Work Text:
"Shouto." Panggil Izuku.
"Shouto." Panggilnya sekali lagi.
"Oy! Shouto!" Yang dipanggil masih tidak bergeming. Netranya terlalu fokus memperhatikan lelaki bersurai ash blonde yang saat ini berada di depan kelas, menulis semua jawaban dari soal yang diberikan Ectoplasm-sensei di papan tulis.
"Yeu, anaknya ngga ngedengerin." Izuku kesal. Ia pun melihat kearah mata Shouto lalu menemukan alasan kenapa temannya itu tidak menanggapinya.
"Mata lo mau copot tuh." Izuku menyejajarkan mukanya dengan Shouto sambil menepuk pundaknya.
"EH?! IZUKU PLEASE LO JANGAN NGAGETIN GUE DONG! MATA GUE NANTI COPOT BENERAN!" Kini perhatian Shouto seluruhnya beralih, lalu setelahnya ia menyesal. Izuku mengagetkannya.
"Hadeh bego, bukan gitu maksud gue, Shouto. Lo liatin Kacchan udah kayak mau copot itu mata tau ga!?" Tuduh Izuku.
"NGGAAAKKK!"
"IYAAA!"
"Maksud gue, g-gue ga liatin Bakugou tuh." Sangkal Shouto sambil mengarahkan pandangannya ke sembarang tempat.
"Bohong! Lo ngecrushin dia kan!? Ngaku lo!" Mata Izuku menatap Shouto dengan tajam sembari memegang pulpen yang ia arahkan pada Katsuki.
Kini giliran yang ditanya yang merasa bingung dan kaget, "Hah!? Ngecrushin? Apaan tuh? Ngehancurin? Gue ga mau ngehancurin Bakugou."
Lelaki bersurai hijau tersebut tidak berkutik. Lalu menepuk jidatnya. "Hadeh gue lupa kalo lo lemot banget masalah ginian. Dah, bye gue mau lanjut nyatet."
"Ish jawab gue kek! Lo bikin gue penasaran!"
"Dah males ah gue, tanya aja sekalian ke yang lain, kalau bisa minta Ochako buat cari di urban dictionary kalau lo kepo." Izuku menanggapi Shouto tidak serius dan dengan nada yang kesal. Ini sudah 2021 dan istilah seperti itu sangat lumrah orang-orang pakai, masa Shouto tidak tahu!
"Bagus, Bakugou. Jawaban kamu benar. Silahkan kembali ke kursimu." Netra Shouto kini beralih lagi pada Katsuki, sedangkan yang ditatap tidak sedikitpun meliriknya.
Bel istirahat makan siang mulai berbunyi, bagi anak-anak kelas 2-A suara bel tersebut sangatlah melegakan, seperti mendapat hadiah sesudah melewati neraka dengan segenap kekuatan. Semuanya serentak meninggalkan kelas Ectoplasm-sensei yang sangat menguras otak tadi menuju kantin, sebagian untuk mengisi perut yang sudah merengek dan sebagian lagi hanya ingin memakan cemilan biasa.
Shouto saat ini duduk di kursi yang baru saja ia sadari bahwa ia ada di meja yang sama dengan Katsuki, hanya saja berbeda tiga kursi dengan orang di depannya, Yaoyorozu.
"Anu... Yaoyorozu!"
"Eh, Todoroki. Kenapa?"
"Lo punya urban dictionary?"
"Aplikasi?"
"I-iya?" Ucap Shouto ragu.
Emang urban dictionary ga ada bukunya ya...
"Gue punya, Todoroki!" Mina menanggapinya dengan antusias lalu membuka aplikasi tersebut di ponselnya.
"Apa? Apa? Lo mau cari kata apa?"
Izuku datang bersama Iida dengan membawa nampan yang berisi menu makan siang, lalu keduanya duduk diantara Shouto.
"Crush."
"Heeeehhh!?? Todoroki mau nanya yang kayak gitu!?"
Ochako yang berada disebelah Izuku ikut menanggapi, "Todoroki tumben tanya gituan ke urban dictionary... Lagi suka sama seseorang ya?"
Izuku menepuk kepalanya lagi, "Kenapa ditanya beneran..." Mukanya sarat akan frustasi, padahal niatnya tadi hanya ingin bercanda saja. Sumpah demi Tuhan, Ia tak mengira kalau Shouto akan bertanya tentang hal itu kepada yang lainnya.
Jirou yang sekarang berada di sebelah Mina berceloteh, "Pasti Bakugou ya?"
"N-nggak! Bukan dia!!" Ucap Shouto sedikit meninggikan nadanya. Mukanya Shouto sedikit memerah.
"Elah, santai aja kali kan gue cuma nanya, kok lo kayak salting gitu?" Goda Jirou.
Kirishima yang ada di ujung meja tentu mendengar keributan di tengah meja, ia lantas menyikut Katsuki yang berada disebelahnya.
Yang disikut pun sedikit terganggu, "Ga ada urusan sama gue, sat!" Lalu ia melanjutkan kembali makan-makannya.
Pikiran Katsuki diam-diam berkecamuk dan itu diakibatkan oleh lelaki bersurai setengah-setengah yang saat ini bertempat di kursi bagian tengah.
Crush... Shouto punya? Ini tidak bisa Katsuki biarkan!
"Si setengah ngapain ngomongin crush!?" Tanya Katsuki dengan raut wajah kesalnya. Dirinya merasa sangat terganggu ketika Shouto menanyai hal yang seperti itu.
"Katanya ga ada urusan..." Tanggap Kirishima.
"DIEM LO JABRIK!" Ucap Katsuki.
"Menurut urban dictionary crush itu artinya a person who gives you butterflies and make your heart beat faster. A person that you can't describe in a word, but multiple words. A person you can't get off your mind. Contoh katanya, i can't get my crush off my mind. Gitu..." Jawab Mina setelah membaca untaian kata yang baru saja ia cari.
Shouto terdiam. Merenung sejenak.
Pikirannya tanpa sadar langsung terarah kepada pemuda bermata crimson dengan surai ash blonde tersebut. Shouto baru menyadari bahwa Katsuki yang ada dalam pikirannya saat ini memang sangat sulit untuk dihilangkan.
Belum lagi ia merasakan dadanya berdetak lebih kencang, lalu saat ia mendengar suara Katsuki, ia merasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan diperutnya meskipun ia berbicara sambil marah-marah.
"G-gue..." Shouto membuka mulutnya sambil tergagap. Yang lain tentunya menunggu Shouto untuk melanjutkan perkataannya.
"G-gue harus gimana!? Gue ke Bakugou kayak gitu..." Pengakuan Shouto yang tidak terduga mengagetkan semuanya.
Izuku sudah kelelahan memukul jidatnya akibat ucapan Shouto yang sangat tidak ia duga akan keluar. "Aduh kenapa lo bilang sih..."
"Jadi beneran Bakugou ya." Gurau Jirou
"Todoroki, gue ga nyangka..." Ucap Ochako sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Yaoyorozu terkekeh. Mina langsung melirik ke arah Katsuki dengan tampang jahilnya.
Katsuki yang mendengar Shouto berbicara tentangnya seperti itu berdiri lalu mengamuk. Tangannya dengan tiba-tiba terangkat untuk meledakkan meja kantin. Tidak peduli jika nanti ia harus ganti rugi, yang pasti saat ini raganya sedang mendidih.
Kirishima yang ada di sebelahnya menganga lalu memanggil Sero dan Kaminari yang saat ini entah ada di mana.
"LO BERDUA GECE TOLONGIN INI BAKUGOU MUKANYA MERAH SAMBIL NGELEDAKIN MEJA KANTIN."
"SETENGAH SIALAN!!"
"BAKUGOU SUMPAH GUE GA SENGAJA BILANG GITU."
Keadaan Kantin pada bagian meja mereka sangatlah kacau. Izuku tertawa terbahak-bahak, berbeda dengan Shouto yang terkaget melihat Katsuki.
Entah kedepannya mereka berdua akan seperti apa nanti, satu hal yang pasti diantara keributan yang tercipta tersebut. Keduanya kini mengetahui perasaan mereka satu sama lain.
END
