Ayah dan Anak Bohongan
Series Metadata
Listing Series
-
Tags
Summary
“Nanti aku mandiin,” Hanbin usap perut Jiwoong dari luar kemeja. “Tapi aku bikin tambah lengket mau gak?”
Bodoamat kalau Hanbin makin kelihatan binalnya, tapi ia betulan amat rindu akan keberadaan kontol Jiwoong yang menancap di memeknya. Selangkangan Hanbin gatal karena sekarang jarang dikobel oleh jari-jari panjang nan lihai itu. Hanbin rindu, tidak bisa menahan lebih lama lagi.
Series
- Part 1 of Ayah dan Anak Bohongan
-
Tags
Summary
“Tapi waktu itu ayah sempet nanya kenapa Abin nggak ngidam.” Makin berani tangan Hanbin belai kontol Jiwoong. “Ini sekarang Abin ngidam. Pengen mainin kontol ayah waktu ayah lagi nyetir.”
Series
- Part 2 of Ayah dan Anak Bohongan
-
Tags
Summary
“Nah kalau nurut,” dagu Hanbin diangkat menggunakan telunjuk Jiwoong. “You have to ask nicely. Mau apa dari ayah? Mau diapain? Mau ayah ngapain kamu?”
Badan Hanbin bergetar penuh antusiasme dan antisipasi karena sudah lumayan lama tidak diberi perintah penuh dominasi macam itu. Dirinya makin meringkuk, bergelung dalam rengkuhan Jiwoong karena sudah masuk dalam mode submisif. Hanbin siap jadi anak ayah yang penurut dan manis seperti sedia kala.
“Mau dipegang-pegang, mau dipake, mau dibikin enak sama ayah,” Hanbin gelisah di pangkuan Jiwoong. “Mau dikontolin ayah sampai pipis, sampai gak bisa jalan.”
Series
- Part 3 of Ayah dan Anak Bohongan
-
Tags
Summary
Adegan kesekian dari Ayah dan Abin yang ngewe kaya kucing kebelet kawin
Series
- Part 4 of Ayah dan Anak Bohongan
-
Tags
Summary
“Oh, iya, selamat ulang tahun Jiwoong.” Hanbin bawa tangan Jiwoong di genggaman untuk membelai perutnya. “Mau gak ulang tahunnya dipake buat nemenin tante? Tante sedih tau lagi hamil gini gak ada suami.”
Series
- Part 5 of Ayah dan Anak Bohongan
-
Tags
Summary
Bahu Hanbin mengedik satu kali. “Mending dikontolin sampe muntah daripada berurusan sama orang kayak kontol.”
Series
- Part 6 of Ayah dan Anak Bohongan
