Work Text:
Terima kasih kepada Leopold von Sacher-Masoch atau siapapun yang menarasikan siksa sebagai kesenangan alternatif, ada baiknya kalian ditenggelamkan saja.
Karena apa maksudnya?! Sohyun sampai pada hari dimana si sok masokhistik Xinyu unjuk gigi.
"Ayo pukul aku."
Sepasang manik itu mendamba, binarnya menyilaukan logika. Genggaman di sekitar tangan Sohyun ia tegaskan, seolah siap menawar sepenggal nyawa.
"Engga?!"
Kepala Sohyun mundur, melipat dagu, tetapi seperti magnet yang tarik-menarik, semakin si Libra mundur; semakin didesak si Gemini.
"Sekali aja, gapapa kok!"
Kaki kursi berderit ngilu bergesekan dengan lantai selaras pergeseran bokong Xinyu. Figur semampai itu memangkas jarak, tidak ragu andaikata harus menubrukkan diri sekalian sepanjang penolakan itu belum menemukan ujungnya.
"Engga mau!" sentak Sohyun. Berusaha menarik tangan dari cengkraman perempuan tersebut.
Xinyu mencebik bibir. "Yaudah tampar."
"Engga!"
"Cekik!"
"Gak!"
"Pukul aja udah!"
Sohyun menggeleng kuat.
"Pukul!"
"Engga!"
"Pukul!"
"Xinyu!"
"Pukul aku!"
"Engga mau!"
"Kesel kan? yaudah, ayo pukul—"
Chu~
Rahang Xinyu tertoleh, dipalingkan paksa, dicampakkan atau apapun sebutannya oleh kedua tangan Sohyun yang menangkup kedua pipinya. Malu bersitatap dengan perempuan yang refleks kehilangan banyak kata, yang membelalakkan mata, bibir merekah, makin terbuka, berlebihan lagi Xinyu menganga sempurna.
Semburat merah di pipi Sohyun semakin kentara. Seringai Xinyu mengembang seperti bara api yang membuat sang pemilik tangan lekas menarik diri. Ricuh bermonolog, gue ngapain anjir?!
"Humm," deham Xinyu, manja. Mengulum senyum. "Yaudah, deh, cium—"
Plak!
Sebuku literatur yang tebalnya menyaingi gepokan lembar buku pembelajaran satu semester menghantam kening Xinyu, hampir-hampir membuat terjengkang. Nyaringnya beresonansi di seluruh ruang kelas yang sedang sepi sekali.
"Xinyu, m-maaf!"
Pening membuat sosok Sohyun yang panik mendekap buku terlihat dua. Tak ada yang lebih menyenangkan dari denyut di keningnya saat itu sampai Xinyu lupa mempertahankan stabilitas tubuh.
Sebelah kaki kursi melayang.
Oleng.
"Lagi dong, Park Sohyun."
Bruk!
