Actions

Work Header

My Destiny

Summary:

Sherlock Holmes yang merupakan seorang serigala jatuh cinta kepada William James Moriarty yang seorang vampir. Lalu bagaimana jika Sherlock kehilangan surat cinta yang ia tulis untuk William dibaca langsung oleh vampir pujaan hatinya?

Notes:

Ini fanfiction yang aku buat, semoga suka dengan fanfiction Sherliam ini:)

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Bangsa vampir dan bangsa serigala sampai kapanpun tidak akan bisa berteman walaupun kedua bangsa tersebut sudah berdamai.

Sherlock Holmes yang menganggap peraturan aneh tersebut memilih tidak peduli. Baginya, semua jenis sama saja. Manusia, vampir, dan serigala mereka semua sama. Dan Sherlock menganut prinsip semua orang berhak mendapatkan cinta tidak peduli jenis apapun mereka.

Sherlock yang diam-diam selalu memperhatikan gedung yang terlihat seperti istana tua yang hanya diperuntukkan untuk bangsa vampir itu hanya bisa menghela nafasnya. Sherlock ingin melihat wajah cantik nan pucat milik sang pujaan hati, William James Moriarty. Sherlock ingin melihat iris scarlet yang selalu bercahaya itu.

Vamlf High School adalah sebuah sekolah khusus untuk bangsa vampir dan bangsa serigala. Gedung untuk kedua bangsa itu dipisah. Untuk gedung vampir letaknya berada di agak kedalaman hutan karena vampir tidak bisa terkena cahaya. Dan bentuk gedung untuk bangsa vampir adalah seperti istana tua namun terlihat unik itu. Di gedung vampir itu juga terdapat hiasan permata yang merupakan peninggalan dari masing-masing para vampir. Dan juga waktu sekolah untuk bangsa vampir dimulai sore hari saat matahari mulai ingin terbenam. Seragam bangsa vampir dan serigala juga berbeda. Tidak seperti bangsa serigala yang sekolah pagi hingga sore. Seragam bangsa vampir seperti memakai jubah dilengkapi dengan tudung dengan logo sekolah berada di dada sebelah kiri dan berbeda dengan bangsa serigala yang seperti sekolah biasa.

Sebenarnya kedua bangsa itu diperbolehkan untuk mampir ke gedung yang berbeda. Namun jarang sekali ada yang mampir. Well, mungkin karena kebanyakan bangsa serigala maupun bangsa vampir menyimpan rasa gengsi mereka untuk saling berteman. Ya itu semua karena peraturan itu yang menyatakan kalau bangsa vampir dan serigala tidak akan bisa berdamai.

Sherlock menghela nafasnya lagi. Sherlock benar-benar merindukan pria vampir itu. Lalu wajah Sherlock mulai berubah. Kenapa ia tidak main saja ke gedung para vampir? Tapi, ia takut. Sherlock takut karena bertemu pujaan hatinya. Mungkin karena pujaan hatinya adalah seorang vampir, maka wajahnya selalu terlihat dingin dan tatapannya menusuk.

Sherlock berharap ia bisa dekat dengan pujaan hatinya itu. Sherlock bahkan sudah menulis sebuah surat cinta untuk pujaan hatinya tersebut.

Sherlock yang merasa bosan di kamar asramanya terus akhirnya berjalan-jalan dan hingga tiba ia di depan gerbang yang merupakan gerbang perbatasan antara gedung bangsa vampir dan bangsa serigala.

Hari sudah mulai sore dan bangsa vampir pasti akan mulai segera sekolah kan. Sherlock menghela nafasnya lalu mengambil surat cinta dari saku almamaternya. Sherlock bertanya-tanya, apakah ia bisa memberikan surat cinta ini untuk pujaan hatinya, surat cinta untuk William.

Sherlock menghela nafasnya pasrah. Lalu, tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang yang membuat kejadian yang tidak disangka Sherlock. Angin tersebut membawa surat cinta itu pergi melayang entah kemana. Sherlock yang sadar saat surat itu sudah hilang entah kemana merasa sedih. Sherlock menulis surat itu dengan tulus dari lubuk hatinya yang terdalam dan ia tidak tidur semalaman hanya untuk menulis surat cinta itu.

"Sepertinya surat itu aku relakan saja."gumam Sherlock sedih. Bahkan ahogenya juga ikut turun karena kesedihan Sherlock. Hingga pada akhirnya Sherlock memutuskan untuk kembali ke kamar asramanya.

William yang sedang siap-siap untuk ke sekolah tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah benda surat yang menempel di wajahnya. William selalu membuka jendela kamarnya untuk melihat matahari terbenam.

"Apa ini?"gumam William bingung saat melihat surat di tangannya, surat berwarna merah yang memiliki wangi seperti coklat dan William lebih bingung lagi saat melihat namanya di surat itu.

Untuk William James Moriarty, sang vampir yang sudah mencuri hatinya Sherlock Holmes sang serigala tampan.

William mengernyit bingung lalu setelahnya tertawa membaca surat itu.

"Kak Will..."William segera menyembunyikan surat itu saat Louis masuk ke kamarnya.

"Iya, Louis?"

"Kakak sudah siap? Ayo. Nanti kita terlambat."

Dan sepertinya William akan membaca surat itu nanti.

****

Sherlock memainkan violinnya dengan penuh penghayatan. Musik yang mengalun sedih itu memenuhi ruangan kamar Sherlock.

Sherlock masih sedih karena surat yang ia tulis sudah hilang terbawa angin selamanya.

Sherlock menggertakkan giginya kesal. Kenapa angin tiba-tiba datang dengan kencang? Sepertinya angin itu sudah membuat masalah dengan seorang Sherlock Holmes.

"Apa aku harus nulis ulang aja kali ya?"gumamnya. Sherlock meletakkan kembali violinnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Sherlock dan William sama sekali tidak saling mengenal. Sherlock pertama kali melihat William pada malam hari dimana bulan bersinar sangat terangnya.

Sherlock yang kala itu sedang bosan dan melarikan diri dari kakaknya karena tiba-tiba disuruh hadir rapat itu melihat William sedang duduk di atas genteng sambil menatap bulan. Dan enntah mengapa membuat jantung Sherlock berdegup sangat kencang. Rambut William yang pirang bergerak lembut mengikuti hembusan angin.

Dan saat melihat iris scarlet William yang menyala itu membuat dirinya ingin melihat secara dekat. Kala itu Sherlock menghabiskan waktunya memandangi William yang menatap bulan sambil memegang segelas yang Sherlock yakin adalah darah hewan di tangannya.

Dan saat William meneguk segelas darah itu terlihat sangat seksi di mata Sherlock. Dan menurut Sherlock adalah pemandangan yang sangat indah. Dan sejak saat itulah, Sherlock jatuh hati untuk yang pertama kalinya kepada seorang vampir.

Sherlock yang akhirnya mengantuk akhirnya tertidur tanpa sadar kalau sedari tadi dirinya sudah diawasi oleh seseorang.

"Jadi dia yang namanya Sherlock Holmes."pintu jendela kamar Sherlock terbuka dengan sendirinya. William masuk ke dalam kamar itu melalui jendela dan melihat-lihat kamar Sherlock.

William mendekati ke arah Sherlock yang tertidur lalu menatap pria itu. William memeriksa Sherlock secara rinci dari atas kepala sampai ujung kaki.

Iris scarlet itu tertuju ke arah anak rambut yang bergerak-gerak.
William mengulurkan tangannya untuk memegang ahoge pria itu karena William merasa sangat gemas.

"Kok lucu sih?"William terus memainkan ahoge itu lalu tertawa kecil. William menjambak rambut itu tidak peduli akan membuat Sherlock terbangun atau tidak. Ahoge pria itu sangat lucu dan William tidak bisa untuk tidak memainkannya.

"Liam..."igau Sherlock. William berhenti saat mendengar namanya dipanggil dari mulut pria itu.

"Liam? Namaku kah?"William menatap pria itu lalu mengulurkan tangannya lagi untuk menyentuh pipi pria itu. Tubuh William mematung. Iris scarletnya mulai menyala saat penglihatan masa depan terlihat. William langsung menjauh dan tanpa sadar menjatuhkan tiang pakaian. William yang panik akhirnya segera pergi dari kamar Sherlock.

****

Setelah sampai di kamarnya, William merenung dengan penglihatan tadi. William tertawa kecil. Tidak percaya apa yang dilihatnya.

William membuka laci dan mengambil surat yang tadi sore terbang ke kamarnya. Sherlock bilang kalau suratnya hilang karena terbawa angin. William membaca pikiran pria itu. William akhirnya membuka surat itu dan membacanya.

Halo, Liam. Bolehkan aku memanggilmu seperti itu?

Aku Sherlock Holmes dan aku seorang serigala. Aku tahu ini terdengar sangat gila, tapi kau harus percaya oke? Aku jatuh cinta kepadamu. Aku suka padamu. Mungkin ini terdengar sangat aneh dan tidak masuk akal karena kita berbeda jenis. Tapi, aku tidak peduli tentang hal itu. Bagiku, setiap jenis yang ada di dunia ini sama. Dan aku tidak peduli dengan yang namanya peraturan kedua belah pihak.

Aku menyukaimu dengan sangat tulus. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu saat melihatmu menatap bulan setahun yang lalu. Sejak saat itu, aku selalu memperhatikanmu secara diam-diam setiap malam, berharap kau sadar akan keberadaanku. Aku ingin menemanimu, aku ingin duduk di sampingmu dan berkenalan denganmu. Aku ingin dekat denganmu.

Tapi, aku takut. Teman-temanku bilang kalau bangsa vampir itu galak dan menakutkan. Dan temanku bilang kalau bangsa vampir itu bisa menghipnotis serigala bodoh sepertiku ini. Hmph, aku kesal mendengarnya, Liam. Aku ini tidak bodoh. Aku cuman nakal saja oke.

William tersenyum kecil saat membaca bagian itu.

Tapi, aku benar-benar ingin berkenalan denganmu dan mungkin berteman. Aku ingin berteman denganmu. Kali aja gitu kan dari teman terus jadi pacar ahayyy xixixi.

"Percaya diri sekali."

Aku sudah menyukaimu terlalu lama. Aku berniat menyatakan perasaanku dengan menggunakan surat ini. Surat yang kutulis dengan sepenuh hati. Tapi, aku ragu kapan waktu yang pas untuk memberikan surat ini untukmu karena kita kan tidak saling mengenal.

Maka dari itu, aku menuliskan surat ini untukmu. Surat yang aku tulis dengan perasaan tulus yang aku punya kepadamu. Aku harap kita bisa saling mengenal nanti.

See you soon, Liam. Aku mencintaimu. Apakah aku terlalu awal bilangnya? Tapi, aku tidak peduli. Pokoknya, aku cinta sama kamu.

William melipat kembali surat itu. William menatap gedung bangsa serigala lalu menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman.

"Sepertinya kau memang yang ditakdirkan untukku ya..."

****

Malam festival bulan purnama dimana bangsa vampir dan bangsa serigala akan bertemu dalam pertandingan yang memamg selalu diadakan oleh Vamlf High School. Festival ini bisa dibilang tradisi unruk Vamlf High School.

Sherlock deg-degan rasanya karena ia bisa bertemu dengan pujaan hatinya di acara ini.

"Hei, Sherlock. Cepatlah. Festivalnya mau mulai."ujar John yang masuk ke kamar sang sahabat.

"Sabar. Udah ganteng belum?"

"Sama aja ah. Mau lihat siapa sih?"

"Vampir lah."

"Aduh, Sher. Gak ada yang akan tertarik sama serigala macam kita, Sher. Vampir dan serigala tidak bisa bersama."

"Ih bisa. Ayolah, itu peraturan sudah kuno. Sudah ketinggalan zaman, John. Zaman sudah modern."

"Sher, lihat kakakmu tuh. Dia udah putus sama pacarnya yang seorang vampir. Bangsawan lagi vampirnya."

"Hah? Mycroft punya pacar? Siapa dah? Sejak kapan woy?"John lelah sama Sherlock. Pria itu terlalu lama berdiam di kamar asrama terus sehingga tidak tahu gosip tentang kakaknya yang berpacaran dengan seorang vampir lalu akhirnya putus.

Pria berahoge itu terlalu lama mendekam di kamar sendirian dan bermain violinnya.

"Sudahlah, ayo cepat."

******

Jantung Sherlock berdegup dengan kencang saat melihat pujaan hatinya sudah hadir. Seperti biasa William selalu terlihat angkuh, dingin, dan anggun namun disaat bersamaan juga sangat indah. William seperti boneka porselen yang sanga cantik. Lalu saat iris scarlet terang itu menatapnya, waktu seolah berhenti sebelum Sherlock memalingkan wajahnya karena malu. Jantungnya tidak kuat ditatap oleh sang pujaan hati.

Kepala sekolah Vamlf High School yang merupakan seorang manusia membuka festival tersebut dengan lancar.

"Kak, mau ikut lomba apa?"tanya Louis. William tidak menjawab karena matanya sedari tadi memperhatikan Sherlock Holmes yang berbincang dengan temannya sedang mendiskusikan lomba.

William tersenyum lalu memutuskan akan mengikuti lomba yang sama dengan Sherlock setelah dirinya membaca pikiran Sherlock.

"Lomba gulat, Louis."

"Hah? Kakak serius?"William mengangguk. Sepertinya seru jika dirinya melawan Sherlock.

"Kalau begitu, Louis juga ikut."

*****

Sherlock membelalakan matanya saat melihat nama yang akan menjadi musuhnya.

Sherlock Holmes Vs William James Moriarty.

"Apakah kau yang bernama Holmes?"sebuah suara lembut membuat Sherlock kaget. Sherlock bahkan tidak sadar sudah mengeluarkan kukunya untuk mencakar.

"Santai saja, Mr. Holmes."

"M-maaf. A-aku r-reflek."

sial, kenapa kau menjadi gagap seperti ini, Holmes.

William tertawa kecil mendengar isi pikiran Sherlock. Dan tawa kecil itu sukses membuat Sherlock membeku.

"Mr. Holmes?"

"A-ah iya? Kenapa?"William mengulurkan tangannya mengajak pria itu berkenalan.

"Moriarty. William James Moriarty. Aku akan mengalahkanmu, Mr. Holmes."ujar William lembut sambil tersenyum. Sherlock seolah terhipnotis dengan iris scarlet itu yang membuatnya langsung menerima tangan William.

Sherlock tersentak merasakan tangan William yang sangat dingin seperti es. Ah, Sherlock lupa kalau William adalah seorang vampir. Tentu saja tangannya pasti akan dingin.

"Tanganmu hangat, Mr. Holmes. Seperti hatimu."bisik William tepat di bibir Sherlock. Bahkan Sherlock tidak sadar kalau pria itu sudah sangat dekat dengan wajahnya.

"Sampai bertemu di lapangan, Sherlock Holmes."dan menghilang dengan cepat dari pandangannya.

Sherlock yang menatap tangannya lalu mengendus tangannya yang wangi. Tangan William wangi buah-buahan.

"Sherly, kau akan ikut lomba apa heh?"ujar Mycroft remeh.

"Gulat. Padahal aku mengharapkan bertarung denganmu."

"Hoho, sayang sekali. Aku akan bertarung dengan makhluk yang paling indah di dunia."

"Eh? Siapa? Pacarmu kah?"

"Kepo. Bersiap sana."

Sherlock yang penasaran akhirnya melihat siapa yang akan kakaknya itu lawan.

"Albert James Moriarty. Moriarty? Kakak atau adik William?"Sherlock hanya tahu kalau William mempunyai seorang kakak dan adik. Namun Sherlock tidak tahu dengan nama mereka.

Sherlock melihat pertandingan gulat kakaknya. Dan Sherlock merasakan sesuatu yang berbeda dari mata Mycroft saat memandangi pria berambut coklat dengan iris mata emerald hijau bercahaya itu.

Semua tahu kalau Mycroft dan Albert mempunyai hubungan yang sayangnya sudah kandas karena ada rumor kalau Mycroft berselingkuh dari Albert. Namun tidak dengan Sherlock yang tidak tahu dengan gosip tersebut.

Sudah John bilang kalau Sherlock kebanyakan mendekam di kamar.

"Oho, sudah jelas sekali Mycroft menyukainya."Sherlock akan memanfaatkan ini untuk mengejeknya nanti.

Di lapangan, Mycroft menatap pria itu dengan rindu.

"Lama tidak bertemu, Al."

"Siapa ya? Maaf, tidak kenal."Mycroft tahu pria itu masih marah kepadanya.

Albert sudah siap mengeluarkan kekuatan vampirnya. Albert mengeluarkan api dari kedua tangannya.

"Cepatlah berubah."ujar Albert. Namun Mycroft memilih tidak ingin berubah menjadi serigala. Tindakan Mycroft yang selanjutnya membuat semua yang menonton terkejut dan terheran.

Mycroft malah mencium pria itu yang tentu saja membuat Albert langsung melebarkan matanya. Kedua api yang ada di tangan Albert hilang.

"Maafkan aku."Albert langsung mendorong Mycroft dan mengusap bibirnya.

"Apaan sih. Saya mengaku kalah."Albert yang ingin pergi namun sudah digendong lebih dulu sama Mycroft.

"Hei, turunkan aku bodoh!!"Mycroft tidak mendengar dan membawa pergi Albert ke tempat yang sepi. Mycroft harus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka berdua.

Sherlock bingung kenapa Mycroft tiba-tiba mencium vampir itu.

"Hei, John. Kok kakakku mencium vampir tadi ya?"

"Ya ampun, Sher. Kau beneran tidak tahu? Kakakmu dan vampir itu dulu pasangan terkenal loh. Rame banget padahal."

"Hah? Masa? Lah kok baru tahu?"

"Makanya jangan di kamar terus."

.

"Ish! Lepasin!"Mycroft akhirnya menurunkan Albert. Albert menatap Mycroft kesal dan mau pergi lagi namun Mycroft sudah lebih dulu memojokkannya ke dinding menahan tangan Albert di atas kepala pria itu.

"Al..."

"Jangan panggil aku begitu. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Urus saja pacar barumu sana."

Mycroft semakin mengeraskan cengkramannya.

"Irene bukan pacarku. Kau salah paham."

"Oh ya? Saat mataku sendiri yang melihatmu mencium gadis itu. Kau bilang salah paham? Lucu sekali, Myc."

"Al, dengerin dulu. Itu semua salah paham."

"Pergilah. Kita sudah berakhir. Memang benar vampir dan serigala tidak akan bisa bersama."

"Al..."namun api yang dikeluarkan oleh Albert membuat Mycroft mau tidak mau melepaskannya.

"Aku harap kita tidak bertemu lagi."

.

Sherlock berdiri dengan gugup saat melihat William yang sudah membuka jubah seragamnya. William menggulung kemeja putihnya sampai sikut dan menatap Sherlock.

"Aku menantikan pertarunganmu, Mr. Holmes."

"AYO KAK KALAHKAN HOLMES SIALAN ITU."teriak Louis kencang. Fred yang merupakan teman dekat Louis hanya menggelengkan kepalanya. Louis membenci dua Holmes bersaudara itu. Louis mempunyai dendam dengan seorang Holmes. Yang pertama Mycroft Holmes karena sudah membuat kakak tertuanya itu sedih dan patah hati karena sebuah pengkhianatan yang Albert terima. Yang kedua Sherlock Holmes karena sudah menyukai William. Louis tahu kalau selama ini Sherlock menyukai kakaknya dan Louis tidak suka. Louis tidak ingin nasib William sama seperti Albert.

Vampir dan serigala memang tidak ditakdirkan untuk bersama.

Moriarty berbeda dari kebanyakan vampir yang lain. Biasanya vampir hanya memiliki satu kekuatan namun tidak dengan Moriarty.

Klan Moriaty bisa dibilang vampir yang sangat unik karena bisa mempunyai tiga kekuatan yang berbeda.

William bisa membaca pikiran, melihat masa depan dengan cara kontak fisik, dan kekuatan petir adalah utamanya. Kekuatan petir yang sangat berbahaya. Jika seseorang terkena kilatan petir dari William, maka luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan selamanya membekas.

Albert bisa menghilang, mengendalikan pikiran, dan api adalah kekuatan utamanya.

Louis bisa memanipulasi dan membutakan penglihatan sekaligus dan air adalah kekuatan utamanya.

Semua vampir tentu saja takut dengan klan Moriarty yang konon katanya merupakan vampir bangsawan yang masih tersisa. Hanya beberapa saja yang bisa dekat dengan Moriarty. Itupun juga karena mengabdi kepada klan Moriarty.

William yang sudah tahu akhir hasil pertandingan ini hanya bisa santai.

"Bukankah harusnya kau berubah, Mr. Holmes?"tantang William. Sherlock bimbang, ia ingin menang tapi jika ia berubah menjadi bentuk serigalanya, ia takut William akan terluka.

Masalahnya, Sherlock masih belum terlalu bisa mengendalikan dirinya dalam wujud serigala. Sherlock takut dirinya akan lepas kendali dan berakhir melukai penghuni sekolah ini.

"Bagaimana jika aku tangan kosong saja? Dan kau bisa memakai kekuatanmu"dan juga Sherlock masih belum tahu kekuatan yang dimiliki William apa. Sherlock hanya tahu kalau klan Moriarty sangat berbeda dengan klan vampir lain.

"Kau yakin, Mr. Holmes?"William langsung merentangkan kedua tangannya dan langit langsung bergemuruh diikuti dengan kilatan petir. Semua yang ada disitu langsung menghindar saat petir menyambar William.

Sherlock menelan ludahnya kasar saat melihat petir itu berada di kedua tangan William. Jika seperti ini, ia akan mati karena tersambar petir.

"A-aku akan berubah."William tersenyum senang saat melihat perubahan Sherlock menjadi seekor serigala berbulu biru gelap di depannya. Bahkan serigala itu tetap memiliki ahoge lucu dan William harus menahan dirinya untuk tidak berteriak dan menjambak ahoge itu.

"Mari kita mulai pertandingannya, Sherlock."

*****

Bunyi petir yang menyambar tidak berhasil mengenai Sherlock. William bergerak lincah naik ke atas pohon lalu berpindah-pindah untuk melancarkan serangan petirnya.

Vampir dan serigala lebih memilih melihat pertandingan itu dari dalam gedung. Mereka tidak ingin membahayakan diri mereka terutama nyawa mereka untuk terkena petir milik William. Kekuatan petir William sangat mematikan. Sekali kena maka luka tidak akan hilang.

Sherlock merasa sebentar lagi dirinya akan mulai lepas kendali dan William yang sadar akan hal itu langsung menyambar pohon yang ada di depan Sherlock secara tiba-tiba membuat pohon itu tumbang dan mengenai serigala Sherlock.

Sherlock langsung berubah menjadi manusia dan pingsan. Sherlock tersenyum karena ia tidak melukai William. Dan terakhir yang ia lihat adalah senyuman William.

*****

Sherlock terbangun dan melihat ruangan serba putih yang Sherlock yakini adalah ruang kesehatan.

"Kau sudah sadar?"Sherlock langsung menoleh dan matanya melebar melihat William yang berada di sampingnya.

"L-Liam..."

"Kau sudah tertidur selama dua hari."

"D-dua hari?"William mengangguk.

"Hei, Holmes."Sherlock otomatis mundur karena panik saat William naik ke atas kasur dan mendekat. Saat ini wajah mereka saling berdekatan.

"Mau menjadi pacarku?"

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

"HAH?"

"Jadi pacarku, Holmes."

"P-pacar?"

"Kau tidak mau? Aku tahu kau suka padaku."

"H-hah?"

Tunggu, darimana dia tahu?

"Aku tahu karena membaca suratmu."William tersenyum kecil membaca pikiran Sherlock.

"S-surat? K-kok bisa?"

Cup

William mengecup singkat bibir Sherlock yang membuat Sherlock langsung terdiam dan membeku.

"Jadi? Mau menjadi pacarku?"

Bentar, aduh Liam jangan dekat-dekat dong. Jantungku gak kuat.

William tersenyum lagi membaca pikiran Sherlock.

William semakin mendekatkan wajahnya lalu tangannya menempel ke dada Sherlock lalu berbisik.

"Aku bisa membaca pikiranmu, Mr. Holmes."Sherlock langsung melebar matanya.

"K-kau bisa baca pikiranku?"William mengangguk. William menatap iris navy Sherlock dan saat itu William sudah yakin kalau dirinya juga sudah jatuh cinta dengan pria berahoge lucu itu.

"Jadi, apa jawabanmu?"bisik William seduktif. Bahkan William sudah menjilati leher Sherlock. Kedua taring William sudah muncul dan siap menandai Sherlock sebagai miliknya.

"A-aku..."William mencumbu kecil leher itu dan menghirup aroma Sherlock yang sangat unik. Entah kenapa aroma Sherlock seperti buah stroberi.

"Jadi, apa jawabanmu, Sherly?"bisin William.

"Aku ingin menjadi pacarmu."William tersenyum senang lalu tangannya mengelus rahang tegas milik Sherlock dan menatap bibir pria itu.

"Kau tahu hukum vampir jika ingin menandai sesuatu sebagai miliknya, Mr. Holmes?"

"Dengan menghisap dan meminum darah mereka?"tebak Sherlock ragu. William tersenyum mendengar jawaban Sherlock.

"Jawabanmu benar, Holmes. Jadi, aku ingin menjadikanmu milikku selamanya dan secepat mungkin."bisik William di depan bibir Sherlock.

Sherlock yang sudah terlalu cinta dengan William dengan rela menyerahkan lehernya untuk dihisap oleh William darahnya.

"Hisap aku. Ambil darahku. Minum darahku dan buat aku jadi milikmu, Liam."William tentu saja dengan senang hati mengigit leher itu dan menghisap darah Sherlock dan meminumnya yang terasa begitu manis di mulutnya.

Sherlock hanya bisa pasrah saat darahnya diminum oleh William.

William rasanya ingin gila meminum darah Sherlock yang sangat manis untuknya. William ingin menghabiskan darah Sherlock hanya untuknya.

"L-Liam..."William segera sadar dan menyudahi kegiatan minum darah Sherlock.

"S-Sherly..."Sherlock yang terasa lemas menghapus sisa darah yang ada di sudut bibir William.

"Aku mencintaimu."lalu tertidur lagi. Lebih tepatnya pingsan sepertinya. William tersenyum kecil lalu memeluk Sherlock yang pingsan. William bisa mendengar detak jantung Sherlock dan William sangat suka mendengarnya.

William menatap leher Sherlock yang sudah memiliki tanda gigitan darinya itu tersenyum kecil. Sherlock akan menjadi miliknya selamanya seperti masa depan yang ia lihat saat menyentuh Sherlock pertama kali.

"Kak Al, maafkan aku yang mendahuluimu."William tertawa kecil mengingat kakaknya yang masih ada masalah sama Mycroft.

Padahal William sudah mengingatkan Albert untuk segera menandai Mycroft namun Albert bilang tidak rela menyakiti Mycroft. Padahal Mycroft sudah menawarkan lehernya secara gratis untuk Albert. Dan pada akhirnya malah Albert yang disakiti karena kesalahpahaman.

William tahu Mycroft tidak selingkuh. Karena William juga menyaksikannya dari awal sampai akhir. William waktu itu melihat karena tidak sengaja lewat ingin ke perpustakaan. Dan Albert datang memang di saat yang tidak tepat dan akhirnya mereka berantem lalu putus. Lebih tepatnya sih putus sepihak. Mycroft tentu saja tidak ingin putus dari Albert.

Dan William tahu kalau kakak tertuanya itu sangat keras kepala. 
Bagaimanapun juga Albert dan Mycroft memang juga ditakdirkan untuk bersama. Tinggal menunggu waktu tiba.

Oh dan juga tentu saja William tidak lupa nasib Louis. Sepertinya Louis masih belum menemukan takdirnya.

William akan bilang ke Louis untuk tidak terlalu galak. Dan William sudah bisa membayangkan ocehan Louis yang pastinya akan mengomel mendengarnya.

William menatap wajah Sherlock yang tertidur. William meringis sepertinya is terlalu banyak meminum darah Sherlock. Tapi, darah Sherlock memang sangat manis membuatnya tidak tahan untuk menghabiskan darah itu.

"Maafkan aku ya, Sherly."

****

Berita tentang Sherlock Holmes yang berpacaran dengan William James Moriarty menyebar ke satu sekolah dengan sangat cepat.

Louis yang tidak percaya ingin membuktikannya sendiri dengan mendengar langsung dari sang kakak.

"Kakak! Kakak beneran pacaran sama Holmes kedua?"teriak Louis saat masuk ke dalam kamar kakaknya.

"Iya, Louis."William yang sedang membaca buku akhirnya menutup buku tersebut dan menatap Louis yang berapi-api.

"Ih kok kakak mau pacaran sih? Apalagi sama Holmes Holmes itu. Kakak nanti nasibnya sama kayak Kak Al gimana? Nanti kakak disakitin lagi."

Petak

Louis mengaduh kesakitan saat kepalanya dipukul pelan sama Albert.

"Heh, anak kecil diam saja ya."

"Kak Al, aku bukan anak kecil."protesnya.

"Kalian semua masih kecil di mata kakak oke?"

Albert menatap William dan meminta penjelasan.

"Jadi, Will, apakah rumor itu benar?"

"Tentu saja benar dong. Bahkan aku sudah menandainya."William sengaja mengejek Albert. Sekali-kali kan ia mengejek kakak tertuanya itu.

"Diam, Will."

"Kakak makanya ayo balikan sama Mycroft. Kak, kakak tuh udah ditakdirin sama Mycroft. Percaya sana Willi."

"Gak. Gak denger. Kak Al gak denger."dan Albert langsung menghilangkan dirinya dari kamar William.

"Menggoda kak Al enak ternyata, ya kan Louis?"

"Ih kakak! Maksud kakak apaan tadi? Mycroft juga takdirnya kak Al?"

"Aduh maaf, adikku. Kakak mau ketemu pacar kakak dulu oke? Bye, bye, adik kecil."

"Ih kakak!!"

****

Untuk hari ini, William memilih untuk bolos sehari demi menghabiskan waktunya bersama Sherlock. Sherlock dan William saling bergandengan tangan bahkan keduanya saling bercanda lalu berakhir pelukan.

"Liam..."panggil Sherlock. William yang bersandar di bahu Sherlock hanya berdeham membalas panggilan itu.

Saat ini mereka berdua berada di atas genteng menatap bulan. Sherlock menjadi ingat saat dirinya pertama kali bertemu William dan akhirnya jatuh cinta kepadanya.

"Ingin mendengar kenapa aku bisa jatuh cinta denganmu?"

"Mau."William merubah posisinya menjadi menghadap Sherlock, menunggu pria serigala itu untuk bercerita.

"Di tempat ini, sama seperti ini, pertama kalinya aku melihatmu."

"Hah?"

"Waktu itu aku sedang bosan dan akhirnya jalan-jalan keliling. Lalu aku melihatmu yang sedang duduk di atas sini sambil menatap bulan dan kau sedang meminum segelas darah di tanganmu."

"Ah itu memang kebiasanku setiap malam. Jadi, kau jatuh cinta padaku saat itu?"

"Ya, aku langsung jatuh cinta padamu saat itu."Sherlock menatap iris scarlet William yang menyala.

"Matamu itu yang membuatku jatuh cinta."ujar Sherlock lembut.

Keduanya saling menatap dalam diam. Pandangan keduanya seolah saling mengunci satu sama lain. Sherlock mulai mendekat lalu memagut bibir bawah William dan membawa vampir itu ke dalam ciuman lembutnya.

Mereka saling memagut, membelit lidah, dan bertukar saliva. Mata William semakin menyala dengan tatapan sendu melihat Sherlock.

"Sherly, mau darah..."ujar William dan memohon seperti anak anjing yang tersesat. Sherlock yang langsung memiringkan lehernya dan menarik kerah seragamnya itu menyuruh William untuk meminum darahnya tersebut.

"Minumlah, Liam."

William tentu saja tidak menolak. William langsung menancapkan kedua taringnya di leher Sherlock dan mulai meminum darah Sherlock. Darah Sherlock semakin manis dan membuat William gila.

"Pelan-pelan minumnya, Liam."

Albert menatap William yang sedang meminum darah Sherlock cuman bisa mendecih kesal. Albert iri sebenarnya. Seandainya waktu itu dia menandai Mycroft lebih cepat pasti mereka masih bersama dan mereka akan seperti Sherlock dan William yang sudah terikat.

"Mungkin sendiri lebih baik."gumam Albert. Albert berbalik lalu melihat Mycroft yang menatapnya itu lamgsung berdecak kesal.

"Al..."

"Diam. Jangan bicara. Aku tidak mengenalmu."

"Al-"namun sayang Albert sudah lebih dulu menghilang. Mycroft menghela nafasnya kasar. Mungkin mereka memang sudah tidak bisa bersama lagi.

"Kau beruntung, Sherly."

Namun tanpa keduanya sadari, mereka semakin menyakiti diri mereka sendiri. Albert ataupun Mycroft tidak akan bisa hidup tanpa satu sama lain.

Dan biarlah waktu yang menjawab semua. Biarlah waktu yang menyelesaikan bagaimana hubungan antara Mycroft dan Albert ke depannya.

Notes:

Sebenarnya aku mau nulis sekuelnya untuk kisah cinta Mycroft sama Albert. Tapi, aku masih ragu. Menurut kalian, aku buat sekuelnya gk?