Actions

Work Header

The Consent

Summary:

Seok Hyeong omma wants to meet Min Ha after their unsuccessfull meeting before...what happen this time? Will Min Ha got the consent? And then they went to Sokcho after that.....what will they do? Did Min Ha parents like Seok Hyeong?

Work Text:

Min Ha POV

Oppa meneleponku dipagi hari sebelum aku berangkat ke Yulje, eomoni ingin menemuiku lagi tapi kali ini diruang perawatannya. Kira-kira apa yang ingin disampaikan eomoni ya? Aku jadi berdebar-debar, semoga sesuatu yang baik. Oppa hari itu shift nya sama denganku namun karena ommanya sakit dia tidak pulang dan berjaga di kamar eomoni.....ah kasihannya kekasihku.

"Yoboseyo......Min Ha-ya......sudah berangkat? Nanti siang datang ke ruang perawatan uri omma ya?...."

"Nde...oppa....."

Kubersiap-siap dirumah serta tidak lupa membungkus beberapa banchan yang sekiranya bisa dimakan eomoni sekarang. Oppa pernah bilang bahwa eomoni menyukai Dobu-jorim dan kebetulan aku masih punya stok dari omma waktu terakhir pulang ke Sokcho.

Sesampainya di departemenku, oppa ternyata sudah menunggu di ruangannya, dia menyuruhku untuk mampir dulu.

"Min Ha-ya......aku tunggu diruanganku....palli!"

Ada apa ya? Dari pesan kakaotalk itu kusimpulkan oppa saat ini berperan menjadi kyosunimku.....tata bahasanyanya formal kepadaku, ah mungkin ada sesuatu yang mendesak.

"Kyosunim.......Min Ha-ya...."

"Masuk!"

Ternyata setelah sampai disana oppa sudah menungguku di dekat pintu, menutup pintu dan langsung memelukku. Aku jadi gugup dan wajahku berubah merah dalam sekejap.

"Oppa.....kita lagi di Yulje....ingat..."

"Biarkan oppa seperti ini sebentar saja....oppa capek dan butuh mencharge tenaga"

Kutersenyum dan mengeratkan pelukan ke oppa. Aku sangat tahu dia lelah karena belum pulang dari kemarin. Dia menyandarkan kepalanya dibahuku sejenak sebelum melepaskan pelukannya. Oppa tersenyum kepadaku dan menatapku lama......Jujur hingga kini aku masih suka gugup kalau oppa sudah memandangku seperti itu, kemudian oppa mencium lembut keningku.

"Gumawo Min Ha-ya...nae sarang ......oppa sangat mencintaimu...saranghae..."

Oppa sangat jarang membahasakan cintanya secara verbal kepadaku dan aku bahagia sekali saat itu.

"Oppa....bagaimana eomoni? Sudah baikan?"

"Ne...omma sudah baik...sepertinya 2 hari lagi jika kondisinya stabil, omma bisa segera pulang. Ah ...ya....nanti siang kita pergi bersama kekamar omma ya? Dan ya......oppa sangat berhutang budi padamu, jika kau tidak segera memberikan CPR saat itu....."

Kuletakkan jariku dibibir oppa agar oppa tidak melanjutkan kata-kata itu.

"Arraseo....cukup sudah drama Romeo dan Juliet nya.....mari kita melihat pasien...kaja....!"

"Chu Min Ha seonsaengnim.....aku yang harusnya mengatakan itu.....!"

Oppa melirikku dengan pandangan aku-adalah-kyosunim-dan-atasanmu-disini.......kemudian tertawa.

Aku berjanji bertemu oppa di depan ruangan VIP eomoni, kami tidak mau orang lain curiga dengan hubungan kami yang belum kami publikasikan ini. Memasuki ruangan itu, eomoni sudah menunggu dengan senyumannya yang manis.

"Min Ha-ya......kemari...."

Ah...apa aku tidak salah? Eomoni memanggilku dengan sebutan Min Ha-ya bukan Min Ha-ssi seperti biasanya? Eomoni menyuruhku mendekat dan memegang tanganku serta berkata.

"Maafkan eomoni Min Ha-ya......tolong lupakan kata-kata eomoni ya......mianhae..."

"Ah.....tidak apa-apa eomoni....eomoni sudah enakan sekarang?"

"Ne.....eomoni baik.....kesini Min Ha-ya"

Eomoni merentangkan tangannya dan memelukku, aku sangat bahagia...akhirnya kami mendapatkan restu dari eomoni.

"Adeul......kemari.."

Eomoni memegang tangan oppa dan tanganku kemudian menyatukannya serta tersenyum.

"Jadi kapan omma mendapat menantu Seok Hyeong-ah?"

Oppa tersenyum dan melirikku dengan pandangan cinta. Ah....beban ini akhirnya terangkat dan kami akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu meminta restu dari omma dan appa di Sokcho.

♥️Akhir pekan di Sokcho♥️

Saat itu sudah memasuki musim semi, pemandangan sangat indah, aku dan oppa memutuskan untuk menemui appa dan omma di Sokcho. Aku sudah rindu sekali pada mereka terutama masakan omma dan kali ini aku rasanya 10x lipat bahagia karena aku akan datang bersama oppa, kekasihku. Kami akan meminta restu pada orangtuaku hari ini.

Oppa yang memakai suit lengkap menjemputku di apartemenku pagi-pagi sekali. Aku memandangnya dengan tersipu-sipu.....dia....kelihatan tampan sekali. Beruang ini jarang memakai suit formal seperti itu, seingatku baru 2x aku melihatnya seperti itu dan dia luar biasa tampan. Kami berangkat pagi supaya kami masih dapat makan siang bersama appa dan omma di Sokcho.

Beberapa hari sebelumnya, oppa sangat gelisah dan gugup karena akan ke Sokcho kali ini. Berulang kali oppa menanyakan apa benda yang pantas dibawa sebagai hadiah pada appa dan omma.

"Min Ha-ya.....apa yang harus oppa bawa? apa yang kira-kira pas untuk mereka?"

"Oppa......tidak usah repot-repot....kedatangan kita sudah merupakan hadiah buat appa dan omma"

Kusarankan tidak usah membawa apa-apa karena kuyakin oppa akan terlalu lelah nantinya, ternyata di hari itu oppa menunjukkan padaku satu set alat barberque lengkap dari a-z sebagai buah tangan disamping buah-buahan. Aku sampai tertawa juga cemas jikalau kekasihku terlalu lelah membeli ini semua.

"Ah...oppa.....pasti oppa lelah mencari ini semua"

"Ani......Min Ha-ya.....oppa memesan ini semua online jadi tidak repot dan lelah...bagaimana pemilihan buah tangan ini? Apa sesuai?"

Kuingin menggodanya karena melihat mukanya yang harap-harap cemas seperti ini tapi.......aku tidak tega karena terkadang oppa terlalu mengambil serius perkataanku.

"Ini bagus oppa......aku tidak menyangka kekasihku hebat sekali"

"Ah ssa......kaja Min Ha-ya.......kita jangan sampai terlambat"

Kami sampai tepat jam 11:30 siang. Appa sudah menunggu didepan, sementara omma sibuk menyiapkan makan siang.

"Ayo masuk .......ommamu sudah menunggu kalian....."

"Arraseo......"

"Ah.....ttal....omma rindu sekali....saranghae ....."

Kami makan dengan riang saat itu juga suasana semakin meriah kala Min Joon adikku menampakkan diri, rupanya dia khusus mengambil cuti hari ini karena ingin melihat calon ipar katanya.

"Abeoji.....eomoni.......aku... Yang Seok Hyeong ingin meminta restu pada kalian untuk menikahi Min Ha....."

Kurasakan air mataku mengalir, aku tidak menyangka hari ini akan tiba. Impianku bersama kyosunim yang selalu aku kagumi akhirnya akan terwujud.

___________________________________________

Seok Hyeong POV

Permintaan omma yang tiba-tiba ingin bertemu dengan Min Ha agak membuatku takut akan ada sesuatu yang tidak enak terjadi. Aku tidak mau kekasihku tersakiti hatinya oleh perkataan omma, tapi.....sepanjang hari ini sejak omma sadar, sepertinya omma riang sekali, mudah-mudahan ini pertanda baik.

Aku menyuruh Min Ha datang ke ruanganku, aku rindu sekali padanya dan ya....lelah, jika aku melihat wajahnya aku akan bersemangat menjalani hari ini. Masih ada 2 hari lagi omma dirawat sebelum diperbolehkan pulang. Jujur perkembangan omma sungguh mengagumkan dan aku amat sangat bersyukur akan itu serta Min Ha yang berada ditempat kejadian yang sigap menolong omma membuat keadaan tidak berlangsung serius dan penyembuhan omma jadi lebih cepat.

"Oppa.....jangan seperti ini....kita lagi di Yulje"

Ah kekasihku ini......jika saja bukan karena permintaannya agar untuk sementara merahasiakan hubungan kami, dengan senang hati akan kuumumkan ke dunia bahwa Chu Min Ha adalah kekasihku.

"Biarkan oppa seperti ini sebentar......"

Aku memintanya untuk membiarkanku memeluknya karena aku sangat merindukannya dan butuh dukungan emosional kali ini, aku lelah sekali. Setelah beberapa saat akhirnya aku melepaskannya dari pelukanku, sebenarnya aku masih enggan karena aku merasa sangat nyaman dan seolah energi positif memenuhi diriku.

"Kaja kita berkeliling mengecek pasien"

Dia berkata tegas kepadaku dan mengingatkan akan kewajiban kami. Aku tertawa dan mengatakan bahwa itu adalah kalimatku.

"Min Ha-ya...jangan lupa nanti siang ya?"

"Arraseo......arraseo Yang Seok Hyeong kyosunim"

Aku sudah menunggunya didepan ruang VIP omma, Min Ha memintaku untuk menunggu disitu karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan pada semuanya. Baiklah.....aku akan menurutinya, semoga tidak lama lagi kami bisa mengumumkan hubungan kami kepada semuanya, karena jujur aku terkadang agak sedikit cemburu jika Min Ha didekati residen lainnya dan mereka berfikir Min Ha masih sendiri.

Air muka omma riang sekali menyambut kami berdua dan dia menyuruh kekasihku mendekat dan meminta maaf dan.......ah.....omma memeluk Min Ha. Akhirnya omma memberi restu kepada kami. Min Ha tampak senang sekali saat itu. Aku berterima kasih padanya karena dia dengan tabah mencoba mendekati omma serta berhasil. Kini kami akan meminta restu pada orang tua Min Ha di Sokcho. Aku memintanya menemui appa dan omma Min Ha di akhir pekan dan mengambil cuti untuk itu.

♥️Sokcho, akhir pekan♥️

Sejujurnya sulit bagiku untuk merahasiakan hal ini dari teman-temanku. Aku mengatakan aku tidak bisa latihan pada akhir pekan dan mengambil cuti. Mereka selalu bertanya dan yang pasti Ik Jun sepertinya bisa merasakan apa rencanaku.

"Hwaiting.......Seok Hyeong-ah.....sampaikan salamku pada Chuchu ......."

Dia segera pergi kemudian berbalik hanya untuk berkata.

"Ya.....gom....pastikan kau memakai suit....kesan pertama sangat penting"

Dan dia melesat pergi......ah Ik Jun, kadang aku heran kenapa sepertinya anak itu seperti bisa membaca pikiran.

Pagi sekali aku sudah ada didepan apartemen Min Ha. Aku hampir tidak bisa tidur karena memikirkan hari esok. Begini kah rasanya Min Ha dulu ketika menemui omma?.

Aku segera memasuki apartemen Min Ha dan menemukan kekasihku sedang bersiap-siap. Raut wajahnya riang sekali dan sesaat dia tertegun melihatku. Ah....apa aku berlebihan?.

"Waeyo Min Ha-ya? Oppa berlebihan ya? Oppa tidak terbiasa memakai suit.....tidak cocok ya"

Perlahan wajahnya tersenyum, dia menggeleng kemudian menghambur kepelukanku.

"Oppa sangat tampan......aku suka melihat oppa seperti ini"

Kurasakan wajahku memanas, gadisku ini sangat pintar membuatku senang dan nyaman.

Ketika sampai di mobil, aku menunjukkan buah tangan yang kubawa.

"Oppa......kau pasti lelah mencari ini semua"

"Ani.....oppa membelinya via online...."

Waktu seperti berjalan sangat lambat ketika kami makan siang. Aku masih berusaha menghafal kata-kata yang akan kukatakan ke orang tua Min Ha. Aku gugup sekali. Dimeja makan ada orang tua Min Ha, Min Ha dan adiknya, Min Joon. Keluarga Min Ha sangat menyenangkan, pasti Min Ha sangat bahagia dilahirkan dikeluarga ini.

Bergeser ke ruang keluarga, tempat orang tua Min Ha menungguku. Aku berjalan beriringan dengan Min Ha.

"Abeoji.....eomoni......aku Yang Seok Hyeong hari ini menghadap ingin meminta restu dan izin menikahi putri tercinta kalian Chu Min Ha....."

Aku mengatakan kalimat itu sambil berlutut dan sedikit membungkuk. Aku ingin mengesankan keseriusanku pada orang tuanya. Aku memang bukan calon menantu potensial. Aku sudah berumur 42 tahun dan pernah bercerai. Aku sebenarnya khawatir tidak direstui tapi aku segera mengenyahkan pikiran buruk itu. Min Ha bilang orang tuanya terutama eomoni menyukaiku.

Appa Min Ha tidak langsung menjawab, beliau memandang aku dan putrinya bergantian, kemudian dengan mantap menjawab.

" Arraseo .......kami merestui hubungan kalian....bahagiakanlah Min Ha...putri kecilku....."

Kulihat appa dan omma Min Ha menitikkan air matanya, begitupun aku serta Min Ha. Min Ha menangis sambil tersenyum kepadaku. Kutahu dia sangat bahagia.....semoga aku bisa membahagiakan dia......cinta terakhirku......musim semiku yang kedua.

Series this work belongs to: