one fell first, the other fell harder
Series Metadata
Listing Series
-
Tags
Summary
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Sae dibuat terhenyak saat sosok di hadapannya terhuyung menubruk tubuhnya. Parfum dengan middle notes maskulin beraroma sandalwood dan amber langsung menyeruak ke dalam indra penciumannya saat pemilik kepala ber-hoodie tersebut menenggelamkan wajah di ceruk perpotongan lehernya.
Pertemuan kulit mereka membuat Sae bisa merasakan temperatur panas tubuh yang tidak normal. Sae membatu.
"I called you," sahut Michael dengan suara menggumam yang setengah teredam. "I messaged you. But no replies. Sorry, Schatz. I need to go home."
Series
- Part 1 of one fell first, the other fell harder
-
Tags
Summary
"You're here," ucap Michael seraya merengkuh tubuh Sae dari belakang, mengabaikan eksistensi punggung kursi yang memisahkan tubuh mereka.
"Hm," gumam Sae. "Mandi dulu sana."
"Ich vermisse dich," ucap Michael setelah tertawa ringan menerima perlakuan datar Sae. "Thanks for being here with me tonight. Kamu nginep, 'kan?"
Sae terdiam sejenak kemudian melirik kekasihnya penuh selidik. "Mau ngapain lu?"
"I miss you, Sae," ucap Michael, sekali lagi membubuhkan kecupan menggoda di rahang bawah Sae, kemudian berbisik di dekat daun telinga kanannya, "and my body misses yours too."
Series
- Part 2 of one fell first, the other fell harder
-
Tags
Summary
“Let’s start over. I’ll give you a chance. This once.”
Michael nyaris tak bisa mempercayai telinganya. Ia pun membalikkan tubuhnya dengan cepat, dengan frantik berusaha menemukan kejujuran dalam sepasang mata hijau laut Sae. Mata yang selamanya akan mengingatkannya pada hijau indah Danau Eibsee di kampung halamannya.
“Really?”
Sae memejamkan kedua matanya dengan ekspresi menahan malu. “Yes.”
Seketika itu juga Sae disambut oleh pelukan hangat seorang Michael Kaiser. Jantungnya berdegup kencang. Kencang sekali, sampai-sampai ia takut jantungnya akan berdetak kelewat kencang dan pada akhirnya akan berhenti karena terlalu kewalahan.
“Mike, this is embarrassing,” keluh Sae saat pelukan mereka menyita perhatian beberapa orang yang lewat di dekat mereka. “Let go of me.”
“Never,” ucap Michael, mengecup sisi kepala Sae penuh afeksi. “I’ll never let you go, Itoshi Sae.”
Series
- Part 3 of one fell first, the other fell harder
