Actions

Work Header

Moment Of Treasure

Summary:

Seok Hyeong has a plan to give Min Ha unforgetable moment, will he success?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Min Ha POV

Setelah pertemuan dengan kedua orang tua selesai dan kami mendapat restu kini selangkah lagi aku dan oppa mendekati impian kami yaitu MENIKAH.

Hari itu sebenarnya hari yang sibuk bagi kami. Aku mendapatkan shift pagi begitupula dengan oppa tapi......rasanya seolah aku tidak merasakan capek. Aku terlalu bahagia untuk memikirkan kata capek. Oppa juga kelihatan berseri-seri serta beberapa kali mata kami tidak sengaja bersibobrok. Kurasa oppa mencuri pandang kepadaku dan anehnya mataku juga seakan tidak bisa lepas dari oppa, seperti ada magnet yang menarik kearahnya. Aku khawatir dengan begini hubungan kami akan tercium oleh semua orang....tapi ya sudahlah.....lagian kami memang akan segera menikah. Ah.....menikah...memikirkannya saja sudah membuatku panas dingin. Aku jadi tidak sabar rasanya.

Sore itu oppa pulang cepat dan dia tidak mengajakku pulang bersama, seperti bukan oppa saja. Aku agak kesal juga karena biasanya oppa akan menawariku pulang bersama-sama. Sepertinya banyak yang dipikirkannya. Sepanjang hari, beberapa kali kuperhatikan terkadang oppa berguman sendiri. Ah....terkadang beruang itu sungguh lucu.

Bunyi bip pelan menandai kalau aku memasuki apartemenku. Aku segera bersih-bersih kemudian ketika aku berjalan kedapur, hendak menyiapkan makan malam, Oppa mengirimiku pesan Kakaotalk.

"Min Ha-ya......bukalah jendela..."

Hah....apa? Kenapa ya? Apa oppa ada di luar apartemenku? Aku berlari cepat ke arah jendela dan membukanya. Disitu aku sudah melihat oppa ada dibawah apartemenku. Dia membawa potongan karton dan mengisyaratkanku untuk membacanya.

"Min Ha-ya....ayo kita pergi ♥️"

Itu kata-kata yang tertulis. Dengan secepat kilat aku berganti pakaian dan membubuhkan sedikit makeup. Aku sudah siap dan berlari ke arah oppa. Dia kelihatan tampan sekali. Oppa memakai suitnya. Aku tidak tahu kami mau kemana, mungkin akan romantic dinner di salah satu fancy restaurant.

Oppa tidak membiarkanku membuka pintu Mercedesnya. Kali itu oppa membukanya khusus untukku dan memasangkan seat beltku. Ini seperti bukan kebiasaannya. Ya....memang oppa sangat manis namun kali ini aku dimanja seperti putri. Wajah oppa juga riang dan sedikit ada tatapan menggoda. Tidak biasanya oppa seperti ini tapi......tentu saja aku suka.

"Oppa kita akan kemana?"

Oppa diam saja tapi masih dengan wajah tersenyum. Dia menghidupkan musik BTS favoritku, mungkin berusaha menenangkanku. Ya...sudahlah...akan aku ikuti permainan oppa. Terkadang aku tidak bisa menebak apa yang akan dilakukannya.

Kami akhirnya sampai di depan rumah yang mempunyai gerbang tinggi. Setahuku itu adalah rumah oppa. Oppa membukakan pintu mobil dan mengajakku mengikutinya. Sesampainya didepan pintu rumah, oppa menutup mataku.

"Min Ha-ya..... jamkkanman....tunggu sebentar......tutup dulu matanya ya....oppa janji tidak akan lama...."

Sontak jantungku berdebar kencang dengan kedekatan kami. Aku bisa mencium wangi parfum bercampur aroma khas tubuh lelaki. Oppa memasangkan penutup mata untuk mencegahku mengintip. Aku dituntun memasuki ruangan, samar-samar aku bisa mencium harum bebungaan.

"Tunggu disini Min Ha-ya......setelah oppa bilang buka.....buka penutupnya ya?"

Dia mengambil hpku dan menaruhnya ditanganku. Kira-kira 5 menit kemudian oppa meneleponku agar aku membuka penutup mata tersebut. Oppa tidak kelihatan, sepertinya sedang di basement. Begitu aku membuka mataku.....aku melihat disekelilingku dipenuhi dengan kelopak mawar merah dan aku berdiri tepat di taburan mawar merah yang membentuk hati. Melihat kedepan.....tepat diseberang aku berdiri, ada meja kecil yang diatasnya terdapat seikat buket tulip berpadu baby breath putih. Aku tahu arti bunga tersebut adalah lambang cinta sejati yang tidak akan berakhir. Didalam buket tersebut ada selembar kartu berwarna merah muda bertuliskan.

"Min Ha-ya....sayangku.....teruslah jalan kebawah"

Oppa menyuruhku berjalan hingga ke basementnya. Aku berjalan sambil membawa buket tersebut. Aku tidak tahu apa lagi rencana oppa. Aku heran juga oppa bisa sangat romantis, kira-kira oppa mau apa ya? Aku berjalan sambil tersenyum-senyum.

Sayup-sayup aku mendengar lantunan melodi keyboard dimainkan, ah...ya...aku tahu oppa jago bermain keyboard dan bernyanyi tapi apa oppa bermain khusus untukku hari ini? Aku pernah beberapa kali melihat penampilan oppa dan teman-temannya sebelum Ahn Jeong Won kyosunim pergi ke Amerika. Oppa kelihatan seperti bukan oppa yang aku kenal jika sedang bermain musik. Oppa kelihatan gagah sekali dan berkharisma. Aku suka melihatnya dan memuaskan diriku melihat oppa lama-lama.

Oppa memainkan lagu "Beautiful My Love" untukku. Dia memainkannya sekaligus menyanyi. Nah kalau menyanyi, baru kali ini aku mendengarnya. Suara oppa bagus sekali dan aku memang sudah menduganya. Tidak terasa air mataku menetes satu-satu. Oppa benar-benar menyanyi dari hati. Lagu itu adalah perwujudan rasa cintanya padaku dan.......tepat saat lagu itu selesai, oppa berjalan kearahku dan langsung berlutut tepat didepanku. Dia mengeluarkan kotak kecil berwarna kecoklatan dan membuka kotak tersebut.

"Chu Min Ha.......aku sudah lama menunggu momen ini dan melampaui banyak cobaan dihidupku....aku juga sempat tidak percaya akan datangnya cinta kembali.....tapi........kau meyakinkanku....kau mengajakku berjalan beriringan meninggalkan semua rasa trauma itu......kau membuatku menjadi laki-laki seutuhnya lagi........Min Ha-ya......nae sarang .......maukah kau menikah denganku? Menjadi istriku?"

Aku kehabisan kata-kata. Kutahu hal ini akan datang kepadaku. Oppa dan aku sudah menemui eomoni dan orang tuaku....tapi melihatnya berlutut didepan mataku dan memberiku cincin itu tetap merupakan kejutan bagiku. Aku tak kuasa berkata hingga hanya menganggukan kepalaku saja sambil melihat kearah oppa. Pipiku sudah basah oleh air mata. Air mata kebahagian.

Oppa menyelipkan cincin itu ke jari manisku. Cincin berlian 2 karat berbentuk hati berwarna pink kecoklatan yang permatanya dikelilingi dengan berlian putih. Oppa mencium jariku dan berdiri untuk menghapus air mataku......kemudian mencium lembut bibirku.

Tepat ketika oppa hendak mengajakku makan di meja yang sudah disediakannya, terdengar langkah-langkah kaki beserta suara yang mengiringinya.

"Yah.....appa.....Chuchu.....sedang apa kalian?"

_________________________________________

Seok Hyeong POV

Hari ini aku akan melamar Min Ha. Aku sudah memikirkan rencanaku matang-matang, juga sudah memesan cincin yang cocok untuk Min Ha....kekasihku. Aku memilih sebentuk cincin berlian 2 karat berbentuk hati yang dikelilingi berlian putih kecil-kecil. Warna berlian berbentuk hati tersebut pink kecoklat-coklatan...persis seperti daun dimusim gugur. Aku memilih warna itu karena musim gugur adalah arti dari nama kekasihku, Chu Min Ha.

Aku sudah memesan makanan dari restaurant Prancis favoritku. Sedianya aku ingin Min Ha dan aku makan malam romantis di rumahku, tepatnya dibasement rumahku. Aku juga merencanakan memainkan lagu untuk melamar Min Ha. Aku memesan kelopak bunga mawar sebagai dekorasi dilengkapi lilin-lilin kecil. Seikat buket bunga kusiapkan untuk Min Ha. Sebelumnya aku sempat bingung akan memilih bunga apa untuk Min Ha, namun pelayan florist yang melihatku kebingungan segera menghampiriku.

"Bunganya untuk siapa miseuteo?"

"Aku ingin melamar kekasihku......."

Kataku terbata-bata, aku merasa sangat bodoh saat itu.

"Ah......ini paling cocok tuan.....bunga ini artinya cinta sejati yang tidak akan berakhir"

Dia mengambilkan seikat bunga tulip putih yang dikombinasikan baby breath. Bunga itu cantik sekali. Semoga Min Ha menyukainya.

"Mau pakai kartu?"

Aku menggangguk tapi aku ingin menuliskannya sendiri dirumah nanti. Ketika sampai, aku mendekor rumahku dengan hati-hati sekali. Aku menaburkan bunga mawar di foyer yang membentuk hati dan menaburkan sisanya di sepanjang tangga basement. Aku juga meletakkan lilin-lilin kecil. Makanan yang kupesan aku tata di meja, tak lupa aku melengkapi dengan vas kecil berisi bunga dimeja dan lilin.

Kubersiap-siap dikamar dan mengenakan suitku serta mengambil kunci untuk pergi menjemput Min Ha.

"Min Ha-ya.....bukalah jendelamu...."

Aku mengirimkan pesan kakaotalk kepada kekasihku. Dia berlari ke arah jendela dan melihatku dengan tatapan cintanya. Aku menunjukkan karton yang sudah kutulisi. Aku mengajakkanya pergi, tentu aku tidak memberitahunya kemana kami akan pergi karena ini adalah kejutan. Aku berencana melamarnya dirumahku. Aku tahu sebetulnya tidak banyak orang melamar dirumahnya sendiri, tapi aku lebih nyaman seperti itu. Aku senang ketenangan dan pastinya kami tidak akan terganggu pelayan atau orang lain yang lalu lalang.

Tepat ketika Min Ha sampai didepan pintu rumahku, aku menutup matanya memakai scarf. Aku menyuruhnya menunggu di foyer, sambil aku menyiapkan inti dari kejutan itu. Aku akan menyanyi untuk Min Ha. Tentang lagu cinta yang hebatnya isinya benar-benar akurat seperti kisahku dan Min Ha.

"Min Ha bukalah penutup matamu..."

Aku meneleponnya. Aku tahu saat ini dia pasti sedang mengagumi buket itu dan dekorasi yang kubuat. Didalam buket aku selipkan kartu yang bertuliskan pesanku untuk turun ke lantai basement.

Suara langkah kaki terdengar menuruni tangga dan aku yang sudah duduk dikursiku mulai memainkan opening dari lagu yang akan kunyanyikan.

"Geudae go-un nae sarang....oworui haessal gateun kkumiyeo.....geudael gidarimyeo bonaeneum bameun weiri deodin geonji "

(Kamu adalah cintaku,yang sangat aku syukuri....kamu seperti mimpi indah di bulan May.....malam-malam menunggumu, kenapa terasa sangat lama?)

Kekasihku memandangiku yang sedang memainkan keyboard dan menyanyi. Dia memandangiku dalam dengan tatapan kau-adalah-kekasih-yang-sangat-aku-cintai. Setelah lagu berakhir, aku berjalan menuju Min Ha dan berlutut tepat didepannya dan mengeluarkan kotak cincin serta membuka untuk memperlihatkan sebentuk cincin berlian berbentuk hati yang aku tahu pasti dia akan menyukainya.

"Min Ha-ya.....nae sarang maukah kau menikah denganku? Menjadi istriku? Kita akan bersama-sama membina hari yang bahagia.....serta menemaniku dalam suka dan duka?"

Aku juga mengatakan padanya dialah yang berjasa membuatku melupakan segala traumaku.

Kekasihku, Min Ha......menangis......air mata membasahi pipinya.....tapi kutahu itu adalah tangisan bahagianya. Dia mengangguk menjawabku. Aku menyelipkan cincin yang sangat pas dengan jarinya yang panjang dan lentik. Akhirnya Min Ha menerima lamaranku. Aku bahagia sekali.

"Min Ha-ya.....kemarilah....ayo kita makan.....oppa sudah lapar......oppa lupa makan tadi karena sangking bersemangatnya ....."

Ah......dia tertawa .......kami akan segera duduk ketika kudengar suara yang tidak kuharap aku dengar hari ini, malam ini...apalagi DISINI.....Ya.......Tuhan.....!!!!

Dan disinilah mereka semua....minus Jeong Won karena dia sedang di Amerika. Aku lupa mengubah pin pintuku karena itu mereka bisa masuk dengan bebas.

"Appa.....Chuchu....wah kalian akan makan malam romantis?....boleh kami bergabung?"

Aku geregetan melihat Ik Jun yang seakan tidak berdosa menginterupsi momen bahagia kami. Jika saja Min Ha tidak disini tentu aku sudah marah-marah.

"Ah......Min Ha-ya.....wah cincinmu bagus sekali .........."

Tidak lama setelah mengatakan itu wajah Song Hwa berubah, dia segera menyikut Ik Jun. Pandangan matanya menyesal.

"Seolma.........? Seok Hyeong-ah.....Min Ha-ya....maafkan kami sudah mengganggu momen istimewa kalian...mianhae....jeongmal mianhae"

Jun Wan yang masih belum mengerti malah bertanya dengan polosnya.

"Sebenarnya ada apa sih? Makan ya makan......tidak ada yang istimewa"

Song Hwa dan Ik Jun membungkamnya dengan tatapan diam-kau-bodoh-dan-segera-angkat-kaki-dari-sini. Tapi dasar kekasihku Min Ha yang terlalu baik, dia malah menyuruh mereka tinggal. Aku menghela nafas dalam-dalam.

"Chuchu......aku.....maksudku kami sangat ingin tinggal dan ikut makan tapi.......aku takut beruangmu mengamuk....lihatlah matanya.....sudah seperti akan memakan kami"

Kata Ik Jun jenaka sambil menirukan mimikku. Ingin rasanya aku mendorongnya kepintu.

"Arraseo......arraseo.....karena kami sudah disini kami akan memainkan lagu sebagai hadiah pertunangan kalian...."

Ik Jun, Song Hwa dan Jun Wan berjalan kearah instrumen yang setiap akhir pekan kami mainkan, walaupun tidak ada Jeong Won kami menyiasatinya dengan mengunduh suara drum dari internet.

"Palli...Seok Hyeong-ah......kami tidak bisa bermain tanpa keyboard...dan habis ini kami akan segera p-u-l-a-n-g"

Ik Jun berkata sambil mengedipkan matanya nakal. Upsss.....sekkeiya! Akhirnya kami memainkan lagu yang akan kami mainkan pada akhir pekan nanti. Untungnya aku sudah merekam bunyi drumnya. Ik Jun dan aku yang menyanyi. Lagu itu pilihan Ik Jun dan Song Hwa.

"Nothing's gonna change my love for you...you ought to know by now how much I love you......One thing you can be sure of I'll never ask for more than your love"

"(Tidak ada yang bisa merubah cintaku padamu....kamu harus tahu bertapa aku mencintaimu....satu yang pasti aku tidak akan meminta lebih dari cintamu)"

Setelah selesai mereka semua menyalami dan memberi kami selamat.

"Chukkahae......Seok Hyeong-ah.....Chuchu..."

"Selamat Min Ha-ya......mulai saat ini panggil aku eonni...arachi?"

"Wah.....akan ada pernikahan...berati akan ada acara makan-makan lagi ......"

"Yah...Jun Wan-ah......" Seru kami semua.

Mereka telah menaiki tangga dan aku bernafas lega dan berjalan mendekati Min Ha ketika.......

"Appa......jangan lupa dimakan dessertnya.......H-A-B-I-S-K-A-N!!!"

Ik Jun datang kembali dipuncak tangga sambil mengedip nakal.....upss....!!!

"Yah........Ik Jun-ah!!!!"

Notes:

The songs tittle:
- Beautiful My Love (Urban Zakapa)

- Nothing's Gonna Change My Love For You (George Benson)

Maybe the English song doesn't really match the Korean background story but since I really love the song and the song match their story so...why not? And Min Ha deserves more than one song to celebrate her happy moment, right?

Series this work belongs to: