Work Text:
Tim putih membubarkan riungan. Berbekal kepercayaan seadanya. Menang menjadi prioritas ke sekian di belakang ambisi yang penting lawak aja dulu, seperti pepatah Seoyeon.
Kedua belas orang berbaris sejajar dengan anggota tim biru di seberang. Tersenyum getir. Mengambil posisi ancang-ancang yang ditegas-tegaskan, aslinya baru bersitatap saja bikin gemetar sebadan-badan.
Xinyu berdiri paling ujung. Menebak-nebak siapa saja yang akan bertahan di sekeliling marshmallow segede gaban itu. Bagaimana cara menghindarinya sambil berharap pada secuil harapan untuk kemenangan kelompok yang didominasi cimit-cimit lunglai.
Sekali tarikan napas panjang. Dan ...
Prit!
Peluit ditiup. Semua orang buru-buru berpencar. Si paling cekatan menyerang, gesit menghindari tangan berjaga di sana-sini. Sisanya lekas ke belakang, menjulang, menjadi barikade untuk otonomi sendiri.
Badan bongsor perempuan China itu berlari maju. Menggocek sekumpulan botol Yakult nan imut yang menghadang. Sesekali ia akan membantu Kaede maupun Sullin yang ingin memanjat, biar lebih memudahkan atau setidaknya tidak ditarik lebih jauh oleh Kotone.
Kalau terus Sohyun pikirkan, memang kurang ideal untuk berhadapan dengan seorang titan Xinyu. Sedari ronde pertama hanya antek-antek mungil yang dia halau, ditarik kakinya kalau hampir naik, sampai dipeluk erat agar tak berontak.
Namun, seperti semua sudah punya masing-masing satu untuk ditangani—dua buat Yooyeon yang memiting leher Chaeyeon sekaligus Hayeon. Maka si libra segera mengejar Xinyu yang cermat melihat ruang lengang.
"Eee— eh!" Melangkah ke kiri, kanan. Maju dikit, tapi bohong deh. Lari ke sini, ga jadi, mau belok sana. Xinyu justru kegirangan membingungkan Sohyun.
"Eh, eh, eh ...."
"Ea!" seru Xinyu. Menghentak kaki hingga membuat Sohyun terkesiap.
Lepas tawanya begitu nyaring, sedang yang dikerjai makin memajukan bibir. Merengut kesal.
"Ngambek, dek?" ejek Xinyu.
"Dih, ngeselin banget!"
Perempuan Korea tersebut hendak menyasar lengan si figur menjulang. Siap mendorong jauh. Namun, tangan mirip kepunyaan Doraemon itu kalah cepat dibanding tarikan Xinyu. Sohyun hilang kendali atas keseimbangan sendiri.
Ia terhempas menuju bahu. Linglungnya makin dimanfaatkan oleh Xinyu yang langsung menekuk lutut. Meraih masing-masing paha Sohyun, diangkatnya.
"Yah! turunin," seru Sohyun. Refleks mendekap pundak.
"Ih, Zhou Xinyu!"
Yang dipanggil namanya tak mengindahkan. Ia bawa perempuan dalam gendongan ke dekat marshmallow raksasa, didudukkan ke atasnya.
Lantas kabur ke bagian kosong bersama cengiran jahil. Mengambil kesempatan lain untuk memijak kejayaan.
Kening Yooyeon mengernyit. "Lah, Sohyun ngapain?"
"Hayoloh! kakak X-man, iya???" tuduh Hyerin.
"Engga!"
Di sisi lain, Xinyu mengerang kesulitan oleh si imut, lucu, gemas dedek Joobin yang enggan melepas genggaman tangannya.
