Actions

Work Header

because,

Summary:

Jalan Tunjungan masih menjadi favoritnya.

Notes:

Enjoy!!

Work Text:

 

Jalan Tunjungan masih menjadi favoritnya. 

 

Hiruk pikuk mobil dan bus, bau asap dari kendaraan, manusia yang berlalu lalang, maupun senja yang tak pernah gagal membuat setiap insan terpana. Langkah kakinya terhenti, setiap bangunan yang berjejer rapi, tumbuhan hampir layu di pinggir jalan, cahaya mentari yang meninggalkan jejak, because, oleh Crayon Case berputar di dalam kepalanya. 

 

Angin berhembus kuat, menerbangkan anak rambutnya. Meskipun sang surya hendak berpamitan, tidak ada yang menandingi musim panas di Surabaya. Bayangan seseorang dengan senyum termanis yang pernah ia ingat kembali menyapa, seolah tak ingin membiarkannya melupakan dengan mudah. Ia mendesis pelan, lalu kembali melanjutkan perjalanannya. 

 

‘Jatuh cinta punya aturan’. Entah dari mana ia pernah mendengar kalimat itu, mungkin salah satu video random dengan quotes asal yang dibuat oleh remaja pubertas, atau cuplikan film yang ia tonton minggu lalu, atau mungkin dari blurb sebuah novel dengan harga yang lebih besar daripada upah harian buruh.

 

Ia membenci setiap sudut kota ini. Jalan Tunjungan yang menjadi favoritnya, tiap museum yang mereka kunjungi, atau kue lapis dengan rasa vanila dan coklat yang menurutnya terlalu manis—tapi tetap dibeli olehnya. Ia menendang kerikil di depannya, menyalurkan rasa kesal yang menumpuk.

 

Tawa itu kembali bergema di telinganya, tawa halus dan manik teduh dengan sedikit kerutan lembut yang membuatnya merasa terlindung dari penghakiman. Tapi, saat ia sudah jatuh terlalu dalam– tatapan jijik dari orang di sekitarnya membuatnya seolah ditarik dari lamunan. 

 

Ah, mungkin kita masih bisa bercanda ria asalkan tidak melakukan kontak fisik berlebihan, mungkin kita masih bisa bertukar obrolan asalkan tidak saling menatap dengan penuh kasih, mungkin kita masih bisa bertaut bibir asalkan tidak di depan publik yang penuh dengan tatapan menghakimi.

 

Banyak yang mengatakan, in another life, maybe, tapi aku berharap di kehidupan ini, aku masih tetap bisa menggenggam tanganmu yang hangat, aku ingin mengecup pipimu di ruang terbuka– tanpa takut oleh cacian maupun makian dari orang-orang yang sok tahu tentang kita, aku ingin bermesraan seperti ‘pasangan normal’ lainnya, aku ingin bersamamu tanpa harus melanggar aturan maupun hukum.

 

Tapi mungkin, di lain waktu saja, ya, sayang?