Actions

Work Header

Ketika Inspektur Haru Katou Mabuk

Summary:

"Um, Kambe-kun ini kaleng bekas bir punya siapa??"

"Inspektur Katou."

"Semuanya...?"

"Ya. 7 gelas. Semuanya."

Notes:

Bermula dari ide iseng sampai bikin poll voting twt ꈍ .̮ ꈍ✿

Enjoy~

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

"BERSULANG~!

CRING! Suara nyaring gelas dan kaleng bir yang bertubrukan disertai dengan tawa lepas para anggota divisi MCPTF. Ketua Kiyomizu berdehem dan melangkah maju diantara anggota yang lainnya.

"Yak~ Berhubung kita telah memecahkan kasus yang diberikan oleh Divisi 1, kita semua berkumpul untuk merayakannya di kantor utama MCPTF ini. Kerja bagus semuanya, terutama kalian, Kambe-kun dan Katou-chan~!" selesai Ketua Kiyomizu, mata terlihat sipit dengan senyum sumringah dari pipi ke pipi.

Para anggota lain bertepuk tangan ringan, memuji kedua inspektur yg disebut. Haru sekilas membungkuk, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, jelas sedikit merasa tersipu malu. Sementara itu Daisuke yang tidak jauh berada di sampingnya hanya mengangguk ringan, sedikit menggoyang cairan yang bukan bir melainkan anggur merah.

Haru melirik penasaran setengah kesal ke arah yang-katanya-partnernya di sampingnya itu sebelum kembali menatap rekan-rekan kerjanya. "Aa... Terima kasih banyak, ini juga berkat bantuan kalian. Sungguh. Sampai-sampai mengadakan pesta sepert ini." usai Haru.

Kamei merangkul bahu Haru dengan santainya. "Hei bro! Jangan sungkan begitu. Benar kata Ketua, kita yang sangat berterima kasih karena Duo kebanggaan divisi kita yang menyelesaikan kasus ini~" ucap Kamei, jelas sudah terlihat mabuk ditambah dengan cengar-cengirnya yang tidak jelas.

"Iya, benar kata Kamei-kun lho, Katou-san! 'Toh anggap saja pesta perayaan ini sebagai pengingat kalau kehadiran dan kerja keras kalian sangat dibutuhkan disini!" Tambah Saeki. Satu-satunya anggota wanita di dalam divisi tersebut dengan riang menyodorkan manisan dan kudapan yang dibawanya kepada semua yang ada di dalam ruangan. Haru pun mengabil satu buah permen mint dari tangan Saeki.

Haru tersenyum, mengucap 'Terima kasih' singkat pada rekan wanita tersebut, yang dibalas dengan senyum balik. Saeki kemudian berbalik badan dan menawarkan hal yang sama untuk Daisuke.

Haru menghela nafas lega saat Ia menjatuhkan dirinya ke salah satu sofa yang ada di pojok ruangan. Cho-san dan Teppei sedang berbincang ramah dengan Ketua Kiyomizu. Kamei yang sedang bersama Saeki mulai mencurahkan hatinya soal pujaan hatinya, Motoyama-san.

'Haa.. Mulai lagi, si Kamei itu. Pasti nanti akhir-akhirnya akan merengek tidak jelas. Heh' Ucap Haru dalam pikirannya. Ia menatap dalam bir di dalam gelas yang dipegangnya. 'Kerja bagus...ya? Rasanya seperti sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan puas setelah memecahkan kasus...'Haru meneguk sekali, kemudian terhenti saat Ia merasa kehadiran seseorang.

"Ugh...Apaan?"

"Hm?"

"Aku tahu kau dari tadi menatap ke arah ku terus. Apa?"

Sudut bibir Daisuke menukik perlahan. "Kerja bagus, Inspektur Katou."

Haru sekilas terbelalak namun Ia berusaha menutupinya dengan mengernyitkan kedua alisnya, "Hn. Kau juga. Kurasa."

Hening.

Suara yang terdengar hanya tawa, ocehan , dan bincangan halus dari anggota lainnga yang berada di tengah ruangan.

Daisuke tetap dan tidak berhenti mengarahkan iris biru tajamnya ke Haru. Namun tidak ada niat untuk memulai perbincangan.

Hening menyelimuti Haru dan Daisuke.

'CANGGUNG BANGET ASTAGA-' teriak Haru di dalam kepalanya.

"Oi, Kambe!"

Daisuke berhenti menyeruput anggurnya, "Apa?"

"Duduk. Aku sedang tidak mood untuk menceramahimu jadi lebih baik kau berhenti berdiri disitu. Seperti orang bodoh saja." usai Haru tanpa sekalipun menengok ke arah Daisuke. Daisuke memiringkan kepalanya sedikit dan memutuskan untuk akhirnya duduk di sofa kembar yang tepat berdepanan dari tempat Haru. Terpisahkan oleh jarak sebuah meja kayu yang berada di antara tempat duduk mereka.

Daisuke kembali memerhatikan Haru yang ada di depannya meneguk birnya sekali, menatap jakun milik Haru yang bergerak seraya menelan. Daisuke kembali menyeruput anggur bermerek terkenal dengan harga jutaan tersebut. "Oi, harus banget ya kau minum yang berbeda dari kita semua hah? Padahal Ketua sudah dengan baik hati mentraktir kita semua khusus malam ini. Dasar."

Daisuke menutup kedua matanya, "Aku mentransfer 10 juta ke rekening milik Ketua Kiyomizu. Jadi, lebih tepatnya akulah yang mentraktir divisi MCPTF, Inspektur Katou." Ucapnya dengan ekspresi wajah yang tidak berubah, datar.

"APA?! KAMBE ELO YANG- UHUK UHUK UHUK!!" Haru tersedak birnya. Tenggorokan Haru terasa sedikit terbakar dikarenakan alkohol yang tertelan dalam jumlah yang tidak sedikit. Wajahnya memerah, yang juga dikarenakan efek alkohol, setelah tahu Ia baru saja menuduh pria berjas hitam di depannya.

(Lucu.Pikir Daisuke singkat.)

"Ukhh... orang kaya sialan..."

"Kau tidak senang? Yang lainnya terlihat memasang ekpresi yang berbeda denganmu."

"Haah.. Dengar, bukannya aku tidak senang, oke kalau yang lain bersenang-senang karena pesta ini, hanya saja..."

Alis Daisuke sedikit terangkat penasaran, "Hanya saja?"

"Kau itu terlalu... AH! Sudahlah lupakan saja! Aku 'kan sedang tidak mood mengomeli kau!" Haru membuang muka, tidak ingin bertatap langsung dengan iris biru milik Daisuke.

"Kalau begitu aku harap agar kau minum sepuas yang kau inginkan, Inspektur."

"Tidak. Aku juga tidak berniat untuk terlalu mabuk."

"Lemah terhadap alkohol?"

"Bukan! Tsk. Aku menyetir. Seorang polisi yang mabuk saat menyetir mobil. Hah, lucu sekali." Jawab Haru dengan sarkasme. Ia menaruh gelas birnya yang masih setengah di atas meja.

Daisuke mendengus pelan, tetapi cukup keras untuk terdengar oleh Haru. Haru seketika menatap tajam ke arah Daisuke dengan penuh rasa kesal. "Apa-apaan itu? Kau baru saja meremehkanku 'kan, Kambe?!"

Iris biru dingin bertemu dengan iris keemasan yang terlihat bersinar amarah.

Daisuke memirikan kepala, menyeringai. "Kalau iya.."

"Khh-"

"Kau akan apa, Inspektur?"

 

o~o~o

 

"Cho-san, Teppei-san, dan Ketua Kiyomizu hati-hati di perjalanan pulang! Sampai jumpa besok! Oh bersih-bersihnya biar kami saja." Ucap Saeki.

"Hum. Baiklah, sampai jumpa besok."

CKLEK.

Saeki melihat sekeliling ruang kantornya, Kamei sedang membersihkan sisa-sisa kaleng bir yang sudah kosong, iris merah muda milik Saeki pun mencari-cari keberadaan Daisuke dan Haru. Wanita bersurai pink itu mengeluarkan 'Oh' pelan saat menemukan duo tersebut di pojok ruangan.

"Kambe-kun~ Katou-san~ bisa tolong bantu- Eh? Katou-san tertidur?" Tanya Saeki, telapak tangannya terletak di depan wajahnya, bingung.

Pemuda bersurai coklat-keabuan itu terbungkuk lemas, kepalanya terbenam di pangkuan kedua lengannya yang terlipas di atas meja. Jaket kesayangan lepas dan berada tidak jauh di sebelahnya. Saeki mencoba intuk mencolek pundak Haru tetapi jawaban yang keluar hanya gumaman panjang, tidak ingin diganggu.

Penasaran, Kamei pun menengok dari belakang Saeki. "Kenapa, kenapa? Ada apa 'nih?"

"Oh Kamei-kun, ini si Katou-san..." Saeki bingung harus menjawab apa, seketika melirik sesuatu yang terletak di atas meja.

"Um, Kambe-kun ini kaleng bekas bir punya siapa??"

"Inspektur Katou."

"Semuanya...?"

"Ya. 7 gelas. Semuanya."

"EHH?! Berarti Katou-san sedang mabuk berat dong!? Gawat ini 'sih!" Teriak Kamei tiba-tiba. Saeki yang disebelahnya memasang ekspresi senyum-canggung.

Daisuke menatap Kamei dan Saeki dengan tampang kebingungan sekaligus tertarik dengan kepanikan mereka yang secara tiba-tiba. "Memangnya ada apa?"

"Ng.. Gini.. Katou-san itu kalau lagi mabuk parah dia-"

BRAK!

Semua mata tertuju ke arah datangnya suara gebrakan meja yang di pukul Haru. Rambut poni depannya menutupi sebagian wajah. Ia pun mulai berjalan menuju Daisuke yang masih duduk dengan santainya. Langkah kaki Haru agak tidak beraturan dan hampir beberapa kali tersandung, oleng selayaknya orang yang sedang mabuk.

Bruk! Haru menempatkan dirinya duduk di sebelah Daisuke. Bahu dan kaki saling bersentuhan tanpa ada jarak sama sekali.

Daisuke hanya menatap gerak-gerik partnernya tersebut dalam diam sebelum,

"KaM -HIC Beeeeee~~~"

Daisuke berkedip, sekali, dua kali. Sekejap merasakan berat pada pundaknya. Haru...baru saja menyandarkan kepalanya di pundak Daisuke?

Meski tidak tampak di ekpresi wajahnya, namun Daisuke cukup terkejut pada apa yang baru saja Haru lakukan. Pria yang lebih tua darinya itu juga melingkarkan lengannya ke lengan milik Daisuke erat. Daisuke menatap kembali ke arah Kamei dan Saeki, keduanya hanya menghela napas dan menepuk jidat masing-masing.

Haru mengangkat wajahnya agar bertemu dengan Daisuke. Biru bertemu dengan emas. Kedua iris emas Haru yang saat ini setengah tertutup seperti orang yang sedang mengantuk dan di kabuti oleh satu hal,

(Nafsu.Tebak Daisuke dalam pikirannya.)

Daisuke yang kini sedang bertatap muka dengan Haru akhirnya bisa melihat dengan jelas wajah partnernya itu. Pipinya merah efek alkohol, kedua alisnya tidak sedang mengernyit pertanda kesal melainkan rileks, tatapan mata Haru antara fokus dan tidak fokus menatap milik Daisuke, dan yang terakhir, bibir Haru. Bibirnya sedikit terbuka dan agak basah mengeluarkan hembusan napas pendek. Daisuke dapat mencium aroma bir yang sangat kuat. Meski begitu, Daisuke tidak mengalihkan pandangan matanya ke bibir seksi Haru.

(Daisuke merasakan bibir miliknya sendiri terasa kering secara tiba-tiba. Daisuke menelan ludah.)

Lamunan Daisuke terhenti ketika Haru mencubit pipi Daisuke. "Oii -HIC- dengar gak?"

"Maaf, barusan kau bilang apa?

"Aku bilang -HIC- Kau itU SEKsi, dasAr sialaaan~"

"..." Daisuke berkedip. Satu kali, dia kali. Kemudian seringai kembali muncul menghiasi wajah tampannya.

(Oh, Katou Haru, sungguh menarik sekali. Pikir Daisuke.)

"Oh ya? Kukira kau tidak menyukai tampangku yang terlihat, biar kuingat... sombong dan brengsek?" Usai Daisuke dengan tenang meski kedua ujung hidung milik mereka berdua tidak lebih dari beberapa milimeter satu sama lain.

Haru menarik dasi Daisuke, jemari meremas bahan lembut berteriak mahal seraya Haru makin mendekatkan tubuhnya ke Daisuke.

"Iya-HIC- memang. Kau itu bertampang mirip orang brengsek, 'nyebelin, dan bisanya cuma membuatku kesal tiap kali melihatmu yang berlagak seperti yang punya tempat- " Ucap pria yang lebih tua beberapa tahun darinya itu. Jari telunjuknya dengan santai mencolek dada Daisuke. Jelas-jelas gestur menggoda.

"Tapi,"

"Hm...?"

"Tampangmu yang ku benci itu selalu, selalu, selalu saja muncul di mimpiku, dasar sialan." Selesai Haru. Iris keemasannya tidak pernah lepas dari iris biru milik Daisuke. Begitupun juga lelaki berambut hitam pekat itu. Daisuke menggerakkan dan meletakkan tangan ke pinggang ramping Haru. Perlahan menjalar naik ke punggung, tengkuk leher, hingga akhirnya berhenti di surai berantakan milik Haru. Daisuke mengelus lalu kemudian dengan perlahan meremas dan menarik suraian coklat-keabuan Haru. Daisuke mengarahkan kepala Haru untuk mendekatkan bibirnya ke daun telinga lelaki yang lebih tua darinya.

"Katou Haru," Bisik Daisuke.

"Nghn~?" Jawab Haru, ucapannya berakhir hampir terdengar seperti desahan.

"Kau mabuk. Sangat mabuk. Bangunlah, aku akan mengantarmu pulang sebelum kau melakukan hal yang akan disesali nantinya." ucap Daisuke dengan suara rendah baritonenya. Membuat Haru sedikit gemetar mendengarnya.

"Hngh- Aku tidak-HIC- mabuk- dan aku gak mau pulang~"

"Katou-"

"Aku...ingin ke rumahmu, Daisuke"

"..."

"Tidak boleh...?" Haru memiringkan kepala, lengkap dengan bibir cemberut.

Daisuke menyeringai, lalu beranjak ke posisi berdiri. "Baiklah, ayo." Ucapnya yang dibalas dengan Haru yang ber 'Hore~' ria. Haru mencoba untuk berdiri tetapi dikarenakan efek alkohol, kakinya terasa lemas dan otomatis jatuh ke dalam dekapan Daisuke. Daisuke dengan mengangkat dan melingkarkan satu lengan Haru di pundaknya. Daisuke kemudian menatap kedua rekan kerjanya yang sedari tadi hanya diam, menyaksikan semua.

"Kalau begitu kami permisi." Usai Daisuke, berjalan meninggalkan ruang kantor MCPTF dengan Haru di rangkulannya.

Kamei dan Saeki bengong, melihat satu sama lain lalu menghela napas panjang dalam lega.

"Besok kita bilang apa?" Mulai Saeki.

"Meh. Biarkan saja. Katou-san 'kan bukan anak kecil lagi. Toh, Kambe-san itu partnernya, pasti akan mengurus Katou-san, 'kan?" Jawab Kamei dengan santai.

Saeki menepukkan telapak tangannya seraya tersenyum. "Oh iya ya~ hehe. Semoga saja mereka bisa jadi lebih akrab setelah ini."

o~o~o

"Hah?"

Haru terbangun dan mendapati dirinya tidak memakai pakaian. Tubuh bagian bawahnya hanya ditutupi oleh selimut berbahan sutra, tempat tidurnya pun berukuran King size yang memiliki tirai diatasnya. Haru melotot ketika Ia melihat pantulan dirinya sendiri di cermin besar yang bersebrangan dari kasur. Seketika Haru pucat. Leher hingga dadanyaa dipenuhi bekas hickey dan gigitan.

Haru tergagap, "Aa- Ap- Apa yang- HIIII?!?" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Haru merasakan sepasang lengan melingkari pinggangnya kuat. Menjatuhkannya kembali untuk berbaring.

Iris emas Haru menatap wajah yang sangat tidak asing.

"Selamat pagi, Haru."

Haru mengerjap saat mendengar suara berat Daisuke tepat di telinganya. Semburat merah menghias wajahnya hingga ujung telinga.

"KAMBE?!?! HAH KAU- APA YANG- KENAPA AKU- JANGAN BILANG KALAU SEMALAM KITA-- ADUDUDUDU KEPALAKU!!"

Daisuke menyandarkan kepalanya pada telapak tangan, "Kau pasti masih pusing, sebaiknya jangan berteriak." jawabnya dengan malas.

"Ngrk- sial. Oy, apa-apaan ini?! Kenapa aku bisa ada di tempat tidur bersamamu hah? T-tunggu bisa gak sih kau singkirkan lenganmu dulu- Lepasin-"

"Kau tidak ingat? Sayang sekali, semalam kau sangat jujur dan manis sekali."

"Ha?? Maksudm-" Reka ulang memori kejadian semalam kembali ke Haru. Pestanya, wajah menyebalkan Daisuke, bir, lalu.... dirinya yang berusaha menggoda Daisuke.

"AAAAAAAAAHHHH!!!!! ADUDUDUDUH-"

Daisuke memasang seringai khasnya, "Sudah ingat?"

Haru menggeleng dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. "Gakgakgakgak! I-ini pasti cuman mimpi, ya ini cuma- HYA!!" Haru terkejut ketika Ia merasakan jemari menekan sensual pada bekas merah yang ada di lehernya.

"Oh, perlukah kubantu agar kau ingat kembali ?"

"En-enggak tung- tunggu dulu- Kamb-"

"Dai-su-ke. Ah, tetapi kali ini aku tidak akan selembut seperti semalam, Darling~"

"Bentar- Tunggu- Ah-- KAMBE DAISUKEEEEEEEEEEEEE!!!!"

Notes:

Aku rindu daiharuu (ಥ⌣ಥ) Sungguh benar-benar berat menunggu sampai bulan Juli astaga, bertrimakasih banget untuk semua artist and writers yang tidak berhenti dan berdedikasi memberi asupan huhu;;; Kalian semwah hebat☆

Thank you for reading~♡

IG @himemocchi
twt @HimerinMochi