Work Text:
“Kalian tau nggak pak Valeriy mudah di tipu?"
Alyosha menepuk jidat dan Vodyanista sangat penasaran atas cerita dari Mitya mengingat di antara mereka hanya Mitya yang sering dekat dengan Mayor karena Valeriy ditugaskan untuk menjaga Mitya dan memastikan anak itu tepat waktu untuk mengerjakan tugasnya
"Terakhir kali Anda berulah, dia bolak balik pergi ke kamar mandi karena anda memasukan obat pencahar dalam teh.” Odette sebagai saksi mereka berdua ikut angkat berbicara, menyesap minuman herbal disiapkan oleh pelayan restoran hotel
"Membuat dia kejebak dalam masalah Volkodlak kelinci seluncuran es." vodyanista ikut nyambung, dia juga ingat kejadian Mitya bisa saja membuat Valeriy harus berhadapan sama Volkodlak kelinci yang mengamuk akibat salah paham atas ranjau bom yang tergeletak di atas dataran es beku
“Kali ini ulah apalagi yang anda lakukan ke dia?"
“Begini ceritanya."
Cerita ini bermula dari Valeriy mencari Mitya di ruangan pribadinya, minta maintenance obor kresnik dalam tenda yang mengalami sedikit kerusakan
Bukannya menemukan orang ditandai dengan pintu terkunci dan lampu dalam mati dari jendela, di depan pintu ada poster gambar dirinya sendiri lengkap dengan tulisan
"Jika butuh saya, temui saya di kamar hotel nomor 302”
Tangan besarnya menarik kertas itu untuk dibawa sebagai bukti dan segera pergi dari depan pintu ruangan penelitian
Setiba di hotel, butuh naik 4 lantai langsung agar sampai ke tujuan tanpa menggunakan lift karena dia bukan tamu utama hotel mengingat dirinya kelewatan taat aturan
"gambar konyol ini lagi, dasar bocah bandel.” Perempatan merah muncul di pipinya, capek-capek jalan ke sini yang ditemukan malah kertas gambar dirinya berpose unjuk jempol dan tulisan
“Apaaaa? 302??? Salah kali, yang benar kamar 240"
Menghela nafas berat, bukan Mitya namanya kalau dia tidak iseng sekali saja kepadanya; anak itu kelewatan jenius sampa dia licik merencanakan sesuatu agar bisa kabur darinya
Valeriy tetap mengikuti alurnya, Entah karena penciuman alaminya atau apa, kehadiran anak itu di tempat ini semakin dekat dengan aroma khas Mitya
Kakinya melangkah cepat menuju lantai bawah, harus buru-buru soalnya dia sangat tidak sabaran menangkap sosok jenius yang berperilaku seperti kucing liar lagi kabur
"Ah anda salah, bukan di sini ayo tebak saya dimana? Jika berhasil menemukan saya anda boleh minta apapun kepada saya
Apakah anda sanggup menerima tantanganku, Mayor Valeriy?” Kertas Tulisan depan pintu nomor 240 mengisyaratkan anak itu tahu dirinya lagi mencarinya, tidak ada pilihan lain; perlu dicek satu persatu kamar yang disewa oleh sang jenius
Sayangnya tadi dia tidak ada mendapatkan informasi tentang kamar atas nama Mitya dari resepsionis jelas anak itu sudah mewanti-wanti duluan
Lagi-lagi menemukan petunjuk depan pintu kamar sebelahnya
"Awasi langkah kaki anda, salah pijak sedikit bisa memancing peri villa bawahan nona Vesna kemari dan anda dianggap sebagai penyusup."
Tepat sebelum melangkah ke pintu kamar selanjutnya kakinya hampir menginjak alarm darurat, benda tiruan beginian mah mudah dibuat langsung oleh Mitya
Supaya tidak ada korban tamu lain yang menginjak ini, Valeriy mencopot satu persatu alat dari lantai
Jumlahnya memang tidak banyak, tapi lumayan nambah tugas
‘aromanya teralihkan sama bau besi benda ini, dia sudah memprediksi ini tetap saja jangan meremehkan saya Mitya kali ini saya pasti menangkap anda’ tinggal alat yang terakhir yang tercabut dan menaruhnya dalam saku celana sebagai bukti utama, aroma besi yang menghilang; semakin mendekat menuju lokasi Mitya di kamar mandi hotel lantai 3
“ini kesempatan terakhir, mohon menyerahkan diri untuk kali ini.” di depan pintu kamar Mandi pria, Mitya mendadak panik ketahuan bersembunyi selagi main kartu Remi sama tangan syal sendiri di atas tutup toilet
“Akh sialan, cepetan kabur."
Aksi meluncur dari bagian pintu bawah toilet pun digagalkan oleh Valeriy berhasil menghadang duluan pakai kedua kakinya lalu segera menerkam jaket belakangnya
"Yah ketangkap deh, aku gagal.”
tidak ada pilihan lain selain menyerah, dia bisa saja melancarkan tendangan atau gigitan tangan tapi Valeriy sudah antisipasi untuk mencegah itu terjadi dengan menjauhkan tubuhnya dari tubuh kekarnya sama syal tangan milik Mitya yang secara ajaib udah melilit tubuh tuannya sendiri seakan-akan tahu kerja sama dengan Valeriy dan menentang kehendak tubuhnya sendiri
Mitya sekarang bagaikan sandera lagi diculik
"Kamu bener-bener deh bikin aku sakit kepala, aku tidak mau membiarkan komandan jester mengetahui ini."
…..
"Ya begitu ceritanya, hahaha sayang sekali sekarang jadi dia yang menang. 19 kali Aku lolos dan 20 kali ketangkap sama dia."
“39 kali, beneran seriusan kamu nggak ada kapok-kapoknya sama dia!?” Lumine menggebrak meja, meskipun dia orang baru di antara perkumpulan minum teh ini mendengar ceritanya saja sudah lelah duluan membayangkan capeknya jadi Mayor Valeriy berhadapan sama bocah kematian satu ini
“Jangankan kamu, aku juga capek melihat dua manusia berlarian dalam restoran hanya karena mood Mitya lagi memburuk enggan mau melanjutkan penelitiannya.”
"Ya mau gimana lagi, saya bosan sepanjang hari dalam ruang bersama tumpukan buku dan diawasi sama satu beruang besar mending nonton Opera nona Vodyanista."
"Anda satu-satunya peneliti yang dijaga sama dia.” Tatapan Odette menuju gelas teh yang memantulkan wajahnya sendiri, dia pernah melihat kejadian serupa tapi bukan orang yang sama kini tidak terlihat dari snezhnaya dikarenakan satunya telah menghilang
The damselette dan the marionette
"Hargai waktu kalian berdua, jika suatu hari nanti salah satu kalian menghilang seperti mereka.”
"Ahaha lelucon anda lucu, tenang saja kok mau dia atau saya tidak semudah itu untuk lengah sama badai ekstrim.”
“karena itu dia jadi mudah didekati dan menuruti permintaan karena dia menang.”
"Permintaan perbaikan obornya?”
"Itu juga salah satu tapi ada lagi, rahasia sih.”
Sejujurnya ia tidak mau mengatakannya bahwa dia sudah mencium mayor tentara fatui yang paling disegani dari permintaan Valeriy sendiri, ciuman pertama daripada permintaan itu mah hukuman
"Ketemu juga kamu bocah." Mendadak Valeriy masuk ke ruangan restoran secara halus tanpa membanting pintu dan berteriak, ini acara pesta teh sewajarnya dirinya menjaga adab dan sopan santun
"Baru juga diomongin." Lumine menyahut, jarinya mengetuk bahu Mitya yang menoleh ke samping dan menutupi seluruh kepalanya pake syal raksasa, ia masih belum bisa melupakan kejadian ciuman itu
"di laporan pemeliharaan senjata isinya gambar dan tulisan Curhatan kemenangan lari dariku? Kamu ngelindur kurang tidur atau kecapekan?" Valeriy berusaha mengintip wajah sang biru di arah berlawanan tetap saja Mitya memalingkan wajahnya
"Mana aku tau, benda itu ketukar di ruanganku." .
"Ayo kita kembali ke ruangan dan saya bantu buatkan bubur dan obat, maafkan saya semuanya atas menganggu pesta teh kalian."
"Nggak apa-apa kok, itu tugas pribadi Mitya harus diselesaikan secepatnya ah dia kabur."
Selagi Valeriy menunduk untuk meminta maaf atas kehadiran yang tidak diundang, Mitya berlari menuju ke pintu keluar
"Tunggu!!! Jangan lari dariku lagi."
"Jangan mengejarku dasar beruang mesum!!" Kehadiran kedua insan itu menghilang di hadapan anggota pesta teh main kejar-kejaran di luar restoran
Oddette, vodyanista dan Lumine menatap satu sama lain secara bersamaan dan mengatakan
"Pasti ada sesuatu yang terjadi sama mereka."
"Ya dari kalimat Valeriy barusan dia perhatian ke Mitya."
Tidak dengan Alyosha yang ngumpet dalam tirai saat Valeriy tadi masuk, agar tidak ketahuan sama kesalahannya yang barusan membuat kasus secara tidak sengaja menembak peluru bius kepada bawahan Valeriy yang mungkin orangnya belum sadar saat latihan
Omake
Di dalam tenda markas Fatui non pusat, Kedua telapak tangan Mitya bertepuk satu sama lain, menyingkirkan sisa-sisa debu yang menempel pada telapak tangan yang disengaja pakai tangan kosong bukan tangan tambahan pada syal untuk perbaiki obor kresnik dalam tenda markas
“Nah selesai, lain kali jangan tersenggol lagi coba masa anda yang teliti sama pasukan anda bisa ceroboh gini."
“Saya sengaja merusak benda ini." Pengakuan Valeriy barusan ini bikin Mitya menepuk jidat; orang ini meskipun digambarkan seperti ketua serius dia juga bisa blak-blakan
Mitya langsung cepat menangkap maksud tindakan Valeriy yang mendadak minta perbaikan obor kresnik untuk modus, padahal obor di tempat dia termasuk yang paling baru seharusnya benda ini jarang rusak kecuali sengaja dirusak sama oknum
“Apa jadi selama ini kamu sengaja modus buat-buat alasan memanggil saya, kenapa?”
"Sederhana, saya ingin bertemu dengan anda selama ini kita tidak akan ketemu jika di luar urusan urusan mengawasi penelitian Anda atau masalah obor kresnik di tempat saya.”
malah dia yang diisengin balik sama sang Mayor ini
"tahu saja saya bakalan mencari anda dalam waktu dekat ini, rencana anda beneran cerdik untuk mengelabuhi saya.”
"Makasih deh sama pujiannya, jadi bete bener mending aku balik dan menulis panduan pemeliharaan obor Kresnik buat anda—-" belum sempat berbalik badan, tangannya ditahan untuk mencegah dirinya segera keluar dari tenda
"Anda tidak lupa sama permintaan ke pemenang?”
"Iya iya tuan mayor, kali ini apa permintaan anda? Mau menyuruhku membersihkan tumpukan salju depan tenda?"
biasanya gitu, Dia sering disuruh-suruh Valeriy untuk merenungkan perbuatan sendiri yang suka kabur dari perkerjaan
"Saya mau anda mencium saya.” manusia beruang ini mengatakannya secara gamblang tanpa rasa malu sama sekali dengan tatapan lurus kebawah menyesuaikan tinggi badan Mitya
"HAH KAMU SERIUS NGOMONG ITU? KAMU KESAMBET APA SIH??" Teriakan sang jenius menyaingi suara badai salju di luar
"Itu serius secara murni dari lubuk hati saya sendiri setelah lama mengenali anda."
Valeriy kelihatan tidak bersalah sedikitpun atas ucapannya dan siap menunggu untuk dicium, Mitya segera menuruti permintaannya; ia tidak mau repot-repot menaruh peredam pendengaran menghindari Omelan Valeriy jika seandainya ia mengambil tindakan untuk menolak yang dianggap lari dari tanggung jawab
Perbedaan tinggi tubuh Mitya bukan penghalang untuk menyamakan tinggi sang Mayor, tubuh besar Valeriy sengaja dijadikan penyangga syal tangan raksasa Mitya untuk mengangkat tubuhnya ke atas hingga kedua kakinya tidak tampak pada permukaan lantai kulit tenda
Tidak ada kegugupan antara Mitya untuk mengecup bagian bibirnya Valeriy duluan toh dia sering melihat drama aktris dan aktor di teater berciuman di panggung
Ciuman tidak berlangsung singkat, Valeriy tidak main-main menikmati hadiah kecupan bibirnya dari Mitya dan ambil kesempatan sebelum orangnya melepaskan ciuman dengan menekan belakang kepala si biru muda memaksa Mitya membuka mulutnya sedikit untuk memasukan lidah duluan dalam ajak berdansa lidah, ia yang sebagai dominan kali ini memimpin lanjutan lumatan bibir
Valeriy sangat menunggu momen ini sejak lama karena rasa suka walau dia tahu ini bertepuk sebelah tangan, ia membiarkan dirinya terjebak dalam permainan Mitya dan menggunakan kesempatan untuk menang
Biarkan jantungnya berdetak kencang atas rasa senang dapat merasakan ciuman dari sang jenius snezhnaya
Mitya tidak berkutik atas ciuman yang belum pernah rasakan sebelumnya mengikuti permainan lidah dalam bibir, mengabaikan detak jantungnya sendiri makin cepat dan pikiran melayang
Sebelum keduanya kehabisan nafas, Valeriy melepaskan bibirnya duluan dari mulut Mitya sebagai pengakhiran sesi ciuman menciptakan benang saliva antara keduanya
“Begini sudah cukup, pengalaman ciuman pertama secara romantis terima kasih." Valeriy tersenyum tipis, tidak dengan Mitya mengalihkan muka dari Valeriy karena malu
"Ini ciuman tanpa perasaan, di antara semua orang kenapa anda jadi ciuman pertamaku sih.”
"Itu karena—" mulai lagi sesi yapping romantis ala Valeriy, ini bukan pertama kalinya ya; pernah terjadi saat dia merasa buntu dan bad mood sendiri sama penelitian alat baru dalam ruangannya atau saat dia menyambut Valeriy bertugas dari Nod Krai menjemput beberapa bawahan the marionette yang kehilangan arah setelah kehilangan (sementara) sosok atasan mereka akibat perbuatan Dottore
Dirinya seakan-akan adalah sang tokoh utama yang tidak sengaja menarik perhatian sang Duke Utara
"Ahhh Lihat ada tuan Jaster lagi lewat!!!”
"Siap bersedia!!!—-" lagi-lagi dia kena tipu dari bocah biru ini lagi, tidak ada siapa-siapa di luar tenda markas lalu Mitya menghilang dalam sekejap begitu perhatiannya teralihkan
Di saat bersamaan, Mitya kabur secara cepat dalam badai salju; mukanya menghangat mengingat ciuman panas tadi membuat dirinya jadi malu, itu ciuman pertamanya!!!
"Permisi pak Valeriy, laporan pengadaan senjata sudah selesai lalu hasilnya...." onxy Agate masuk di waktu kurang tepat, Valeriy mulai tertunduk dalam posisi duduk; kedua tangannya menutupi wajahnya sendiri yang pipinya memerah, masih tidak percaya atas tindakan sendiri kepada sosok Crush yang udah lama dia sukai
Onxy yakin ini ada kaitannya sama bocah bandel yang sering dibicarakan Valeriy yang barusan berlarian keluar dari tenda markas
