Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2013-09-02
Updated:
2016-07-25
Words:
10,675
Chapters:
5/?
Comments:
8
Kudos:
39
Bookmarks:
4
Hits:
3,841

Kiss and Hug

Summary:

Kumpulan oneshot Krisoo dengan berbagai mood dan genre yang menyajikan cerita berbeda tiap chapter. Sesuai judul, mengambil lagu-lagu yang ada di album XOXO sebagai ide cerita.

Notes:

All real people are used without their permission. Events portrayed are fictional and do not reflect on the actual people within the stories. I made no profit from this fanfiction.

Chapter 1: Growl

Chapter Text

Kris Wu tidak pernah bagus dalam hal berbagi. Ia benci itu. Apa yang menjadi miliknya tidak boleh dimiliki orang lain. Kepunyaannya tidak boleh disentuh orang lain. Karena itu melihat Do Kyungsoo dikerumumi teman-teman sekelasnya di jam istirahat selalu menjadi pemandangan menjengkelkan yang setiap hari harus Kris lalui.

“Kyungsoo, bagi bekalnya dong!”

“Kyungsoo, PR untuk besok apa saja?”

“Kyungsoo, main bola, yuk.”

Dan sebagainya, dan sebagainya.

Kris harus menahan diri untuk tidak membenturkan orang ke tembok tiap kali mendatangi kelas pacarnya. Ia paham Kyungsoo itu populer, personalitinya menyenangkan, sudah begitu jago masak dan pintar secara akademik. Perempuan maupun laki-laki memujanya dan berlomba menarik perhatiannya.

Demi kacamata tebalnya Lee Sooman, pemuda itu punyanya Kris! Mereka sudah resmi pacaran selama satu minggu terhitung hari ini!

Entah sudah berapa kali dalam pikirannya ia mencekik Kim Jongin atau menghajar Oh Sehun, keduanya adalah yang selalu kelihatan paling agresif untuk mendekati Kyungsoo. Sebagai senior yang baik, Kris selama ini mencoba keras untuk bersikap dewasa. Tidak cemburu buta dan memaki teman-temannya Kyungsoo, salah satu contohnya.

Tapi sikap kalem dan dewasanya tampaknya disalah artikan oleh orang-orang. Mereka semua ngelunjak. Sialan—

“Soo!” teriak Kris dari pintu masuk kelas 1-2.

Kyungsoo yang sedang sibuk mengobrol dengan teman-temannya langsung mendongak ketika mendengar suara familiar itu. Matanya yang besar membulat saat menemukan sosok Kris sedang bersandar di pintu dengan tangan dilipat di dada, Kyungsoo menyunggingkan senyuman lebar secara otomatis.

Hyung!” sapanya balik dengan ceria. Kyungsoo memandang satu per satu teman-temannya—Jongin, Sehun, Jongdae, Baekhyun, Kris hafal nama dan wajah bocah-bocah pengganggu itu—sambil berkata, “Aku duluan, ya.”

Lalu begitu saja, Kyungsoo bangkit dari kursinya, meninggalkan apa pun yang tadi sedang seru ia lakukan, untuk menghampiri Kris. Kris melebarkan kedua tangannya, dan Kyungsoo menemukan dirinya dengan nyaman sudah berada di pelukan sang pacar.

Berpelukan di depan kelas adalah cara Kris memberitahu semua orang bahwa peluang mereka memiliki Kyungsoo itu nol besar selama dirinya masih ada di dunia. Ia memberikan tatapan ‘langkahi dulu mayatku kalau mau memeluknya begini’ selagi memeluk Kyungsoo erat-erat pada semua temannya Kyungsoo yang menonton dengan wajah sirik.

Hyung, sudah, ah, malu.” Pemuda yang lebih kecil itu mencoba melepaskan diri, merasa tidak nyaman dengan public display of affection yang terang-terangan dilakukan oleh Kris.

“Sssh, baby, sebentar lagi. Biarkan mereka menonton.”

“Mereka siapa?”

Kyungsoo itu sangat clueless, tidak menyadari efek yang ditimbulkan olehnya pada orang lain. Tapi itu juga yang Kris sukai darinya.

Kris akhirnya melepaskan pelukannya setelah tersenyum congkak pada bocah-bocah kelas satu itu, tangannya lalu beralih untuk menggenggam tangan Kyungsoo. Mereka berjalan meninggalkan kelas sambil berpegangan tangan, sementara para penonton langsung gebrak-gebrak meja seiring kepergian mereka.

 


You have zero chance

If you desire him  you have to win against me first


 

“Soo, teman-temanmu membuatku jengkel.”

“Apa yang salah dengan mereka, Hyung? Mereka semua bersikap baik padaku.”

“Bersikap terlalu baik padamu, itu menjijikkan.”

“Aku tidak melihat ada yang salah.”

“Mereka menginginkanmu! Mereka ingin merebutmu dariku!”

Hyung, kau berlebihan.”

“Mereka suka padamu, astaga!”

“Tapi yang aku suka bukan mereka.”

Ucapan manis itu plus ekspresi penuh sayang dari Kyungsoo biasanya langsung meredakan amarah Kris. Membuatnya langsung memeluk pemuda itu dan melupakan untuk sejenak tingkah kurang ajar semua orang yang seakan berkomplot untuk merebut pacarnya.

 


 I embrace you softly

I become violent just for you


 

Ketika suatu hari Kris menemukan Kyungsoo sedang mengobrol dengan Jongin di koridor, tangan Jongin berada di bahu Kyungsoo, menyentuhnya dengan keintiman yang membuat Kris jijik. Saat itulah ia berpikir ‘okay, that’s it, he’s so dead!’.

Ia beranjak pergi dengan berbagai rencana di kepala.

 


 A dark shadow has woken up inside of me


 

Esok harinya, saat makan siang di kantin, Kyungsoo mengatakan pada Kris bahwa Jongin masuk rumah sakit. “Kata anak-anak kondisinya cukup parah, beberapa tulangnya sampai patah. Orang yang melakukan itu padanya tampaknya tidak kenal ampun.” Kyungsoo mengatakannya dengan nada ngeri. “Seram sekali, Hyung, apa Seoul sudah mulai tidak aman?”

Kris hanya memutar matanya saja mendengar pertanyaan yang terakhir. Ia dari tadi sibuk makan dan hanya mendengarkan sambil lalu saja cerita Kyungsoo. “Kau akan selalu aman bersamaku, baby. Tidak akan ada yang berani menyakitimu selama ada aku.”

“Tapi Jongin sudah menjadi korban!” rengeknya.

“Dia pantas mendapatkannya.”

“Jongin anak yang baik.”

“Anak baik—BAH! Dia mencoba untuk menyentuhmu hampir di setiap kesempatan!”

Kyungsoo mengerutkan kening, perlahan mulai mencerna semua informasi yang ada. Kris yang kelihatan bad mood, Jongin yang masuk rumah sakit, kecemburuan terang-terangan itu. Mungkinkah...?

“Kris hyung,” lirihnya. “kau yang melakukan itu pada Jongin?”

“Kau milikku, Soo.” Alih-alih menjawab, Kris mengatakan kalimat barusan dengan pandangan melamun. “Aku akan melenyapkan semua orang yang berani menyentuhmu selain aku.”

 


 Let’s erase everyone one by one except us


 

Kyungsoo tidak akan pernah mengakuinya, tapi ia suka sikap posesif Kris. Kyungsoo tidak suka dengan tindakannya yang melukai Jongin ataupun orang lain, tapi sesungguhnya itu membuatnya merasa spesial. Membuatnya merasa begitu diinginkan.

Ia justru suka ketika Kris sudah main kasar seperti ini. Ada sesuatu dari pandangan ganas Kris pada semua orang yang melirik Kyungsoo yang membuatnya semakin memikat, sesuatu yang begitu intens. Sesuatu yang ia nikmati.

Kyungsoo tidak akan pernah mengakuinya.

 


 Paused as if only you and I exist here