Work Text:
Aku tidak tahu kalau Todoroki-kun...
Bertatapan...
Bertatapan...
Bertatapan...
Kedua netra Katsuki dan Shouto saling bertatapan...
Sudah tiga menit berlalu namun salah satu dari mereka belum ada yang menyerah.
Netra Shouto sudah bergetar, sklera putihnya sudah memerah begitu juga dengan milik Katsuki namun keduanya masih bersikeras mempertahankan diri, tak mau menyerah sedikitpun.
Posisi mereka saling berhadapan dengan Shouto yang sedikit demi sedikit memajukan wajahnya.
Katsuki meremat celana training hitamnya, dengan susah payah ia sedang menahan dirinya untuk tak berkedip melawan kekasihnya dalam lomba bertahan dalam tatapan.
Sedangkan lawannya kini tak sengaja memejamkan matanya. Iya, Shouto berkedip.
“YAKK... KAU BERKEDIP. AKU MENANG!” Katsuki menyeringai sembari mengepalkan tangannya bangga. Ia masih menahan dirinya agar tak berkedip.
“Eh?”
“Kau berkedip bodoh,” tunjuk Katsuki.
“Aku tidak berkedip.”
“KAU PIKIR AKU BUTA.”
Shouto mengedip-ngedipkan kembali matanya.
“Hah! Katsuki kenapa aku berkedip...” Tatapan Shouto menanar, ia saat ini merasa sedih karena gagal melawan kekasihnya.
Katsuki menepuk dahinya sendiri melihat tingkah aneh kekasihnya. Sudahlah, Shoutonya memang selalu begini.
“Baiklah, sekarang saatnya untuk meminta hadiahku.”
Muka Shouto memerah. Niatnya ia ingin mengerjai Katsuki dalam kontes adu tatap untuk memaksanya memakai kostum maid dan topi kucing, tapi malah ia sendiri yang kalah.
Katsuki sebenarnya tadi hampir kalah, ia sedikit lagi akan berkedip saat Shouto mendekatkan wajahnya. Untunglah Shouto yang berkedip duluan, jika tidak, ialah yang akan memakai pakaian mengerikan tersebut.
Memikirkannya saja sudah membuat Katsuki merinding.
Tapi sekarang Katsuki tak perlu khawatir, ia seharusnya senang karena setelah ini ia akan menyaksikan Shouto dengan... Hm... Memikirkannya saja sudah membuat Katsuki menyeringai.
Gagang pintu kamar mandi Shouto bergerak membuka, Shouto hanya menyembulkan kepalanya tak lupa dengan memamerkan topi kucing yang menghiasi kepalanya.
“Cepat keluar!”
“Iya! Iya! Sabar, Katsuki-nyan...”
Nyan katanya...
Ugh. Katsuki sepertinya akan pingsan.
Shouto lantas memperlihatkan seluruh penampilannya pada sang kekasih. Katsuki bersiul untuk menggoda Shouto lalu siulan itu dihadiahi dengan muka Shouto yang semakin memerah.
“Katsuki-nyan! Berhenti menggodaku!” Shouto cemberut. Ia malu.
Katsuki terkekeh, namun dalam hatinya ia sedang berdebar.
Pakaian itu sungguh mengapit indah pada tubuh kekasihnya, jangan lupa punggung putih Shouto yang terekspos, Katsuki rasanya ingin berterimakasih kepada Kami-sama karena membuat Shoutonya kalah dalam kegiatan bodoh mereka.
“Katsuki-nyan! Katsuki-nyan!” ujar Shouto dengan raut wajah cerianya.
Katsuki frustasi, ia sedang berusaha bertahan dengan susah payah dari Shouto yang memanggilnya dengan tambahan kata 'nyan'
“Eh, Katsuki?” Shouto baru saja melepas topi kucingnya. Katsuki menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekasihnya.
“Katsuki lihat!”
Shouto memasangkan topi kucingnya lagi.
“Katsuki-nyan! Apa Shouto nyan lucu?”
Katsuki terdiam.
Shouto dengan gencarnya mengulang-ulang, melepas dan memasang topi kucingnya, memanggil Katsuki dengan tambahan kata nyan saat memakai topi kucing, dan memanggil Katsuki tanpa embel-embel nyan saat topi kucing miliknya terlepas. Sesekali juga Shouto menyibakkan kostum yang ia pakai untuk menggoda Katsuki.
“Katsuki-nyan? Kenapa kau diam? Apa kau tidak suka Shouto-nyan?” ujarnya sembari memiringkan kepalanya.
Katsuki masih betah berdiam diri sedangkan Shouto semakin gencar berjingkrak-jingkrak dihadapannya, ia memainkan rok maid yang digerakkan naik turun. Shouto masih tak sadar, dengan paha putihnya yang bebas terekspos.
Katsuki tak tahan.
Ia lantas pergi keluar membuka pintu balkon lalu berteriak keras.
"ARRGHHHHH"
Seluruh anak-anak di asrama terkejut lalu menghampiri sumber suara. Namun hanya Kirishima dan Uraraka-lah yang lebih duluan sampai.
“Bakubro apa yang terja...di?” Kirishima berteriak namun terdiam saat melihat penampilan Shouto.
“Are? Todoroki-kun pakaianmu...” Uraraka yang datang pun ikut terdiam.
Dari jauh mulai terdengar derap langkah kaki yang berdatangan ramai.
Katsuki panik. Ia segera membanting pintu kamar Shouto yang sedang Kirishima dan Uraraka datangi.
“SIALAN SIAPA YANG MENYURUH KALIAN MASUK SEENAKNYA!”
Hidung Kirishima mengeluarkan darah, ia mimisan melihat Shouto yang memakai pakaian maid dan topi kucing. Sedangkan wajah Uraraka kini memucat dan mulutnya berujar, “Aku tidak tahu kalau Todoroki-kun akan terlihat sangat cantik.”
Anak-anak kelas 1A baru sampai semua, Izuku yang melihat Kirishima dan Uraraka tergeletak lemas lantas menendang pintu kamar Shouto dengan Full Cowling 20% untuk melihat apa yang terjadi.
“APALAGI DASAR BEDEBAH SIALAN!”
“Eh?” Tampang lelaki bersurai hijau tersebut berubah dari panik menjadi kebingungan. Ternyata tidak ada apa-apa.
“PERGI SIALAN!” Katsuki murka karena kegiatan mereka terganggu. Terlihat mulai ada ledakan yang keluar di tangannya.
Shouto menyembunyikan dirinya dalam selimut futon. Sesekali menyembulkan kepalanya untuk melihat apa yang dilakukan Katsukinya. Ternyata kekasihnya sedang murka kepada teman-temannya karena kegiatan mereka terganggu.
Ia tak berani menunjukkan dirinya di depan teman-teman karena malu.
“Ganbatte, Katsuki!” Shouto terkekeh.
END
