Actions

Work Header

Them

Summary:

Min Ha met Young Hye but something happened, will Min Ha got the consent from Young Hye?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Jo Young Hye POV

"Omma.....ayo bertemu, aku ingin mengenalkan omma dengan kekasihku...."

"Arraseo...adeul......omma senang sekali...sampai bertemu lagi"

Seok Hyeong, anakku......tiba-tiba mengajak bertemu untuk mengenalkan kekasihnya walau sudah lama aku diberitahunya kalau ia sudah berpacaran. Aku agak terkejut sekaligus bahagia, akhirnya anakku mau membuka hatinya lagi. Jujur aku kasihan padanya karena bertahun-tahun dia hidup sendiri setelah perceraiannya dulu tapi....aku tidak pernah menyesal karena menjadi alasannya bercerai, karena aku tidak pernah suka pada Shin Hye....wanita itu palsu! Keluarganya penipu!!!

Kami berjanji bertemu di restaurant favoriteku. Ah....tidak sabar rasanya.

"Eonni.....Seok Hyeong mengajakku bertemu dengan yeoja chingu nya.....aku senang sekali"

"Chukkahae.....Young Hye......baik-baiklah......bersikap baiklah pada kekasih anakmu"

"Arraseo eonni.....aku kan selalu mendengarkan eonni...."

Aku menelepon sahabatku Jeung Ro-Sa......hanya dia sahabatku bersama pak Jong Su yang mengerti aku. Keberadaan mereka membuatku bersemangat menjalani hari tua ini.

Ketika hari itu tiba, bertapa terkejutnya aku, ternyata wanita yang dikenalkan anakku adalah perempuan itu! Perempuan yang tidak sopan yang pernah kutemui di Yulje tempo hari.

"Kau!"

"Haelmoni....."

Bahkan dia masih memanggilku haelmoni......huh.....dia pikir aku neneknya? Kupaksakan diriku untuk bersikap sopan karena ada Seok Hyeong disitu. Aku tidak mau mengecewakan anakku tapi.......kenapa harus dia??? Kenapa bukan wanita lainnya? Apa hanya dia wanita yang ada di dunia ini? Sesange!!! Ah dunia....

Kuakui wanita yang bernama Chu Min Ha itu cukup cantik juga terpelajar serta kuperhatikan ada sifatnya sekilas yang terlihat bahwa sepertinya dia cocok denganku. Dia adalah dokter residen di departeman yang sama dengan anakku. Jika saja bukan karena insiden itu mungkin tanpa sadar aku akan langsung merestui hubungan mereka berdua.

"Min Ha-ssi......berikan nomor kontakmu......aku masih ingin menemuimu lagi...."

"Arraseo eomoni....."

Kuberbohong kepalaku pusing untuk cepat-cepat pulang. Aku merasa seperti obat nyamuk saja disana.....Seok Hyeong yang biasanya memusatkan perhatian padaku, malam itu bersikap manis sekali dengan kekasihnya. Jangan bilang aku tidak tahu kalau mereka berpegangan tangan dibawah meja.....jujur aku sedikit iri dengan mereka. Seok Hyeong lebih banyak memandang kekasihnya dengan pandangan yang....aku baru lihat.... serta kulihat wanita itu juga sering mencuri-curi pandang ke arah Seok Hyeong.

"Adeul......omma pulang dulu.....omma agak pusing"

"Arraseo omma......hati-hatilah.."

"Sampai bertemu lagi eomoni....jangan lupa jaga kesehatan"

Terus terang aku terharu.....wanita itu memperhatikan aku....tapi aku bertekad akan menanyainya lagi untuk menilai apakah dia pantas bergabung di keluarga kami.

"Min Ha-ssi......kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu bertemu......"

"Ah......ne...eomoni....aku bersedia..."

"Tapi.....Min Ha-ssi...jangan beritahu Seok Hyeong"

"Nde.....eomoni"

Kami berdua bertemu di restaurant Italia dihari pekan. Dia ternyata sudah menungguku setibaku di tempat itu dan mempersilahkanku duduk.

"Annyeonghaseo eomoni.....apa kabar......eomoni baik?"

"Ah....aku baik....bagaimana denganmu Min Ha-ssi?"

Kemudian aku langsung menanyainya perkara asal usulnya, keluarganya dan pekerjaan orang tuanya.

"Appa dan omma mengelola penginapan emoni..."

"Ah......"

Seandainya Seok Hyeong tahu aku menginterogasi kekasihnya pastilah dia marah padaku. Wajah kekasihnya seperti mengerenyit tanda agak terganggu....biarlah.....aku perlu memastikan seperti apa dia sebelum aku memberi restu....aku tidak mau kejadian dulu terulang lagi.

Ternyata latar belakangnya tidak terlalu baik, kupikir dia keluarga kaya. Kami masih berbincang-bincang ringan setelah itu, sepertinya dia orang yang enak diajak bicara dan gadis itu seperti mengingatkan diriku padaku karena keterusterangannya. Aku hendak menyuruhnya untuk berfikir kembali tentang hubungannya dengan anakku dan bermaksud menyudahi hubungan mereka karena aku khawatir dengan latar belakangnya...mungkin saja keluarga mereka akan merong-rong Seok Hyeong.

"Min Ha-ssi.....apa kau yakin ingin serius dengan anakku?"

"Ne eomoni....mwo?"

"Aku rasa.......kau....."

Belum selesai aku mengatakan kalimat itu tapi kenapa rasanya dadaku seperti diremas-remas? Ah sakit sekali.......

"Eomoni....eomoni....!!!"

Kudengar sayup-sayup suara memanggilku......dan semuanya gelap.
________________________

Jeung Ro-Sa POV

Aku mengenal Seok Hyeong sudah lama karena dia adalah teman anakku, Jeong Won. Mereka sama-sama menempuh pendidikan kedokteran namun beda spesialisasi. Anakku mengambil spesialisasi pediatri dan Seok Hyeong bercita-cita menjadi Obgyn. Dia juga bekerja di Yulje sekarang bersama teman-teman angkatan mereka.

Kalau Young Hye, ommanya Seok Hyeong, aku baru bertemu ketika anak keduanya meninggal dan dia didiagnosis depresi saat itu. Suaminya juga hobi berselingkuh bahkan sampai menghamili wanita tersebut. Sungguh kasihan melihatnya, syukurlah sejak itu anaknya Seok Hyeong jadi lebih perduli padanya dan keadaan mentalnya makin membaik.

Ketika itu, Jeong Won anakku memintaku untuk membiarkan Young Hye berkumpul sesekali di Yangpyeong, rumahku supaya Young Hye punya teman lagi atas permintaan Seok Hyeong. Dan dari saat itulah aku jadi akrab dengan sosialita yang angkuh itu. Dandanannya selalu paripurna seakan siap untuk kepesta setiap saat. Darinya juga kuketahui penyebab perceraian Seok Hyeong adalah karena dia selalu meneror menantunya dan akhirnya anaknya hingga bertahun-tahun setelahnya masih bertekad melajang. Ah....... sebenarnya kasihan sekali keluarga mereka. Young Hye hampir tidak mendapatkan perhatian suaminya dan satu anaknya meninggal tiba-tiba.

Young Hye selalu bercerita apapun kepadaku apalagi setelah anaknya membuka hatinya lagi. Dia sangat senang akhirnya anaknya sepertinya akan menikah sampai saat setelah mereka bertemu, dengan gusar Young Hye bercerita kepadaku.

"Eonni....masih ingat dengan gadis yang memanggilku haelmoni di Yulje?"

"Ternyata dia orang nya.....dia yeoja chingunya"

Ah....pantas saja aku merasa familiar ketika bertemu mereka di bioskop pada waktu itu. Aku tidak menyangka gadis manis nan sopan itu adalah gadis yang sama yang terlibat insiden dengan Young Hye. Hanya saja Young Hye suka membesar-besarkan masalah. Aku berharap hubungan gadis itu dan Seok Hyeong langgeng, semoga. Aku juga melihat wajah Seok Hyeong menyiratkan kebahagian ketika berkencan dengan gadis itu. Akan kucoba menasehati Houng Hye, bagaimanapun dia adalah wanita merana yang kesepian.

"Yah......Young Hye......cobalah berbaik sangka sedikit......apakah kau mau anakmu menderita lagi"

"Ne eonni....aku sudah melihat bagaimana anakku memperlakukannya, sepertinya dia cinta sekali dengannya"

"Nah kau tahu itu....."

"Tapi......aku perlu menyelidikinya lagi eonni....."

"Yah....Young Hye-ya.....!!!!"

_______________________

Min Ha POV

Setelah pertemuan pertama yang kurasa agak gagal itu, eomoni tiba-tiba meneleponku mengajak bertemu akhir pekan ini, padahal aku ada kencan dengan oppa. Buruknya eomoni memintaku merahasiakan pertemuan ini dari Seok Hyeong oppa. Aku sampai kewalahan mencari alasan pada oppa. Biarlah mudah-mudahan ini pertanda baik....semoga.

"Oppa......mianhae aku tidak bisa bertemu oppa akhir pekan ini.....aku ada janji mendadak dan penting sekali...."

"Apa perlu oppa antar?"

"Ani.....oppa aku bisa sendiri.....gumawo oppa...."

"Arraseo......"

Aku berusaha datang cepat supaya memberi kesan baik pada omma kekasihku. Kami berbicara ringan saat itu tapi tiba-tiba eomoni menanyakan masalah pribadi kepadaku, seperti apa pekerjaan appa dan omma serta yang anehnya menanyakan apa usaha kami berjalan lancar serta ada hutang atau tidak? Aku merasa seperti diwawancara atau mungkin lebih tepatnya diinterogasi.....tapi...ah...oppa pernah memeperingatiku tentang kemungkinan itu.

"Min Ha-ssi....asalmu dari mana dan apa pekerjaan orangtuamu? Apa kalian ada hutang di bank?"

Pertanyaan itu terlalu mendalam dan pribadi tapi aku berusaha tenang serta menjawab sebisaku. Kemudian kami berbincang-bincang lagi, aku merasa eomoni sepertinya orang yang cukup menyenangkan jika saja tidak terlalu peduli urusan orang lain. Eomoni dan oppa sungguh sangat berbeda.

"Min Ha-ssi...apa kau serius dengan anakku?"

Kenapa eomoni menanyakan hal itu? Aku cukup bingung....tentu saja aku serius kalau tidak aku tidak akan menemui omma Seok Hyeong oppa.....waktu itu kuperhatikan tiba-tiba wajah eomoni agak memucat dan eomoni pingsan begitu saja.

"Eomoni....eomoni...!!!"

Kuperiksa nadinya, syukurlah masih ada walau lemah dan aku segera memberi CPR sebagai pertolongan pertama kepadanya.

"Panggil ambulans......tolong cepat...palli!!!"

Teriakku parau pada orang yang ada di restaurant tersebut. Dalam perjalanan menuju rumah sakit yang ternyata adalah Yulje, aku menelepon oppa.

"Yoboseyo.....oppa palli datang ke Yulje di Emergency Room....aku bersama eomoni sekarang"

"Arraseo ......!!!!"

Aku cemas sekali dengan keadaan eomoni. Saat itu oksigen sudah terpasang dan kami sudah mendekati Yulje. Aku berharap keadaan omma kekasihku tidak serius namun aku pernah mendengar kalau eomoni sudah dua kali dilarikan ke rumah sakit. Semoga kali ini tidak serius dan eomoni segera sembuh.

Waktu di restaurant ada kata-kata eomoni yang belum sempat selesai tapi apa ya? kira-kira yang akan dikatakan eomoni?..ah...sudahlah keadaan eomoni lebih penting.

________________________

Seok Hyeong POV

Apa yang kira-kira terjadi diantara Min Ha dan omma? Aku tidak habis pikir dan menanyainya ke Min Ha.

"Min Ha-ya.....kapan kau bertemu omma? Kenapa tidak bilang oppa?"

"Ah...itu.....sudah lama oppa...waktu itu kita belum berkencan"

"Ah....begitu....tapi apa yang terjadi? Oppa boleh tahu?"

Min Ha menceritakan kejadian itu panjang lebar dan tentu saja kejadian itu hanya masalah kecil tapi omma yang sifatnya seperti itu memang cenderung membesar-besarkan sesuatu.

"Arraseo.....oppa akan membujuk omma.....jangan sedih ya?"

Minggu itu sebenarnya aku dan Min Ha ada janji kencan lagi namun Min Ha membatalkan kencan itu tepat satu hari sebelum hari H, tentu saja aku agak kecewa karena sebagai dokter quality time kami cukup sedikit, ah.....sepertinya Min Ha benar, kami harus cepat menikah.

"Oppa......palli ke Yulje......eomoni di Emergency Room!!!!"

"Arraseo!!!!"

Aku segera meluncur ke Yulje secepat yang aku bisa, disana aku melihat omma sudah ditangani dan kekasihku mendampinginya.

"Ah......Seok Hyeong-ah.....ommamu terkena serangan aritmia, syukurlah dia mendapatkan CPR secepatnya...."

Ternyata yang menolong omma adalah Min Ha. Akhirnya Min Ha mengaku kalau waktu itu dia bertemu omma dan omma meminta merahasiakannya. Apalagi yang dibicarakan omma? Ah....saat ini aku harus fokus pada kesembuhan omma, nanti saja aku urus masalah itu.

Setelah semalaman, pada pagi hari omma sadar dan kata-kata pertamanya adalah.

"Adeul.....omma ingin bertemu dengan Min Ha....."

"Arraseo omma.....akan kupanggil Min Ha nanti.....sekarang dia masih diapartemennya, sebentar lagi dia akan datang ke Yulje"

Aku sebenarnya ingin bertanya dengan omma, apa yang ingin omma katakan pada Min Ha dan apa yang omma bicarakan pada Min Ha dihari omma dilarikan ke Yulje. Semoga bukan sesuatu yang buruk, aku juga belum bertemu Min Ha lagi sejak di Emergency Room hari itu.

"Min Ha-ya......nanti siang tolong datang ke ruang perawatan omma ya? Omma ingin bertemu"

Notes:

Sorry for reposting.......I make mistake and orphan my work....plz leave kudos...hehehe

Series this work belongs to: