalam koper untuk bersiap esok harinya menuju ke Jiuzhaigou menggunakan kereta cepat. 

Pagi-pagi sekali mereka turun ke lobi hotel untuk check out lalu memesan taxi online menuju stasiun kereta. Di stasiun, mereka masih harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya naik kereta yang membawa mereka ke tujuan. Begitu tiba di stasiun pemberhentian, mereka masih harus melanjutkan perjalanan naik bus yang sudah dipesan sebelumnya. Karena Jiuzhaigou berada di pegunungan, jalurnya hanya bisa dilewati mobil atau motor. Untungnya bus yang mereka naiki bisa mengantar ke dekat area hotel mereka menginap.

Karena sudah larut malam saat mereka tiba di hotel, mereka memutuskan memesan room service, layanan pesan antar sudah tidak tersedia apalagi daerah itu bukanlah area keramaian seperti pusat kota.

Esok harinya mereka mengunjungi tempat wisata. Jiuzhaigou adalah tempat yang terkenal dengan keindahan alamnya. Berada di dataran tinggi suasanya tetap sejuk walaupun sekarang sedang musim panas. Sejak masuk kawasan wisata, Sunghoon dan Sunoo tidak berhenti terpukau melihat pemandangan di sana.

“Bubub, fotoin di sini.”
“OK.”  
“Lagi di sini.”  
“OK.”

Sedari tadi Sunghoon sibuk memfoto Sunoo, semua sudut dan tempat yang Sunoo inginkan ia turuti. Sunoo pun puas melihat hasil jepretan Sunghoon.

“Bubub, ayo foto bareng.” ajak Sunoo kemudian.
“OK.” kali ini Sunghoon menyahut dengan lebih bersemangat. 
“Minta tolong orang, fotoin kita berdua." "OK, ay. Bentar aku cari orang dulu.” Dengan modal bahasa mandarin seadanya Sunghoon berhasil menemukan orang yang sekiranya bisa dimintain tolong. Setelah mendapatkan foto yang diinginkan dan mereka mengucapkan terima kasih ke orang tersebut, mereka melanjutkan berkeliling di sana.

Karena sudah sore dan tempat wisata hampir mau tutup, akhirnya mereka keluar dari kawasan wisata. Mereka berjalan kaki mencari tempat makan malam. Setelah makan, mereka pulang ke hotel dengan memesan taxi online.

Besok paginya mereka harus kembali check out dari hotel dan menuju ke kota menggunakan bus yang sama. Di dalam bus keduanya tertidur karena harus bangun lebih pagi ditambah perjalanan menuju stasiun memakan waktu cukup lama. Meski mereka tidur, mereka tidak memutus genggaman tangan mereka sama sekali.

Awalnya kursi seberang mereka kosong namun di tengah jalan, seorang penumpang pindah dan menempati kursi tersebut. Orang tersebut sempat melihat tautan tangan mereka berdua, bukan merasa risih, ia justru tersenyum geli melihat kedekatan pasangan di depannya. Sunghoon yang matanya masih setengah tertutup menyadari perhatian itu. Jadi dia sedikit mengubah posisi duduknya untuk menyembunyikan genggaman tangan mereka di balik jaket.

Setibanya di stasiun mereka langsung menyambung perjalanan dengan kereta menuju Chengdu. Setibanya di Chengdu, karena sudah waktunya boleh check in, mereka memutuskan pergi ke hotel untuk check in dan menitipkan koper mereka di resepsionis karena mereka ingin langsung pergi jalan-jalan tanpa naik ke kamar mereka terlebih dahulu.

Destinasi kali ini, mereka mengunjungi Pop Mart Store. Sunoo ingin membeli beberapa blind box. Menurutnya karakter-karakter di Pop Mart China jauh lebih lucu.

“Aku boleh ambil berapa?” tanya Sunoo dengan nada suara yang sengaja dibuat imut.  
“Boleh ambil semau kamu, ay.” jawab Sunghoon santai.
“Beneran, nih?” tanya Sunoo lagi memastikan.  
“Hmmm…” jeda Sunghoon sengaja menggantung jawabannya.
“Ih, kamu mah…” rengek Sunoo manja.

Sebenarnya Sunghoon hanya ingin menjahili Sunoo saja, ia sama sekali tidak keberatan membelikan apapun untuk Sunoo.

“Bercanda, ay. Kamu beneran boleh ambil semau kamu kok.”

Mendengar lampu hijau dari Sunghoon, senyum Sunoo langsung merekah lebar. Sunoo segera memanfaatkan momen itu, jalan-jalan berkeliling Pop Mart memilih karakter apa yang ingin ia beli.

Ada lima kotak yang Sunoo pilih yang kemudian ia serahkan semua barangnya kepada Sunghoon untuk dibayar di kasir.

Setelah puas belanja, mereka mencari gerai milk tea yang ingin mereka coba. Kali ini mereka memesan dua gelas dengan dua varian rasa berbeda. Keduanya menikmati suasana malam kota yang hidup sebelum akhirnya kembali ke hotel.

Keesokan harinya adalah jadwal mereka untuk kembali ke Seoul. Namun, rute penerbangan mereka sengaja dialihkan transit melewati Macau terlebih dahulu. Semua member sebelumnya sudah sepakat untuk pulang bersama-sama dari Macau menuju Seoul demi meredam kecurigaan fans.

Setibanya di Macau seluruh anggota berkumpul untuk makan malam bersama di restoran yang sudah direservasi jauh-jauh hari. 

”Nah, ini dia tokoh utama kita baru datang.” seru Ni-ki heboh begitu melihat Sunoo dan Sunghoon masuk.

Sunghoon yang mendapat sambutan meriah, langsung melambaikan tangannya dengan senyuman bangga.

”Nyengir terus, awas gigi lu kering.” decak Jay melihat tingkah kepercayaan diri Sunghoon.  
“Ya gimana ya boss, abis liburan berduaan sama ayang nih.” sahut Sunghoon pamer. 
“Yang lagi perang dingin, mana relate.” ucap Sunghoon menambahkan dengan nada tengil sambil matanya melirik ke arah Jay dan Jake bergantian. 
“Yah, hyung.. pake diingetin. Tuh mukanya Jake hyung udah makin merengut.” sahut Jungwon mengompori.  
“Apaan sih? Nggak ya.” bantah Jake tidak terima.

Makan malam bersama mereka berlangsung penuh dengan canda tawa dan obrolan seru. Walaupun ada keributan kecil tapi tidak mengurangi kehangatan dan keakraban mereka malam itu. Sementara soal perang dingin yang sempat disinggung Sunghoon tadi, biarlah  disimpan untuk menjadi cerita di lain waktu.