Work Text:
Jika ditanya, apakah Gojou Satoru bisa memasak? Maka ia akan menjawab dengan bangga; bisa.
Satoru bisa memasak. Tapi, keselamatan bagi konsumen di luar tanggung jawabnya alias masakannya bisa membunuh orang.
Serius, sebenarnya Satoru bisa memasak kok. Masakan normal dan aman untuk kesehatan pun ia bisa. Hanya saja memang dari dulu ia termasuk golongan manusia nyeleneh , jika diminta untuk memasak, ia selalu membuat hidangan aneh yang niscaya mampu menyiksa indra perasa.
Orang-orang asrama Jujutsu High sudah kapok mencicipi hidangan makan malam yang dimasak oleh Satoru. Sejak saat itu, Satoru dilarang menginjakkan area dapur selain urusan seduh-menyeduh.
Maka, ketika bel istirahat berdering dan Satoru datang menghampiri sang adik kelas tercinta alias Itadori Yuuji dengan kotak berwarna merah muda di tangan dan mengklaim bahwa itu hasil masakannya, dua orang adik kelasnya langsung menyembunyikan sosok Yuuji di balik punggung.
Mereka menulikan telinga dari gerutuan Satoru yang mengatakan bahwa masakannya kali ini aman untuk dikonsumsi karena ia membuatnya khusus untuk Yuujinya tercinta, tidak mungkin ia menaruh bahan mencurigakan di sana.
“Bawa kotak itu pergi dan menjauh dari Itadori sejauh 10 meter atau palu ini melayangkan ke kepalamu,” ancam Kugisaki Nobara sambil mengacungkan palu mainannya ke arah Satoru yang cemberut karena dihalangi bertemu sang pacar.
“Ayolah Nobara, aku hanya membawa makanan untuk Yuuji kok. Makanan spesial penuh cinta dariku,” ucap Satoru.
Fushiguro Megumi, yang berdiri di samping Nobara memicingkan mata penuh kecurigaan, “Racun.”
Nobara mengangguk, sependapat dengan Megumi. Ia pernah dengan malangnya mencicipi masakan Satoru dan berakhir dengan sakit perut selama tiga hari tiga malam. Ia trauma, dan ia tidak akan membiarkan Itadori Yuuji merasakan hal yang sama.
“Memangnya kau membawakanku apa, senpai ?” Yuuji bertanya dari balik punggung Megumi. Ia memiringkan kepalanya dengan sepasang netra sewarna madu menatap lekat kotak di tangan Satoru.
Senyum Satoru mengembang semakin lebar, dengan mudah ia menyingkirkan dua penghalangnya—membuat dua orang itu tersungkur dan mengirimkan seribu sumpah serapah untuknya.
Satoru meletakkan kotak itu di tangan Yuuji dan mengecup pipinya sekilas, ia berbisik di telinga Yuuji yang memerah, “ Cupcake untuk orang paling manis di dunia. Happy anniversary , Yuuji!”
“Eh?”
Yuuji terdiam dengan wajah merona. Dengan malu-malu ia membalas kecupan Satoru di pipi, senyum semanis gulali terkembang, “Terima kasih, senpai . Aku belum menyiapkan hadiah—“
“Kencan di akhir pekan nanti.”
“Huh?”
“Hadiah untukku. Kita pergi kencan akhir pekan nanti. Bagaimana?”
“Baiklah, senpai .”
“ Deal . Aku tunggu akhir pekan nanti. Oh ya, aku kembali ke kelas dulu, jangan lupa dimakan kuenya ya Yuuji~!” ucapnya sambil mengacak gemas rambut Yuuji.
Pemuda manis itu mengangguk, “Terima kasih banyak kuenya, senpai ! Pasti akan aku habiskan!”
Satoru mengabaikan Nobara dan Megumi yang berteriak melarang, “Jangan beri mereka berdua secuilpun walaupun mereka meminta. Aku membuatnya khusus untuk Yuuji ku tersayang.”
Yuuji hanya menganggukkan kepalanya dan mengacungkan jempolnya pertanda mengerti. Ia pun melambaikan tangannya ke arah Satoru yang kini telah melesat meninggalkan kelasnya.
“Lebih baik kau buang daripada menyesal,” ucap Nobara sambil menatap jijik kotak yang masih di pegang oleh Yuuji.
“Memangnya kenapa? Apa masakan Satoru -senpai semengerikan itu?” heran Yuuji. Ia baru masuk di awal semester dua, alias baru 3 bulan ia menginjakkan kaki di Jujutsu High. Ia tidak tahu mengenai legenda masakan beracun Satoru.
“Ia pernah membuat satu asrama diare,” ucap Megumi.
Wajah Yuuji langsung memucat mendengarnya, namun ia menyakinkan dirinya bahwa Satoru tidak mungkin mencelakainya.
Dengan tangan sedikit gemetaran, ia membuka tutup kotak tersebut. Matanya berbinar ketika melihat 4 buah cupcake dengan warna merah muda dan biru muda yang begitu menggemaskan, belum lagi tulisan Happy Anniversary yang ditancapkan di salah satu kue berwarna biru muda.
“Bukankah kalian baru pacaran satu bulan?” heran Nobara ketika melihat tulisan tersebut, yang hanya dibalas dengan kekehan dari Yuuji.
Yuuji meraih kue berwarna merah muda, ia hendak memakannya ketika Megumi menahan lengannya. Sepasang mata pemuda itu menatapnya lekat, “Kau yakin?”
“Sudahlah, biarkan saja Itadori memakannya. Paling si aneh itu beli di toko,” ucap Nobara sambil mengibaskan tangannya.
“Betul juga,” balas Megumi. Ia pun melepaskan tangan Yuuji dan membiarkan pemuda itu lanjut memakan kuenya.
Sepasang manik madu Yuuji berbinar, “Enak!”
Ia pun memakan kuenya dengan lahap, mengabaikan Megumi dan Nobara yang menghela nafas lega melihat kue tersebut tidak meninggalkan efek negatif.
Sambil memakan kuenya, Yuuji meraih ponselnya. Ia membuka ruang pesan antara dirinya dan Satoru. Senyum manis terulas di bibirnya. Meski Nobara mengatakan bahwa kue tersebut bisa jadi di beli di toko, namun Yuuji yakin, Satoru pasti membuat sendiri kuenya.
Jarinya bergerak mengetikkan pesan untuk Satoru. Setelah mengirimkannya ia kembali memasukkan ponselnya ke saku celana dan menikmati kuenya dengan tenang.
To: Satoru-senpai <3
Happy Anniversary, senpai!
Terima kasih untuk cupcake nya. Rasanya sangat enak, apalagi senpai membuatnya sendiri. Aku sangat terharu T__T
Tapi senpai , kurasa cabai bukanlah bahan untuk membuat cupcake ?
