Recent bookmarks
-
Tags
Summary
George tidak dapat menahan amarah yang biasa ia mampu pendam. Mulutnya tidak bisa berhenti mengucapkan kata-kata yang seharusnya ia telan saja, "Aku masih membencimu yang selalu lebih baik dariku."
Max memandangi George lamat-lamat. Pengaruh alkohol sedikit mengaburkan pandangannya tapi ia masih dapat melihat dengan jelas kerutan di jidat George. Perkataan George membuatnya ingin menghela napas, tapi tubuhnya sedang tidak bergerak berdasarkan akal sehat, jadi ia hanya bisa tertawa kecil sebelum membalas perkataan George.
"Tidak ada hal yang bisa aku lakukan akan hal itu. Tapi mungkin aku tahu apa yang bisa kau lakukan. Kalahkan lah aku, kalahkan sebisamu. Buktikan kepada dirimu sendiri kalau kau memang lawan yang sepadan. Buktikan kalau kau lebih dari segala persepsimu."
Max Verstappen akhirnya memutuskan untuk pindah ke Mercedes, menjadi teman satu tim George Russell yang tidak pernah bisa akrab dengannya.
