Actions

Work Header

Jailbreak

Chapter 26: Valentine Mishaps (iii)

Summary:

"Kurasa lebih baik langsung terjun ke TKP. Ayo, Gran, temani aku menjenguk mereka--"

"Berhenti lari dari kenyataan dan tumpukan kerjaanmu, Lucio."

Notes:

Warning:
- CIOGRAN. KARENA SAYA KURANG ASUPAN PAIR INI. SELF-FEEDING IS JUST. CRE.

(See the end of the chapter for more notes.)

Chapter Text

Gran baru saja selesai menata berkas di meja Lucio ketika berita buruk itu sampai ke telinganya.

 

Sir Lucifer. Pingsan di gazebo taman. Tepat setelah menghabiskan sebungkus truffle dalam satu kali lahapan.

 

Usai rombongan pelayan yang panik itu tak lagi terdengar suaranya, Gran menunjuk pintu keluar dengan jari gemetar. "Yang barusan… bukan Sir Lucilius? Beneran yang pingsan Sir Lucifer?" Karena image Lucifer di mata Gran itu sosok Kapten yang elegan. Deskripsi 'cenderung barbar ketika dihadapkan dengan makanan manis' barusan, jujur sejujur-jujurnya jujur, bahkan jika Lucio enggan mengakui, lebih mirip deskripsi Lucilius saat menyantap makanan manis daripada Lucifer yang selalu terlihat cool tiap waktu.

 

Insiden dimana Lucilius terkapar kelelahan setelah tidak tidur tiga hari muncul di memori. Gula darah menurun drastis jadi diagnosis Gabriel. Belial dengan senang hati menyiapkan cemilan favorit sang Alchemist--yang, kalau diperhatikan secara jeli, sembilanpuluh sembilan persen berkadar gula tinggi. Gran ingat ia refleks mengelus pipi, membayangkan gigi ngilu menghabiskan semua cemilan super manis yang terlihat saat itu.

 

Lucio, yang paham betul sifat kedua adiknya, termenung sejenak dengan senyum kaku terkulum.

 

Lima detik kemudian--

 

"Kurasa lebih baik langsung terjun ke TKP. Ayo, Gran, temani aku menjenguk mereka--"

 

"Berhenti lari dari kenyataan dan tumpukan kerjaanmu, Lucio."

 

Anak panah imajiner (yang sayangnya bukan anak panah Cupid) menancap tepat ke dada Lucio.

 

Gran memicingkan mata. Kedua tangan terlipat di depan dada. "Begitu selesai jenguk Sir Lucifer, langsung balik ke sini, lanjut nyelesaiin sisa kerjaan. Oke?"

 

Lucio tersenyum manis. Semanis gula-gula, lebih manis daripada arumanis buatan Madam Ladiva. "Setelah memastikan adik-adikku baik saja, aku janji langsung menyelesaikan semuanya. Jadi berikan kado Valentine itu padaku, ya?"

 

Gran angkat kedua tangan. Dengan wajah datar, ia berkata, "Tapi aku enggak pernah nyiapin apapun buat Valentine~ Sayang banget ya~"

 

Senyum Lucio melebar. "Oh, tapi barusan kulihat ada pita biru mengintip dari sakumu?"

 

Sesuai dugaan, Gran langsung menutupi saku yang dimaksud. Masih dengan wajah super datar. "Ya udah sana, pergi cek Sir Lucifer. Jagain juga supaya prahara Sandalphonella enggak keulang lagi. Hush hush. Aku masih harus ngangkut berkas dari ruangan lain, lalalala~"

 

Terdengar tawa geli yang perlahan menghilang, beriringan dengan perginya Lucio ke taman. Begitu memastikan Lucio sudah tak terlihat, Gran tertunduk lesu--bahkan sampai jongkok memunggungi pintu masuk, dahi disenderkan pada salah satu sisi meja kayu. Satu tangan merogoh saku, mengeluarkan kotak kecil berhias pita biru yang dimaksud Lucio.

 

"Kalau ganti bungkusnya, bakal sempat enggak ya…"

Notes:

*masih nangisin kurangnya asupan CioGran* Terima kasih banyak masih baca fic ini, bagian terakhir arc ini (a.k.a GrimDjeeta) masih belum selesai diketik pas saya cek barusan /DITAMPOLMASSA

Notes:

WARNING!
- meskipun status 'complete', fic ini bakal ada update-annya. Kecuali ada pemberitahuan lebih lanjut yak uwu
- HASHTAG TERAKHIR BUAH KARYANYA SHIROE_SACHOUU SEKIAN INFO /lanjutngakak

Terima kasih sudah mampir membaca~