Actions

Work Header

Ayo cium aku, Katsuki!

Summary:

Shouto hanya menginginkan sebuah ciuman, tapi mengapa Katsuki yang notabene adalah kekasihnya itu sangat pelit dan tidak mau menciumnya sekalipun!?

Notes:

Semua ide murni dari saya sendiri, jika ada kesamaan itu mungkin sebuah ketidaksengajaan.

All Characters of Boku No Hero Academia belong to Horikoshi Kohei.

Happy reading!

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Sudah setahun ini Katsuki dan Shouto bersama sebagai sepasang kekasih, tapi sudah setahun pula mereka tidak pernah berciuman. Lebih tepatnya Katsuki sih yang selalu menolak Shouto, tapi Katsuki menolak Shouto bukan karena Shouto tidak menarik kok! Sumpah deh. Malah Katsuki hampir setiap waktu selalu memikirkan Shouto.

Apa Shouto sudah makan?

Apa hari ini Shouto pakai piyama strawberry yang Katsuki belikan?

Apa hari ini Shouto sudah makan soba?

Apa Shouto suka masakan yang Katsuki buat?

Apa Shouto selalu memakai selimutnya dengan benar saat ia tertidur?

Apa Shouto bahagia bersama Katsuki?

Apa Shouto.....

Bahkan Katsuki rela bangun tengah malam untuk pergi mengunjungi kamar Shouto demi memastikan bahwa selimut yang Shouto pakai tidak pernah lepas dari tubuhnya.

 

Di ruang tamu asrama UA, mereka pun duduk bersama. Lebih tepatnya Shouto sih yang tiba-tiba duduk disebelah Katsuki. Pemuda dengan surai pirang tersebut hanya melirik kekasihnya sekilas, lalu kembali memakan ramen pedasnya. Dirasa tak mendapat tanggapan apapun, Shouto mencoba menarik-narik ujung kaos hitam yang Katsuki pakai.

“Katsuki?”

“Huh?”

“Ayo cium, Aku!”

Uhuk! Uhuk!

Acara Katsuki-memakan-ramen pun terhenti. Lebih tepatnya Katsuki yang kaget setengah mampus, meskipun wajahnya masih menunjukkan tampang datar, hatinya tentu tidak. Sebenarnya ia sudah biasa menghadapi pertanyaan tiba-tiba dari Shouto. Tapi entah kenapa respon yang ditimbulkan selalu sama. Jantungnya selalu berdetak lebih kencang jika itu adalah Shouto.

Saat ini Katsuki sedang terdiam, ia menatap Shouto yang sedang tersenyum tanpa menyadari bahwa ia sudah mengganggu acara Katsuki-memakan-ramen. Katsuki untuk kesekian kalinya mengalah—hanya untuk Shouto seorang—ia menaruh mangkuk ramennya dan membiarkan itu mengembang.

Tangannya kini beralih menggenggam tangan Shouto lalu menatap kedua mata unik yang berbeda warna milik Shouto. Tentu saat ini muka Shouto sedang memerah, membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Shou.”

“Ya, Katsuki?”

“Nggak mau.”

“Hah?”

“Ngga. Mau. Cium. Kamu.”

“Kenapa?” Raut wajah Shouto saat ini menunjukkan kekecewaan, “Apa karna Katsuki habis makan ramen jadi ga mau cium Shouto?”

Bukan itu Shou. Bukan.

Katsuki frustasi. Tidak. Tidak boleh. Pokoknya tidak boleh! Hormon Katsuki sedang tidak stabil. Tapi Shouto yang polos ini tentu tidak akan mengerti.

“Aku gapapa kok, aku juga suka ramen!”

“Bukan itu, Shouto.”

“Loh gapapa! Shouto kan cuma mau minta ciuman dari Katsuki aja.”

“Shou, udah ya?”

“Udah apa?”

“Udah gemesnya, Shou. Aku ga kuat.”

Kini giliran Shouto yang memerah lalu ia pergi tanpa pamit karena malu, tidak sadar bahwa dirinya baru saja meninggalkan Katsuki dan ramen milik Katsuki yang sudah mengembang.

“Aku yang minta cium, malah aku yang kabur. Gimana sih!?” gumamnya.

 

 

_o0o-

 

 

Malam harinya

 

9PM
Katsuki
Shou, kamu pokoknya harus tidur jam 10 ya biar pagi ga ngantuk.

 

9.05PM
Shouto
Iya, Katsuki. Ini habis aku ganti baju, aku mau tidur.”
sent.

 

Katsuki yang sedang duduk ditepi kasurnya kembali menaruh handphone miliknya di atas nakas. Ia pergi menuju meja belajar untuk membaca materi apa saja yang akan ada pada mata pelajaran besok. Setelah Katsuki rasa bahwa ia sudah agak mengantuk, ia pun pergi keluar dari kamarnya.

Sudah menjadi rutinitas malam bagi Katsuki untuk mengunjungi kamar Shouto. Ia hanya ingin memastikan bahwa selimut yang Shouto pakai tidak melorot dan memastikan juga bahwa badan Shouto tidak kedinginan.

Katsuki pun membuka pintu kamar Shouto secara pelan. Ia tampaknya agak takut membangunkan yang empunya kamar. Ia pun menutup kembali pintu kamar Shouto secara pelan setelah ia ada berhasil masuk kamar Shouto.

fyuh!

Omong-omong kunci kamar Shouto sudah Katsuki gandakan, jadi tak perlu cemas bahwa Katsuki tidak bisa masuk ke kamar milik Shouto.

Katsuki pun menghampiri kasur Shouto lalu duduk ditepi kasur milik kekasihnya. Tangan kanannya ia gunakan untuk menopang tubuhnya dan tangan kirinya ia gunakan untuk menyibakkan rambut Shouto sehingga Katsuki bisa leluasa memperhatikan muka Shouto lebih dekat, “Easy to love, hard to quit.” Ucapnya saat melihat Shouto tertidur dengan damai dan nyaman.

Cup!

Bibir Shouto, Ia kecup.

Good night, Shou.”

Merasa tidak puas, Katsuki pun sedikit melumat lembut bibir Shouto sampai dirasa si empunya bergerak.

“Uhm... Katsuki?” Katsuki sendiri gelagapan. Namun tetap berusaha tenang agar Shouto tetap tak sadar akan apa yang baru saja Katsuki lakukan.

“Udah tidur lagi, aku kesini cuma mau ambil spidol aku yang kamu pinjem kemarin.”

Bohong! Katsuki baru saja melumat bibir Shouto!

“Tapi...” Shouto pun menguap sebentar. “Kenapa harus ke kasur aku? Meja belajar kan ada disana...” Gumam Shouto dengan mata yang masih tertutup ia kemudian membenarkan posisi tidurnya agar lebih nyaman.

“Tadi sekalian benerin selimut kamu, tadi agak melorot.”

Bohong! Malah setelah Katsuki datang, selimut yang Shouto kenakan semakin melorot!

“Uhm... Okay. Katsuki?”

“Ya?”

“Terima kasih.”

“Hm.” Kata Katsuki sambil mengusap rambut Shouto. Lalu ia pun beranjak dari ujung tempat tidur Shouto. Dirasa ada yang menarik ujung bajunya, Katsuki pun kembali melihat kearah Shouto, rupanya tangan Shouto kembali menarik ujung baju Katsuki.

“Kenapa?”

“Ayo, nginep di sini.” Katanya dengan mata yang masih terpejam.

“Nggak.”

“Aku ingin peluk Katsuki aja kok.”

“Yaudah, iya. Geser dikit.” Shouto pun menggeserkan badannya memberi tempat untuk Katsuki ikut berbaring.

“Katsuki?” Kata Shouto sambil memeluk badan kekasihnya.

“Hm?”

“Tadi aku mimpi ciuman sama kamu.”

“Shou, udah tidur ah.”

“Okay, tapi kapan-kapan cium aku ya, Katsuki?”

Katsuki terkekeh, sambil mengusap kepala Shouto. “Iya nanti aku cium, udah tidur. Kamu berisik banget. Aku udah ngantuk.”

“Malam, Katsuki.”

“Hm.”

Katsuki pun menarik selimut Shouto untuk membungkus kembali badan mereka berdua. Lalu keduanya tertidur sambil berpelukan.

 

 

END

Notes:

tulisan pertama bktd ini sebenernya aku hanya pindahin aja sih dari write.as ke ao3, untuk work bktd selanjutnya aku kayaknya bakal seneng pakai ao3. Hehehe, jadi kalau nemu yang mirip banget, itu memang akuu. And also thanks karna udah sempetin baca works aku.

2021/1/23

Series this work belongs to: