Work Text:
-
-
-
Todomomo fanfic
-
-
-
Setelah begitu banyak hal terjadi yang membuat siswa SMA Yuuei terlibat dengan Liga Penjahat, sekolah mulai mengadakan sistem asrama. Dengan adanya sistem asrama tersebut pihak sekolah dapat lebih mudah untuk menjaga keamanan siswa-siswi nya. Tentu saja, meski dikatakan begitu alasannya tetap tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari para orangtua siswa. Yeah, bagi Hagakure yang mendapat dampak parah dari insiden pelatihan hutan sangat sulit untuknya.
Tunggu, kenapa jadi membicarakan hal itu. Daripada itu bukankah sekarang mereka sudah mendapatkan izin.
Untuk tinggal di kamar asrama, para siswa membuat kamar mereka agar senyaman kamar di rumah.
Itulah yang sedang Yaoyorozu lakukan sekarang. Namun, sepertinya persiapan kamarnya tidak selancar yang diharapkan nya. Padahal baru selesai memasang ranjang namun kamarnya sudah terasa cukup sesak. Saat inipun Yaoyorozu berpikiran apakah masih muat untuk meja belajarnya yang sedang didorong menggunakan troli sekarang.
"Sepertinya saya memang melakukan sedikit kesalahan dengan terlalu menyamakan kamar asrama dengan kamar di rumah," gumam Yaoyorozu dengan wajah murungnya.
Pasalnya, tadi dia melihat Kirishima yang membawa sarung tinju yang cukup besar ke dalam lift lalu kembali lagi dengan alat-alat olahraga yang tidak bisa dibilang ringan dan kecil. Begitu pula dengan Ashido yang masih bisa memasukkan boneka yang cukup besar dan benda-benda lain yang terlihat besar dan empuk.
'Dilihat dari persiapan teman-teman, tidak seperti saya mereka sungguh kreatif' pikir Yaoyorozu, selama ini meskipun unggul di bidang akademik namun, Yaoyorozu cukup menyadarinya bahwa pengalaman nyata dan kreativitas nya masih kurang.
Dengan pikiran yang berkabut troli yang didorong nya hampir menabrak sepasang kaki yang untung segera dilihatnya.
"Eh? Todoroki-san?"
Di depannya rupanya ada Todoroki yang mengangkat meja dan di atasnya ada pot dengan bunga berwarna ungu mungkin... lavender?
"Maaf Todoroki-san saya terlalu banyak melamun dan hampir menabrak mu," kata Yaoyorozu.
"Tidak apa-apa," ucapnya dengan wajah datar seperti biasanya.
"A.. ano apa Todoroki-san menyukai bunga?" Tanya Yaoyorozu sambil menatap bunga yang dibawa Todoroki.
"Ah ini, bunga lavender dapat membuat tidurku lebih nyenyak," kata Todoroki.
"Eh? O.. oh begitu, saya mengerti apa yang dimaksudkan."
"Todoroki-san itu dapat memaksimalkan penggunaan ya. Ma.. maksud saya pasti semua yang dibawa oleh Todoroki-san dan teman lainnya tidak terbuang-buang dan juga memberikan kenyamanan."
"Yah lihatlah saya, di dalam meja belajar saya rupanya ada vas bunga tetapi bahkan tidak ada apapun untuk mengisinya dengan kata lain itu hanyalah vas bunga kosong," kata Yaoyorozu sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Yaoyorozu."
"Ya?"
"Kalau begitu.. aku akan memberikan bunga ku," ucap Todoroki.
"Eh? Maaf? Maksud saya itu tidak perlu."
"Tidak perlu dipermasalahkan, bukankah vas mu kosong?" Setelah mengatakan hal itu Todoroki mencabut beberapa batang lavender dari potnya tersebut.
"Ini, lagipula lavender ku tidak akan habis jika hanya memberikan segitu saja. Terima saja, bukankah kau ingin memaksimalkan penggunaan barang milikmu," kata Todoroki lalu menarik tangan Yaoyorozu dan memberikan lavender itu ke tangannya.
"Jika Todoroki-san memaksa sepertinya tidak ada pilihan selain menerimanya," ucap Yaoyorozu sambil tersenyum.
"Baiklah, aku kerjakan urusanku dulu. Sampai jumpa nanti, Yaoyorozu," Todoroki mengangkat kembali mejanya dan naik lift untuk pergi ke kamarnya
***
Setelah semua selesai membenahi kamar masing-masing para anak laki-laki berkumpul dan duduk kelelahan di sofa. Entah bagaimana Ashido yang baru datang itu bisa memikirkan ide untuk melihat-lihat kamar kami, para anak laki-laki.
Sejujurnya saat ini Todoroki sudah mengantuk dan ingin tidur tetapi, rasanya menarik juga mengikuti kegiatan seperti ini.
Jika dilihat sepertinya beberapa orang kurang menyukai respon para anak perempuan terhadap kamar mereka. Si Mineta dengan liciknya memanfaatkan suasana hati mereka yang tersinggung agar dapat melihat kamar anak perempuan. Diluar dugaan Ashido dan Hagakure menyetujuinya dengan senang hati.
'Yah asal tidak terlalu lama aku pasti akan mengikuti sampai selesai' pikir Todoroki sambil menghela nafasnya.
Setelah selesai melihat-lihat kamar anak laki-laki sekarang saatnya melihat kamar anak perempuan.
Jirou sepertinya tidak terlalu suka jika ada yang melihat dan mengomentari kamarnya. Hagakure dan Ashido terlihat percaya diri dengan kamarnya. Kamar Uraraka terlihat biasa seperti kamar yang biasa (?). Sepertinya Asui tidak enak badan jadi kami tidak bisa melihat kamar nya.
"Tidak seperti kamar kalian yang penuh kreativitas, sepertinya saya eh sedikit salah arah."
Begitu katanya.
Kamar Yaoyorozu terlihat sesak dengan ranjang besar dan perabotan lainnya. Di atas rak Todoroki dapat melihat vas berisi lavender yang diberikannya.
"Todoroki-san, terimakasih," kata Yaoyorozu saat semua mulai pergi ke bawah.
Mendengar itu Todoroki mengangkat sebelah alisnya.
"Itu.. lavender dari Todoroki-san. Kamar saya hampir tidak memiliki nilai kreativitas nya. Tapi lavender dari Todoroki-san dapat sedikit mewarnai kamar saya," kata Yaoyorozu.
"Sedikit ya.. apa perlu kutambah lagi bunganya," gumam Todoroki sambil memegangi dagunya
"Tidak perlu, bukan seperti itu. Saya tidak ingin merepotkan Todoroki-san," katanya sambil menggerak-gerakkan tangannya.
"Tapi aku sama sekali tidak kerepotan."
"Bukan begitu, pokoknya tidak perlu memberiku lagi," kata Yaoyorozu.
Setelah itu Todoroki tidak bicara apapun lagi. Hanya berjalan dengan diam.
"Todoroki-san? Apa kamu kecewa?"
Todoroki sama sekali tidak menjawabnya dan tetap diam.
BRUKK
Secara tidak sengaja Yaoyorozu menabrak punggung Todoroki yang mendadak berhenti.
"Maafkan saya, saya tidak fokus dan malah menab——"
"Benar. Aku kecewa, Yaoyorozu," potong Todoroki. Setelah mengatakannya Todoroki melanjutkan jalannya meninggalkan Yaoyorozu yang kebingungan.
Yaoyorozu menangkup pipinya dengan kedua tangannya dan berseru panik.
"Eh?! Jadi saya memang sudah membuat Todoroki-san kecewa?!"
-
-
-
-
