Work Text:
Kalau Jin Ling datang, Jingyi selalu langsung berlari-lari dan mengajaknya ke tempat latihan untuk beradu pedang. Mereka akan melakukannya berjam-jam, lalu tepar sendiri.
Itulah yang Lan Sizhui katakan pada semua orang. Namun sebenarnya, selain masalah itu, banyak sekali gerak-gerik Lan Jingyi yang bertolak belakang dengan apa yang dia katakan mengenai Jin Ling.
Misalnya, kalau bertemu untuk membasmi setan, Lan Jingyi selalu terdistraksi oleh Jin Ling. Lebih banyak waktu dia habiskan memaki-maki dekat wajah Jin Ling. Benar. Benar-benar dekat sekali. Saking dekatnya, kalau Jin Ling seorang gadis, Lan Jingyi pasti sudah dihukum oleh Jiang-zongzhu dan Hanguang-jun. Saking dekatnya, Lan Sizhui dan Ouyang Zizhen sering harus bergantian menarik kerah baju Lan Jingyi supaya dia menjauh dari wajah Jin Ling. Tidak mempan kalau kerah Jin Ling yang ditarik, karena Lan Jingyi hanya akan mendekat lagi.
Kalau makan bareng juga banyak ranjau. Jin Ling tidak suka sayur, dan sering menimbunnya di piring Lan Sizhui, yang merupakan orang satu-satunya yang tidak protes. Namun sayur tersebut diambil pula oleh sumpit Lan Jingyi dan dicekoki ke mulut Jin Ling. Apa yang salah? Fokus Lan Sizhui berada pada tangan Lan Jingyi; yang satu memegangi wajah Jin Ling, satunya lagi memegangi pergelangan tangannya supaya dia tidak menyerang Lan Jingyi selagi dicekoki.
Apa yang salah? Seharusnya tidak ada. Hanya Lan Sizhui merasa bahwa keduanya terlalu dekat. Terlampau sedikit batasan antara keduanya.
Dan saat pergi ke pasar, Lan Sizhui sering melihat Lan Jingyi mencengkeram erat pergelangan tangan Jin Ling. Katanya, itu supaya Jin Ling tidak "ngacir dan berbuat macam-macam", tapi Lan Sizhui bisa melihat ke balik kedoknya.
Sorot mata Lan Jingyi ketika melihat Jin Ling, seperti sorot mata Hanguang-jun pada Wei-qianbei.
Maka ketika Jin Ling mengajaknya turun ke kota dan berkeliling naik kuda, Lan Sizhui langsung ikut serta.
———
Kalau Jin Ling datang, Jingyi selalu langsung berlari-lari dan mengajaknya ke tempat latihan untuk beradu pedang. Mereka akan melakukannya berjam-jam, lalu tepar sendiri.
Mendengar kata-kata Lan Sizhui, jantung Jin Ling langsung seperti jatuh. Main tuduh aja! Waktunya di Cloud Recesses, bukankah sebagian besar dia pakai untuk mencoba membuat Lan Sizhui melihat ke arahnya? Secara natural, kalau dikalahkannya Lan Jingyi, sudah pasti Lan Sizhui akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan Jin Ling, bukan? Seharusnya begitu!
Apa yang Jin Ling inginkan, dia akan dapatkan. Hanya masalah waktu saja sampai Lan Sizhui pun jadi miliknya juga.
Sayang sekali bahwa Lan Jingyi begitu menyebalkan, kalau tidak dia tak perlu menghabiskan begitu banyak waktu berkelahi dengannya. Dan kalau Jin Ling mau pergi berduaan dengan Lan Sizhui, Lan Jingyi pasti ikut-ikutan. Mengganggu saja! Pergilah sana dengan Ouyang Zizhen! Lan Sizhui bukan teman satu-satunya, toh?
Jangan-jangan...
Jangan-jangan memang teman satu-satunya!
Tidak mungkin dia sudah jadian dengan Lan Sizhui. Jin Ling sudah mengecapnya sejak awal mereka ketemu, dan Lan Sizhui sepertinya tidak keberatan. Dengan kata lain, Lan Jingyi seharusnya tidak bisa memasukkan diri seperti itu.
Masalahnya, semakin banyak mereka berkelahi, semakin Jin Ling merasa kesal, sampai senyuman Lan Sizhui sudah tak lagi cukup untuk meredakan degup jantungnya. Rasanya seperti ada obor yang dinyalakan dalam dada Jin Ling setiap kali pedang warisan ayahnya beradu dengan pedang Lan Jingyi yang tentu saja kalah keren, ketika logam berdesing antara saling membelahnya aura pedang emas dan biru.
Ketika Lan Jingyi semakin keenakan, merasa bebas saja untuk mengulurkan tangan dan memegang pergelangan tangan Jin Ling, Jin Ling semakin naik darah. Apa maksudnya dia diperlakukan seperti penjahat yang perlu ditahan di tempat? Biasanya hal ini kemudian berakhir dengan mengeluarkan pedang lagi, dan Lan Sizhui akan memarahi mereka.
Lan Sizhui. Benar, ini untuk Lan Sizhui. Di luar melampiaskan haus darahnya pada Lan Jingyi, Jin Ling masih sibuk mencoba terlihat keren di hadapan Lan Sizhui. Itulah sebabnya dia belajar mengepang rambut, berlatih dengan giat dalam melukis dan kaligrafi, dan sekarang menunggang kuda.
Jin Ling juga pernah mencoba menambahkan gerakan yang lebih flashy pada martial arts nya, namun segera dimarahi Jiang-shushu, maka mencoba lagi dia tak berani. Sebaiknya martial arts tidak diutak-atik.
Namun apapun yang terjadi, Jin Ling akan mendapatkan Lan Sizhui. Tak peduli bahwa ketika kedua murid Gusu Lan duduk bersama, tangan Lan Jingyi akan bergeser untuk menutupi tangan Lan Sizhui. Tak peduli bahwa Lan Sizhui sering menatap Lan Jingyi penuh kerinduan. Tak peduli bahwa keduanya bergerak seperti pasangan yang telah dijanjikan sedari hidup sebelumnya.
———
Kalau Jin Ling datang, Jingyi selalu langsung berlari-lari dan mengajaknya ke tempat latihan untuk beradu pedang. Mereka akan melakukannya berjam-jam, lalu tepar sendiri.
Apaan sih, kedengarannya jorok banget! Adalah hal yang pertama terlintas di benak Lan Jingyi ketika didengarnya Lan Sizhui mengatakan hal tersebut. Perlu banget pakai rangkaian kalimat seperti itu, ya?
Kalau secara literal, tidak salah juga. Begitu melihat Jin Ling, untuk alasan tertentu Lan Jingyi selalu langsung ingin menjitaknya atau mengeluarkan pedang dan mengejarnya sampai ke ujung Cloud Recesses. Begitu menyedihkan bahwa pertengkaran pribadi dilarang dalam kawasan tersebut, maka dia hanya bisa menyeret Jin Ling ke tempat latihan dan berkelahi dengannya di sana.
Jin Ling yang menyebalkan suka sekali mencoba menjauhkan Lan Sizhui dari Lan Jingyi, namun orang yang bersangkutan tak rela kalau Lan Sizhui berduaan dengan Jin Ling. Maka dipaksanya masuk antara keduanya, dan kadang-kadang diseretnya serta Ouyang Zizhen. Takkan dibiarkannya Jin Ling memonopoli kawan masa kecilnya!
Anehnya, Lan Sizhui sepertinya kesal bahwa Lan Jingyi terus ikut serta. Untuk apa dia kesal? Dia tidak benar-benar naksir nona muda Jin, bukan? Meski julukannya (yang sesungguhnya diberikan oleh Lan Jingyi) begitu, Jin Ling cowok, lho! Meski ada orang seperti Wei-qianbei dan Hanguang-jun, Lan Sizhui bukan macam begitu, kan?
Tunggu. Dia juga tidak rela kalau Lan Sizhui sama cewek. Jadi apa nanti Lan Jingyi? Tanaman penghias? Lebih baik, lebih baik kalau Lan Sizhui tidak tertarik sama siapa-siapa. Biar... biar dia tidak dibawa pergi kemana-mana?
Namun sebelum Lan Jingyi boleh memikirkannya lebih jauh, Lan Sizhui sudah dibawa pergi naik kuda oleh sang nona muda Jin.
Anjir!!!
Maka Lan Jingyi pun terbang dengan pedang ke kediaman keluarga Ouyang di Baling, dan rapat darurat pun diadakan di kamar Ouyang Zizhen.
"Aaarggghhhh! Pengen aku cekik si Jin Ling!" Lan Jingyi berteriak. Kalau di Baling, boleh berteriak dan memaki-maki, asal tidak ketahuan orangtua Ouyang Zizhen. "Seakan-akan Sizhui punya dia aja! Maruk bener jadi orang!"
"Bukannya Sizhui memang mau ikut Jin Ling?" Ouyang Zizhen seorang realis. "Kamu cultivator, kan? Mestinya kamu bisa kesampingkan rasa dendam dan lihat baik-baik, Jingyi."
"Ugh!" Lan Jingyi malah memegangi kepala. "Iy... iya, sih..."
"Jadi jelas bukan penculikan, ya."
"Iya."
"Lalu apa hubungannya sama kamu?"
Lan Jingyi merasa tertohok. Dia terdiam sebentar, lalu dipukulnya daun meja. "Tentu saja ada hubungannya! Itu Sizhui, lho! Sizhui..."
"Kalau Sizhui memang mau pergi main sama Jin Ling, kenapa kamu marah?"
"Aku juga mau ikut—"
"Kamu sudah lebih sering main sama Sizhui dibandingkan yang lain, kan?"
"Aku... nggak mau Sizhui kemana-mana..." Lan Jingyi ngomel sendiri, wajah dibenamkan di meja. "Kalau tiba-tiba Sizhui menikah ke dalam keluarga Jin, lalu pindah ke Lanling, aku sama siapa nanti!?"
"Jingyi, kamu mikirnya kejauhan nggak sih? Lagian kenapa Sizhui yang pindah ke Lanling, bukan—" Ouyang Zizhen terdiam sejenak. Seperti disambar Zidian, dia langsung berdiri. "Maksudnya apa 'aku sama siapa nanti'—kamu rencananya mau nikah sama Sizhui?"
Lan Jingyi ikut berdiri. "Bukan gitu!"
"Terus apa, dong?!"
"Aaaaargghhhhh!!"
"Jingyi mau nikah sama Sizhui!"
"Bukan!"
"Bawa aku ke Gusu, aku kasih tau Wei-qianbei nih!"
"Siapa yang mau ke Gusu, padahal PR belum dikerjakan?"
Keduanya langsung terdiam melihat pintu terbuka, dan ayah Ouyang Zizhen berdiri di sana.
"Tuan muda Jingyi, sebaiknya pergi dulu deh."
"Maaf mengganggu. Saya berangkat sekarang." Lan Jingyi bersopan-santun, lalu melirik sekilas pada Ouyang Zizhen. Dengan suara lebih pelan, dia tambahkan: "Awas kalau ada yang sampai dengar soal perkara ini!"
