Work Text:
Pagi yang cerah bagi Keonho, rusak begitu saja ketika melihat Seonghyeon menumpahkan air yang baru saja dibeli nya di kantin. Pria yang lebih tua sedikit terlihat sangat panik, berbeda dengan Keonho yang wajah nya sudah memerah marah.
Cara Seonghyeon yang ingin membersihkan baju nya benar-benar membuatnya kesal karena sangat lelet. Seonghyeon sendiri tak sadar Keonho yang sudah semakin marah, ia malah bengong melihat kedua dada besar milik Keonho ngejeplak jelas karena tumpahan air tadi.
“Tolol gabisa bersihin ya lu?! Makanya punya mata dipake!” Keonho udah emosi, sementara Seonghyeon yang mendengar amarah Keonho langsung terdiam takut. Seonghyeon beneran takut sama pria cantik tersebut.
“Maaf… Maaf Keonho, tadi gue ga sengaja, maaf ya?” Seonghyeon memasang wajah memelas nya, berharap Keonho memaafkan nya.
“Lu tuh ganggu ya anjing! Kaya orang idiot” dan
plak!
Seonghyeon di tampar Keonho, bahkan Keonho tak cukup puas karena bel masuk sudah berbunyi. Melihat Seonghyeon hanya diam mematung dengan pipi merah nya, Keonho menjambak rambut Seonghyeon dan menyeret nya untuk mengikuti langkah nya.
“Sumpah Ken, gue minta maaf… Kita mau kemana??” Seonghyeon panik.
“Gue mau ngasih pelajaran ke lu” ucap Keonho, dan tibalah mereka di gudang yang jarang di masuki siswa lain. Keonho ngunci pintu nya cepet, lalu melepas jambakan Seonghyeon dengan kasar dan mendorong nya.
“Lu bisa ga sehari aja gausah betingkah? Muka culun lu bener-bener bikin gue muak bangsat!”
Setelah bilang gitu, Keonho langsung dorong kuat badan Seonghyeon sampai sang empu jatuh di lantai gudang itu. Keonho langsung menaiki tubuh Seonghyeon, menarik kerah baju nya dan meninju pipi Seonghyeon dengan keras.
Tapi respon Seonghyeon cuma diam, ia tidak kesakitan atau membalas. Keonho terlihat sangat menggebu-gebu saat sedang memukulinya.
“Tolol lu anjing! Gausah muncul lagi lu di depan gue kontol!” Keonho makin emosi karena Seonghyeon terlihat bener-bener tak kesakitan. Sebenarnya Keonho juga selama ini emosi liat Seonghyeon yang sok baik ke semua orang, ranking satu terus bahkan jadi anak kesayangan guru. Keonho benci orang munafik kaya Seonghyeon.
Seonghyeon milih abai, justru ia ngerasa janggal karena tak merasa ada tonjolan seperti pada lelaki umumnya di bagian bawah badan Keonho yang masih menduduki nya.
Keonho yang mau kasih satu pukulan lagi di muka Seonghyeon, langsung di tepis sama Seonghyeon dan menahan tangan Keonho. Seonghyeon merasa muak karena tinju Keonho yang tak seberapa itu. Tatapan Seonghyeon menuju ke arah bawah Keonho, lalu tersenyum kecil.
“Lepasin tangan gue kontol! Ngerasa pantes lu megang tangan gue hah?!” Keonho makin marah, tangan gerak kesana kesini biar lepas dari genggaman Seonghyeon, tapi tenaga Seonghyeon jelas jauh lebih kuat dibanding dirinya.
“Kontal kontol mulu daritadi, lu mau kontol gua apa gimana?” Keonho terkejut, Seonghyeon yang selama ini di cap anak baik ternyata omongan nya bisa se frontal itu.
“Apasih bego, lepas tangan gue tolol!” Keonho masih aja berontak karena genggaman tangan Seonghyeon makin lama buat sakit pergelangan tangan nya. Bahkan badan nya bergerak gerak terus diatas badan Seonghyeon.
“Loh sekarang mau nya dibikin tolol Ken?” Keonho yang mendengar Seonghyeon ngomong gitu makin membuat nya emosi. Sumbu pendek Keonho tak tahan menerima perlakuan Seonghyeon yang kurang ajar.
“Memek nya gatel apa gimana gesek gesek ke perut gua terus?” Keonho langsung kicep waktu Seonghyeon bilang itu.
Keonho membulatkan mata nya, kok Seonghyeon bisa tau?! Bahkan Keonho ga pernah cerita ke siapapun di sekolah kalo dia punya memek.
“Pantes galak, orang punya memek” Seonghyeon makin mengompori melihat Keonho yang terduduk kaku di atas perut nya.
“Keonho punya memek, gua sebar ah biar reputasi lu ancur”
Keonho panik, namun ia berusaha tidak memperlihatkan kepanikan nya. Kali ini tenaga nya mencoba lebih kuat agar lepas dari genggaman Seonghyeon tapi tetep aja gabisa. Hal itu justru membuat Seonghyeon terkekeh karena Keonho gabisa bales perkataan nya.
“Anjing! Mati lu Yon kalo sampe nyebarin!” wajah Keonho memerah marah, badan nya jadi kaku diatas badan Seonghyeon.
Seonghyeon cuma diem, tapi tangan satu nya justru mencengkram pinggul Keonho dengan keras dan mendorong nya ke belakang, tepat diatas kontol Seonghyeon yang udah tegang.
Keonho semakin panik, pinggul nya bergerak kesana kemari untuk menghindari kontol Seonghyeon yang mengenai memek nya. Tapi gerakan tersebut justru membuat gesekan bagi keduanya, membuat Keonho merem melek sambil melenguh pelan.
“Yah anjing padahal belum di apa apain loh? Masa udah tolol” habis Seonghyeon ngomong gitu, ia lepas genggaman di tangan Keonho dan langsung balik posisinya.
Kini Keonho berada di bawah Seonghyeon, bahkan Seonghyeon cepet-cepet buka celana abu-abu milik Keonho. Celana sekolah nya di lepas gitu aja sama Seonghyeon, di lempar asal. Dan terlihat lah dalaman warna pink milik Keonho yang udah basah.
“Seonghyeon! Lu mau ngapain?! Lepas!”
“Bacot lu Ken. Tadi bisa mukulin gua, kok sekarang pasrah sih? Suka?”
“Gak suka gue ya anjiiing!” Keonho menggeleng keras, bahkan daleman nya pun udah Seonghyeon lepas. Dan pemandangan di antara selangkangan Keonho bener-bener buat Seonghyeon takjub dan… Sange. Beneran bermemek ternyata, bersih lagi. Bahkan pink kayak badan sama muka nya.
“Awas bangsat!” tapi Seonghyeon bukan nya awas, dia malah kasih banyak tamparan kecil di memek Keonho, ngebuat warna memek Keonho yang pink jadi kemerahan.
“Ahh Yon! M-minggir… anjinggh!” badan Keonho gemetar waktu Seonghyeon terus tampar-tampar memek nya.
“Belum di apa apain udah ileran gini memek nya Ken, sering dipake ya ini?” Seonghyeon langsung mendapati Keonho menggeleng keras saat bertanya seperti itu, membuat Seonghyeon tersenyum penuh kemenangan.
Ngeliat badan Keonho yang udah lemes gara-gara memek nya terus-terusan di mainin, Seonghyeon merogoh saku celana nya buat ngambil hp nya.
Seonghyeon langsung buka kamera di hp tersebut, dan langsung ia arahkan ke memek Keonho yang terus ngeluarin cairan nya.
Keonho yang menyadari itu menjadi sangat panik, tangan nya yang tak seberapa panjang itu maju maju buat ngambil hp Seonghyeon, tapi tetep ga sampe. Bahkan Keonho nyoba ngerapetin kedua paha nya buat nutupin memek bocor nya, tapi ditepis sama Seonghyeon yang ngebuat Keonho panik dan malu setengah mati.
“Y-yon… Jangan nghh… di videoin! Awaasshh Yonn!”
Keonho terus menggeliat, yang di hadiahi tamparan keras beberapa kali di memek nya.
“Aahh! Sakit Seonghyeon!”
Seonghyeon ga peduli, ia arahin kamera nya ngedeketin di memek Keonho yang udah banjir cengap cengap.
“Ini Keonho yang selalu kalian bilang jagoan ternyata bermemek guys. Memek nya bahkan udah bocor tuh”
Keonho yang mendengar itu sangat malu, merasa harga dirinya hancur seketika. Tapi belum sempet Keonho protes lagi, Seonghyeon langsung gesekin telapak tangan nya yang kasar ke permukaan memek becek itu.
“Memek nya gratis, yang mau make bisa langsung ke gudang aja. Nanti gua review dulu ya memek nya” seakan-akan Seonghyeon sedang mempromosikan Keonho bagai lonte.
“Yonnh… anghh jangan— haa di gesekin! Ahhh Yon nghh!!” Keonho terus ngerengek dan ngedesah ngerasain telapak tangan Seonghyeon terus-terusan ngucekin memek nya, bahkan selalu ngenain itil nya yang udah tegang.
Kamera milik Seonghyeon mulai menyoroti wajah Keonho yang sudah memerah karena menangis, Keonho yang menyadari segera menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Seonghyeon yang melihat itu langsung menampari memek Keonho dengan keras, bahkan pinggang Keonho sampai gemetar dan terangkat angkat.
“Hiks jangannh… Ahh memek Keonh j-jangan euhh di pukul la— ahngg lagi!”
Seonghyeon mematikan kamera nya, meletakkan hp nya sembarang dan lanjut ngenakkin Keonho. Selagi tangan nya menampari itil Keonho, tangan satu nya Seonghyeon gunakan untuk membuka kancing baju Keonho satu persatu.
Tapi bahkan belum sempat membuka semua kancing Keonho, semburan hangat sudah dulu Seonghyeon rasakan di tangan nya yang masih namparin memek Keonho.
“AAAHHH HNGHH!! YONNHH… AMPUNHH KE— KEONH MINTA AAAHH…. AMPUN!!” Keonho ngedesah kenceng waktu memek nya squirting, tapi Seonghyeon malah ganti tamparan nya jadi ngucekin memek Keonho yang masih bucat.
“Dasarnya perek, ditampar doang malah ngecrot”
Keonho udah ga denger jelas Seonghyeon ngomong apa, dia kelojotan waktu Seonghyeon terus ngucekin memek nya, Keonho udah megap megap gabisa nafas. Mulut nya kebuka tolol dengan lidah nya yang udah ngejulur kaya lonte.
Seonghyeon langsung ngeludahin lidah Keonho, dan reflek langsung di telen sama Keonho. Anjing Seonghyeon makin sange liat nya.
Disaat Keonho udah lemes gabisa berkata-kata lagi, tangan Seonghyeon berhenti ngucekin memek nya. Ia nundukkin muka nya dan langsung masukkin lidah nya ke dalem mulut Keonho yang terbuka.
Lidah nya ngebelit lidah Keonho di dalem sana, bahkan Seonghyeon melumat bibir Keonho dengan penuh nafsu. Keonho sendiri ngalungin dua tangan nya ke leher Seonghyeon, sesekali jambak rambut Seonghyeon agar menjauh saat dirinya kehabisan nafas.
“Nngfhh… hmmphh!” Keonho pusing ngerasain lidah Seonghyeon terus main-main di dalem mulut nya, Keonho cuma bisa nge julurin lidah nya biar di lilit sama lidah nya Seonghyeon bahkan di sesap.
Lidah panjang Seonghyeon menyentuh rongga atas milik Keonho, ngebuat lidah Keonho makin terjulur dan mempermudah Seonghyeon untuk ngobrak abrik mulut nya.
Keonho bahkan udah ga sadar penampilan dia kayak mana, bahkan Keonho udah ga sadar kalo satu jari Seonghyeon udah masuk memek nya karena saking enak nya ciuman dari Seonghyeon.
“Eunghh— mhhh… ahngg!”
Desahan Keonho tertahan mulut Seonghyeon waktu Seonghyeon mulai masukin satu jari lagi ke memek nya. Total dua jari milik Seonghyeon di dalem sana ngocokin memek nya, gerak keluar masuk nyari titik yang buat Keonho keenakan.
Karena jari Seonghyeon itu panjang, dia gerak dikit aja udah nyentuh gspot Keonho yang ngebuat Keonho langsung ngebusurin badan nya dan ngelepas paksa ciuman itu.
“Ahnng Seonghyeonn! Ahh iyaahh! Hikss— enakk nghh… ah!”
“Enak sayang? Keonho suka di giniin?” suara nya rendah, ngebuat memek Keonho makin ngejepit gitu aja waktu Seonghyeon manggil dia sayang. “Suka ya kalo di lembut in gini? Sampe di jepit gini jari aku nya”
Jari-jari Seonghyeon makin cepet ngobelin lubang memek Keonho yang makin ngempot, dia tambahin satu jari lagi sampai tiga jari udah masuk ke dalem lubang nya. Keonho makin kelojotan waktu jari Seonghyeon gerak makin cepet dan terus nyentuh titik enak nya, pinggul Keonho pun tanpa sadar ikutan gerak juga.
Keonho mendesah keras waktu Seonghyeon fokus ngobelin memek nya kayak orang kesetanan. Seonghyeon natap muka Keonho yang keenakan sambil muji ‘cantik” terus ke Keonho, ngebuat memek Keonho makin kedat kedut ngeliat muka ganteng Seonghyeon yang cuma fokus ngeliat dia.
“Ahhh u-udah! Eunghh Yonn hah… UDAAHHH AAHHH!!” bahkan Keonho bucat lagi, walaupun tidak sederes tadi.
“Kenapa udah? Memek nya masih jepit jari aku gini loh, sampe ngempot gitu memek nya”
Namun bukan nya berhenti, Seonghyeon malah kucekin klirotis Keonho sambil memek nya terus di rojokin pake jari Seonghyeon. Keonho langsung kelojotan, pinggul nya ngangkat ngangkat ga kuat lagi.
“Ampunhh! Euhh ahnhh Seonghyeonn— udaaahh! Keonnhh enghh… m-mau aahh! mau pipiss! Udaahh.. nghh ahh Seong— “
Nafas Keonho tercekat saat kandung kemih nya di tekan kuat oleh Seonghyeon, detik itu juga Keonho langsung bucat sampe pipis pipis.
“AANGHHH UDAAHH!!! PIPISS NGHH KEOONHH… PIPISSHH! Hiks Seonghyeon- NGHH?!!!”
Keonho menangis tak karuan saat kucekan di itil Keonho berhenti dan malah di gantikan oleh mulut nya. Mulut Seonghyeon menampung sisa sisa cairan Keonho dan air kencing nya yang muncrat kemana-mana dengan sukarela.
Lidah Seonghyeon ia gunakan untuk menjilati itil nya, mulutnya di gunakan untuk ngokop memek nya dengan rakus, bahkan tiga jari Seonghyeon terus ngerojok memek Keonho daritadi.
Gak sampe tiga menit, Keonho kembali pipis. Kali ini semua air kencing Keonho masuk ke dalam mulut Seonghyeon, membuat sang empu merasa puas meminum banyak air kencing pria bermemek ini. Keonho sendiri tanpa sadar merapatkan kedua paha nya, menjepit kepala Seonghyeon.
Keonho sendiri sudah tak bisa bersuara lagi, bibir nya cuma mangap mangap sambil desah kecil, mata nya juling keatas nyisahin putih nya sampe semua badan nya gemeter. Memek nya cengap cengep waktu Seonghyeon ngeluarin jari nya.
Seonghyeon mendekati wajah Keonho, mengecup lembut pipi dan bibir Keonho, menghapus air mata yang mengalir dari mata nya.
“Enak banget ya?? Pinter banget sayang sampe pipis pipis” bisik Seonghyeon. Ia terus membubuhi Keonho banyak kecupan lembut, rambut basah penuh keringat Keonho ia ke belakangkan dan mengecup Keonho pelipis Keonho dengan lembut.
Keonho perlahan mulai sadar, tatapan kosong nya mulai menatap Seonghyeon dengan memelas.
“Hiks m-maafin Keon… Keon udah pukulin Seonghyeon tadi… J-jangan sebarin memek nya Keonho…”
Keonho menangis, sementara Seonghyeon yang melihat ada kesempatan pun ia gunakan dengan baik.
“Tapi Keonho harus mau ya jadi lonte? Ma—”
“Mau! K-Keonho mau jadi lonte nya Seonghyeon… E-enak! Jangan di sebarin ya Seonghyeon..” Keonho lebih dulu memotong perkataan Seonghyeon, ia sangat rela menjadi lonte nya Seonghyeon, asal reputasi di sekolah nya tetap aman.
Seonghyeon yang mendengar itu terkekeh pelan di deket telinga Keonho, yang mana membuat Keonho sange lagi karena suara nya bener-bener seksi. Seonghyeon terus cium cium kecil muka sama leher Keonho, sampai Keonho sendiri ga sadar memek nya di bawah sana mulai di masukin kontol gede Seonghyeon.
“Seben— AAHHH! SSAKITT…”
Keonho teriak merasakan Seonghyeon menghentakkan pinggulnya yang membuat kontol berurat itu langsung masuk ke dalam memek Keonho.
Paha Keonho berusaha menutup, tapi pria yang lebih tua lebih dulu mengangkat satu kaki nya ke bahunya sendiri, membuat kontol lebih masuk ke dalem memek Keonho.
Keonho udah nangis-nangis ga jelas ngerasain kontol tebel dan panjang itu selalu ngenain titik terdalam Keonho bahkan sampai nyetak di perut bawah nya.
Ngeliat ekspresi Keonho yang udah keenakan, Seonghyeon makin sange dan beralih ke dada tobrut punya Keonho. Seonghyeon jilatin pentil Keonho sampe di gigit.
Keonho yang ngerasain pentil nya di lamot kayak gitu, langsung ngucur deres lagi cairan dibawah sana.
“Sshh keluarin semua sayang pipis nya… Nghh sempit banget.. ahh memek nya” Seonghyeon mendesis ngerasain memek Keonho ngempotin kontol nya, apalagi memek Keonho makin ngejepit waktu bucat.
“Lonte juga nggak ada yangh sebocor kamu Kenh..”
Seonghyeon balik lagi fokus ngeliatin muka Keonho, sumpah beneran bikin sange. Soalnya muka Keonho udah merah semua, mata nya juling ke atas kadang merem melek, alis tebel nya naik keatas bahkan mulut nya kebuka cuma megap megap ga bisa bersuara lagi. Apalagi air liur Keonho udah kemana-mana, bener-bener pemandangan indah di pagi hari.
Rojokan kontol Seonghyeon makin cepet, Keonho sampe ngerasa rahim nya di sodok tanpa ampun. Seonghyeon ngerasa memek Keonho makin ngejepit lagi, tanda mau bucat.
“Hahh aku keluar di dalem ya, sayang? Biar hamil anak aku mmmh.…” sumpah dari atas beneran Seonghyeon ganteng banget di mata Keonho, muka Seonghyeon udah sagapung parah.
Seonghyeon makin cepetin sodokan nya buat ngejar klimaks nya sendiri, rahangnya mengeras bahkan urat-urat di leher nya menonjol menahan puncak yang sebentar lagi sampe.
Keonho? Udah teler.
Seonghyeon gunain satu tangan nya buat kucek klirotis Keonho lagi, dan suara Keonho langsung keluar keras karena detik itu juga dia langsung bucat.
“HYEEONHH OONGHH!! R-RUSAK… AHH UDAAHH!! MEMEK KEONHH…. EUHH RUSAAKK!!” desahan Keonho melengking sambil pipis pipis ngerasain kontol Seonghyeon makin gede, nabrak rahim Keonho terus sambil itil nya di kucekin.
“Mmh rusak beneran ya memek nya…” Seonghyeon abai ke Keonho yang minta udah, tapi Seonghyeon mana mau. Ia terus kucekin memek Keonho sampe bener-bener memek nya ga bisa berhenti ngocor sambil tangan yang nganggur di pake buat nahan pinggang Keonho.
“UdahudahudaahhUDAAH! HIKSS M-MEMEKK KEONHH- UHHH AHH NGOWOHH BOCORRH!!” waktu ngomong gitu, Seonghyeon langsung hentakin pinggul nya kuat beberapa kali dan beneran ngeluarin klimaks nya ke dalem memek Keonho, masuk rahim tuh.
“Ahhh anjinghhh enak banget sayangh…” Seonghyeon mengerang, sementara Keonho udah teler gabisa ngomong lagi, cuma bisa merem melek natap atap gudang sekolah itu dengan tatapan kosong.
Seonghyeon ngebiarin kontol nya yang masih keras di dalem memek Keonho, ia fokus cium-cium lagi muka Keonho yang udah tolol kayak lonte.
“Anjing muka lu kek artis bokep Ken, gua bawa pulang lu kerumah gua aja ya?”
Seperti yang di kira, Seonghyeon beneran langsung beresin kekacauan itu. Seonghyeon gendong Keonho dan pulang dari sekolah itu dengan alasan Keonho sakit, yang langsung di setujuin guru nya karena kondisi Keonho benar-benar mendukung. Gatau aja itu belum seberapa, sampe rumah Seonghyeon, Keonho bener-bener di garap habis-habisan sampe kering.
