Actions

Work Header

Kumpulan Cerita pendek

Summary:

Kumpulan cerita pendek yang mungkin alurnya kurang jelas.

Mayoritas pairingnya MinV

Notes:

Cerita ini diangkat dari video lagu FMV Eine Klein.

(See the end of the work for more notes.)

Chapter 1: Little Serenade

Chapter Text

Meski aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu
Segala hal di sekitarku berubah menjadi menyedihkan
Kini segala kenangan indah yang menyakitkan itu
Pergi dengan membawa perpisahan yang akan datang


Taehyung mengusap lembut surai hitam Jimin yang terlelap di pahanya.

Mereka sedang berada di taman bunga dengan danau indah.

Taehyung mengalihkan pandangannya sesaat ia melihat pantulan dirinya di permukaan danau.

Jika aku hidup dengan merebut kehidupan orang lain
Maka lebih baik aku menjadi batu yang berputar saja
Dengan begitu tak ada kesalahpahaman dan kebingungan lagi
Dan kau juga takkan pernah mengetahui diriku


"Taehyung sembunyi disini ya nak. Jangan keluar." ujar ibunya.

Taehyung kecil bersembunyi di lubang pohon besar dan tua. Sekelilingnya penuh dengan suara tembakan dan teriakan.

Tubuh Taehyung gemetaran. "Ibu... Aku takut..."

~~

Taehyung mengamati Jimin yang sedang bercanda gurai sembari menggenggam bunga esmeraldo.

Meskipun aku ingin mengungkapkan seluruh perasaanku kepadamu
Aku berbohong dengan berkata ada rahasia yang tak akan kukatakan
Sebenarnya aku jauh lebih lemah daripada yang selama ini kau pikirkan
Lalu mengapa? Mengapa? Mengapa?


Jimin mengajak Taehyung jalan-jalan ke taman bermain. Mereka menghabiskan waktu mencoba segala wahan hingga matahari terbenam.

"Tae..." panggil Jimin.

Taehyung yang berada di depan Jimin menoleh.

"Maukah kamu menghabiskan waktu, suka dan duka bersamaku?" Jimin mengeluarkan kotak bludru warna ungu dengan cincin di dalamnya.

Taehyung tertegun. Ia sangat senang, bahagia sekali. Tetapi...

Taehyung mendorong pelan kotak cincin yang disodorkan oleh Jimin. "Maafkan aku, chim..." Taehyung menunduk.

Jimin tersenyum kecil walau terlihat dari sorot matanya bahwa ia sedih. "Boleh aku tahu alasannya?"

Taehyung enggan menjawab.

Jimin menyimpan lagi kotak cincin itu dan menggenggam tangan Taehyung. "Kita tetap sahabat kan?"

Hati Taehyung terasa diremuk. Ia hanya bisa mengangguk.

Selama bersamamu meskipun ada penderitaan dan kesedihan
"Aku merasa bersyukur" sambil tersenyum dengan betapa bahagianya
Segala hal di hadapanku pun berubah menjadi buram dan menghilang
Dengan luapan keajaiban yang tak cukup
Kau pun telah memanggil namaku


Beberapa tahun kemudian, Taehyung menghadiri pesta pertunangan yang cukup meriah.

Kedua pasangan saling bertukaran cincin. Sorak sorai para undangan yang memberikan selamat kepada pasangan tersebut.

Taehyung pun ikut bertepuk tangan, pandangannya agak buram karena airmata yang menumpuk.

"Taehyungie!" sapa Jimin dari kejauhan. Ia sangat tampan dengan setelan jas berwarna putih.

"Taetae!"

Sejenak Taehyung mengingat sosok Jimin kecil saat memanggilnya. Ia membalasnya dengan ayunan tangan.

'Ini adalah pilihan terbaik.' pikir Taehyung.

Jika kau kehilangan tempat untuk kembali dan kehilangan arah
Aku ingin ada seseorang yang dapat menggantikan posisimu
Sekarang dengan berpura-pura tak melihat segalanya
Kuyakin kita berdua pasti dapat terus tersenyum

 

Taehyung sedang berbelanja di Myeondong, ia melihat kerumunan orang. Karena penasaran, ia ikut melihat apa yang terjadi.


Taehyung terkejut melihat garis polisi, ambulance, dan Jimin yang sedang terduduk di depan tunangannya yang bersimbah darah.

Tubuh Taehyung gemetar. Pandangannya berubah seakan yang bersimbah darah adalah Jimin. Ia melihat tangannya penuh dengan darah.

"Tae!" suara Jimin menyadarkan Taehyung. Ia menghampiri Taehyung. "Ikut aku ya..."

Taehyung mengangguk.

Meski berharap dan berdoa berkali-kali, mimpi buruk akan terus ada
Distorsi yang kecil itu pun suatu saat pasti akan menenggelamkanmu
Aku jauh lebih tak berguna daripada yang selama ini kau pikirkan
Lalu mengapa? Mengapa? Mengapa?

 

Di rumah sakit, tunangan Jimin dinyatakan koma. Jimin sangat terpuruk, tubuhnya lemas hanya bisa bersandar di dinding depan kamar tunangannya.


"Akan ku bawakan minum untukmu. Supaya lebih tenang." Taehyung beranjak pergi, tetapi tangannya dipegang oleh Jimin.

"Ku mohon jangan tinggalkan aku..." ucapnya lirih.

Aku mohon jangan biarkan malam ini berakhir sampai kapan pun
Sehingga hari ini terus berlanjut dengan kita berpegangan tangan
Demi pemandangan yang penuh warna di saat aku menutup mata
Apakah hal yang dapat kulakukan untuk hal itu?
Apakah tak apa jika aku memanggil namamu?


Taehyung tidak bisa melihat Jimin sedih seperti ini. Ia memeluk Jimin, berusaha memberikan ketenangan dan kenyamanan.

Jimin pun akhirnya di taruh di kamar pasangannya karena pingsan akibat shock. Taehyung duduk disampingnya sambil menggenggam tangannya.

Ia menyenderkan kepalanya dekat dengan kepala Jimin. 'Jimin, aku mencintaimu. Aku tidak ingin kamu seperti ini.'

Taehyung pergi ke kuil dimana ia dan Jimin pertama kali bertemu. Ia berlutut di depannya.

"Aku tahu Dewa pasti bosan denganku yang egois ini." ujar Taehyung.

Taehyung menggigit bibir bawahnya. "Tetapi ini adalah permohonan terakhirku."

Taehyung memejamkan matanya. Lama kelamaan sosoknya berubah. Bajunya berubah menjadi hanbok putih, telinganya menjadi lancip, taring dan tanduknya kembali.

Jimin terbangun melihat Taehyung sudah tidak ada di sampingnya. Hanya ada setangkai bunga esmeraldo.

Suster datang memberitahukan kalau kondisi tunangannya membaik dan besar kemungkinannya ia akan segera sadar.

Jimin terkejut dan teringat dalam mimpinya Taehyung pergi meninggalkannya. Ia berlari mencari Taehyung.

Semenjak aku terlahir di dunia ini
Aku selalu berteriak "aku ingin menghilang"
Sejak saat itu aku pun terus mencarinya
Segala tentangmu, hingga saat kita bertemu

 

T aehyung kecil menangis keras diantara mayat-mayat disekitarnya.
~~
Taehyung menghampiri beberapa anak kecil yang bermain di taman.


"Bolehkah aku bergabung? Aku punya buah yang enak loh." Taehyung memperlihatkan beberapa buah ditangannya.

Sekumpulan anak itu memandang Taehyung dengan takut. Mereka melempari Taehyung dengan batu, dan Taehyung pun berusaha kabur.

Taehyung duduk sendirian. Menunduk memainkan hanboknya.

Tiba-tiba didepan pandangannya ada bunga. Taehyung mendangak melihat anak laki-laki dengan pipi gembul tersenyum. Matanya menghilang ketika tersenyum.

"Kenapa sendirian? Ayo main bersamaku. Aku Park Jimin." ujar Jimin kecil memberikan tangannya.

Taehyung senang Jimin mengajaknya bermain. Setiap hari mereka bermain bersama, menghabiskan waktu bersama. Hingga suatu ketika...

"Jimin ayo pulang! Jangan bermain dengan setan itu!" Ibu Jimin menarik Jimin menjauh dari Taehyung.

"Jangan berani-berani kau dekati anakku lagi, dasar setan!" bentak ibu Jimin sebelum membawa Jimin pulang.

Taehyung memegang tanduk diatas kepalanya.

Semenjak saat itu, Taehyung hanya bisa memerhatikan Jimin yang bermain dengan teman-temannya.

'Aku juga ingin bersama Jimin...'

Taehyung pergi ke kuil, ia terus terusan memohon agar bisa menjadi manusia. Hingga doanya terwujud setelah ia beranjak remaja.

Taehyung yang telah berubah menjadi manusia langsung mencari Jimin.

"Jiminie!" sapanya.

Jimin terlihat agak bingung namun langsung teringat. "Taetae??"

Jimin langsung memeluknya. Akhirnya mereka bisa bersama lagi.

Selama bersamamu meskipun ada penderitaan dan kesedihan
"Aku merasa bersyukur" sambil tersenyum dengan betapa bahagianya
Segala hal di hadapanku pun berubah menjadi buram dan menghilang
Dengan luapan keajaiban yang tak cukup
Kau pun telah memanggil namaku
Apakah tak apa jika aku memanggil namamu?


Jimin menemukan Taehyung yang terbaring lemas di tanah depan kuil dengan hujan yang cukup deras. "Taetae, kenapa??" Jimin menangis. Ia memeluk Taehyung.

Taehyung mengusap pipi Jimin. "Ini yang terbaik, Chim. Aku tidak bisa bersamamu." airmatanya mengalir walau tertutupi dengan air hujan

"Aku selalu diselimuti rasa ketakutan jika suatu saat aku mencelakaimu dengan tanganku sendiri. Aku tidak mau, Chim..." jelasnya.

Jimin menggenggam tangan Taehyung. "Kamu tidak akan pernah melakukannya, aku percaya itu." ujar Jimin.

Taehyung tersenyum. Lama kelamaan tubuh Taehyung menjadi tembus pandang.

Jimin mulai merasa sosok Taehyung menghilang. "Tae... Jangan... Jangan tinggalkan aku..."

"Aku tidak akan kemana-mana, Jiminie... Aku akan selalu didekatmu." jawab Taehyung perlahan.

Jimin menggelengkan kepalanya. Memohon agar Taehyung tidak menghilang. Memeluknya erat walau tubuh Taehyung sudah hampir menghilang.

"Bolehkah aku memanggil namamu?" tanya Taehyung perlahan.

Jimin mengangguk walau ia masih menangis sesegukan.

"Park Jimin, aku mencintaimu. Berbahagialah."

Ucapan terakhir dari Taehyung sebelum akhirnya ia menghilang sepenuhnya.

Jimin menangis keras. Ia menyesal kenapa ia tidak berusaha meyakinkan Taehyung kalau ia tidak peduli dengan sosok Taehyung yang sebenarnya.

Ia menyesal tidak meyakinkan Taehyung kalau ia tidak akan apa-apa jika Taehyung berada disisinya.

Jimin mengambil setangkai bunga esmeraldo yang ditinggalkan Taehyung. Ia mencium bunga tersebut. 'Mari bertemu dikehidupan berikutnya, Taehyungie. Dan kita akan bahagia bersama.'

Tamat