Chapter Text
'Mirror, tell me something
Tell me who the loneliest of all?
Fear inside of me
Tell me can a heart be turned to stone?'
~*~
Nada selembut sibakan satin mengalun bersama hawa beku. Ruangan luas berbingkai pilar-pilar es menjulang dengan kelambu aurora membungkus. Sosok si cermin ajaib tersangga di hadapan sang Ratu salju. Kilau dari permukaan kaca yang merefleksikan wujud dari sang Tuan Muda bercampur menjadi satu. Sabda menjawab:
"Wahai Ratu ku, Weiss Schnee. Hanya engkaulah satu-satunya yang berdiri sebagai makhluk hidup di istana ini. Hati mu yang sepi telah membeku menjadi batu, sejak dahulu."
Sang Ratu mengangkat dagu, tatapan hampa tanpa meragu.
"Katakan, dimana aku bisa mendapatkan teman?"
"Wahai Ratu ku. Jauh di dalam rimba selatan, hiduplah seorang gadis bertudung merah marun, berambut sehitam langit jelaga, dengan sebuah sabit besar alih-alih sekeranjang apel masak. Ia adalah seorang pemburu werewolf."
Bertahun-tahun berlalu sejak sang Ratu salju terakhir kali tersenyum. Kini ia bisa mencium aroma sebuah petualangan, alasan yang bisa mendorongnya untuk memberontak pada takdir yang mengurungnya dalam neraka kesepian. Kesempatan untuk kabur dari dunianya yang sempit dan membosankan.
Tiba-tiba sebuah Golem raksasa berdiri menghalangi, mencegah sang Ratu melanjutkan langkah. Weiss sudah tahu bahwa aksi kabur dari penjara ini akan terganggu oleh anjing penjaga ciptaan sang Ayah. Dirinya bukan lagi Tuan Putri yang terkurung dalam kotak permata yang hanya bisa mendambakan kebebasan.
Serpihan salju memadat dalam genggam tangan, membentuk sebuah rapier berlogam es. Myrtenaster dibawa untuk menari di udara, menebas cepat selembut terpaan nafas, menusuk hawa hingga titik beku terendah.
Gaun putih bersulam manik-manik embun mengkristal berayun anggun mengikuti langkah lincah sepasang kaki jenjang. Ia melompat, berputar diudara, menyerang bagian vital sang musuh raksasa.
DUAAAKK
Weiss terlempar namun berhasil mendarat dengan pijakan aman. Secercah darah mengalir dari atas pelipis mata kiri nya, memberikan aksen merah pada tubuhnya yang serba putih, kecuali sepasang mata biru saphire sedingin es kutub miliknya.
Sang Ratu tidak menyerah. Ia melompat kembali. Sebuah lambang Glyps muncul dibawah kaki Weiss, menjadi pijakan beraliran kuat yang membantunya memberikan serangan mematikan. Tarian terakhir Myrtenaster yang dimainkan sang Ratu salju mengakhiri hidup sang monster buatan untuk selamanya.
~*~
Dahulu kala, ada seorang Ratu yang hidup diatas sisi bumi yang membeku bertanya pada cermin ajaib. Jawaban si cermin membawa sang Ratu pergi keluar dari sangkar kristalnya. Mengembara kedalam belantara hutan serigala untuk mencari seseorang yang akan diajaknya berdansa dibawah sinar bulan.
.
